• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Objek dan Penyajian Data

4.1.4 Identitas Responden

1. Keluar ga Infor man 1 Ayah dengan Anak

Keluarga bapak “MN” umur 40 tahun bekerja sebagai buruh pekerja rotan di daerah Plered. Berasal dari golongan ekonomi bawah bisa di bilang keluarga miskin yang bertempat tinggal di Plered. “Boy 1” anak berusia 23 tahun pendidikan terakhir SD, bergabung dengan komunitas PUNK sudah 2 bulan lebih, dia bergabung dengan komunitas PUNK karena keinginan sendiri. Dalam komunitas PUNK yang dilakukan mengamen untuk memenuhi kebutuhan dan mencari teman. Anak kedua dari 3 bersaudara. “Boy 1” minum-minuman keras dianggap sebagai jamu, dia tidur biasa dijalanan dengan komunitasnya dan mencari makan dengan cara mengamen dan dia bisa melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dia bisa,ibu sudah tidak ada dan ayah sudah menikah lagi. Menurut pengamatan peneliti selama ini boy kurang kasih sayang dari orang tuaperempuan sedangkan ayah terlalu mengekang keinginan si anak bisa dikatakan orang tua terlau memaksakan kehendak, bahkan ayahnya kurang memperhatikan kehidupan si anak sehingga anak menentukan jalan hidupnya sendiri dan dia merasa ayahnya tidak memahami dia. Dengan di jalan dia merasa bisa mencari jati diri di jalanan. “Boy 1” merasa orang tua adil dalam membagi kasih sayang cuman sedikit sih katanya.

2. Keluar ga Infor man 2 Ibu dengan Anak

Informan yang kedua, Ibu sebut saja “RN” berusia 40 tahun dan bekerja sebagai salah satu guru di SMP kabupaten Cirebon, sedangkan Bapak sudah meninggal. “Boy 2” (nama samaran) berusia 27 tahun adalah anak kedua dari 4 bersaudara, pendidikan terakhir tamat SMP. Mereka tinggal di wilayah Plumbon kabupaten Cirebon. Akan tetapi “RN” melihat tingkah laku “Boy 2” semenjak SMP kelas 3 membuat “RN” hilang kontrol dan membiarkan “Boy 2” bebas berkeliaran di jalanan. Dengan di tinggalnya “RN” oleh sang suami dan mempunyai anak 4 membuat “RN” sulit mengurus ke-4 anaknya. “Boy 2” jarang pulang ke rumah saat itu yang selalu ada di rumah hanyalah kakak dan ke dua adiknya. Perkenalan “Boy 2” dengan dunia Punk berawal dari teman SMP nya yang saat itu menggandrungi komunitas PUNK , selama mengikuti komunitas PUNK “Boy 2” tidak sampai selesai di bangku SMA hanya sampai kelas 2 saja “Boy 2” keluar karena sibuk dengan komunitasnya dan hidupnya saat itu tidak teratur. Selama menjadi bagian dari komunitas PUNK “Boy 2” tidak jauh dari minuman keras dan sex bebas namun untuk obat – obatan dia tidak sampai menggunakannya.

