• Tidak ada hasil yang ditemukan

Iklan Pada Media Televisi

Dalam dokumen ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA PESAN IKLAN AIR (Halaman 55-75)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.6. Iklan Pada Media Televisi

Televisi memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan jenis media lainnya yang mencakup daya jangkau luas, selektivitas dan fleksibilitas, fokus perhatian, kreativitas dan efek, prestise, serta waktu tertentu. Kita akan meninjau kelebihan iklan televisi tersebut satu persatu.

Daya Jangkau Luas. Penetrasi televisi dewasa ini sudah sangata luas, khususnya

televisi yang bersiaran secara nasional. Harga pesawat televisi yang semakin murah dan daya jangkau siaran yang semakin luas menyebabkan banyak orang yang sudah dapat menikmati siaran televisi. Daya jangkau siaran yang luas

memungkinkan pemasar memperkenalkan dan mempromosikan produk barunya secara serentak dalam wilayah yang luas bahkan ke seluruh wilayah suatu Negara.

Karena kemampuanya menjangkau audiens dalam jumlah besar, maka televisi menjadi media ideal untuk mengiklankan produk konsumsi missal (mass-

consumption products), yaitu barang – barang yang mnjadi kebutuhan

sehari – hari misalnya makanan, minuman, perlengkapan mandi, pembersih, kosmerik, obat – obatan dan sebagainya.

Selektivitas Dan Fleksibilitas. Televisi sering dikritik sebagai media yang tidak

selektif (nonselective medium) dalam menjangkau audiensnya sehingga sering dianggap sebagi media lebih cocok untuk produk konsumsi massal. Televisi dianggap sebagai media yang sulit untuk menjangkau segmen audiens yang khusus atau tertentu. Namun sebenarnya televisi dapat menjangkau audiens tertentu tersebut karena adanya variasi komposisi audiens sebagai hasil dari isi program, waktu siaran, dan cakupan geografis siaran televisi.

Selain audiens yang besar, televisi juga menawarkan fleksibilitasnya dalam hal audiens yang dituju. Jika suatu perusahaan manufaktur ingin mempromosikan barangnya pada suatu wilayah tertentu, maka perusahaan itu dapat memasang iklan pada stasiun televisi yang terdapat di wilayah bersangkutan. Dengan demikian, siaran iklan di televisi menurut Willis-Aldrige memiliki flexibility that permits adaptation to special need and interest (fleksibilitas yang memungkinkan penyesuaian terhadap kebutuhan dan kepentingan yang khusus).

Fokus Perhatian. Siaran iklan televisi akan selalu menjadi pusat perhatian

audiens pada saat iklan ditayangkan. Jika audiens tidak menekan remote control- nya untuk melihat program stasiun televisi lain, maka ia harus menyaksikan tayangan iklan televisi itu satu persatu. Perhatian audiens akan tertuju hanya kepada siaran iklan dimaksud ketika iklan itu muncul di layar televisi.

Kreativitas Dan Efek. Televisi merupakan media iklan paling efektif karena

dapat menunjukan cara bekerja suatu produk pada saat digunakan. Iklan yang disiarkan di televisi dapat menggunakan kekuatan personalitas manusia untuk mempromosikan produknya. Cara seseorang berbicara dan bahasa tubuh (body

language) yang ditunjukan dapat membujuk audiens untuk membeli produk yang

diiklankan itu. Pemasang iklan terkadang ingin menekankan pada aspek hiburandalam iklan yang ditayangkan dan tidak ingin menunjukan aspek komersial secara mencolok. Dengan demikian pesan iklan yang ditampilkan tidak terlalu menonjol tetapi tersamar oleh program yang tengah ditayangkan.

Prestise. Perusahaan yang mengiklankan produknya pada televisi biasanya akan

menjadi sangat dikenal orang. Baik perusahaan yang memproduksi barang tersebut maupun barang itu sendiri akan menerima status khusus dari masyarakat. Dengan kata lain, produk tersebut mendapatkan prestise sendiri.

Waktu Tertentu. Suatu produk dapat diiklankan di televisi pada waktu – waktu

tertentu ketika pembeli potensialnya berada di depan televisi. Dengan demikian, pemasang iklan akan menghindari waktu – waktu tertentu pada saat target konsumen mereka tidak menonton televisi.

Iklan pada media televisi juga memiliki beberapa kelemahan yang menjadi perhatian sendiri bagi para pengiklan. Kelemahan tersebut antara lain.

