Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan di tingkat SD/MI/SDLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi geografi, sejarah, dan ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga masyarakat yang menghargai nilai-nilai sosial, bertanggung jawab, mencintai lingkungan alam dan menjadi warga dunia yang cinta damai.
Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Mata pelajaran IPS ini dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif dan terpadu dalam proses pembelajaran memenuhi kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Melalui pendekatan
tersebut, diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.
Menurut Mulyasa (2009: 125), untuk mengacu kepada tujuan pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) yang tercantum di dalam Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, maka pembelajaran IPS dilakukan agar peserta didik dapat mencapai kompetensi-kometensi yang sudah ditetapkan. Trianto (2010: 171) IPS adalah integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti, sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Savage (1996:10) dalam bukunya yang berjudul Effective Teaching in Elementary Social Studies, bahwa:
social studies programs is drawn from many fields, programs today continue to place particularly heavy emphases on information drawn from history and such social science disciplines as geography, political science, economics, sociology, anthropology, psychology, archaelogy and law.
Berdasarkan pernyataan di atas berarti bahwa IPS adalah disiplin ilmu yang membahas tentang kehidupan sosial, dan IPS itu terdiri dari geografi, ilmu politik, ekonomi, sosiologi, antropologi, psikologi, arkeologi dan hukum. Menurut peneliti IPS adalah mata pelajaran yang mengkaji ilmu-ilmu sosial yang mengajarkan siswa untuk dapat hidup berinteraksi di masyarakat, peduli terhadap lingkungannya, menjunjung tinggi nilai-nilai sosial yang ada, dapat bertanggung jawab, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan
pengetahuannya, keterampilan, dan nilai yang memungkinkan mereka menjadi warga negara yang berpartisipasi aktif dalam masyarakat. b. Tujuan Pendidikan IPS
Menurut Solihatin dan Raharjo (2008:15) tujuan dari pendidikan IPS adalah untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan lingkungannya, serta berbagai bekal bagi siswa untuk melanjutkan penididikan ke jenjang yang lebih tinggi. Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Tujuan mata pelajaran IPS ini dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
Berikut adalah pendapat tentang tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial menurut Jarolimek:
The social studies that the public purposes of education can be best served. Through sosial studies, teachers have a major responsibility to help children learn those components of the common culture that constitute the social and cultural heritage of this nation. It is these learnings that give us a sense of identity as a nation of free people. (Jarolimek, 1986: 16).
Pendapat di atas berarti bahwa pembelajaran IPS dapat memberikan pendidikan yang baik bagi peserta didik/siswa. Selanjutnya dengan pembelajaran IPS, guru dapat mengajarkan dan
menanamkan rasa tanggung jawab pada siswa ketika belajar tentang komponen-komponen budaya dan keadaan sosial yang ada dan merupakan warisan budaya bangsa. Mengajarkan cara menghargai dan bertanggungjawab terhadap budaya bangsa yang menjadi identitas bangsa ini. Budaya adalah bagian dari kehidupan sosial yang ada dalam masyrakat. Ilmu Pengetahuan Sosial juga mengajarkan tentang nilai-nilai sosial dan sikap yang terkandung dalam kehidupan masyarakat, termasuk menyikapi budaya bangsa yang merupakan identitas dan warisan yang harus dijaga.
Selain itu, dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada jenjang sekolah dasar ada tujuan yang harus dicapai oleh siswa, antara lain:
1) Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
2) Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial.
3) Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
4) Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, dan berkompetensi dalam masyarakat yang majemuk di tingkat lokal, nasional dan global.
Ilmu Pengetahuan Sosial juga membahas hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Lingkungan masyarakat merupakan tempat bagi anak didik untuk tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari masyarakat, dihadapkan pada berbagai permasalahan yang ada dan terjadi di lingkungan masyarakat. Pendidikan IPS berusaha membantu dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi sehingga akan menjadikannya semakin mengerti dan memahami lingkungan sosial masyarakatnya. Berdasarkan pengertian dan tujuan dari pendidikan IPS, tampaknya dibutuhkan suatu pola pembelajaran yang mampu menjembatani tercapainya tujuan tersebut.
c. Materi Penelitian
Standar Kompetensi : 1. Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keanekaragaman suku bangsa dilingkungan Kabupaten/ kota dan Propinsi.
Kompetensi Dasar : 1.5 Menghargai berbagai peninggalan sejarah dilingkungan setempat (Kabupaten/Kota, Propinsi) dan menjaga kelestariannya. Indikator yang akan dicapai dalam materi penelitian ini diantaranya: 1) Menyebutkan macam-macam bentuk peninggalan sejarah.
2) Mengetahui macam-macam cerita rakyat yang merupakan salah satu bentuk peninggalan sejarah.
3) Mengetahui sejarah terjadinya suatu daerah.