BAB V : ANALISIS DATA
PENYAJIAN DATA
4.1 Identitas Responden
Setelah di adakan penelitian dan pengumpulan data melalui kuesioner, maka diperoleh data tentang Pengaruh Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Transmisi Medan. Data yang telah terkumpul akan disajikan dalam bentuk analisa data dengan sampel responden yang telah dipilih, dimana sampel tersebut juga mewakili jumlah populasi secara keseluruhan.
Kuesioner yang disebarkan adalah 40 eksemplar kepada responden dan semuanya dikembalikan sehingga validitas hasil angket mencapai 100%, adapun jumlah pertanyaan yang diberikan adalah 33 pertanyaan dimana 19 pertanyaan untuk variabel bebas (11 pertanyaan pertama mengenai Keselamatan Kerja dan 9 pertanyaan terakhir mengenai Kesehatan Kerja) dan 14 pertanyaan untuk variabel terikat (produktivitas Kerja). Adapun bentuk penyajian datanya antara lain mengenai jenis kelamin karyawan, umur karyawan, pendidikan terakhir karyawan, departemen/bagian, dan masa kerja responden.
Adapun pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner adalah meliputi variabel keselamatan kerja yang diantaranya adalah mengenai ketersediaan alat-alat pelindung, pembinaan SDM, pengetahuan dan keterampilan kerja karyawan, Jaminan kecelakaan kerja, adanya kelengkapan unit perusahaan. Sedangkan pertanyaan mengenai variabel kesehatan kerja antara lain adalah beban kerja yang seimbang, Jaminan kesehatan kerja bagi karyawan, pelayanan kesehatan,
kebersihan lingkungan di tempat kerja, dan fasilitas kesehatan yang diberikan perusahaan. Yang terakhir adalah mengenai produktivitas kerja antara lain, sikap karyawan, keahlian dan keterampilan karyawan di dalam bidang pekerjaan, kemampuan menyelesaikan pekerjaan, disiplin kerja, keluhan dan pujian dari atasan, keberhasilan dan kegagalan dalam menyelesaikan pekerjaan, dan kemampuan dan kemauan untuk bekerja lebih baik.
Dari 40 responden tersebut data mengenai identitasnya dapat dilihat sebagai berikut:
a. Jenis Kelamin
Dalam pekerjaan jenis berat seperti pekerjaan dibidang konstruksi kebanyakan perusahaan lebih mengutamakan mempekerjakan kaum laki-laki. Karena pekerjaan ini juga mencakup pekerjaan berat dan cukup sulit maka bisa dikatakan kaum perempuan akan kesulitan atau kurang mampu dalam melakukannya. Dan persentasenya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1. Distribusi responden berdasarkan Jenis kelamin
No. Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)
1. Laki-laki 32 80
2. Perempuan 8 20
Jumlah 40 100,00
Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa seluruh responden berjenis kelamin laki-laki yakni sebanyak 32 responden atau 80%. Ini dikarenakan pekerjaan yang dilakukan tergolong berat dan cukup berbahaya. Jadi peran laki-laki lebih di utamakan dibanding perempuan. Sesuai dengan hasil penelitian di lapangan bahwa jumlah karyawan perempuan sebanyak 8 orang atau 20% melakukan pekerjaan diluar bidang non teknik yang ada di PT. PLN (Persero).
b. Umur Responden
Umur merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hasil kerja seseorang, biasanya seseorang yang berusia muda akan lebih produktif dibanding dengan seseorang yang sudah berusia lanjut. Karena di usia muda/ produktif seorang karyawan lebih memiliki semangat dan produktivitas kerja yang tinggi. Dan hasil tersebut dapat dilihat melalui tabel berikut:
Tabel 2. Distribusi responden berdasarkan umur
No. Pembagian Umur (Tahun) Frekuensi Persentase (%)
1. 17 – 24 4 10
2. 25 – 40 16 40
3. 41 – 55 20 50
4. > 55 - -
Jumlah 40 100,00
Dari tabel dapat diketahui bahwa mayoritas responden berusia 41 – 55 tahun yakni sebanyak 20 orang atau 50%. Itu artinya bahwa PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Transmisi lebih mengutamakan karyawannya untuk bekerja yang masih di usia produktif. Karena usia yang masih produktif hasil kerja atau produktivitas kerja karyawan akan semakin meningkat. Usia juga sangat mempengaruhi pekerjaan yang dilakukan. Sedangkan responden berusia 17 – 24 tahun sebanyak 4 orang atau 10% . Ini merupakan usia yang masih terbilang sangat muda dan berdasarkan hasil penelitian yang di dapat penulis karyawan yang berusia 17 – 24 tahun merupakan karyawan yang masih belum memiliki banyak pengalaman, namun mereka memiliki keterampilan lebih yang dimiliki untuk di asah agar lebih mengetahui tugas-tugas yang ada di lapangan. Dan responden yang berusia 25 – 40 tahun sebanyak 16 orang atau 40%.