3. Keluar ga Infor man 1 Ibu dengan Anak

Keluarga ibu “ST” umur 30 tahun bekerja sebagai buruh cuci, suami bekerja sebagai Tukang Becak. Berasal dari golongan ekonomi bawah bisa di bilang keluarga miskin yang bertempat tinggal di Kalijaga. “Boy 3” anak berusia 14 tahun anak kedua dari 3 bersaudara. “Mengikuti komunitas PUNK kar ena ikut- ikutan biar dibilang k er en katanya ker en”, pernah sempet berhenti dalam komunitas PUNK selama 4 bulan namun setetah itu dia terjun lagi di Komunitas PUNK. Kegiatan yang dilakukan buat memenuhi kebutuhan dengan cara mengamen. Dikarenakan kurangnya kondisi keuangan keluarganya hanya mengenyam bangku SD saja, sempat disuruhb orang tua agar masuk pondok p[esantren seperti kakaknya namun si “Boy 3” menolak karena malas dan terlanjur malu kepada teman-temannya yang sudah mencap dia anak gembel. Karena kondisi ekonomi yang kurang mendukung dalam keluarganya “Boy 3” biasanya minum minuman keras dengan cara mengoplos minuman keras yang murah dan membeli TOAK dan biasanya ngelem kalo tidak ada duit yang cukup. Menurut pengamatan peneliti selama ini kedua orang tuanya bisa dikatakan tidak mengurusi kehidupan anaknya, bahkan anak bebas menentukan jalan hidupnya. Berbeda dengan informasi yang lainnya “Boy 3” masih sering pulang kerumah walupun hanya 3 hari sekali untuk istirahat ataupun makan dan menonton televisi. Dia ingin kembali ke kehidupan seperti dulu dan sekolah lagi namun dia tidak diterima karena sudah di cap jelek. Dia merasa dengan mengikuti PUNK dia bisa mandiri.

4.2 Data dan Analisis Data Infor man Komunikasi Or ang Tua dengan Anak

A. Keluar ga Infor man 1

Pada informan Pertama ini dalam kasus “Boy 1” telah ditinggalkan oleh sang ibu dan Ayah menikah lagi. Saat ibu masih hidup Ayah tidak pernah melakukan kekerasan, tetapi setelah sepeninggal Ibunya, Ayahnya melakukan kekerasan terhadap “Boy 1” mulai menendang hingga memukul si “Boy 1” sehingga membuat “Boy 1” tidak betah tinggal di rumah dan lebih nyaman hidup di luar rumah bersama komunitas yang baru diikutinya.

Infor man 1 (Ayah)

(Inter view : 19 Ok tober pukul 19.00 WIB)

“Saya menasehati anak saya, saya mau anak saya hidup kayak anak biasanya mas, saya ingin anak saya nurut dengan saya karena ini demi kebaikan anak saya”

Berdasarkan kutipan diatas ayah dari boy 1 sangat perhatiaan kepada boy 1 dengan cara menasehatinya, Tindakan yang dilakukan orang tua boy 1 didasarkan perasaan khawatir bila anaknya melakukan hal yang tidak baik dalam pergaulannya.

Infor man 1 (Ayah)

(Inter view : 19 Ok tober pukul 19.00 WIB)

“saya sering nasehati anak saya tentang pergaulan remaja saat ini, saya tidak ingin anak saya terjerumus dalam hal yang tidak baik, mangkannya saya kaget ketika saya tau anak saya mengikuti komunitas PUNK”

Kutipan diatas menunjukan rasa ketakutan dan kekecewaan orang tua saat anaknya tidak mematuhi perintah orang tua dan Boy 1 sudah terjerumus ke komunitas PUNK.

Infor man 1 (Ayah)

(Inter view : 19 Ok tober pukul 19.00 WIB)

“Saya merasa adil dalam membagi kasih sayang kepada anak saya, tetapi kalau saya melihat anak saya berbuat yang bukan- bukan saya sering memarahinya kadang saya pukul kalau tidak bisa dinasehati ”

Dalam hal ini Ayah selalu memberikan kasih sayang kepada boy 1 namun ayah boy 1 juga tidak segan melakukan hal-hal yang menyakitkan seperti melakukan pemukulan kepada boy 1 jika boy 1 susah dinasehati.

Infor man 1 (Boy 1)

(inter view : 18 0ktober pukul 08.30 WIB)

“Tiap hari pulang ke rumah gak? Kadang-kadang terakhir pulang ke rumah minggu tadi Cuma sehari terus keluar lagi”

Berdasarkan kutipan diatas terlihat bahwa boy 1 seenaknya sendiri untuk pulang kerumah, dia merasa suntuk di rumah dengan aktivitas yang hanya menonton tv dan makan saja jika di rumah. Boy 1 pulang ke rumah bila ada niatan sendiri aja dan bila ada perlu. Boy 1 jarang pulang ke rumah dikarenakan ayahnya yang sudah menikah lagi dan tidak suka dengan perlakuan ayahnya.

