IndikatorKinerjaUtama (IKU) BNN Tahun 2011
PENJELASAN 33 INDIKATOR KINERJA UTAMA BNN SEBAGAI BERIKUT:
D. IKU BRANTAS
25. Dari tabel di atas capai target kinerja Deputi bidang Pemberantasan mencapai 210% meningkat 110% dari target yang ditetapkan (sesuai renstra 100%) meningkatnya untuk Pengungkapan kasus tindak kejahatan
Narkotika karena adanya dukungan-dukungan sarana dan prasarana yang cukup memadai. Pengungkapan kasus tindak kejahatan Narkotika untuk menekan dan meminimalisir peredaran gelap narkotika di Indonesia sesuai dengan visi dan misi BNN. Kasus yang seharusnya diungkap dalam tahun 2011 adalah sejumlah 46 kasus, namun realisasi yang berhasil diungkap sejumlah 97 kasus atau sebesar 52,7 %. Artinya keberhasilan yang telah diungkap jauh di atas target yang telah ditentukan dalam renstra BNN sebesar 25%. Sehingga capaian kinerja sebesar 210 %. Adapun meningkatnya pengungkapan jaringan tindak kejahatan narkotika berdasarkan data-data laporan dari informasi masyarakat, tindak lanjut dari pengembangan informasi call center BNN serta adanya kerjasama yang bersinergi dari instansi terkait diantaranya Bea Cukai, Bareskrim Polri, Imigrasi, Lembaga Pemasyarakatan dan TNI AL. Permasalahan yang dihadapi masih terbatasnya pengawasan diluar area pelabuhan dan adanya transit melalui pelabuhan tradisional.
26. Dari tabel di atas capai target kinerja Deputi bidang Pemberantasan mencapai 127,2% meningkat 27,2% dari target yang ditetapkan (sesuai renstra 100%) meningkatnya untuk Pengungkapan kasus tindak kejahatan Narkotika hal tersebut dikarenakan adanya dukungan informasi Intelijen yang dikembangkan dan didukung dengan Human Intelijen yang mencukupi serta kasus- kasus yang di kembangkan. Pentingnya Penangkapan tersangka tindak kejahatan narkotika yang tertangkap diharapkan dapat mencegah pelaku-pelaku kejahatan, memutuskan sel-sel jaringan, memberikan efek jera kepada pelaku-pelaku tindak kejahatan dan menekan permintaan akan dimand dan supply terhadap narkotika dan,prekursor narkotika. Dengan hasil perhitungan yang sama tersebut di atas, dari 125 orang tersangka yang ditargetkan sebagaimana yang ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Deputi Bidang Pemberantasan BNN T.A 2011, telah berhasil ditangkap tersangka tindak kejahatan narkotika narkotika dan prekursor narkotika sejumlah 159 orang tersangka, maka tingkat keberhasilan dapat dihitung menjadi 31,8 %. Hasil ini jauh di atas target 25% sehingga capaian kinerja sebesar 127,2 %. Adapun target BNN untuk Indikator Kinerja Utama (IKU) point 1 dan 2 di atas sebesar 25% didasarkan atas pertimbangan bahwa BNN pada akhir tahun 2009 diberi kewenangan yang efektif operasional pada awal tahun 2010 baru diberi wewenang
melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan diberlakukannya Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
27. Dari tabel di atas capai target kinerja Deputi bidang Pemberantasan mencapai 170% meningkat 70% dari target yang ditetapkan (sesuai renstra 100%) meningkatnya untuk pengungkapan sel jaringan internasional penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang terungkap dikarenakan adanya kerjasama yang sinergis dengan Badan Narkotika Internasional yang berada diluar negeri. Penangkapan sel jaringan internasional penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang terungkap yang bertujuan untuk menangkal peredaran gelap narkotika dan precursor narkotika yang berasal dari luar negeri yang akan masuk ke wilayah Indonesia. Adanya kerjasama saling tukar menukar informasi tentang pelaku-pelaku tindak kejahatan narkotika dari Badan-BadanNarkotika dari Negara lain
28. Dari tabel di atas capai target kinerja Deputi bidang Pemberantasan mencapai 200% meningkat 100% dari target yang ditetapkan (sesuai renstra 100%) meningkatnya pengungkapan sel jaringan nasional penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang terungkap karena adanya dukungan dan pengembangan Teknologi Inteljen (TI), Inter Connection Center (ICC), memiliki alat Call Data Record (CDR), adanya kerjasama dengan operator seluler, dukungan alat pelacak signal Hand Phone dan telepon.
Penangkapan tersangka tindak kejahatan narkotika yang tertangkap diharapkan dapat memutuskan jaringan nasional dan menurunkan tingkat peredaran gelap narkotika dan precursor narkotika untuk menuju Indonesia bebas Narkoba tahun 2015. Adapun bentuk implementasinya dengan memonitor kedatangan orang maupun barang dengan memberdayakan pangkalan-pangkalan data yang berada di bandara maupun pelabuhan dengan melibatkan instansi yang terkait.
29. Dari jumlah uang yang di targetkan dalam Rensta sebesar Rp.
14.905.023.000 atau 25 % dari yang ditetapkan dalam Rensta 2011 terealisasi hanya Rp. 6.444.618.956 atau dalam persentase sebesar 10,8 % hal ini disebabkan asset keuangan para pelaku tindak kejahatan narkotika dan precursor narkotika banyak dialihkan kedalam tindak pidana pencucian uang yaitu dalam bentuk asset bergerak dan maupun asset yang tidak
bergerak. Hal ini masih perlu didalami pengungkapannya guna harta kekayaan dari para pelaku tindak kejahatan tersebut. Dari jumlah asset bergerak yang di targetkan dalam Rensta sebesar Rp. 1.160.000.000 atau 25 % dari yang ditetapkan dalam Rensta 2011 terealisasi hanya Rp.