Biaya Mahal. Walaupun televisi diakui sebagai media yang efisien dalam

menjangkau audiens dalam jumlha besar namun televisi merupakan media paling mahal untuk beriklan. Biaya iklan televisi yang mahal ini tidak disebabkan tarif penayangan iklan yang mahal, biaya yang dikenakan kepada pemasang iklan televisi dihitung berdasarkan detik tetapi juga biaya produksi iklan berkualitas yang juga mahal.

Informasi Terbatas. Dengan durasi iklan yang rata – rata hanya 30 detik dalam

sekali tayang, maka pemasang iklan tidak memiliki cukup waktu untuk secara leluasa memberikan informasi yang lengkap. Siaran iklan televisi tidak mencukupkan waktu untuk menyampaikan seluruh informasi tentang produk yang dipromosikan. Informasi yang lebih banyak membutuhkan waktu penayangan yang lebih lama misalkan 60 detik. Menurut Willis-Aldrige: “… there is little to

develop a selling argument or to include much information about the product.”

(hanya ada sedikit waktu untuk mengembangkan argumentasi penjualan atau memasukan banyak informasi mengenai produk bersangkutan).

Selain itu juga iklan televisi hanya ada atau muncul pada saat iklan itu betul – betul disiarkan kecuali audiens merekamnya. Dengan kata lain, jika dibandingkan dengan iklan pada media cetak audiensi tidak dapat meliht kembali siaran iklan untuk mengetahui atau mengecek kembali informasi yang terdapat

pada iklan dimaksud misalnya nomor telepon pemasang iklan atau informasi lain yang ingin diketahuinya.

Selektivitas Terbatas. Walaupun televisi menyediakan selektivitas audiensi

melalui program – program yang ditayangkan dan juga melalui waktu siarannya namun iklan televisi bukanlah pilihan yang paling tepat bagi pemasang iklan yang ingin membidik konsumen yang sangat khusus atau spesifik yang jumlahnya relatif sedikit.

Penghindaran. Kelemahan lain siaran iklan televisi adalah kecenderungan

audiens untuk menghindari pada saat iklan ditayangkan. Peneliti menunjukan bahwa audiens televisi menggunakan kesempatan penayangan iklan untuk melakukan pekerjaan lain misalnya pergi ke kamar mandi, mengobrol, mengambil sesuatu atau melakukan hal lainnya.

Tempat Terbatas. Tidak seperti media cetak, stasiun televisi tidak dapat

seenaknya memperpanjang waktu siaran iklan dalam suatau program. Pada media cetak, jia jumlah pemasang iklan meningkat, maka jumlah halaman media cetak itu dapat ditambah sesuai dengan peningkatan jumlah iklan iklan tanpa harus mengganggu isi media bersangkutan. Namun hal ini tidak dapat ditiru pada siaran iklan televisi. (Morissan, 2010:240-246)

Iklan di televisi berusaha ditampilkan semenarik mungkin dengan gaya penyampaian pesan yang khas dengan penggunaan bahasa (kata – kata kreatif yang mudah diingat, ilustrasi musik (jingle), model iklan yang menarik, personifikasi produk – produk, simbol – simbol dan format visualisasi yang

harmonis menghasilkan pesan dan citra produk secara keseluruhan yang kemudian diputar beberapa kali sehari pada jam – jam utama (prime time) supaya konsumen nantinya memperoleh informasi yang lebih.

Iklan televisi mempunyai berbagai macam bentuk, namun secara garis besar dapat diklarifikasikan menjadi empat, yaitu (Kassali, 199:120)

1. Pensponsoran yaitu dilakukan dengan cara mensponsori atau membiayai acara yang ditayangkan dari suatu stasiun televisi.

2. Partisipasi, yaitu iklan disisipkan diantara satu atau beberapa acara (spots), ini lebih fleksibel dalam ari memilih jangkauan pasar, khalayak sasaran, jadwal dan anggaran.

3. Spot Announcements yaitu iklan yang ditempatkan pada pergantian

acara. Pengiklan local biasa menggunakan jenis iklan ini.

4. Public service Announcements yaitu merupakan iklan layanan

masyarakat yang ditempatkan di tengah – tengah suatau acara.

