• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. ANALISIS PENELITIAN

B. IDENTITAS RESPONDEN BMT

Pada penelitian ini penulis melakukan penelitian pada BMT Taruna Sejahtera deengan responden adalah karyawan BMT Taruna Sejahtera. Data penelitian yang diperoleh dari kuesioner yang telah dibagikan kepada

karyawan BMT Taruna Sejahtera sebanyak 50 responden selanjutnya akan dianalisis dengan prosedur statistik deduktif. Sebelum melakukan analisis terlebih dahulu penulis akan menjelaskan tentang data-data responden yang digunakan sebagai sampel yang diambil dari karyawan pada BMT Taruna Sejahtera.

1. Jenis Kelamin Responden

Tabel 4.1

Jenis Kelamin Responden

No Jenis Kelamin Jumlah Responden (Orang) Prosentase (%)

1. Laki-laki 18 36 %

2. Perempuan 32 64 %

Jumlah 50 100 %

Sumber: Data Primer yang diolah, 2014

Dari tabel 4.1, dapat diketahui bahwa responden karyawan BMT Taruna Sejahtera berdasarkan jenis kelaminnya adalah sebanyak sebanyak 18 orang laki-laki, sedangkan jumlah karyawan perempuan sebanyak 32 orang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa responden (karyawan) yang paling dominan pada BMT Taruna Sejahtera adalah berjenis kelamin perempuan.

2. Usia Responden

Tabel 4.2

Usia Responden

No Usia Jumlah Prosentase (%) 1 Kurang dari 20 tahun 4 8 %

2 21 – 30 tahun 33 66 % 3 Lebih dari 30 tahun 13 26 % Total 50 100 %

Sumber: Data Primer yang diolah, 2014

Pada tabel 4.2 dapat diketahui bahwa jumlah responden karyawan BMT Taruna Sejahtera berdasarkan usianya adalah sebanyak 4 orang yang berusia kurang dari 20 tahun, sebanyak 33 karyawan berusia 21 sampai 30 tahun, dan sebanyak 13 orang karyawan yang berusia lebih dari 30 tahun. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kebanyakan responden (karyawan) pada BMT Taruna Sejahtera memiliki usia 21 sampai 30 tahun.

3. Pendidikan Responden

Tabel 4.3 Pendidikan Terakhir

No Pendidikan Responden (Orang) Prosentase (%)

1. SLTP 1 2 %

2. SLTA 21 42 %

3. Diploma 18 36 %

4. Sarjana (S1) 10 20 %

Jumlah 50 100 %

Dari tabel 4.3, dapat diketahui bahwa responden karyawan BMT Taruna Sejahtera berdasarkan pendidikan terakhir adalah yang berpendidikan SLTP sebanyak 1 orang, SLTA sebanyak 21 orang, Diploma sebanyak 18 orang, dan Sarjana sebanyak 10 orang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa responden (karyawan) pada BMT Taruna Sejahtera mayoritas adalah berpendidikan terakhir SLTA karena jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan SLTP, Diploma, dan Sarjana (S1).

4. Lama Bekerja

Tabel 4.4

Lama Bekerja Responden

No Lama Kerja Jumlah Prosentase (%) 1 Kurang dari 1 tahun 25 50 %

2 1 sampai 2 tahun 13 26 % 3 Lebih dari 2 tahun 12 24 %

Total 50 100 %

Sumber: Data Primer yang diolah, 2014

Dari tabel 4.4 menunjukkan bahwa jumlah responden karyawan BMT Taruna Sejahtera berdasarkan lama kerjanya di BMT Taruna Sejahtera adalah sejumlah 25 orang bekerja selama kurang dari 1 tahun, 13 karyawan bekerja selama 1 sampai 2 tahun, dan 12 orang karyawan yang bekerja di BMT Taruna Sejahtera. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah responden (karyawan) BMT Taruna Sejahtera yang

bekerja kurang dari 1 tahun adalah yang paling banyak dengan prosentase 50% atau setengah dari jumlah responden (karyawan) BMT Taruna Sejahtera.