Infor man 1 (Boy 1)

(inter view : 18 0ktober pukul 08.30 WIB)

“Orang tua marah ketika anda jarang pulang ke rumah? Ya marah ya marahlah tapi gimana lagi niat sayanya kayak gini”

Terlihat bahwa Boy 1 masa bodo dengan pendapat atau nasehat orang tua nya, boy dan dia pun sudah pasrah dengan kehidupannya yang sekarang dia jalani.

Infor man 1 (Boy 1)

(inter view : 18 0ktober pukul 08.30 WIB)

“Ada gak kembali ke kehidupan yang dulu? ada, pengen sih… mungkin ini belum niat gak tau kapan tapi saya pasti pingin berubah mungkin dengan dapat kerjaan saya bisa berubah”

Ada keinginan untuk kembali ke kehidupan seperti dulu hanya saja lingkungan yang kurang baik menyebabkan Boy 1 sulit keluar dalam komunitas yang sekarang diikutinya dan dia masih ada kemauan untuk kerja dengan baik.

Infor man 1 (Boy 1)

(inter view : 18 0ktober pukul 08.30 WIB)

“Apa orang tua memahami Anda? Memahami sih memahami cuman mau gimana lagi kehidupannya kayak gini sih ya….”

Karena kehidupannya yang miskin Boy 1 pasrah jalani kehidupannya .

Infor man 1 (Boy 1)

(inter view : 18 0ktober pukul 08.30 WIB)

“apa sering curhat dengan ibu? Sering sih, trus saya minta maaf juga sih, kan ibu sudah gak ada. (maaf kalau seandainya saya ikut komunitas ini yang jelek yang buat mimi malu sama tetangga). ”

Boy 1 sering curhat dengan ibu, dan dia menyesal dengan kehidupannya sekarang ini, dikarenakan di tinggal ibu, sedangkan ayahnya sudah menikah lagi membuat Boy 1 tidak terurus lagi.

Ayah nya yang menikah lagi membuat “Boy 1” menjadi sasaran kala sang ayah lagi kesal atau tidak ada uang.

Pada kasus ini yang terjadi pada “Boy 1” ayah memberikan hukuman yang bersifat fisik apabila yang dikehendaki orang tua tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Menggunakan hukuman fisik secara psikologis dapat membuat anak tertekan/ depresi , selain itu penggunaan kekerasan atau tidak dibenarkan dan tidak boleh dilakukan, karena semakin anak tertekan maka sang anak akan lari

mencari perlindungan yaitu dengan cara keluar dari rumah dan mencari kehidupan yang menurutnya pantas dan nyaman bagi anak.

Informasi yang diberikan antara orang tua (bapak) dan boy 1 bertentangan, ketika ditanya mengenai kasih sayang si boy cenderung menutupi apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupannya.

Pola komunikasi yang digunakan pada informan 1 atuthoritarian (otoriter) adalah pola komunikasi yang hubungan dalam komunikasi orang tua bersikap otoriter cenderung bersifat kurang sehat,karena seperti itulah dijelaskan bahwa arus berkomunikasi yang terjadi pada pola komunikasi otoriter ini bersfifat satu arah, dimana dalam pihak ini sang anak dirugikan dengan tidak diberikan kesempatan dalam menyampaikan pendapatnya.

Orang tua bersifat berkuasa penuh dalam memberikan perintah serta larangan yang harus dilaksanakan oleh anak tanpa penjelasan atau sebab yang jelas. Pada pola komunikasi ini peneliti menemukan ketidak harmonisan komunikasi dalam keluarga yang disebabkan oleh perilaku orang tua dalam mengurus anak.

