• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III.7 Identifikasi Variabel Penelitian

III.7.1 Identifikasi Variabel Hipotesis Pertama

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini terdiri dari variabel-variabel yang akan diuji oleh peneliti, adalah :

1. Variabel independen (X) atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab timbulnya perubahan pada variabel terikat, untuk hipotesis pertama terdiri dari : Kinerja/performance (X1), Tampilan/features (X2), Kehandalan/reliability (X3), Kemampuan

pelayanan/serviceability (X4), Estetika/aesthetics (X5), Persepsi mutu/perceived quality (X6).

2. Variabel dependen (Y), atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya perubahan dari variabel bebas untuk hipotesis pertama adalah variabel keputusan Nasabah memilih.

III.7.2 Definisi Operasional Variabel Hipotesis Pertama

Definisi operasional variabel untuk hipotesis pertama adalah sebagai berikut: 1. Kinerja / Performance (X1)

Suatu karakter utama dari deposito Mudharabah PT. BNI Syariah Persero Tbk dimana deposito ini merupakan investasi yang sifatnya tidak bergerak dan berjangka waktu serta mempunyai pergerakan yang fluktuatif.

2. Tampilan / Features (X2)

PT. BNI syariah Persero Tbk juga memberikan fungsi lain yang diberikan kepada nasabahnya sehubungan dengan investasi yang ditanamkan dalam bentuk Deposito Mudharabah yaitu sebagai Jaminan pembiayaan.

3. Kehandalan / Reliability (X3)

Kehandalan yang ditawarkan oleh PT. BNI Syariah Persero Tbk terhadap nasabah pengguna Deposito mudharabah adalah bahwa Deposito Mudharabah PT. BNI Syariah Persero Tbk bersifat aman karena tidak dapat dicairkan oleh orang lain karena memiliki syarat-syarat tertentu yang tidak dapat diwakilkan oleh sembarang orang selain pemegang deposito maupun kuasanya.

4. Kemampuan pelayanan / Serviceability (X4)

Suatu usaha dari PT. BNI Syariah Persero Tbk untuk lebih memberikan kemudahan layanan produk kepada nasabahnya sehingga menciptakan kebijakan bahwa deposito mudharabah dapat diperpanjang secara otomatis tanpa mengeluarkan biaya dan tidak menyita waktu nasabah.

5. Estetika / Aesthetics (X5)

Deposito mudharabah PT. BNI Syariah Persero Tbk menawarkan sistem bagi hasil yang merupakan sistem perbankan secara Islam dan menarik konsumen serta merupakan investasi disalurkan untuk pembiayaan usaha produktif yang halal. 6. Persepsi Mutu / Perceived Quality (X6)

Persepsi terhadap kualitas Deposito Mudharabah yang mempergunakan prinsip mudharabah dibenak konsumen bahwa bank akan mengelola dana yang diinvestasikan nasabah secara produktif, menguntungkan dan memenuhi prinsip-prinsip syariah Islam.

7. Keputusan Nasabah (Y)

Keputusan memilih merupakan sikap yang diambil oleh konsumen untuk memilih produk yang ditawarkan oleh PT. BNI Syariah Persero Tbk yaitu berupa Deposito Mudharabah.

Tabel III.11 Definisi Dan Indikator Variabel Penelitian Hipotesis Pertama

No. Variabel Definisi Indikator Pengukuran

1 Keputusan Nasabah

(Y)

Sikap yang diambil oleh konsumen untuk memilih Deposito Mudharabah.

1. Mengenali kebutuhan

2. Mencari informasi

3. Evaluasi alternatif

4. Keputusan memilih

5. Prilaku setelah menjadi

nasabah deposito

Skala Likert

2 Kinerja (performance)

(X1)

Karakter utama dari deposito Mudharabah yang merupakan investasi yang sifatnya tidak bergerak dan berjangka waktu serta mempunyai pergerakan yang fluktuatif.

1. Sikap nasabah terhadap

jangka waktu investasi

2. Sikap nasabah terhadap

bagi hasil yang ditawarkan.

Skala Likert

3 Tampilan (features)

(X2)

Fungsi lain yang diberikan kepada nasabah Deposito Mudharabah.

Sikap nasabah terhadap jaminan pembiayaan

Skala Likert

4 Kehandalan (reliability)

(X3)

Jaminan keamanan karena tidak dapat dicairkan oleh orang lain karena memiliki syarat-syarat tertentu yang tidak dapat diwakilkan oleh sembarang orang selain pemegang deposito maupun kuasanya.

Sikap nasabah terhadap keamanan investasi Skala Likert 5 Kemampuan pelayanan (serviceability) (X4)

Suatu usaha dalam memberikan kemudahan pelayanan produk kepada

nasabahnya yaitu perpanjangan secara otomatis

tanpa mengeluarkan biaya dan tidak menyita waktu nasabah.

1. Sikap nasabah terhadap

proses investasi

2. Sikap nasabah terhadap

perpanjangan deposito secara otomatis Skala Likert 6 Estetika (aesthetics) (X5) Deposito mudharabah menawarkan Sistem bagi hasil

yang Islami serta investasi yang disalurkan untuk pembiayaan usaha produktif yang halal.

Sikap nasabah terhadap sistem investasi syariah

Skala Likert

7 Persepsi mutu

(perceived quality)

(X6)

Dana yang diinvestasikan

akan dikelola secara produktif,

menguntungkan dan memenuhi prinsip-prinsip syariah Islam.