C. HASIL UJI

1. Uji Reliabilitas Dan Validitas

a. Uji Reliabilitas

Uji reabilitas dikatakan handal atau realibel apabila jawaban dari responden tersebut konsisten dari waktu ke waktu Bawono (2006). Pengujian ini dilakukan terhadap seluruh item pertanyaan atau pernyataan yang terdapat dalam kuesioner dengan menggunakan teknik cronbach’s alpha. Suatu variabel dikatakan realibel bila nilai cronbach’s alpha > 0,60. Sehingga data tersebut dikatakan realibel atau handal untuk melakukan pengukuran dan penelitian selanjutnya. Hasil uji realibilisas yang diperoleh di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 4.5 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan X1 .819 Reliabel X2 .852 Reliabel X3 .906 Reliabel Y .896 Reliabel

Berdasarkan tabel 4.5 terlihat seluruh variabel memiliki cronbach’s alpha > 0,60. Sehingga variabel kemampuan, motivasi, lingkungan kerja dan kinerja karyawan dapat dikatakan handal atau reliabel dan dapat digunakan sebagai alat kur untuk penelitian selanjutnya.

b. Uji Validitas

Sebuah data kuesioner dapat dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner tersebut dapat mengungkapkan suatu hal yang dapat diukur oleh kuestioner tersebut. Suatu item pertanyaan dalam kuesioner dikatakan valid apabila r hitung > r tabel. Mencari r tabel dengan taraf signifikan 5% yaitu:

Df = N – k = 50 – 3 = 47 N : jumlah sampel (responden) K : jumlah variabel independen

Maka besarnya r tabel dengan taraf signifikan 5% sebesar 0,186. Adapun hasil uji validitas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ini:

Tabel 4.6 UJI VALIDITAS

Variabel Item Corrected Item-

Total Correlation R tabel Keterangan

Kemampuan X1_bt1 .598 0,186 Valid X1_bt2 .759 Valid X1_bt3 .543 Valid X1_bt4 .653 Valid

X1_bt5 .711 Valid X1_bt6 .376 Valid X1_bt7 .632 Valid Motivasi X2_bt1 .612 0,186 Valid X2_bt2 .846 Valid X2_bt3 .330 Valid X2_bt4 .548 Valid X2_bt5 .752 Valid X2_bt6 .614 Valid X2_bt7 .681 Valid Lingkungan Kerja X3_bt1 .589 0,186 Valid X3_bt2 .763 Valid X3_bt3 .764 Valid X3_bt4 .771 Valid X3_bt5 .837 Valid X3_bt6 .778 Valid X3_bt7 .570 Valid X3_bt8 .583 Valid X3_bt9 .577 Valid X3_bt10 .533 Valid Kinerja Karyawan Y_bt1 .705 0,186 Valid Y_bt2 .759 Valid Y_bt3 .546 Valid Y_bt4 .679 Valid Y_bt5 .727 Valid Y_bt6 .569 Valid Y_bt7 .666 Valid Y_bt8 .662 Valid Y_bt9 .801 Valid

Sumber: Data Primer yang diolah, 2014

Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa seluruh r hitung lebih besar dibandingkan r tabel, dengan demikian butir pertanyaan pada instrumen penelitian ini dapat dikatakan valid.

2. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dilakukan sebelum melakukan analisis regresi. Suatu model analisis regresi dikatakan baik atau valid apabila tidak

terdapat gejala asumsi klasik. Di dalam penelitian ini menggunakan model analisis regresi sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

Adapun pengujian asumsi klasik yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas digunakan apabila terdapat lebih dari satu variabel dependen. Uji ini untuk mengetahui apakah variabel dependen berkorelasi atau mempengaruhi variabel independen atau mempengaruhi variabel yang lain. Adapun hasil uji multikolinieritas sebagai berikut: Tabel 4.7 Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Toleranc

e VIF 1 (Constant) 8.312 6.583 1.263 .213 Jml_Kmpn .506 .130 .402 3.908 .000 .571 1.750 Jml_Mtvs .236 .156 .178 1.519 .136 .442 2.261 Jml_LK .296 .085 .394 3.465 .001 .469 2.134 a. Dependent Variable: Jml_Knrj

Berdasarkan hasil output pada tabel 4.7 menunjukkan seluruh nilai toleransi tidak ada yang dibawah 0,10 dan nilai VIF menunjukkan nilai kurang dari 5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas dan model regresi dikatakan layak dan dapat digunakan untuk persamaan regresi.

b. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varians. Dalam penelitian ini pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan metode scatter plot dengan memplotkan nilai ZPRED (nilai prediksi variabel dependen) dan SRESID (residualnya). Dengan melihat grafik scatterplot pada output yang dihasilkan, apabila titik-titik yang dihasilkan membentuk suatu pola hal ini menunjukkan adanya gejala heteroskendastisitas. Sedangkan jika pola yang dihasilkan menyebar atau tidak beraturan di atas atau di bawah angka 0 (nol), maka hal ini mengindikasikan tidak adanya gejala heteroskedastisitas. Adapun hasil uji heteroskedastisitas pada penelitian ini sebagai berikut:

Gambar 4.3

Grafik Uji Heteroskedastisitas

Sumber: Data Primer yang diolah, 2014

Dari grafik scatterplot pada gambar 4.3 terlihat titik-titik menyebar membentuk pola tidak beraturan di bawah dan di atas angka 0 (nol) pada sumbu Y. Hal ini memberi kesimpulan bahwa model regresi yang digunakan peneliti tidak ada gejala heteroskedastisitas dan layak untuk persamaan regresi.

c. Uji Normalitas

Uji normalitas memiliki tujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel dependen dan independen yang digunakan berdistribusi dengan normal atau tidak. Pembuktian apakah data yang digunakan dapat berdistribusi dengan normal yaitu dengan melihat pada histogram maupun probability plot. Dapat dikatakan

normal jika titik-titik menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Hasil uji normalitas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Gambar 4.4

Hasil Uji Normalitas dengan Normal Probability Plot

Sumber: Data Primer yang diolah, 2014

Berasarkan pengolahan data dengan normal probability plot, didapatkan hasil bahwa seluruh data berdistribusi dengan normal dan tidak terjadi adanya penyimpangan. Ditunjukkan dalam grafik normal plot titik-titik menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, sehingga model regresi yang digunakan dapat memenuhi asumsi normalitas.

d. Uji Linieritas

Uji linieritas digunakan untuk menguji apakah spesifikasi model yang digunakan sudah sesuai atau lebih baik menggunakan model yang lain. Penelitian ini uji linieritas yang digunakan yaitu dengan metode durbin watson. Pengujian ini digunakan untuk menguji apakah spesifikasi model yang tepat itu dalam bentuk linier atau kuadrat. Adapun hasil uji linieritas pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 4.8

Uji Linieritas Regresi Persamaan Linier

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate Durbin- Watson 1 .849a .722 .703 5.813 1.835 a. Predictors: (Constant), Jml_LK, Jml_Kmpn, Jml_Mtvs b. Dependent Variable: Jml_Knrj

Sumber: Data Primer yang diolah, 2014

Tabel 4.9

Uji Linieritas Regresi Persamaan Kuadrat

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin- Watson 1 .886a .786 .756 5.275 2.272 a. Predictors: (Constant), LK2, Kmpn2, Mtvs2, Jml_LK, Jml_Kmpn, Jml_Mtvs b. Dependent Variable: Jml_Knrj

Berdasarkan hasil output diatas maka dapat diketahui bahwa besarnya nilai durbin watson untuk persamaan linier adalah 1,835 sedangkan untuk persamaan kuadrat adalah 2,272. Nilai tabel durbin watson dapat diketahui sebagai berikut : jumlah sampel = 50, jumlah variabel independen (k) = 3, dengan asumsi derajat kepercayaan 5%, nilai tabel dU = 1,67, nilai 4 – dU = 4 – 1,67 = 2,33. Karena nilai DW

test kedua persamaan tersebut berada di antara nilai dU dan 4 – dU,

sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kesalahan spesifikasi model atau keduanya layak digunakan untuk model regresi.

3. Uji Statistik

Model analisis regresi yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

a. Uji F (uji secara serempak)

Uji ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh semua variabel independen mempengaruhi variabel dependen (Bawono, 2006).

