BAB II. TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP DAN LANDASAN TEORI
2.2 Konsep
2.2.2 Idiom
Secara leksikologis idiom adalah: (i) konstruksi dalam unsur-unsur yang saling memilih, masing-masing anggota mempunyai makna yang ada hanya karena bersama yang lain; (ii) konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna anggota-anggotanya; (iii) bahasa dan dialek yang khas menandai suatu bangsa, kelompok atau suku (Pateda, 2001:231).
Sedangkan menurut Abdul Chaer (1984:7), idiom adalah satuan bahasa (entah berupa kata, frasa, maupun kalimat) yang maknanya tidak dapat “ditarik” dari kaidah umum gramatikal yang berlaku dalam bahasa tersebut, atau tidak dapat diramalkan dari makna leksikal unsur-unsur yang membentuknya.
Pengertian idiom yang senada juga dinyatakan oleh Soedjito, beliau mengatakan idiom adalah ungkapan bahasa berupa gabungan kata (frasa) yang maknanya menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.
2.2.2.1
Idiom Bahasa MandarinIdiom bahasa Mandarin (shúyǔ) adalah “人 们 常 用 的 定 型 化 了 的 固 定 短
语,是一种特殊的词汇单位” yang artinya “kelompok kata dengan pola yang
tetap yang sering digunakan oleh masyarakat, adalah sebuah unit kosa kata yang
istimewa (Huáng, 1997:312). Idiom bahasa Mandarin (shúyǔ) mencakup
peribahasa (chéngyǔ), pepatah (yànyǔ), kiasan (xièhòuyǔ), dan ungkapan (guànyòngyǔ) (Yáo, 2006:25).
Idiom bahasa Mandarin (Shúyǔ) menurut Zhènlái adalah “语言符号中一类
比 较 特 殊 的 符 号 , 它 们 是 定 型 的 语 言 表 达 形 式”yang artinya “suatu simbol
bahasa yang istimewa, mereka adalah suatu bentuk bahasa yang sudah tetap”. Sementara Idiom bahasa Mandarin (shúyǔ) menurut Mǎ Guófán adalah “固定 词组的总和,它包括成语、谚语、歇后语和惯用语姰熟语是 用的词的固定
组 合 , 语 义 结 合 紧 密 、 语 言 和 谐 , 是 语 言 中 独 立 用 的 词 汇 单 位” dapat diterjemahkan sebagai “kumpulan kelompok kata yang tetap, termasuk peribahasa (chéngyǔ), pepatah (yànyǔ), kiasan (xiēhòuyǔ), dan ungkapan (guànyòngyǔ). Idiom (shúyǔ) adalah kelompok tetap dari kata yang sering digunakan, yang artinya bersatu erat, bahasanya berirama, adalah suatu unit kosa kata pada bahasa yang digunakan secara mandiri.”
Dari ketiga definisi diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Idiom bahasa Mandarin (shúyǔ) adalah suatu simbol bahasa yang sangat unik医 yang terbentuk dari suatu proses yang lama, biasanya tidak boleh sembarangan mengubah
susunannya, termasuk didalamnya peribahasa (chéngyǔ), pepatah (yànyǔ), kiasan (xiēhòuyǔ), dan ungkapan (guànyòngyǔ).
Dilihat dari segi linguistik, Idiom bahasa Mandarin (shúyǔ)adalah kelompok kata dengan pola tetap, biasanya memiliki sifat:
a. Susunannya tetap, unsur-unsur pembentuknya tidak boleh sembarangan
diubah.
Misalnya ungkapan (guànyòngyǔ) “碰钉子pèng dīngzi” (kena paku), kita tidak boleh menyebutnya menjadi “碰螺丝 pèng luósī” (kena obeng); pepatah (yànyǔ) “留 得 青 山 在 , 不 怕 没 柴 烧 liúdé qīngshān zài, búpà méi chái shāo” (selama gunung hijau masih ada, orang tidak takut kehabisan kayu bakar), kita juga tidak boleh mengubahnya menjadi “留 得 青 山 在 , 不 怕 没 草 烧 liúdé qīngshān zài, búpà méi cǎo shāo” (selama gunung hijau masih ada, orang tidak takut kehabisan rumput bakar). Namun begitu, ada juga idiom (shúyǔ) tertentu (pepatah (yànyǔ), kiasan (xiēhòuyǔ), dan ungkapan (guànyòngyǔ)) yang boleh ditambahi atau
dikurangi beberapa unsur-unsurnya, misalnya “ 个臭皮匠,顶个诸葛亮sān gè
chòupíjiàng, dǐng gè zhūgěliàng” (kecerdikan tiga orang tukang sepatu, menyamai
kecerdikan zhūgěliàng), boleh ditulis sebagai “ 个臭皮匠,顶得过一个诸葛亮
sān gè chòupíjiàng, dǐngdéguò yígè zhūgěliàng” (kecerdikan tiga orang tukang
sepatu, mengungguli kecerdikan zhūgěliàng),“ 个臭皮匠,赛过一个诸葛亮
sān gè chòupíjiàng, sàiguò yígè zhūgěliàng” (kecerdikan tiga orang tukang sepatu, melebihi kecerdikan zhūgěliàng)” dan lain sebagainya.
