• Tidak ada hasil yang ditemukan

III Liquidation

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang (Halaman 48-54)

5

Dengan menggunakan analisa SWOT, strategi dapat disusun dengan menginteraksikan faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi faktor keberhasilan atau sukses yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Strength

IV Deffensive

III Liquidation

I

Offensive/Agressive

II Reconsiliation Weaknesses

Threats Opportunity

Page | 49 Formulasi Strategi SWOT

Strengths

1. Tersedianya Lahan siap bangun seluas 34.865m2 dan lahan lainnya sebagai asset negara

2. sudah adanya bangunan – bangunan utama untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan (rawat inap, rawat jalan dan kamar operasi, penunjang, dan administrasi ) 3. Adanya dukungan Stakeholder untuk pengembangan RS

4. Adanya komitmen Manajemen terhadap pengembangan pelayanan RS

5. Tersedianya tenaga medis, keperawatan, non medis yang cukup kompeten dan siap dalam mendidik tenaga kesehatan serta pengembangan pelayanan RS

6. Telah diperolehnya sertifikasi akreditasi RS tingkat lengkap dengan 16 (enambelas) pelayanan

7. Telah tersertifikasinya Sistem Manajemen Mutu Rumah Sakit ( ISO 9001:2008) 8. Adanya dukungan Undang-undang dan Peraturan tentang RS

9. Adanya Tarif pelayanan yang proporsional dengan Perda / Perbup 10. Lokasi RS yang cukup strategis

Weaknesses.

1. Kurangnya sarana, prasarana dan fasilitas peralatan medik, keperawatan dan non medik dari standar pelayanan

2. Belum terciptanya budaya organisasi yang mendukung kearah pengembangan 3. Belum semua tenaga mempunyai komitmen

yang sama untuk mendukung pengembangan pelayanan

4. Kurangnya jumlah dan kualifikasi tenaga medis, keperawatan dan non medis untuk memenuhi standard pelayanan RS kelas B Pendidikan

5. Jumlah dana yang masih terbatas untuk mendukung kegiatan dan pengembangan pelayanan

Opportunity

1. Perubahan status Pemerintahan Kota Kepanjen membawa dampak terhadap dinamika penduduk dan pusat kegiatan kehidupan masyarakat disekitarnya

2. Kebijakan pemerintah tentang perumah-sakitan, yang menjadikan RS merupakan bidang unggulan

3. Stake holder yang mendukung kebijakan manajemen rumah sakit

4. Meningkatnya Income per kapita masyarakat Kabupaten Malang

5. Adanya keinginan (needs) dan pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh masyarakat (demand) yang cukup tinggi.

6. RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen sudah dikenal oleh masyarakat

7. RSUD ”Kanjuruhan” Kepanjen sebagai RS rujukan di Kabupaten Malang

Optimalkan semua sumber daya ( tenaga, sarana prasarana, peraturan -peraturan )

untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan / konsumen Tingkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana, SDM dan jenis layanan untuk menangkap peluang pasar (masyarakat) kelas menengah atas potensial dengan pemberian pelayanan jasa lebih dari standar

Faktor internal

Faktor eksternal

Page | 50 Threats

1. Era pasar bebas Asia Tenggara dan China (Asean China Free Trade Area = ACFTA), masuknya modal dan fasilitas kesehatan swasta luar negeri.

2. Masih tingginya masyarakat miskin di Kabupaten Malang 3. Munculnya Rumah Sakit Swasta di daerah Kepanjen dan

sekitarnya (Wilayah Kab. Malang Selatan) yang merupakan pesaing dan cenderung meningkat

4. Kebijakan Pemda dalam implementasi BLUD belum maksimal

5. Undang-undang Perlindungan konsumen yang hanya berpihak pada pasien / masyarakat

Jalin kerjasama pelayanan kesehatan sesuai dengan RS -RS pesaing dengan memanfaatkan semua sumber daya yang dimilki serta peraturan dan ketentuan yang mendasari untuk peningkatan produktivitas pelayanan

Perbaiki dan lengkapi sumber daya dengan sistem dan prosedur yang mengutamakan kepentingan pasien / pelanggan/ konsumen

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD

1. Kurangnya sarana, prasarana dan fasilitas peralatan medik, keperawatan dan non medik sertai standar pelayanan.

2. Belum terciptanya budaya organisasi yang mendukung ke arah pengembangan.

3. Belum semua tenaga mempunyai komitmen yang sama untuk mendukung pengembangan pelayanan.

4. Kurangnya jumlah dan kualifikasi tenaga medis, keperawatan dan non medis untuk memenuhi standar pelayanan RS kelas B Pendidik an.

5. Era pasar bebas Asia Tenggara dan China (Asean China Free Trade Area = ACFTA), masuknya modal dan fasilitas kesehatan swasta luar negeri.

6. Masih tingginya masyarakat miskin di Kabupaten Malang.

7. Munculnya Rumah Sakit Swasta di daerah Kepanjen dan sekitarnya (wilayah Kabupaten Malang Selatan) yang merupakan pesaing dan cenderung meningkat jumlahnya.