Tabel 4.10 Uji F ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 4027.424 3 1342.475 39.724 .000a Residual 1554.576 46 33.795 Total 5582.000 49 a. Predictors: (Constant), Jml_LK, Jml_Kmpn, Jml_Mtvs b. Dependent Variable: Jml_Knrj

Sumber: Data Primer yang diolah, 2014

Pada tabel 4.10 menunjukkan hasil f hitung sebesar 39,724 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Dimana nilai signifikan ini lebih kecil dari nilai alpha 0,05 berarti bahwa variabel independen (kemampuan, motivasi, dan lingkungan kerja) secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen (kinerja karyawan). Hal ini menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan sudah baik.

b. Uji R2 (Koefisien Determinasi)

Uji koefisien determinasi digunakan untuk menunjukkan sejauh mana tingkat hubungan antara variabel dependen (Kinerja karyawan) dengan variabel independen (Kemampuan, Motivasi, dan Lingkungan Kerja) atau sejauh mana kemampuan variabel independen dapat mempengaruhi variabel dependen.

Tabel 4.11

Uji R2 (Koefisien Determinasi)

Model Summary

Model R R Square Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate 1 .849a .722 .703 5.813 a. Predictors: (Constant), Jml_LK, Jml_Kmpn, Jml_Mtvs b. Dependent Variable: Jml_Knrj

Sumber: Data Primer yang diolah, 2014

Hasil output pada tabel 4.11 menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,849 ini berarti bahwa ada hubungan yang kuat antara variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y), karena nilai R mendekati angka 1. Artinya semakin besar nilai X maka semakin besar pula nilai Y.

Sedangkan hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 0,722. Yang berarti bahwa variabel independen (X) mempengaruhi variabel dependen (Y) sebesar 72,2%, sedangkan 27,8% variabel dependen (Y) dipengaruhi oleh variabel yang lain diluar model.

4. Uji Regresi Berganda

Di dalam penelitian ini menggunakan model analisis regresi berganda sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

Tabel 4.12 Uji t (Uji Parsial)

Sumber: Data Primer yang diolah, 2014

Dari pengolahan data dengan bantuan SPSS 16, maka diperoleh model persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 8,312 + 0,506X1 + 0,236X2 + 0,296X3

Dari persamaan regresi tersebut di atas, dapat dijelaskan seperti dibawah ini, yaitu:

a. Nilai Konstan sebesar 8,312 berarti bahwa apabila kemampuan, motivasi, dan lingkungan kerja bernilai konstan atau nol (0), maka Y (kinerja karyawan) memiliki nilai sebesar 8,312. Dalam hal ini berarti bahwa karyawan tetap memiliki kinerja yang baik dikarenakan adanya faktor pendukung lain yang tidak teridentifikasi dalam penelitian ini.

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. 95% Confidence Interval for B B Std. Error Beta Lower Bound Upper Bound 1 (Constant) 8.312 6.583 1.263 .213 -4.938 21.563 Jml_Kmpn .506 .130 .402 3.908 .000 .246 .767 Jml_Mtvs .236 .156 .178 1.519 .136 -.077 .550 Jml_LK .296 .085 .394 3.465 .001 .124 .468 a. Dependent Variable: Jml_Knrj

b. Nilai koefisien regresi kemampuan sebesar 0,506 yang berarti apabila variabel X1 (kemampuan) mengalami peningkatan sebesar 1 satuan sedangkan variabel X2 dan X3 (motivasi dan lingkungan kerja) tetap konstan atau bernilai 0 (nol), maka Y (kinerja karyawan) akan naik sebesar 0,506. Hal ini menunjukkan semakin tinggi kemampuan yang dimiliki seseorang maka semakin tinggi pula kinerjanya.

c. Nilai koefisien regresi motivasi sebesar 0,236 yang berarti apabila variabel X2 (motivasi) mengalami peningkatan sebesar 1 satuan sedangkan variabel X1 dan X3 (kemampuan dan lingkungan kerja) tetap konstan atau bernilai 0 (nol), maka Y (kinerja karyawan) akan naik sebesar 0,236. Hal ini menunjukkan semakin tinggi motivasi yang diberikan oleh perusahaan maka semakin tinggi pula hasil kinerja karyawannya.

d. Nilai koefisien regresi lingkungan kerja sebesar 0,296 yang berarti apabila variabel X3 (lingkungan kerja) mengalami peningkatan sebesar 1 satuan sedangkan variabel X1 dan X2 (kemampuan dan motivasi) tetap konstan atau bernilai 0 (nol), maka Y (kinerja karyawan) akan naik sebesar 0,296. Hal ini menunjukkan semakin tinggi upaya perusahaan dalam menciptakan kondisi lingkungan kerja yang baik maka semakin tinggi pula kinerja karyawannya.

Dokumen terkait