B. Keluar ga Infor man 2

Karena sang suami sudah meninggal membuat kualitas dari komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak sangatlah kurang, hal ini dikarenakan jarang bertemunya anak dengan orang tua, selain itu dengan ditinggalnya Ibu oleh suami membuat Ibu susah dalam mengkontrol perilaku “Boy 2” dalam kegiatan

sehari – hari apalagi Ibu mempunyai 2 anak yang masih kecil, Ibu nya sudah cukup sering menasehati si Boy 2 namun si Boy 2 tidak menghiraukan nasehat si Ibu sehingga Ibu membiarkan “Boy 2” menentukan jalan hidupnya sendiri. Sang kakak juga sudah berkeluarga jadi tidak terlalu memperhatikan si “Boy 2”.

Infor man 2 (Ibu)

(inter view : selasa 18 Oktober pukul 15.30 WIB)

“Akhir-akhir ini saya mengetahui anak saya masuk komunitas Punk, bukannya saya membiarkan anak saya mengikuti komunitas punk tapi bagaimana ya… saya sebagai orang tua sudah melarang dan memberikan perhatian lebih tapi anak saya sendiri yang mau mengikuti dan katanya mempunyai kepuasan tersendiri dalam komunitas itu ”

Dari hasil kutipan wawancara diatas dapat menunjukan bahwa informan yang berstatus sebagai orang tua (ibu) sudah mengingatkan kepada Boy 2 bahwa mengikuti komunitas punk tidak baik namun sang anak tidak menggubris nasehat orang tua.

Infor man 2 (Ibu)

(inter view : selasa 18 Oktober pukul 15.30 WIB)

“Semenjak SMA Boy 2 jarang pulang ke rumah dan sekarang pun pulang sebulan sekali jarang, pokoknya Boy 2 saya jarang pulang ke rumah!!”

Dengan membaca hasil kutipan di atas tampak jelas sekali bahwa ibu dan Boy 2 jarang sekali bertemu, dimana Boy 2 jarang pulang ke rumah sehingga

komunikasi antara Boy 2 dan Ibu kurang baik dan kemungkinan terjadi kesalah pahaman sangat besar. Seharusnya Boy 2 harus menelaah sendiri dan belajar dewasa dan seharusnya orang tua tidak boleh lelah dalam mengajarkan atau membimbing anak, karena Boy 2 masih dalam tahap perkembangan remaja yang dewasa dan masih labil. Dalam komunikasi baiknya tidak lepas dari peran orang tua.

Pada kasus yang dialami oleh “Boy 2” sebenarnya terlihat sang Ibu sudah semaksimal mungkin dalam memberi kasih sayang kepada “Boy 2” namun si “Boy 2” tidak menghiraukannnya, sehingga ibu “boy 2” capek menasehatinya dan membiarkannya untuk menentukan jalannya sendiri. Dikarenakan suami sudah meninggal ibu membanting tulang untuk menghidupi anaknya namun “Boy 2” tidak mau mengerti keadaan sang ibu yang telah di tinggal suami.

Peranan seorang Ibu penting sekali dalam memberikan informasi yang benar atau yang dapat diterima oleh anak tersebut agar tidak terjerumus dengan pengaruh teman – temanyan dan sang ibu tidak boleh lelah dalam memberikan nasehat – nasehat dan selalu mengontrol kegiatan anak baik dan juga harus selalu menanyakan apa sih yang diperlukan si anak.

Infor man 2 (Ibu)

(inter view : Selasa 18 Oktober pukul 15.30 WIB)

“InsyaAllah saya merasa adil dalam membagi kasih sayang kepada anak- anak cuman saya sendiri kurang paham kenapa anak saya mengiktui komunitas tersebut”

Kutipan diatas menunjukan bahwa sikap orang tua terhadap anaknya adil dan tidak memilih dalam membagi kasih sayang kepada keempat anaknya namun “boy 2” tidak mau memahami ibunya.