1. Sikap nasabah terhadap

pengelolaan dana yang diinvestasikan

2. Sikap nasabah terhadap

keuntungan investasi

III.7.3 Model Analisis Data Hipotesis Pertama

Hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah :

Ho : b1, b2, b3, b4, b5, b6 = 0 (kinerja, tampilan, kehandalan, kemampuan pelayanan, estetika, dan persepsi mutu tidak berpengaruh terhadap keputusan nasabah memilih). Ha : b1, b2, b3, b4, b5, b6 ≠ 0 (kinerja, tampilan, kehandalan, kemampuan pelayanan, estetika, dan persepsi mutu berpengaruh terhadap keputusan nasabah memilih)

Model analisis data yang dipergunakan untuk menjawab hipotesis pertama adalah analisis regresi linier berganda, dengan formulasi sebagai berikut :

e X b X b X b X b X b X b a Y= + 1 1+ 2 2 + 3 3 + 4 4 + 5 5 + 6 6 + Dimana : Y = Keputusan Nasabah X1 = Kinerja (performance) X2 = Tampilan (features) X3 = Kehandalan (reliability)

X4 = Kemampuan pelayanan (serviceability) X5 = Estetika (aesthetics)

X6 = Persepsi mutu (perceived quality)

a = Konstanta

b1,..., b6 = Koefisien Regresi

e = Epsilon atau variabel yang tidak diteliti Pengujian Hipotesis Pertama adalah sebagai berikut :

a. Uji F ( Uji Serempak )

Digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu kinerja (performance), tampilan (features), kehandalan (reliability), kemampuan pelayanan

(serviceability), estetika (aesthetics) dan persepsi mutu (perceived quality) secara serempak terhadap keputusan nasabah memilih Deposito Mudharabah pada PT.BNI Syariah Persero, Tbk Cabang Medan dengan tingkat keyakinan 95 % ( = 5%).

Model hipotesis yang digunakan dalam uji F ini adalah : 0 b , b , b , b , b , b :

Ho 1 2 3 4 5 6= (artinya kinerja (performance), tampilan (features), kehandalan (reliability), kemampuan pelayanan (serviceability), estetika (aesthetics) dan persepsi mutu (perceived quality) secara serempak tidak berpengaruh keputusan nasabah memilih Deposito Mudharabah pada PT. BNI Syariah Persero, Tbk Cabang Medan) 0 b , b , b , b , b , b :

Ha 1 2 3 4 5 6≠ (artinya kinerja (performance), tampilan (features), kehandalan (reliability), kemampuan pelayanan (serviceability), estetika (aesthetics) dan persepsi mutu (perceived quality) secara serempak berpengaruh terhadap keputusan nasabah memilih Deposito Mudharabah pada PT. BNI Syariah Persero, Tbk Cabang Medan)

Nilai Fhitung akan dibandingkan dengan nilai Ftabel. Kriteria pengambilan keputusannya adalah :

Ho diterima jika Fhitung < Ftabel pada = 5 %

Ho ditolak (Haditerima ) jika Fhitung > Ftabel pada = 5 % b. Uji t (Uji Parsial)

Uji t bertujuan untuk melihat pengaruh variabel bebas yaitu kinerja (performance), tampilan (features), kehandalan (reliability), kemampuan pelayanan

(serviceability), estetika (aesthetics) dan persepsi mutu (perceived quality) secara parsial terhadap keputusan nasabah memilih Deposito Mudharabah pada PT.BNI Syariah Persero, Tbk Cabang Medan.

Kriteria pengujian hipotesa secara parsial adalah sebagai berikut : 0

b :

Ho i= (artinya kinerja (performance), tampilan (features), kehandalan (reliability), kemampuan pelayanan (serviceability), estetika (aesthetics) dan persepsi mutu (perceived quality) secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan nasabah memilih Deposito Mudharabah pada PT. BNI Syariah Persero, Tbk Cabang Medan)

0 b :

Ha i≠ (artinya kinerja (performance), tampilan (features), kehandalan (reliability), kemampuan pelayanan (serviceability), estetika (aesthetics) dan persepsi mutu (perceived quality) secara parsial berpengaruh terhadap keputusan nasabah memilih Deposito Mudharabah pada PT. BNI Syariah Persero, Tbk Cabang Medan). Nilai akan dibandingkan dengan . Kriteria pengambilan keputusannya adalah :

hitung

t ttabel

Ho diterima jika -ttabel ≤ thitung ≤ ttabel pada = 5 %

III.7.4 Pengujian Asumsi Klasik Hipotesis Pertama III.7.4.1 Uji Normalitas

MenurutGhozali (2005), Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual berdistribusi normal atau tidak, menggunakan analisis grafik, yaitu dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. Dasar pengambilan keputusannya adalah :

a. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

b. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan / tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

III.7.4.2 Uji Multikolinearitas

Menurut Pratisto (2004), Multikolinearitas adalah keadaan dimana variabel-variabel bebas dalam persamaan regresi mempunyai korelasi (hubungan) yang erat satu sama lain. Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai VIF (Variance Inflation Factor) dan nilai Tolerance.

Dasar pengambilan keputusan pada uji multikolinearitas (Suliyanto, 2005) adalah :

a. Nilai VIF < 10 atau nilai Tolerance > 0,10 maka tidak terjadi multikolinearitas. b. Nilai VIF >10 atau nilai Tolerance < 0,10 maka terjadi multikolinearitas.

III.7.4.3 Uji Heteroskedastisitas

Ghozali (2005), menyatakan bahwa uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.

Heteroskedastisitas dalam penelitian ini dideteksi dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot, dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi dan sumbu X adalah residual ( Y prediksi – Y sesungguhnya). Dasar analisis untuk heteroskedastisitas adalah :

a. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.

b. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

Dokumen terkait