BAB 5 HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN
5.2. Pembahasan
5.2.1. Identitas Responden
Dalam penelitian ini pada tabel 5.2 terlihat bahwa kelompok responden yang terbesar adalah kaum wanita yang rata-rata berstatus sebagai ibu rumah tangga (tidak bekerja). Responden pada penelitian ini pendidikan terakhirnya yang paling banyak adalah SMA yaitu sebesar 37.4%, kemudian yang berpendidikan SMP sebanyak 24 orang (24.2%), yang berpendidikan SD sebanyak 10 orang (10.1%), selanjutnya yang berpendidikan Akademi terdapat 3 orang (3.0%), dan yang berpendidikan Perguruan Tinggi sebanyak 21 orang (21.2%), serta yang tidak tamat SD sebanyak 4 orang (4.0%) dapat dilihat pada tabel 5.3.
Sedangkan pekerjaan responden pada tabel 5.4 secara keseluruhan yang paling besar adalah tidak bekerja sebanyak 52 orang (52.5%). Hal ini sesuai dengan jumlah responden wanita yang lebih banyak merupakan ibu-ibu rumah tangga yang berstatus tidak bekerja. Responden yang bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 21 orang (21.2%). Para responden ada yang bekerja dengan membuka usaha sendiri dan ada juga yang tidak ingin menjelaskan secara spesifik tentang pekerjaan mereka sehingga selalu mengkategorikan pekerjaan mereka ke golongan wiraswasta.
Responden yang bekerja di bidang jasa ada 3 orang (3.0%) yang bekerja dibidang pendidikan dan pemerintahan ada 9 orang (9.1%) dan responden yang bekerja dibidang kesehatan ada 2 orang (2.0%).
5.2.2. Pengetahuan Responden
Pengetahuan responden terhadap upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD) khususnya pelaksanaan 3M (Menutup, Mengubur, dan Menguras Tempat
Meutia Wardhanie Ganie : Gambaran Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Tentang 3m (Mengubur Barang Bekas, Menutup Dan Menguras Tempat Penampungan Air) Pada Keluarga Di Kelurahan Padang Bulan Tahun 2009, 2009.
Penampungan air) adalah untuk mengetahui sejauh mana responden mengetahui tentang adanya penyakit DBD tersebut disekitarnya dan sampai sejauh mana ia mengetahui cara-cara untuk memberantasnya sehingga penyakit tersebut dapat dihindari.
Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner di Kelurahan Padang Bulan Medan sebagaimana terlihat pada tabel 5.6 yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden terhadap pelaksanaan 3M sebagian besar adalah sedang (54.5%), tingkat pengetahuan Baik (36.4%) dan tingkat pengetahuan kurang (9.1%). Hal ini juga didukung dengan penelitian yang dilakukan Laksmono di Kelurahan Grondol Wetan, Semarang menyatakan bahwa sebagian besar responden yakni sekitar 72.3% dari total responden memiliki pengetahuan yang cukup baik. Sejalan juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Sri Wahyuni tahun 1999 di Kelurahan Padang Bulan yang menyatakan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai 3M masih belum dikatakan cukup baik khususnya bagi masyarakat yang berada di luar daerah perkotaan (Kelurahan) karena akses informasi mengenai 3M belum diterima oleh masyarakat tersebut.
Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh veronika tahun 2001 di Kelurahan Padang Bulan Medan yang menyatakan bahwa sebanyak 57.3% tingkat pengetahuan masyarakat termasuk dalam kategori baik. Keadaan ini muncul karena adanya perbedaan pembahasan. Penelitian yang dilakukan oleh veronika membahas mengenai PSN-DBD (Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue) secara umum, sementara penelitian yang saya lakukan membahas mengenai 3M secara khusus sebagai salah satu dari bagian PSN-DBD.
Pada tabel 5.5 terlihat bahwa sebanyak 67.7% responden menjawab benar tentang pengertian 3M dan kegunaannya (pertanyaan 1), pada pertanyaan 2 tentang sasaran utama 3M 71.1% responden menjawab salah, mereka menyatakan bahwa nyamuk dewasa adalah sasaran utama pelaksanaannya. Hal ini mungkin dikarenakan dalam kesalahan penyerapan informasi yang disampaikan oleh media. Untuk pertanyaan ketiga mengenai tindakan penyemprotan obat anti nyamuk pada tempat penampungan air sebanyak 56.6% yang menyatakan hal tersebut tidak benar untuk dilakukan. Untuk pertanyaan mengenai penguburan dan pembuangan barang bekas (pertanyaan 4) hampir 97% responden menjawab dengan benar. Untuk pertanyaan kelima tentang tindakan pengasapan (fogging) sebanyak 68.7% responden menyatakan bahwa
Meutia Wardhanie Ganie : Gambaran Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Tentang 3m (Mengubur Barang Bekas, Menutup Dan Menguras Tempat Penampungan Air) Pada Keluarga Di Kelurahan Padang Bulan Tahun 2009, 2009.
pengasapan merupakan hal yang paling efektif dalam pencegahan DBD. Hal ini bisa disebabkan oleh kesalahan persepsi pada masyarakat yang hanya memikirkan keefektifan suatu tindakan dari satu sisi saja. Pertanyaan mengenai tanggung jawab pelaksanaan 3M (pertanyaan 6) sebanyak 61.6% responden menyatakan bahwa hal ini merupakan tanggung jawab khususnya tanggung jawab per-individu.