b. Maknanya khusus dan menyeluruh, tidak boleh diartikan dari satu per satu arti unsur-unsurnya.
Makna yang ada pada idiom (shúyǔ) adalah makna yang khusus, umumnya adalah makna gaya bahasanya ataupun makna dari penggunaannya. Makna idiom (shúyǔ) terselimut di dalamnya, tidak boleh diartikan satu per satu dari unsur-unsur
pembentuknya, karena itu makna idiom (shúyǔ) harus dipahami secara
keseluruhan. Misalnya “骑 驴 看 场 本——走 着 瞧 qílǘ kàn chǎngběn --
zǒuzheqiáo”,kita tidak bisa mengartikannya sebagai “menunggangi keledai
sambil membaca naskah opera tradisional Tiongkok” tetapi harus dipahami secara keseluruhan sebagai “akhir dari suatu peristiwa akan tampak seiring dengan berjalannya waktu”.
Sumber dari idiom (shúyǔ) beraneka ragam, idiom (shúyǔ) boleh berasal dari bahasa sehari-hari masyarakat yang turun-menurun dan luas digunakan, juga boleh berasal dari bahasa buku, termasuk berasal dari karya-karya kuno yang terkenal (legenda, fabel, sejarah, puisi, novel dan lain sebagainya).
1. Peribahasa (Chéngyǔ)
Chéngyǔ dapat disetarakan dengan peribahasa pada bahasa Indonesia.
Chéngyǔ adalah kelompok kata atau frasa yang tetap yang sudah digunakan dalam jangka waktu panjang, bentuknya ringkas dan padat (XiànDài HànYǔ CíDiǎn, 2009:173). Chéngyǔ kebanyakan terdiri atas empat karakter. Contoh: 亡羊补牢
memperbaiki diri setelah melakukan kesalahan agar tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.
2. Pepatah (Yànyǔ)
Yànyǔ dapat disetarakan dengan pepatah dalam bahasa Indonesia (Leman, 2007:xi). Yànyǔ disajikan dalam kalimat yang relatif lengkap dan banyak mengandung nasihat, kata-kata bijak atau nilai-nilai kearifan. Contoh: 有 福 同
享 , 有 难 同 当 yǒufútóngxiǎng, yǒunàntóngdāng (ada keuntungan dinikmati
bersama, ada kesusahan ditanggung bersama) yang artinya senasib
sepenanggungan.
3. Kiasan (Xièhòuyǔ)
Xièhòuyǔ setara dengan perumpamaan (kiasan, ibarat) dalam bahasa
Indonesia (Leman, 2007:xvi). Xièhòuyǔ biasanya menggunakan benda atau sesuatu yang lain sebagai perbandingan (analogi). Xièhòuyǔ terdiri atas dua bagian, yaitu bagian pertama sebagai perumpamaan dan bagian kedua sebagai penjelasan. Contoh: 孔 夫 子 搬 家——净 是 书 kǒngfūzǐ bānjiā – jìng shì shū (Tuan Kong pindah rumah – semuanya buku), karena pada bahasa Mandarin karakter “书” (buku) dan “输” (kalah) ejaannya sama, yaitu “ shū ” sehingga arti dari perumpamaan ini adalah selalu kalah.
4. Ungkapan (Guànyòngyǔ)
Guànyòngyǔ dapat disetarakan dengan ungkapan pada bahasa Indonesia.
Guànyòngyǔ adalah kelompok kata dengan pola tetap yang sering digunakan pada komunikasi sehari-hari, kebanyakan terdiri dari tiga karakter, yang maknanya merupakan perluasan dari makna unsur-unsur pembentuknya (Huáng, 1997:316). Contoh: 开 夜 车 kāiyèchē (mengendarai mobil di malam hari) yang artinya bekerja sampai larut malam atau lembur.