• Tidak ada hasil yang ditemukan

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan) SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

Dalam dokumen PT KOBEXINDO TRACTORS Tbk DAN ENTITAS ANAK (Halaman 29-43)

d. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan) d. Financial Assets and Liabilities (Continued)

4. Penghentian Pengakuan 4. Derecognition

Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan aset keuangan pada saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut kadaluarsa atau Perusahaan dan Entitas Anak mentransfer seluruh hak untuk menerima arus kas kontraktual dari aset keuangan dalam transaksi di mana Perusahaan dan entitas keuangan secara substansial telah mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan yang ditransfer. Setiap hak atau liabilitas atas aset keuangan yang ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Perusahaan dan entitas keuangan diakui sebagai aset atau liabilitas secara terpisah.

The Company and Subsidiaries derecognize financial assets when the contractual rights to the cash flows arising from the financial assets expire or when the Company transfer all rights to receive contractual cash flows of financial assets in a transaction where the Company and Subsidiaries have transferred substantially all the risks and rewards of ownership of the financial assets transferred. Any rights or obligations on the transferred financial assets created or retained by the Company and Subsidiaries are recognized as assets or liabilities separately.

Perusahaan dan entitas keuangan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan pada saat liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa.

The Company and Subsidiaries derecognize financial liabilities when the obligation specified in the contract is discharged, cancelled or expires.

Dalam transaksi di mana Perusahaan dan entitas keuangan secara subtansial tidak memiliki atau tidak mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, Perusahaan dan entitas keuangan menghentikan pengakuan aset tersebut jika Perusahaan dan entitas keuangan tidak lagi memiliki pengendalian atas aset tersebut. Hak dan liabilitas yang timbul atau yang masih dimiliki dalam transfer tersebut diakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas. Dalam transfer di mana pengendalian atas aset masih dimiliki, Perusahaan dan entitas keuangan tetap mengakui aset yang ditransfer tersebut sebesar keterlibatan yang berkelanjutan, di mana tingkat keberlanjutan Perusahaan dalam aset yang ditransfer adalah sebesar perubahan nilai aset yang ditransfer.

In transactions in which the Company and Subsidiaries neither retain nor transfer substantially all the risks and rewards of ownership of financial assets, the Company and Subsidiaries derecognize the assets if it does not retain control over the assets. The rights and obligations retained in the transfer are recognized separately as assets and liabilities as appropriate. In transfers in which control over the assets is retained, the Company and Subsidiaries continue to recognize the assets to the extent of its continuing involvement, determined by the extent to which it is exposed to changes in the value of the transferred assets.

5. Saling Hapus 5. Offsetting

Aset dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersih dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Perusahaan dan dan Entitas Anak ada hak hukum saat ini yang dilaksanakan untuk mengimbangi jumlah yang diakui dan ada niat untuk menyelesaikan secara bersih, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

Financial assets and liabilities are set off and the net amount is presented in the consolidated statement of financial position when, and only when, the Company and Subsidiaries have a legal right to set off the amounts and intend either to settle on a net basis or realize the assets and settle the liability simultaneously.

20

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

e. Kas dan Setara Kas e. Cash and Cash Equivalents

Kas dan Setara Kas terdiri dari saldo Kas dan Setara Kas, serta deposito berjangka dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas utang atau pinjaman serta tidak dibatasi penggunaannya. disajikan sebesar nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung (lihat Catatan 2d).

Starting January 1, 2010, at the initial measurement, cash equivalents are stated at fair value plus directly attributable transaction costs (see Note 2d).

f. Dana yang Dibatasi Pengunaannya f. Restricted funds Deposito berjangka yang dijaminkan untuk fasilitas

pinjaman disajikan sebagai “Dana yang dibatasi pengunaannya”.

Time deposits which are pledged for loan facility are presented as “Restricted funds”.

g. Piutang g. Receivables

Piutang usaha dan piutang lain-lain merupakan aset keuangan non-derivatif dengan jangka waktu pembayaran yang tetap atau telah ditentukan serta tidak diperdagangkan dalam pasar aktif.

Trade receivables and other receivables are non-derivative financial assets with fixed repayment terms or have been determined and are not traded in active markets.

Sejak 1 Januari 2010, piutang usaha dan piutang lain-lain pada saat pengakuan awal diakui pada nilai wajarnya dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

Dalam hal terjadi penurunan nilai, kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sebagai “Cadangan Kerugian Penurunan Nilai”.