Bentuk – bentuk iklan ini digunakan sebagai sarana kegiatan periklanan dalam menyampaikan informasi kepada khalayak, pada intinya bentuk – bentuk iklan di televisi mampu menyampaikan informasi sesuai sasaran yang dituju. Iklan dapat berfungsi sebagai media penghubung antara produsen dan konsumen, hal ini terkait dengan materi atau isi yang ada di dalam iklan tersebut yang memungkinkan produsen memberitahukan produk kepada konsumen.

Menurut freddy rangkuli, iklan di media televisi dapat ditentukan pilihan target konsumen berdasarkan : (Rangkuti, 2002:188)

1. Wilayah Geografi 2. Waktu penyiaran

4. Jaringan

Menurut Rendra Wydyatama, (2005:45-51) berdasarkan bentuknya, iklan. Televise dapat dikelompokan dalam beberapa jenis iklan, yaitu:

1. Live action

Live action adalah video klip iklan yang melibatkan unsure gambar,

suara dan gerakan secara bersama. Gambar yang diperlihatkan sangat beragam, meliputi kehidupan manusia, tempat dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Live action yang paling banyak diperlihatkan dalam iklan televisi adalah berupa cuplikan kehidupan sehari – hari ketika ibu memasak di dapur, anak sedang sakit, seorang mengendarai mobil dan sebagainya.

2. Animation

Animasi merupakan iklan yang dibangun berdasarkan gambaran – gambaran kartun (baik dua maupun tiga dimensi) baik gambar kartun yang digambarkan dengan ketrampilan tangan maupun animasi computer. Iklan bentuk animasi banyak digunakan untuk mengiklankan produk – produk yang membidik konsumen anak – anak.

3. Stop Action

Stop action adalah iklan yang terbentuk perpaduan antara teknik live action dengan tekni animasi sehingga member efek dramatik iklan.

Stop action banyak digunakan produk makanan, minuman,

4. Still

Still merupakan iklan yang disampaikan dengan cara tidak melibatkan

unsure gambar gerak melainkan gambar beku (diam). Gambar atau citra beku tersebut didapatkan dari hasil pemotretan fotografi atau kadang pula dibuat dengan animasi bauk di kerjakan dengan ketrampilan tangan maupun komputer. Jenis iklan ini dapat disebut juga slide show. Oleh karena itu agar iklan still dapat lebih menarik perhatian, maka gambar – gambar yang diperlihatkan dalam iklan still di kombinasikan dengan menggunakan alunan musik narasi suara. 5. Musik

Musik yaitu iklan televisi yang disampaikan melalui musik sebagai media penyampai pesan. Artinya, pesan iklan dikemas dalam sebuah alunan musik sebagai kekuatan utama pesan iklan. Jadi musik yang digunakan bukan pengiring ilustrasi pesan iklan, melainkan pesan iklan tersebut dengan menggunakan musik.

6. Super Impose

Super Impose adalah bentuk iklan televisi dalam bentuk gambar iklan

yang diperlihatkan di atas gambar lain.penampilan iklan Super Impose sering direkayasa sedemikian rupa sehingga mampu menarik perhatian pemirsa.

7. Sponsor program

Sponsor program adalah bentuk iklan televisi yang dari pihak

sebagai imbalannya sponsor tersebut dapat menyampaikan pesan iklan dengan lebih mendominasi. Sponsor program dapat dilakukan dengan cara blocking time yaitu cara dimana sponsor membeli waktu siaran televisi selama durasi tertentu dimana waktu yang telah dibelinnya tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan iklan.

8. Running text

Running text adalah bentuk dari iklan televisi yaitu pesan yang

diperlihatkan muncul secara perlahan bergerak dari kanan masuk pada layar lalu menghilang pada sebelah kiri layar. Biasanya Running text diperlihatkan dibawah layar sehingga tidak mengganggu tayangan yang sedang berlangsung.

9. Backdrop

Backdrop adalah bentuk iklan televisi yang pesan iklan diperlihatkan

pada latar belakang acara yang diadakan. Backdrop dapat berupa gambar still maupun klip iklan.

10.Caption

Caption adalah bentuk iklan televisi yang menyerupai super impose.

Bedanya dalam caption pesan yang digunakan hanya berupa tulisan saja yang muncul di bawah layar. Biasanya untuk mendukungiklan

11.Credit Title

Credit title merupakan bentuk iklan televise yaitu iklan yang biasanya

berupa gambar still diperlihatkan pada bagian akhir ketika sebuah acara sudah selesai.