Pendidikan merupakan sarana untuk mendapatkan informasi sehingga semakin tinggi pendidikan seseorang semakin banyak pula informasi yang didapatkan. Dilihat dari distribusi jenjang pendidikan terakhir, responden terbanyak adalah lulusan SMA (37.4%).
5.2.3. Sikap Responden
Pada tabel 5.8 menunjukkan secara keseluruhan sikap responden terhadap upaya pelaksanaan 3M (Mengubur Barang Bekas, Menutup, dan menguras tempat penampungan air ) sebagian besar baik (56.6%), sikap sedang (43.4%), dan sikap kurang tidak ada ditemukan pada seluruh responden. Kategori sikap yang baik pada penelitian ini bila responden menjawab dengan benar minimal 4 pertanyaan dari 5 pertanyaan yang diajukan kepada mereka, yaitu; mengenai tanggung jawab pelaksanaan PSN-DBD, kapan mereka melaksanakan tindakan 3M tersebut, Siapa yang sebaiknya harus melaksanakan tindakan 3M tersebut dapat dilihat pada tabel 5.6 .
Hasil ini didukung juga oleh Veronika dengan penelitian yang dilakukan di Kelurahan Padang Bulan pada tahun 2001 yang menyatakan bahwa sikap masyarakat paling banyak tergolong pada kategori baik yakni sebanyak 64%. Menurut Sri wahyuni tahun 1999 dengan penelitiannya di Kelurahan Padang Bulan menyatakan bahwa sebanyak 71% responden memiliki sikap yang baik. Perbedaan persentasi ketiganya kemungkinan dikarenakan oleh adanya perbedaan jumlah responden dan disebabkan juga pada penelitian yang dilakukan oleh veronika pada tahun 2001 masih terdapat responden yang termasuk dalam kategori sikap yang kurang.
Menurut laksmono 2008 dengan penelitian yang dilakukannya di Kelurahan Srondol Wetan menyatakan bahwa sebanyak 71.8% dari total respoden menunjukkan sikap yang masih terbilang cukup mendukung, keadaan ini berbeda disebabkan kemungkinan karena terdapatnya perbedaan distribusi responden berdasarkan karakteristik, keadaan sosial yang ada pada daerah penelitiannya.
Meutia Wardhanie Ganie : Gambaran Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Tentang 3m (Mengubur Barang Bekas, Menutup Dan Menguras Tempat Penampungan Air) Pada Keluarga Di Kelurahan Padang Bulan Tahun 2009, 2009.
Terkadang lingkungan sekitar mempengaruhi seseorang dalam memperoleh pengetahuan misalnya yang terjadi pada responden yang tidak bekerja, pada umumnya mereka akan berada dirumah saja dan lebih banyak waktu untuk saling bertukar informasi dengan warga lain sehingga kesempatan untuk mendapat informasi baru.
Hal ini sesuai dengan teori WHO yang menyatakan bahwa salah satu alasan pokok seseorang menunjukkan sikap dalam hal memperoleh kesehatan adalah sosio budaya (culture) yang sangat berpengaruh terhadap terbentuknya sikap dan perilaku seseorang.
5.2.4. Tindakan Responden
Tindakan responden terhadap upaya pelaksanaan 3M (Mengubur barang bekas, Menutup dan Menguras tempat penampungan air) adalah sudah atau belum dilaksanakannya perilaku kesehatan berupa tindakan tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD yakni dengan cara 3M dalam kehidupan sehari – hari.
Dari tabel 5.10 terlihat bahwa sebagian besar tindakan respoden adalah Sedang (75.8%), Tindakan Baik (18.2%), dan tingkat pengetahuan Kurang hanya sebagian kecil saja yaitu (6.1%) . responden termasuk dalam kategori baik jika menjawab dengan benar minimal 4 item pertanyaan dari 5 item pertanyaan yang diberikan. Untuk pertanyaan tindakan mengenai ada atau tidaknya pelaksanaan dan bimbingan 3M pada keluarga dalam kurun waktu 3 bulan terakhir sebanyak 50.5% responden menjawab ada (Pertanyaan 1). Pada pertanyaan kedua tentang pelaksanaan 3M dengan warga setempat tanpa adanya keharusan dari pejabat setempat sebanyak 55.6% menjawab tidak ada. Keadaan ini menunjukkan bahwa belum tingginya tingkat kesadaran dari masyarakat dan kurang aktifnya pejabat dan pemerintah setempat untuk melaksanakan program tersebut. Pada pertanyaan ketiga tentang tindakan yang dilakukan pada barang-barang bekas sebanyak 78.8% responden melakukan tindakan yang benar yakni menguburkan barang- barang tersebut. Hampir 73.7% responden menyatakan tidak membuang sampah sembarangan (Pertanyaan 4) dan sebanyak 85.9% responden menyatakan bahwa mereka menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali (Pertanyaan 5) hal ini dapat dilihat pada tabel 5.9 .
Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Veronika tahun 2001 dan Sri Wahyuni tahun 1999 di Kelurahan Padang Bulan serta Laksmono 2008 di Kelurahan Srondol
Meutia Wardhanie Ganie : Gambaran Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Tentang 3m (Mengubur Barang Bekas, Menutup Dan Menguras Tempat Penampungan Air) Pada Keluarga Di Kelurahan Padang Bulan Tahun 2009, 2009.
Wetan Semarang, yang menyatakan bahwa sebagian besar responden memiliki tindakan yang cukup.