8. Kebijakan Pemda dalam implementasi BLUD belum maksimal.

9. Undang-undang Perlindungan konsumen yang hanya berpihak pada pasien / masyarakat.

Page | 51 3.2.1. Visi

Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan yang didalamnya berisi suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan, cita dan citra yang ingin diwujudkan, dibangun melalui proses refleksi dan proyeksi yang digali dari nilai-nilai luhur yang dianut oleh seluruh komponen stakeholders.

Berdasarkan kondisi masyarakat Kabupaten Malang saat ini, permasalahan dan tantangan yang dihadapi di masa depan, serta dengan memperhitungkan faktor strategis dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat, pemangku kepentingan, serta Pemerintah Daerah, maka dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan untuk periode 2010-2015, dicanangkan Visi Pembangunan Kabupaten Malang adalah sebagai berikut :

Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Malang yang Mandiri, Agamis, Demokratis, Produktif, Maju, Aman, Tertib dan Berdaya Saing

atau MADEP MANTEB

Sedangkan Visi RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen ditetapkan dengan memperhatikan Visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih yang ditetapkan sebagai Visi Pembangunan Kabupaten Malang sebagaimana terdapat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang tahun 2010 – 2015, yaitu:

Menjadi Rumah Sakit Pendidikan Yang Berkualitas dan Mandiri Dengan Pelayanan Paripurna Tahun 2015

3.2.2. Misi

Misi merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Misi berfungsi sebagai pemersatu gerak, langkah dan tindakan nyata bagi segenap komponen penyelenggara program dan kegiatan tanpa mengabaikan mandat yang diberikannya. Adapun misi pembangunan Kabupaten Malang untuk 5 tahun kedepan adalah sebagai berikut:

1. Mewujudkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama, adat-istiadat dan budaya.

2. Mewujudkan pemerintahan good governance (tata kelola kepemerintahan yang baik), clean government (pemerintah yang bersih), berkeadilan dan demokratis.

3. Mewujudkan supremasi hukum dan HAM.

4. Mewujudkan kondisi lingkungan yang aman, tertib dan damai.

5. Mewujudkan peningkatan ketersediaan dan kualitas infrastruktur.

6. Mewujudkan sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing.

Page | 52 7. Mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pertanian dan

pemberdayaan masyarakat perdesaan.

8. Mewujudkan peningkatan kualitas dan fungsi lingkungan hidup serta pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan.

Adapun misi RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen untuk 5 tahun kedepan adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan kualitas sumber daya rumah sakit yang mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan paripurna kepada masyarakat.

2. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada semua lapisan masyarakat secara cepat, tepat, nyaman dan terjangkau dengan dilandasi etika profesi.

3. Mewujudkan pelayanan yang pro aktif dan perluasan jangkauan pelayanan kepada masyarakat.

4. Mewujudkan pengelolaan rumah sakit yang profesional dengan prinsip sosio ekonomi secara efektif dan efisien serta mampu berdaya saing.

3.2.3. Program

Program RSUD ”Kanjuruhan” Kepanjen adalah merupakan penjabaran dari program Pemerintah Kabupaten Malang yang ada didalam RPJMD dan dikembangkan menjadi rencana kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang dijabarkan dalam Renstra RSUD ”Kanjuruhan” Kepanjen tahun 2011 – 20115, yaitu:

“Peningkatan pelayanan kesehatan”

3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi/Kabupaten/Kota

Sebagai SKPD yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya di sektor kesehatan, rencana strategis RSUD “Kanjuruhan” tahun 2011 – 2015 ini disusun dengan memperhatikan pula rencana strategis yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan tahun 2010 – 2014 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2010 – 2015.

3.4. Penentuan Isu-isu Strategis

Berdasarkan evaluasi hasil kegiatan dan keadaan latar belakang didapatkan beberapa masalah yang mempengaruhi mutu, cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan lanjutan masyarakat/pasar khususnya pada kelas menengah atas, potensial belum dapat dikemas secara optimal oleh RSUD

“Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang, yang menerapkan PPK-BLUD yaitu : 1. Kurangnya jiwa enterpreneur di kalangan RSUD (Pemerintah).

2. Kegamangan dalam melakukan inovasi.

3. Tidak adanya penyediaan modal finansial untuk investasi pengembangan layanan eksklusif.

Page | 53 bisnis.

5. Unit strategis Bisnis Layanan Eksklusif – BLUD yang sudah ada belum dikelola secara optimal.

6. Pelayanan kesehatan masyarakat miskin yang menjadi dasar pemikiran bersama melalui SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) oleh Pemerintah pusat maupun daerah.

7. Adanya keinginan (needs) dan pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh masyarakat (demand) yang cukup tinggi.

8. RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen sudah dikenal oleh masyarakat.

9. RSUD ”Kanjuruhan” Kepanjen sebagai RS rujukan di Kabupaten Malang .

10. Munculnya Rumah Sakit Swasta di daerah Kepanjen dan sekitarnya (Wilayah Kab. Malang Selatan) yang merupakan pesaing dan cenderung meningkat.

11. Kebijakan Pemda dalam implementasi BLUD belum maksimal.

12. Undang-undang Perlindungan konsumen yang hanya berpihak pada pasien / masyarakat.

Page | 54 BAB IV

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang (Halaman 48-54)

Dokumen terkait