12.Ad Lip

Ad lip adalah bentuk iklan televisi yang pesan iklannya disampaikan

secara langsung oleh penyiar, baik diantara acara yang satu dengan yang lain maupun di sampaikan oleh pembawa program acara tertentu. 13.Property Endorsement

Dalam siaran televisi apapun yang diperlihatkan dalam layar dapat digunakan sebagai iklam. Biasanya iklan ini merupakan iklan tidak langsung (soft campaign) atau terselubung. Iklan ini merupakan iklan yang berbentuk dukungan sponsor yang diperlihatkan pada berbagai hal yang digunakan sebagai kelengkapan properti siaran maupun berbagai hal yang dikenakan oleh artis atau penyiar.

Kreativitas adalah salah satu kata yang mungkin paling sering dan umum digunakan dalam industri periklanan. Iklan bahkan kerap disebut dengan kata “kreatif” saja. Mereka yang terlibat dalam produksi iklan sering disebut sebagai “tim kreatif” atau “orang kreatif”. Tanggung jawab tim kreatif adalah mengubah seluruh informasi mengenai produk seperti atribut atau manfaat produk hingga tujuan komunikasi yang ditetapkan menjadi suatu bentuk konsep kreatif yang mampu menyampaikan pesan pemasaran kepada khalayak.

Pandangan mengenai apa yang dimaksud dengan iklan yang kreatif ternyata tidak sama. Salah satu pandangan mengatakan bahwa iklan kreatif adalah iklan yang mampu meningkatkan penjualan produk. Pandangan lain mengatakan bahwa iklan yang kreatif adalah iklan berasal dari ide orisinal, memiliki nilai artistikdan estetik serta mampu memenangkan penghargaan. Pendapat lain pendapat lain menyebutkan iklan kreatif adalah iklan yang mampu menarik perhatian dan mampu memberikan efek kepada audiensi.

Daya tarik iklan (advertising appeal) mengacu kepada pendekatan yang digunakan untuk menarik perhatian konsumen dan atau mempengaruhi perasaan mereka terhadap suatu produk (barang dan jasa). Suatu daya tarik iklan dapat pula dipahami sebagai something thant moves people, speaks to their wants or

needs, and excites their interest (sesuatu yang menggerakan orang, berbicara

mengenai keinginan atau kebutuhan mereka, dan membangkitkan ketertarikan mereka).

Pada dasarnya terdapat berbagai daya tarik yang dapat digunakan sebagai dasar dalam mempersiapkan suatu pesan iklan. Secara umum berbagai daya tarik itu dapat dikelompokan ke dalam dua kategori:

(1) daya tarik informatif/rasional (informational/rational

appeal); dan

(2) daya tarik emosional (emotional appeal)

Daya Tarik Informatif/Rasional. Daya tarik informatif atau rasional

menekankan pada pemenuhan kebutuhan konsumen terhadap aspek praktis, fungsional dan kegunaan suatu produk dan juga menekankan pada atribut yang

dimilki suatu produk dan atau manfaat atau alasan memiliki atau menggunakan merek produk tertentu. Isi pesan iklan dengan Daya tarik informatif atau rasional menekankan pada fakta, pembelajaran serta logika yang disampaikan suatu iklan.

Daya Tarik Emosional. Daya tarik emosional adalah daya tarik yang terkait atau

berhubungan dengan kebutuhan sosial atau psikologi konsumen dalam pembelian suatu produk. Tidak sedikit motif pembelian konsumen bersifat emosional karena perasaan mereka terhadap suatu merek dapat menjadi lebih penting daripada pengetahuan yang mereka miliki terhadap merek. Pemasar menggunakan daya tarik emosional dengan harapan bahwa perasaan positif yang ditimbulkan akan pindah kepada merek produk dan perusahaan.

Alasan lain pemasang iklan menggunakan daya tarik emosi adalah untuk mempengaruhi interpretasi konsumen terkait dengan pengalaman yang dapat mereka rasakan ketika menggunakan suatu produk. Caranya adalah dengan menggunakan apa yang dikenal dengan istilah iklan transformasi (transformational ad) yang diartikan sebagai : one which associates the

experience of using (consuming) the advertised brand with a unique set psychological charanteristics which would not typically be associated with the brand experience to the same degree without to the advertisement (iklan yang

mengasosiasikan pengalaman menggunakan suatu merek produk dengan seperangkat karakter psikologis unik yang mana karakter bersangkutan tidak akan diasosiasikan dalam derajat yang sama tanpa terlebih dahulu menerima ekspos dari iklan mereka yang bersangkutan).

