• Tidak ada hasil yang ditemukan

28. Imbalan Pasca Kerja

Dalam dokumen Aset Lancar Kas dan setara kas 2d,2g,3,24, (Halaman 36-41)

28. Imbalan Pasca Kerja

Besarnya imbalan pasca-kerja dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni KEP-150/MEN/2000 (KepMen 150) yang berlaku sejak tahun 2000 dan kemudian disesuaikan menjadi Undang-undang No.13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan sehubungan dengan imbalan pasca-kerja tersebut

Perhitungan aktuaria terakhir atas cadangan imbalan pasti pasca-kerja dilakukan oleh PT Bestama Aktuaria, aktuaris independen, tertanggal 11 Maret 2009.

Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasti pasca-kerja tersebut sebanyak 704 karyawan tahun 2009 (Induk Perusahaan : 655 karyawan).

29. Pajak Penghasilan

Beban pajak penghasilan sampai dengan periode sembilan bulan sebesar Rp.874.369.832.

30. Laba Per Saham

Perhitungan laba (rugi) bersih per saham dasar dari Perusahaan berdasarkan pada informasi berikut:

2009 2008

Rp Rp

Laba (rugi) bersih untuk perhitungan laba per

saham dasar 1.831.298.846 4.317.656.323

Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa untuk

perhitungan laba per saham dasar 52.000.000 52.000.000

Laba (Rugi) per saham dasar 35 83

31. Sifat dan Transaksi Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa

a. Perusahaan yang sebagian pemegang saham dan pengurus atau manajemennya sama dengan Perusahaan, yaitu PT Wisma Nusantara Indonesia dan Hotel Nikko.

b. PT Pantja Indohitech Komputer dan PT Komputa Agung merupakan perusahaan asosiasi.

c. PT Ayu Masagung, PT Perdana Makmur Agung dan PT Timpani Agung merupakan anak perusahaan.

Transaksi Hubungan Istimewa

a. Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa Induk Perusahaan adalah sebagai berikut (Catatan 4,5,15,17 dan 18):

2009 2008

Rp Rp

Piutang lain-lain

PT Ayu Masagung 72.796.981 60.155.777

PT Timpani 1.108.722.557 763.979.891

PT Perdana Makmur Agung 3.637.163.252 180.434.544

Jumlah 4.818.682.790 1.004.570.212

Hutang usaha

PT Perdana Makmur Agung 969.488.240 746.484.039

PT Timpani 35.456.580

-1.004.944.820

746.484.039

b. Hutang bank jangka pendek Perusahaan dijamin dengan deposito berjangka atas nama Pengurus Perusahaan (Catatan 14).

31. Sifat dan Transaksi Hubungan Istimewa (Lanjutan) Transaksi Hubungan Istimewa (Lanjutan)

c. Induk Perusahaan menerbitkan MTN sebesar Rp 15.000.000.000 kepada salah satu pemegang saham Perusahaan (Catatan 18). Beban bunga atas hutang MTN pada tahun 2009 adalah sebesar Rp 1.125.000.000.

d. Perusahaan memberikan gaji dan tunjangan kepada komisaris dan direksi perusahaan sebesar Rp.1.307.815.773 tahun 2009 dan Rp.1.371.334.720 tahun 2008.

Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama sebagaimana bila dilaksanakan dengan pihak ketiga.

32. Aset dan Kewajiban Moneter dalam Mata Uang Asing

Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai aset moneter dalam mata uang asing sebagai berikut

Mata Uang Ekuivalen Mata Uang Ekuivalen

Asing Rp Asing Rp

Aktiva Aktiva lancar

Kas dan setara kas

Dolar Amerika Serikat USD 143.432 1.466.594.052 218.401 2.048.164.578

Riyal Saudi Arabia SAR 273.669 697.856.821 135.114 331.029.989 Dolar New Nealand NZD 34.410 239.815.409 -

-Dolar Australia AUD 18.185 154.729.487 9.366 73.465.564

Baht Thailand THB 502.050 144.766.189 152.091 41.993.840

Dolar Singapura SGD 18.006 123.182.303 5.099 33.621.162

Yuan Chinese CNY 83.915 118.960.902 32.291 44.723.119

Peso Pilipina PHP 291.338 59.491.294 - -Dolar Brunei BND 7.365 50.388.153 -

-Euro Eropa EUR 3.425 48.492.710 3.550 48.819.242

Franc Swiss CHF 5.000 46.826.997 - -Dolar Canada CAD - - 5.590 50.734.980 Yen Jepang JPY - - 10.500 92.954.736 Lain-lain (masing-masing

dibawah Rp 40 juta) 76.106.987 144.003.786

Jumlah Aktiva - Bersih 3.227.211.304 2.909.510.996

2009 2008

32. Aset dan Kewajiban Moneter dalam Mata Uang Asing (Lanjutan)

Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, kurs konversi yang digunakan Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut:

2009 2008 Rp Rp 1 USD 10.225,00 9.378,00 1 SAR 2.550,00 2.450,00 1 NZD 6.969,36 -1 AUD 8.508,64 7.844,23 1 THB 288,35 276,11 1 SGD 6.841,23 6.593,56 1 CNY 1.417,63 1.385,00 1 PHP 204,20 -1 BND 6.841,23 6.593,56 1 EUR 14.158,47 13.751,44 1 CHF 9.364,95 -1 CAD - 9.075,79 33. Perjanjian

a.Perjanjian kerja sama

Induk perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama usaha (Joint business) dengan pihak ketiga, antara lain dengan PT Maharupa Gatra, Toko Bag's Station, PT Instan Print Pratama dan PT Bayuniaga Primamandiri, dimana Induk Perusahaan memperoleh pendapatan komisi penjualan berdasarkan persentase tertentu dari hasil penjualan barang dagangan pihak ketiga (Catatan 25).

b.Perjanjian sewa

Induk Perusahaan mengadakan perjanjian sewa menyewa ruangan toko dengan pihak ketiga yang berjangka waktu antara 3 sampai 20 tahun.