4.427.300.000 atau dalam persentase sebesar 95,4 % hal ini disebabkan hasil dari tindak kejahatan narkotika dan precursor narkotika disimpan / di investasikan dalam asset bergerak seperti kendaraan roda empat dan dua, hal ini dapat diungkap oleh penyidik dengan mendalami arus aliran transaksi keuangan serta pengakuan dari para tersangka dan bekerja sama dengan pihak perbankan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan dan unsur-unsur lain yang berkompeten. Dari jumlah asset bergerak yang di targetkan dalam Rensta sebesar Rp. 7.624.500.000 atau 25 % dari yang ditetapkan dalam Rensta 2011 terealisasi hanya Rp. 27.087.825.000 atau dalam persentase sebesar 88.1 % hal ini disebabkan hasil dari tindak kejahatan narkotika dan precursor narkotika disimpan / di investasikan dalam asset tidak bergerak seperti tanah dan bangunan, hal ini dapat diungkap oleh penyidik dengan mendalami arus aliran transaksi keuangan serta pengakuan dari para tersangka dan bekerja sama dengan pihak perbankan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan dan unsure-unsur lain yang berkompeten.
30. Dari data table diatas pencapaian target kinerja yang sesuai dengan Renstra BNN jumlah 25 % atau Shabu : 163.442,2 gram dalam realisasinya ditahun 2011 mencapai jumlah 11,4 % atau Shabu : 74.597 gram, tidak memenuhi target 45,69 % yang dicapai hal ini dikarenakan dari hasil tangkapan terkendala oleh keterbatasan personel dalam melakukan operasi pemutusan jaringan sindikat peredaran gelap narkotika jenis shabu, hal ini juga disebabkan kurangnya koordinasi dengan instansi penegak hokum yang lainnya sampai dengan tingkat kewilayahan, solusinya diupayakan untuk ditingkatkan koordinasi yang baik ditahun berikutnya. Dari data table diatas pencapaian target kinerja yang sesuai dengan Renstra BNN jumlah 25 % atau Heroin : 12.638 gram dalam realisasinya ditahun 2011 mencapai jumlah 1,72 % atau Heroin : 874 gram tidak memenuhi target 6,91 % yang dicapai hal ini dikarenakan dari hasil tangkapan terkendala oleh keterbatasan personel dalam melakukan operasi pemutusan jaringan sindikat peredaran gelap narkotika jenis heroin, hal ini juga disebabkan
kurangnya koordinasi dengan instansi penegak hokum yang lainnya sampai dengan tingkat kewilayahan, solusinya diupayakan untuk ditingkatkan koordinasi yang baik ditahun berikutnya. Dari data table diatas pencapaian target kinerja yang sesuai dengan Renstra BNN jumlah 25 % atau Ganja : 2.959,67 gram dalam realisasinya ditahun 2011 mencapai jumlah 94,47 % atau Ganja : 163.443,2 kg sudah memenuhi target 377,9 % yang dicapai hal ini dikarenakan adanya operasi lintas darat yang dilaksanakan di pelabuhan laut Bakauhoeni Propinsi Bandar Lampung dan ladang Ganja di Propinsi Nangroe Aceh Darusalam. adanya tangkapan dari ekspedisi darat hal ini dikarenakan adanya koordinasi dengan Polda Aceh dan Instansi perhubungan darat dan laut dengan tingkat kewilayahan, solusinya diupayakan untuk ditingkatkan terus koordinasi yang baik ditahun berikutnya. Dari data table diatas pencapaian target kinerja yang sesuai dengan Renstra BNN jumlah 25 % atau Ecstasy : 15.117,5 btr dalam realisasinya ditahun 2011 mencapai jumlah 446,4 % atau Ecstasy : 269.963 btr, sudah memenuhi target 1785,7 % yang dicapai hal ini dikarenakan akuratnya informasi dari badan-badan yang terkait yang mengawasi tentang peredaran narkotika dan precursor narkotika Internasional. Solusinya diupayakan untuk ditingkatkan terus koordinasi yang baik ditahun berikutnya. Dari data table diatas pencapaian target kinerja yang sesuai dengan Renstra BNN jumlah 25 % atau Kokain : 202,5 gr dalam realisasinya ditahun 2011 mencapai jumlah 6,1 % atau Kokain : 50 gr, tidak memenuhi target 24,6 % yang dicapai hal ini dikarenakan kokain yang masuk Indonesia sangat minim dibandingkan narkotika yang lain seperti Shabu dan Ecstasy.
Dari tabel di atas capaian target kinerja pada Indikator Kinerja Utama (IKU) bidang Pemberantasan pada tahun 2011 terdapat 6 Indikator Kinerja Utama (IKU) mencapai target kinerja 310,67% meningkat 210,67% dari target yang telah ditetapkan (sesuai dalam Renstra 100%)
Meningkatnya 210.67 % dari target yang ditetapkan karena Deputi Pemberantasan, terus menerus berupaya meningkatkan kinerja diseluruh aspek, diantaranya memiliki peralatan Teknologi Inteljen (TI), Inter Connection Center (ICC), memiliki alat Call Data Record (CDR), adanya kerjasama dengan operator seluler, adanya dukungan pangkalan data yang berfungsi
sebagai perekaman pembicaraan transaksi narkoba, dukungan alat pelacak signal Hand Phone dan telepon dan memberikan pelatihan dasar penyelidikjan dan penyidikan untuk meningkatkan kinerja SDM bagi personel / staf petugas lapangan dengan harapan setelah mengikuti pendidikan dapat diaplikasikan dan bersinergi sesuai dengan tugas pokoknya sebagai penyidik yang profesional.