Tabel 2.6.1.

Dasar – Dasar Daya Tarik Emosional

Kondisi Perasaan Pribadi Perasaan Sosial Keselamatan, keamanan, ketakutan,

cinta, kasih sayang, kebahagiaan, kegembiraan, nostalgia, sentiment, ketertarikan, gairah, penderitaan, kebanggaan, prestasi, harga diri, aktualisasi diri, kesenangan, ambisi, kenyamanan.

Perasaan sosial, status, penghormatan, keterlibatan, malu, afiliasi, penolakan, penerimaan, persetujuan.

Sumber (Morissan, 2010:347)

Daya Tarik Gabungan. Dalam kasus perikalanan, tim kreatif perusahaan iklan

tidak menentukan daya tarik iklan yang dibuatnya hanya berdasarkan pada aspek rasional atau aspek emosional semata tetapi mereka ingin menggabungkan kedua pendekataan tersebut. Menurut David Ogilvy dan Joel Raphaelson (1981), pembelian produk semata – mata berdasarkan pertimbangan rasional pada dasarnya adalah tidak banyak; bahkan produk yang bersifat sangat rasional dan fungsional sekalipun seperti produk sabun cuci deterjen pun juga memiliki aspek atau elemen emosional. Para peneliti dan perusahaan periklanan telah sejak lama meneliti hubungan antara motif rasional dan emosional ini dalam proses pengembalian keputusan pembelian komsumen dan bagaimana iklan dapat mempengaruhi hal tersebut.

Daya Tarik Lainnya. Tidak semua iklan dapat digolongkan sebagai iklan dengan

daya tarik rasional dan emosional saja. Beberapa iklan dapat dikategorikan pula sebagai ‘iklan pengingat’ (reminder advertising) yang memiliki tujuan

membangun kesadaran terhadap suatu merek produk. Perusahaan pemasang iklan yang meluncurkan produk baru sering menggunakan apa yang disebut dengan “iklan misteri” (mystery advertising) atau disebut juga “iklan penggoda” (teaser

advertising) yang sering digunakan untuk membangun rasa ingin tahu, ketertaikan

serta minat khalayak terhadap suatu merek produk dengan cara membahas produk bersangkutan melalui iklan namun iklan itu sendiri tidak menunjukan wujud atau fisik produk tersebut. (Morissan, 2010:342-350)

Apa yang menarik dari iklan televisi adalah teknik pengambilan gambar (shot) dari kamera. Pengambilan gambar pada iklan televisi yang berfungsi sebagai penanda yang masing – masing mempunyai makna tersendiri. Selain shot kamera yang dikenal juga dikenal gerakan kamera (camera moves) yang berfungsi sebagai penanda. Di bawah ini adalah tabel tentang teknik pengambilan gambar dan pergerakan kamera serta maknanya.

Tabel 2.6.2.

Penanda (Pergerakan Kamera)

Definisi Petanda (makna)

Pan down Kamera mengarah ke

bawah

Kekuasaan, kewenangan

Pan up Kamera mengarah ke

atas

Kelemahan, pengecilan

Dolly in Kamera bergerak ke

dalam

Observasi, fokus

Tabel 2.6.3.

Penanda (Pergerakan Kamera)

Definisi Petanda (makna)

Close up Hanya wajah keintiman

Medium shot Hamper seluruh tubuh Hubungan

Long shot Setting dan karakter personalkonteks, scope, jarak publik

Full shot Seluruh tubuh Hubungan sosial (Pergerakan kamera dan maknanya)

(Sumber: Berger, 2000:33-34)

Iklan sebagai teks adalah sistem tanda yang terorganisir menurut kode – kode yang merefleksikan nilai – nilai tertentu. Setiap pesan dalam iklan memiliki dua tingkatan makna yaitu makna yang dinyatakan secara implicit dipermukaan tampilan iklan dan makna eksplisit dibalik permukaan tampilan iklan. Dengan demikian semiotika menjadi metode yang sesuai untuk mengetahui kontruksi makna yang terjadi dalam iklan.

Biasanya simbol terjadi berdasarkan metonomi yakni nama untuk benda lain yang berasosiasi atau yang menjadi atributnya dan metafora yaitu pemakaian kata atau ungkapan lain untuk objek atau konsep lain berdasarkan kias persamaan. Symbol atau lambing mrupakan salah satu kategori tanda.