34. Kelangsungan Usaha

Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan anggapan bahwa Perusahaan dan anak perusahaan akan melanjutkan operasinya sebagai entitas yang berkemampuan untuk melangsungkan usahanya. Meskipun Perusahaan dan anak perusahaan menghasilkan laba bersih pada tahun 2009, namun masih memiliki akumulasi defisit sebesar Rp.25.393.663.988. Disamping itu, Perusahaan memiliki hutang usaha, hutang bank dan surat hutang jangka menengah dalam jumlah yang signifikan. Hal-hal tersebut menimbulkan ketidakpastian signifikan tentang kemampuan Perusahaan dan anak perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

Sehubungan dengan kondisi tersebut dan untuk menghadapi kondisi ekonomi yang mungkin semakin memburuk pada tahun yang akan dating, rencana dan tindakan manajemen Perusahaan dan anak perusahaan adalah berupaya melakukan pembiayaan kembali (refinancing) hutang dan berusaha mengefisiensikan manajemen persediaan melalui system konsinyasi untuk mengurangi hutang dagang kepada pemasok, memperluas jaringan pemasaran pemasaran dengan membuka toko baru setiap tahun dan menjual barang-barang merek terbaru, meningkatkan penjualan buku-buku impor untuk memperoleh keuntungan (marjin) lebih tinggi serta mengembangkan usaha distributor untuk barang-barang impor, dan manajemen juga

34. Kelangsungan Usaha (Lanjutan)

mempertimbangkan untuk menutup toko-toko yang tidak efisien atau memperkecil luas ruangan untuk pembukaan toko baru yang potensial.

Pemegang saham Perusahaan telah memberikan pernyataan dukungan keuangan kepada Perusahaan dan anak perusahaan. Pihak manajemen berkeyakinan bahwa rencana diatas dapat dicapai dan memungkinkan Perusahaan dan anak perusahaan memenuhi kewajiban dan merealisasikan asetnya.

35. Kondisi Ekonomi

Krisis keuangan global yang dimulai dari Amerika Serikat telah mempengaruhi pasar modal dan pasar keuangan di Indonesia, ditandai antara lain dengan melemahnya nilai tukar mata uang rupiah, penurunan permintaan dan nilai pasar komoditas, penurunan nilai pasar saham dan surat berharga, serta kenaikan suku bunga. Kondisi tersebut telah mengakibatkan berkurangnya likuiditas, terbatasnya penyediaan kredit serta menurunnya pertumbuhan ekonomi. Memburuknya kondisi ekonomi tersebut diperkirakan akan berdampak lebih jauh di berbagai sector industri dan sector riil pada tahun 2009.

Untuk menghadapi kondisi ekonomi yang mungkin semakin memburuk pada tahun 2009, manajemen Perusahaan dan anak perusahaan akan melaksanakan dan melanjutkan rencana dan tindakan sebagaimana diungkapkan pada catatan 34 atas laporan keuangan konsolidasi.

Perbaikan dan pemulihan ekonomi tergantung pada beberapa factor, antara lain kebijakan fiscal dan moneter yang diupayakan oleh Pemerintah, suatu tindakan yang berada diluar kendali Perusahaan dan anak perusahaan untuk mencapai pemulihan ekonomi. Dampak masa depan yang berasal dari kondisi ekonomi pada saat ini atas likuiditas serta pendapatan Perusahaan dan anak perusahaan termasuk dampak masa depan terhadap investor, pelanggan dan pemasok, tidak dapat ditentukan.

36. Informasi Lainnya

Undang-Undang Republik Indonesia No. 36/2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan diterbitkan pada tanggal 23 September 2008. Kebijakan baru dalam Undang-Undang ini mencakup antara lain perubahan ketentuan mengenai definisi subyek pajak, definisi obyek pajak, perhitungan penghasilan kena pajak, serta tariff pajak penghasilan atas penghasilan kena pajak bagi wajib pajak perorangan maupun badan. Undang-Undang ini berlaku efektif tanggal 1 Januari 2009.

37. Reklasifikasi Akun

Beberapa akun dalam laporan keuangan konsolidasi tahun 2008 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan tahun 2009, sebagai berikut:

Sesudah Sebelum

Reklasifikasi Reklasifikasi

Rp Rp

Uang muka dan biaya dibayar dimuka 8.468.015.712 5.457.905.657

Sewa dibayar dimuka jangka panjang 13.290.004.794 16.300.114.849

Reklasifikasi diatas tidak mempengaruhi laporan laba rugi konsolidasi dan laporan perubahan ekuitas konsolidasi perusahaan dan anak perusahaan tahun 2008.

Dalam dokumen Aset Lancar Kas dan setara kas 2d,2g,3,24, (Halaman 36-41)

Dokumen terkait