Infor man 2 (Ibu)

(inter view : Selasa 18 Oktober pukul 15.30 WIB)

“Sebagai orang tua saya merasa kangen kepada anak saya,saya pingin anak saya tumbuh normal dan mempunyai cita-cita yang tinggi Cuma ya gak tau kenapa kayak gini , saya juga sering bertanya kepada dia tapi dia juga gak mau ungkapkan hati isi dia ”

Dari kutipan diatas terlihat Ibu merasa kangen kepada Boy 2 ketika Boy 2 jarang pulang ke rumah, ibu ingin anaknya hidup normal seperti anak-anak yang lainnya dengan cita-cita yang tinggi, namun Boy 2 tidak mau tidak mau menceritakan kenapa dia mengikuti komunitas punk. Seharusnya terjadi keterbukaan antara keduanya sehingga jika terdapat masalah dapat segera terselesaikan dan anak tidak sampai terjerumus ke komunitas punk.

Infor man 2 (Boy 2)

(inter view : Selasa 18 Oktober pukul 10.30 WIB)

“Kalo pulang punya keinginan, mau pulang ya pulang, terakhir pulang lebaran“

Kutipan diatas membuktikan bahwa Boy 2 semaunya sendiri kalau pulang kerumah, bahkan bisa dilihat pulang terakhir lebaran, komunikasi diantara

keduanya tentunya sangat jarang sekali sehingga kesalahpahamn sangat mungkin terjadi.

Infor man 2 (Boy 2)

(inter view : Selasa 18 Oktober pukul 10.30 WIB)

“Aktivitas yang biasa dilakuin di rumah ngapain mas ? Seperti biasa aktivitas orang tua, bantu-bantu pekerjaan orang tua”

Dari kutipan diatas terlihat bahwa Boy 2 masih mau membantu orang tua disaat pulang ke rumah walaupun jarang pulang ke rumah. Terlihat si Boy 2 masih menghormati dan menghargai orang tua nya sekalipun dia ikut ke dalam komunitas Punk.

Infor man 2 (Boy 2)

(inter view : Selasa 18 Oktober pukul 10.30 WIB)

“Apakah orang tua marah disaat anda jarang pulang ke rumah ? kadang-kadang marah kadang-kadang dikangenin sih”

Dari hasil kutipan diatas orang tua masih peduli kepada “boy 2” dengan cara menasehati walaupun sambil memarahinya.

Infor man 2 (Boy 2)

“Cara apa yang bisa membuat anda kembali ke kehidupan yang normal? Mungkin belum saatnya sih ya saya menemukan titik kejenuhan,gak semua manusia tidak punya beban. Mungkin hari ini atau lusa saya bisa lebih baik”

Dari kutipan diatas dapat terlihat bahwa si Boy 2 belum mau keluar dari komunitas Punk, dan terlihat si Boy 2 mempunyai beban dalam kehidupan entah apa tapi menurutnya dia masih bisa berubah ke kehidupan yang lebih baik lagi entah kapan.

Infor man 2 (Boy 2)

(inter view : Selasa 18 Oktober pukul 10.30 WIB)

“apakah anda begini karena kecewa dengan orang tua? Tidak hanya saya,bukan frustasi masalah keluarga,mungkin karena kehendak saya sendiri”

Dari kutipan diatas Boy tidak pernah kecewa dengan orang tua atau keluarga, dia mengikuti komunitas ini karena kehendaknya sendiri.

Infor man 2 (Boy 2)

(inter view : Selasa 18 Oktober pukul 10.30 WIB)

“Apakah orang tua anda sangat memahami anda? Emang sangat

memahami,mungkin ini yang harus saya jalani”

Terlihat si Boy 2 sangat pasrah dengan keadaanya sekarang ini, dan terlihat saat wawancara di menyesal dengan keadaannya sekarang ini.

Infor man 2 (Boy 2)

(inter view : Selasa 18 Oktober pukul 10.30 WIB)

“Sering gak curhat sama orang tua? Kadang-kadang pernah ,sedikit-sedikit sih kalau orang tua menanyakan?”