Since January 1, 2010, accounts receivable and other receivables at the time of initial recognition, are recognized at fair value and subsequently measured at amortized cost. In the event of impairment, impairment loss is reported as a reduction of the carrying value of financial assets and recognized in the income statement as an "Allowance for Impairment Losses".

h. Transaksi dengan Pihak Berelasi h. Transaction with Related Parties Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan Entitas

Anak menerapkan PSAK No. 7 (Revisi 2010),

“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri entitas induk, dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual. Penerapan PSAK yang direvisi tersebut memberikan pengaruh terhadap pengungkapan terkait dalam laporan keuangan konsolidasian.

Effective January 1, 2011, the Company and Subsidiaries applied SFAS No. 7 (Revised 2010), “Related Party Disclosures”. The revised SFAS requires disclosure of related party relationships, transactions and outstanding balances, including commitments, in the consolidated and separate financial statements of a parent, and also applies to individual financial statements. The adoption of the said revised SFAS has impact on the related disclosures in the consolidated financial statements.

Untuk tujuan penyajian laporan keuangan ini, suatu pihak disebut sebagai pihak berelasi terhadap Perusahaan dan Entitas Anak, apabila:

For the purposes of these financial statements, a party is considered to be related to the Company and Subsidiaries if:

i. entitas tersebut, baik secara langsung maupun tak langsung melalui satu atau lebih perantara, untuk mengendalikan Perusahaan dan Entitas Anak atau melakukan pengaruh signifikan terhadap Perusahaan dan Entitas Anak di dalam membuat keputusan kebijakan keuangan dan operasional, atau memiliki pengendalian bersama terhadap;

i. the party has the ability, directly or indirectly through one or more intermediaries, to control the Company and Subsidiaries or exercise significant influence over the Company and Subsidiaries in making financial and operating policy decisions, or has joint control over the Company and Subsidiaries;

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

21

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

h. Transaksi dengan Pihak berelasi (Lanjutan) h. Transaction with Related Parties (Continued) ii. Perusahaan dan Entitas Anak dan entitas tersebut

adalah subjek pengendalian bersama;

ii. the Company and Subsidiaries and the party are subject to common control;

iii. entitas tersebut adalah entitas asosiasi Perusahaan dan Entitas Anak atau ventura bersama di mana Perusahaan dan Entitas Anak adalah venturer;

iii. the party is an associate of the Company and Subsidiaries or a joint venture in which the Company and Subsidiaries are venturers;

iv. pihak tersebut adalah anggota personel manajemen kunci atau anggota keluarga dekat individu yang bersangkutan, atau merupakan entitas di bawah pengendalian, pengendalian bersama atau pengaruh signifikan Perusahaan dan Entitas Anak;

iv. the party is a member of the key management personnel of the Company and Subsidiaries or a close family member of such an individual, or is an entity under the control, joint control or significant influence of the Company and Subsidiaries;

v. pihak tersebut adalah anggota keluarga dekat pihak yang disebut pada butir (i) atau merupakan entitas di bawah pengendalian, pengendalian bersama atau pengaruh signifikan individu tersebut; atau

v. the party is a close family member of a party referred to in (i) or is an entity under the control, joint control or significant influence of such individuals; or

vi. pihak tersebut merupakan program imbalan pasca kerja yang merupakan manfaat karyawan atau merupakan entitas yang berelasi dengan pihak berelasi dengan Perusahaan dan Entitas Anak.

vi. the party is a post-employment benefit plan which is for the benefit of employees of the Company and Subsidiaries or of any entity that is a related party of the Company and Subsidiaries.

v. Anggota keluarga dekat merupakan individu anggota keluarga yang diharapkan mempengaruhi, atau dipengaruhi oleh orang, dalam hubungan mereka dengan entitas.

v. Close family members of an individual are those family members who may be expected to influence, or be influenced by, that individual in their dealings with the entity.

Sebelum Tanggal 1 Januari 2011 Prior to January 1, 2011 Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi

dengan pihak-pihak berelasi. Hubungan berelasi didefinisikan dalam PSAK No. 7, “Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”, sebagai berikut:

The Company and Subsidiaries have transactions with related parties. Related party relationship is defined under SFAS No. 7, “Related Party Disclosures”, as follows:

i. Perusahaan, yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk perusahaan induk, Entitas Anak dan sesama Entitas Anak);

i. Enterprises that, through one or more intermediaries, control, or are controlled by, or are under common control with, the reporting enterprise (including holding companies, subsidiaries and fellow subsidiaries);

ii. Entitas asosiasi; ii. Associated enterprises;

iii. Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan terhadap perusahaan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor);

iii. Individuals owning, directly or indirectly, an interest in the voting power of the reporting enterprise that gives them significant influence over the enterprise, and close members of the family of any such individuals (close members of a family are defined as those members who are able to exercise influence or can be influenced by such individuals in conjunction with their transactions with the reporting enterprise);

iv. Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor, yang meliputi komisaris, direksi dan karyawan kunci dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan

iv. Key management personnel, that is, those persons having authority and responsibility for planning, directing and controlling the activities of the reporting enterprise, including commissioners, directors and key officers of the enterprise and close members of the families of such individuals; and