c. Pendidikan Terakhir Responden
Pendidikan formal merupakan tolok ukur untuk mengetahui tingkat kemampuan seseorang, disamping unsur-unsur lainnya. Tingkat pendidikan seseorang sangat menentukan dia akan bekerja dimana dan ditempatkan dibagian apa sesuai dengan pendidikan, pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya.
Tabel 3. Distribusi responden berdasarkan pendidikan terakhir
No. Departemen/Bagian Frekuensi Persentase (%)
1. SD - -
3. SMA/Sederajat 26 65 4. Sarjana Muda/Diploma 7 17,5
5. Sarjana (S1) ke atas 6 15
Jumlah 40 100,00
Sumber : Hasil Penelitan 2012
Dari tabel di atas dapat diketahui mayoritas responden berpendidikan terakhir SMA/Sederajat sebanayak 26 orang atau 65%, responden dengan pendidikan terakhir Sarjana Muda/Diploma sebanyak 7 orang atau 17,55. Kemudian di ikuti dengan responden Sarjana (S1) ke atas sebanyak 6 orang atau 15% dan responden yang berpendidikan SLTP/Sederajat sebanyak 1 orang atau 2,5%.
d. Asal departemen atau bagian
Asal departemen maupun bagian, merupakan penempatan seseoramg oleh pihak perusahaan. Setiap perusahaan pasti memiliki bagian-bagian ataupun departemen. Seseorang hendaknya ditempatkan pada posisi dan jabatan yang sesuai dengan kemampuannya. Jadi tidak ada kesalahan dalam mengatur dan menjalankan pekerjaan nantinya. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4. Distribusi responden berdasarkan asal departemen atau bagian
No. Departemen/Bagian Frekuensi Persentase (%) 1. Administrasi dan Umum 11 27,5
2. Teknik 21 52,5 3. Peralatan - - 4. Keamanan - - 5. Produksi - - 6. LK3 4 10 7. Lain-lain 4 10 Jumlah 40 100,00
Sumber : Hasil Penelitian 2012
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa responden yang bekerja di bagian LK3 memiliki jumlah yang sama dengan responden yang bekerja dibidang selain yang tersebut pada tabel di atas yaitu sebesar 4 orang atau 10%. Begitu juga dengan responden yang berasal dari bagian administrasi dan umum sebanyak 11 orang atau 27,5%. Dan responden yang berasal dari bagian teknik sebanyak 21 orang atau 52,5%.
e. Masa Kerja Responden
Masa kerja merupakan berapa lama seseorang bekerja di suatu tempat. Ini sangat erat kaitannya dengan pengalaman kerja yang ia miliki, tentu akan jauh berbeda hasil yang ia kerjakan dibandingkan dengan seseorang yang belum pernah bekerja. Oleh karena itu, masa kerja seseorang juga menentukan dalam pencapaian produktivitas kerja.
Tabel 5. Lamanya bekerja/masa kerja responden
No. Masa kerja (Tahun) Frekuensi Persentase (%)
1. < 10 14 32
2. 11 – 20 6 15
3. > 20 20 50
Jumlah 40 100,00
Sumber : Hasil Penelitian 2012
Dari tabel di atas dapat diketahui responden yang memiliki masa kerja kurang atau sama dengan 10 tahun berjumlah 14 orang atau 32%, responden yang memiliki masa kerja antara 11 – 20 tahun sebanyak 6 orang atau 15%, sedangkan responden yang memiliki masa kerja lebih dari atau sama dengan 20 tahun berjumlah 20 orang atau 50%.