Si boy 2 curhat jarang sekali dikarenakan dia jarang pulang ke rumah dan si boy 2 curhat hanya apabila orang tua menanyakan saja, terlihat bahwa si boy 2 pasif dan hanya menunggu teguran dari orang tua saja.

Infor man 2 (Boy 2)

(inter view : Selasa 18 Oktober pukul 10.30 WIB)

“Orang tua tau gak keinginan anda kayak apa? Gak pernah tau, Cuma kalau saya tau iya iya aja jawabnya”

Terlihat orang tua biasa saja menanggapi keinginan si boy 2, seharusnya orang tua harus menyepelekan apa yang dikeluhkan anaknya.

Infor man 2 (Boy 2)

(inter view : Selasa 18 Oktober pukul 10.30 WIB)

“Orang tua selalu memberikan tuntutan gak kepada anda ? gak pernah orang tua saya up to you gitut terserah saya, orang tua saya innocent aja bodo amat gitu…. ”

Terlihat orang tua yang sudah sering menasehati boy 2 sudah capek sehingga ibu boy 2 memberikan kebebasan kepada boy 2.

Infor man 2 (Boy 2)

(inter view : Selasa 18 Oktober pukul 10.30 WIB)

“Apakah menurut anda orang tua anda adil dalam membagi kasih sayang? Adil adil saya punya kaka 1 dan adik dua, emang orang tua saya memberi kasih sayang dengan sungguh-sungguh”

Boy 2 merasa orang tua adil dalam membagi kasih sayang ke pada dia, kakaknya dan kedua adiknya .

Berdasarkan hasil wawancara di atas bahwa terjadi komunikasi yang tidak aktif antara anak dan orang tua, dikarenakan anak jarang pulang ke rumah dan asik dengan komunitas punk nya sendiri sehingga komunikasi jarang terjadi. Orang tua sudah semampu mungkin dalam membimbing si Boy 2 namun si boy 2 tidak bisa berubah sehingga membuat orang tua capek dan membiarkan boy 2 menentukan hidupnya.

Pola komunikasi yang digunakan orang tua oleh Boy 2 permissive (cenderung berperilaku membebaskan) adalah salah satu pola komunikasi yang dalam hubungan komunikasi antar orang tua bersikap tidak peduli dengan apa yang akan terjadi atau yang telah terjadi dengan anaknya, orang tua cenderung tidak merespon ataupun tidak menanggapi.

C. Keluar ga Infor man 3

Keluarga informan 3 ini berasal dari keluarga yang kurang mampu bisa dibilang miskin, karena orang tua tidak sekolah sehingga membuat orang tua

mempunyai pikiran yang salah dalam mendidik anak. Melihat ibu nya hanyalah seorang buruh cuci dan ayahnya tukang becak peneliti bisa melihat bahwa orang tua “Boy 3” menganggap “Boy 3” sudah mampu dalam mencari makan sendiri sehingga sang ibu membiarkan Boy 3 yang hanya pulang paling tidak 2 minggu sekali.

Lain halnya dengan kasus yang terjadi pada “Boy 3”, orang tua terlalu membebaskannya karena anggapan orang tuanya Boy 3 dapat mencari makan sendiri diluar. Ternyata anggapan seperti inilah yang justru membuat anak masuk ke dalam jurang kehancuran, walaupun si anak bisa mencari uang di jalan dengan cara mengamen di jalan tapi ibu tidak tahu bahwa selain mengamen sang Boy 3 juga melakukan hal – hal yang buruk yaitu minum – minuman keras.

Dari perlakuan orang tua yang terlalu percaya pada Boy 3 dan membiarkannnya, maka membuat Boy 3 salah dalam mempersepsikan atau menafsirkan. Sehingga tindakan yang salah dianggap benar oleh Boy 3, hanya karena ikut – ikutan saja dan menganggap bahwa seperti minum – minuman keras adalah hal yang biasa dan tidak merusak bagi dirinya.