Dalam menganalisis iklan AQUA., karena media yang digunakan adalah televisi maka tentu saja iklan ini menggunakan unsur visual serta audio. Ada gramatika yang berlaku dalam iklan ini. Penyusunan gambar, pengambilan gambar yang baik. Meliputi visualisasi, pictuarization dan editing.visualisasi

merupakan pengungkapan ide, gagasan yang telah dituangkan dalam rangkaian kata – kata yang menjadi bentuk gambar. Ada hal – hal yang harus diperhatikan: komposisi, ukuran, teknik pembingkaian. Pictuarization adalah teknik menghubung gambar satu dengan yang lainnya sehingga menjadi satu seri gambar yang menarik karena hal itu menjadi kunci keberhasilan gambar. Editing merupakan gambar dala urutan adegan sehingga mampu menunjukan suatu kontinuitas yang baik dalam arti yang wajar dan logis.

Teknik framing (pembingkaian) merupakan paembagian bidang pandang, dapat dibagi menjadi beberapa jenis (Wibawa. Isbandi, 2003:34-38) yaitu :

1. Extreme Long Shot (ELS)

Menyajikan pandangan luas, kamera mengambil keseluruhan pandangan (objek umum dan objek lainnya tampak sangat kecil dalam hubungan dengan latar belakang).

2. Long Shot

Shoot jauh, menyajikan pandangan yang lebih dekat dibandingkan

dengan ELS. Objek masih didominasi latar belakang (background) yang luas.

3. Medium Long Shoot (MLS)

Menyajikan pandangan lebih dekat, objek manusia ditampilkan dari atas lutut samapi diatas kepala.

4. Medium Shoot (MS)

Objek lebih besar dan dominan, objek manusia ditampilkan dari atas pinggang sampai dengan di atas kepala. Background tampak sebanding dengan objek utama.

5. Mediun Close Up (MCU)

Objek ditampilkan dari bagian dada sampai di atas kepala 6. Close Up (CU)

Objek ditampilkan dari bahu sampai atas kepala sedang background tanpak sedikit sekali.

7. Big Close Up (BCU)

Shot yang ditampilkan bagian tubuh tertentu dari manusia, objek mengisi seluruh layar dan jelas sekali detailnya.

8. Cut Of Line (CL)

Pembingkaian atau framing dengan objek manusia berdasarkan garis potongan bagian tubuh

9. Full Shot (FS) atau Total Shot (TS)

Menyajikan gambar seluruh tubuh.

Teknik pergerakan kamera dibagi dalam beberapa macam:

1. Survening Pan

Tujuan memberi kesempatan kepada pemirsa untuk mengetahui objek yang sedang diliput. Pergerakan kamera pelan – pelan menyapu semua objek.

2. Following Pan

Panning mengikuti pergerakan objek. Tujuan adalah agar penonton mengetahui kegiatan objek tersebut.

3. Interrupted Pan

Panning yang terputus pada suatu objek tertentu. Setelah melakukan panning ke kanan kiri, tujuannya menghubungkan objek yang satu yang tidak ada kaitannya.

4. Tilt, Tilting

Tilt adalah gerakan kamera secara vertikal mendongak dari atas

kebawah atau sebaliknya, dari bawah ke atas.

ƒ Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas

ƒ Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah

Gerakan tilt dilakukan untuk :

ƒ Mengikuti objek, misalnya peluncuran roket Menciptakan efek dramatis atau mempertajam situasi. 5. Dolly/track

Dolly adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi objek dengan

menggunakan dolly sebagai penyangga kamera.

ƒ Dolly in (track in) : kamera mendekati objek

ƒ Dolly out (track out) : kamera menjauhi objek

Gerakan dolly dilakukan untuk mendekati dan menjauhi objek yang diam atau mengikuti objek yang sedang bergerak.

6. Crab/truck

Gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan objek yang sedang bergerak.

ƒ Crab/truck left : gerakan kamera ke arah samping kiri

ƒ Crab/truck right : gerakan kamera ke arah samping kanan

7. Pedestal

Pedestal adalah gerakan kamera di tas pedestal, yaitu landasan kamera

yang bisa dinaik turunkan

ƒ Pedestal up : kamera dinaikkan

ƒ Pedestal down : kamera diturunkan 8. Crane/boom

Crane/boom adalah gerakan naik dan turun kamera dia tas katrol.

Dalam dokumen ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA PESAN IKLAN AIR (Halaman 55-75)

Dokumen terkait