22

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

h. Transaksi dengan Pihak berelasi (Lanjutan) h. Transaction with Related Parties (Continued) v. Perusahaan, dimana suatu kepentingan substansial

dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung, oleh setiap orang yang diuraikan pada butir (iii) atau (iv) di atas, atau setiap orang yang mempunyai pengaruh signifikan. Definisi ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor.

v. Enterprises in which a substantial interest in the voting power is owned, directly or indirectly, by any person described in (iii) or (iv) above, or over which such a person is able to exercise significant influence. This definition includes enterprises owned by the commissioners, directors or major shareholders of the reporting enterprise and enterprises that have a member of key management in common with the reporting enterprise.

i. Persediaan i. Inventories

PSAK No. 14 (Revisi 2008), “Persediaan” yang mengatur mengenai penentuan biaya persediaan pada saat pengakuan awal dan mengharuskan pengukuran selanjutnya berdasarkan nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Standar ini mengurangi alternatif pengukuran biaya persediaan, karena standar ini tidak memperkenankan penggunaan metode masuk terakhir, keluar pertama (LIFO) untuk mengukur biaya persediaan dan mengharuskan persediaan menggunakan metode yang sama terhadap semua persediaan yang memiliki sifat dan kegunaan yang sama.

PSAK No. 14 (Revisi 2008) menggantikan PSAK No. 14 (1994), “Persediaan”, berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2009 dan diterapkan secara retrospektif.

Penerapan PSAK No. 14 (Revisi 2008) tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak.

SFAS No. 14 (Revised 2008), "Inventories" governs the determination of inventory cost at initial recognition and measurement and requires subsequent measurement based on the lower of cost and net realizable value. SFAS No. 14 (Revised 2008) reduced the alternatives in the measurement of inventory costs, because this standard does not permit the use of last in, first out (LIFO) method to measure inventory cost and requires inventories using the same method for all inventories having similar characteristics and functions.

SFAS No. 14 (Revised 2008) replaces SFAS No. 14 (1994),

"Inventories", effective from January 1, 2009 and was to be applied retrospectively. The adoption of SFAS No. 14 (Revised 2008) did not have a significant effect on the Company and Subsidiaries’ consolidated financial statements.

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode identifikasi khusus untuk unit alat berat dan masuk pertama keluar pertama (FIFO) untuk suku cadang. Penyisihan untuk persediaan usang, jika diperlukan, ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan fisik persediaan pada akhir tahun.

Inventories are stated at the lower of cost or and net realizable value. Cost is determined using specific identification for unit heavy equipement and the first in first out (FIFO) for sparepart. Provision for inventory obsolescence, if necessary, is based on a review of the status of physical inventories at the end of the year.

j. Biaya Dibayar di Muka j. Prepaid Expense

Biaya dibayar di muka diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa manfaatnya.

Prepaid expenses are amortized over using the straight-line method over the periods benefitted.

k. Aset tetap k. Fixed Assets

Efektif 1 Januari 2012, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2011) “ Aset Tetap”, yang menggantikan PSAK No. 16 (Revisi 2007) “ Aset Tetap”, dimana berdampak pada pengakuan atas aset, dan penentuan nilai tercatat dan beban depresiasi serta rugi penurunan nilai diakui dalam kaitannya dengan aset tersebut. Tidak terdapat dampak signifikan atas penerapan PSAK revisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian.

Effective January 1, 2012, the Company and Subsidiaries adopted SFAS No. 16 (Revised 2011) “Fixed Assets”, which supersedes SFAS No. 16 (Revised 2007) “Fixed Assets”, which impact on the recognition of assets, the determination of carrying amount and depreciation expenses and impairment losses be recognized in relation to those assets.

There is no significant impact of the adoption of the revised SFAS on the consolidated of financial statements.

(Disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in United States Dollar, unless otherwise stated)

23

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

k. Aset Tetap (Lanjutan) k. Fixed Assets (Continued) Suatu entitas harus memilih model biaya (cost model) atau

model revaluasi (revaluation model) sebagai kebijakan akuntansi pengukuran atas aset tetap. Perusahaan dan Entitas Anak telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya.

An entity shall choose between the cost model and revaluation model as the accounting policy for the measurement of its property and equipment. The Company and Subsidiaries have chosen the cost model as the accounting policy for the measurement of its property and equipment.

Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Perusahaan menghitung penyusutan dengan menggunakan metode saldo menurun ganda (double declining balance method), kecuali bangunan yang dihitung menggunakan metode garis lurus (straight line method) sedangkan Entitas Anak menggunakan metode garis lurus (straight line method), dengan taksiran umur ekonomis seperti berikut:

Property and equipment are stated at cost less accumulated depreciation. The Company computing depreciation using the double declining balance method except building, computed using the straight line method and Subsidiaries computing using the straight line method based on their estimated useful lives, as follows:

Perusahaan Parent

Tahun/ Years

Bangunan 20 Building

Alat berat 8 Heavy equipment

Kendaraan 4 - 8 Vehicles

Peralatan gudang 4 - 20 Warehouse equipment

Peralatan kantor 4 – 8 Office equipment

Sarana dan prasarana 4 Furniture and fixture

Biaya perbaikan dan pemeliharaan rutin dibebankan pada laporan laba rugi komprehensive konsolidasian pada saat terjadinya; pemugaran perbaikan dalam jumlah signifikan, dan yang meningkatkan manfaat aset tetap sebagaimana dipersyaratkan dalam PSAK No. 16 (Revisi 2007) mengenai kapitalisasi ke akun aset tetap yang bersangkutan. Aset tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual, nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada tahun yang bersangkutan.

The costs of repairs and maintenance are charged to consolidated statement of comprehensive income as incurred; significant renewals and betterments, as defined under SFAS No. 16 (Revised 2007), that will prolong the useful lives of the related assets are capitalized. When assets are retired or otherwise disposed of, their carrying values and the related accumulated depreciation are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the consolidated statement of comprehensive income for the year.

Sesuai dengan PSAK No. 47, ”Akuntansi Tanah”

dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.

Biaya-biaya tertentu sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek. Beban ditangguhkan ini akan disajikan sebagai akun terpisah pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

In accordance with SFAS No. 47, “Accounting for Land”, is stated at cost and is not depreciated. Any other certain costs in connection with acquisition or renewal the land right over deferred land and are amortized over the land rights period or useful lives of the land, whichever is shorter. These deferred expenses are presented as separate account on consolidated statement of financial position.

24

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

l. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing l. Foreign Currencies Transaction and Balances Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs

yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Dolar Amerika Serikat berdasarkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun berjalan.

Transactions involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At consolidated statement of financial position date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to United States Dollar at the exchange rate prevailing at the date. Gains or losses are recognized in the consolidated statement of comprehensive income for the year.

Pada tanggal 30 September 2013 dan 31 Desember 2012, kurs yang digunakan adalah sebagai berikut:

As of September 30, 2013 and Desember 31, 2012, the exchange rate used is as follows:

30 Sep 2013/

Sep 30, 2013

31 Des 2012/

Dec 31, 2012

Euro (Eur) 1.3495 1,3247 Euro (Eur)

Rupiah (Rp) 0,0001 0,0001 Rupiah (Rp))

Yuan (CNY) 0.1627 0,1590 Yuan (CNY)

Won Korea (KRW) 0,0009 0,0009 Korea Won (KRW)

Dolar Singapura (SGD) 0.7952 0,8177 Singapore Dollar (SGD)

Poundsterling (GBP) 1.6163 1,6111 Poundsterling (GBP)

m. Properti Investasi m. Investment Properties

Efektif 1 Januari 2012, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 13 (Revisi 2011), “Properti Investasi” yang menggantikan PSAK No. 13 (Revisi 2007),

“Properti Investasi”, dimana properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian bangunan atau keduanya) yang dikuasai untuk mendapatkan keuntungan sewa atas pendapatan sewa jangka panjang dan/atau kenaikan nilai atau keduanya. Perusahaan dan Entitas Anak telah memilih model biaya sebagai kebijakan akuntansinya untuk pengukuran properti investasi.

Effective January 1, 2012, the Company and Subsidiaries applied SFAS No. 13 (Revised 2011), “Investment Property”, which supersedes SFAS No. 13 (Revised 2007), “Investment Property”, in which the investment property is property (land or buildings or parts of building or both) held for the benefit of

Effective January 1, 2012, the Company and Subsidiaries applied SFAS No. 13 (Revised 2011), “Investment Property”, which supersedes SFAS No. 13 (Revised 2007), “Investment Property”, in which the investment property is property (land or buildings or parts of building or both) held for the benefit of

Dalam dokumen PT KOBEXINDO TRACTORS Tbk DAN ENTITAS ANAK (Halaman 29-43)