Infor man 3 (Ibu)

(inter view : 19 0ktober pukul 17.30 WIB)

“Ibu tau gak kalau salah satu anak ibu ikut kedalam komunitas Punk? Iya saya tau. Koq ibu diamin aja sih kalo anak ibu ikut komunitas punk? Susah sih kalau dibilangin, dulu udah dibilangin tapi katanya suka-suka.”

Berdasarkan kutipan di atas orang tua sudah pasrah dengan Boy 3 karena Boy 3 susah dibilangin, dan karena keadaan ekonomi keluarga membuat ibu boy 3 membebaskannya”

Infor man 3 (Ibu)

(inter view : 19 0ktober pukul 17.30 WIB)

“Ibu merasa adil gak dalam membagi kasih sayang kepada anak-anak ibu? Yang saya rasain sih saya adil dalam membagai kasih sayang kepada anak-anak dan saya juga gak pernah beda-bedain anak saya”

Berdasarkan kutipan di atas orang tua boy 3 merasa sudah adil dalam

membagi kasih sayangnya kepada anaknya dia tidak pernah membeda-beda kan anaknya, yang membuatnya pasrah karena tingkah si boy 3 yang susah di nasehati”

Infor man 3 (Ibu)

(inter view : 19 0ktober pukul 17.30 WIB)

“Seberapa sering tatap muka dengan anak ibu? Kalo di rumah dia kayaknya gak tiap hari, paling 2 minggu atau sebulan sekali ketemu. Jadi jarang pulang”

Kutipan di atas menunjukan jarang bertemunya antara orang tua dengan Boy 3 sehingga komunikasi jarang sekali terjadi, apalagi Boy 3 baru pulang 2 minggu samapi 1 bulan sekali, intensitas orang tua untuk bertemu atau bercengkrama dengan Boy 3 otomatis kurang sekali.

Infor man 3 (Ibu)

(inter view : 19 0ktober pukul 17.30 WIB)

“Sejak kapan ibu tau anak ibu ikut komunitas punk? Baru-baru ini sih saya tau”

Kutipan diatas menunjukan bahwa si orang tua tidak terlalu sering mengontrol Boy 3 dalam bergaul, terbukti bahwa si ibu baru tau kalau anaknya mengikuti komunitas punk padahal anaknya mengikuti komunitas punk sudah cukup lama.

Infor man 3 (Ibu)

(inter view : 19 0ktober pukul 17.30 WIB)

“Ibu sering merasa kangen gak kalu anak ibu jarang pulang ke rumah? Kangen sih ada, ngerasa kok anak saya gak pulan-pulang , kadang pengen ketemu cuman dianya ya pulang kalau lagi mau pulang aja. ”

Si ibu merasa kangen kalau boy 3 jarang pulang ke rumah, seperti ibu-ibu yang lainnya ibu siti ingin sekali boy 3 hidup normal kembali seperti biasa.

Infor man 3 (Boy 3)

(inter view : 18 0ktober pukul 08.30 WIB)

“Tiap hari pulang gak ke rumah ? gak. Terakhir pulang ke rumah kapan? Jumat”

Kutipan diatas terlihat bahwa Boy 3 jarang pulang kerumah kecuali dia pulang ke rumah kalau ada hal yang menurut dia penting saja.

Infor man 3 (Boy 3)

(inter view : 18 0ktober pukul 08.30 WIB)

“apakah orang tua marah ketika anda jarang pulang ke rumah ? Dulunya sih marah nyariin, tapi sekarang sudah gak. Orang tua perhatiian,cuman udah capek mungkin dibilanginnya ”

Terlihat bahwa orang tua boy 3 tidak lagi memperdulikan dia dikarenakan sudah lelah menasehati anaknya. Dan Boy 3 pun keras kepala telah dinasehati, sehingga ibu boy 3 membebaskannya.

Infor man 3 (Boy 3)

Dokumen terkait