• Tidak ada hasil yang ditemukan

Imbuhan per-an

Dalam dokumen 273301767 ALL Bahasa Indonesia (Halaman 48-66)

CONTOH SOAL

B. Morfem dan Jenisnya

2. Imbuhan per-an

Imbuhan per-an berfungsi membentuk kata benda yang diturunkan dari katakerja berawalan ber-. Alomorf dari imbuhan per-an: per-an, pe-an dan pel-an.

Imbuhan per-an memiliki makna lebih banyak daripada imbuhan pe-an. Beberapa maknanya sebagai berikut:

1. Menyatakan proses. Contoh: perhitungan, perdebatan, pernikahan. 2. Menyatakan tempat. Contoh: perhentian, permukiman, permakamam. 3. Menyatakan hal yang abstrak. Contoh: pertunjukan, perdamaian. 4. Menyatakan hasil. Contoh: persatuan, perluasan, perlebaran. 5. Menyatakan kumpulan. Contoh: pertokoan, perumahan. 3. Imbuhan ke-an

Imbuhan ke-an fungsinya membentuk kata benda dan kata kerja pasif. Imbuhan ke- an tidak memiliki alomorf.

Makna yang ditimbulkan oleh imbuhan ke-an antara lain:

1. Menyatakan terlalu. Contoh: kependekan, ketinggian, kekecilan, kebesaran. 2. Menyatakan perbuatan yang tidak disengaja. Contoh: kelewatan, ketiduran. 3. Menyatakan sifat. Contoh: kemuliaan, keindahan, kepicikan.

4. Menyatakan agak atau menyerupai. Contoh: kebarat-baratan, kemerah- merahan.

5

CONTOH SOAL

1. Ayah memagari rumah kami dengan pohon kemuning.

Kata-kata yang mempunyai bentukan yang sama maknanya dengan kata yang dicetak tebal di atas terdapat dalam kalimat …. (SIMAK UI 2009)

1) Adik menamai kucing kami si belang.

2) Setelah menguliti apel itu, kakak memotong-motongnya.

3) Ibu menggarami daging sebelum memanggangnya di atas bara arang. 4) Laki-laki itu memacari adik temannya.

Pembahasan:

Makna gramatikal me-i pada kata memagari → memberi pagar … (memberi seperti tersebut pada kata dasar) sama pada kata menamai → memberi nama, menggarami → memberi garam.

Jawaban: (C) 1 dan 3 benar 2. Setelah aksi pembumihangusan itu, gedung ini dibangun menjadi pusat pertokoan.

Bentukan kata pada kalimat di atas sama dengan bentuk kata …. (SIMAK UI 2009) A. Menganaktirikan B. Ketidaktahuan C. Pengambinghitaman D. Memperdengarkan E. Menindaklanjuti Pembahasan:

kata pembumihangusan terbentuk dari pe-an + bumi hangus (dua kata dasar) sejenis dengan pengambinghitaman →pe-an + kambing hitam. /k/ luluh pada kata “kambing” karena nasalisasi (kaidah KTSP).

Jawaban: (C) 3. Kemunculan pola-pola lingkaran geometris di lading pertanian atau crop circle selalu … dengan kehadiran alien di tempat itu dengan mengendarai UFO. Dugaan tersebut didasarkan keyakinan bahwa manusia tidak mampu … pola serumit itu dalam waktu singkat dengan hasil yang hampir sempurna. Sesuai namanya UFO atau unidentii ed l ying object adalah objek terbang yang tidak … Bentuknya bermacam-macam, ada yang seperti titik cahaya yang diam sejenak dan menghilang cepat, ada yang seperti piring terbang. UFO selalu dikaitkan

6

dengan alien, sang makluk luar angkasa yang dalam ilm-ilm iksi ilmiah … sebagai sosok makhluk kecil, berkepala gundul, telinga lebar, dan bewarna hijau. Ia digambarkan memiliki kekuatan super, termasuk … dirinya sama persis dengan makhluk bumi.

Urutan kata yang paling tepat untuk melengkapi teks di atas adalah …. (SNMPTN 2011) A. dihubungkan, membentuk, dikenal, ditampilkan, membuat

B. dihubungkan, membentuk, dikenali, digambarkan, mencipta C. dikaikankan , menghasilkan, dikenak, dimunculkan, membentuk D. dikaitkan, membuat, dikenali, digambarkan, mengubah

E. disertai, membuat, dikenali, ditampilkan, memunculkan Pembahasan:

Sesuai dengan isi paragraf, kata yang tepat untuk melengkapi bagian yang rumpang pada teks, yaitu dikaitkan, membuat, dikenali, digambarkan, mengubah.

Jawaban: (D) 4. Makna berulang-ulang untuk imbuhan ber-an terdapat pada kalimat …. (SMPB 2003)

A. Para penumpang di dalam bis kota itu berhimpitan. B. Anak-anak berhamburan dikejar Pak Ogah.

C. Pada malam hari tampak bintang bertebaran di angkasa. D. Mereka berpandangan, lalu bersalaman.

E. Suara meriam berdentuman selama serangan kilat itu berlangsung. Pembahasan:

berdentuman menyatakan makna terus-menerus berdentum atau dentumannya berulang- ulang.

Jawaban: (E) D. Reduplikasi

Reduplikasi adalah proses dan hasil pengulangan satuan bahasa sebagai alat fonologis atau gramatikal. Reduplikasi inilah yang disebut dengan kata ulang. Misalnya: rumah- rumah, tetamu, bolak-balik, siswa-siswi, tetumbuhan, bermain-main, dan sebagainya. Berbeda dengan bentuk ulang. Bentuk ulang adalah bentuk yang mengalami perulangan yang pada dasarnya merupakan kata dasar. Misalnya: sia-sia, laba-laba, biri-biri, kupu- kupu.

Fungsi dari kata ulang adalah sebagai alat untuk membentuk jenis kata dan dapat dikatakan bahwa perulangan sebuah kata akan menurunkan jenis kata yang sama seperti bila kata itu tidak diulang. Contoh: mobil (kata benda), mobil-mobilan (kata benda).

7

a. Macam-macam Kata Ulang

1. Dwilingga (kata ulang utuh) adalah reduplikasi seluruh bentuk dasar.

Contoh: gadis-gadis, mobil-mobil, peraturan-peraturan, permainan-permainan. 2. Dwilingga Salin Suara (kata ulang berubah bunyi) adalah pengulangan kata penuh

dengan variasi vokal.

Contoh: lauk > lauk-lauk > lauk-pauk, warna > warna-warna > warni-warni.

4. Dwipurwa (kata ulang sebagian) adalah pengulangan sebagian atau seluruh suku awal sebuah kata.

Contoh: laki > lalaki > lelaki, tamu > tatamu > tetamu, jaka > jajaka > jejaka. 5. Kata ulang berimbuhan.

Contoh: surat-menyurat, bertanya-tanya. 6. Kata ulang semu

Contoh: kupu-kupu, gado-gado, compang-camping, anai-anai, pura-pura, mondar- mandir, alih-alih.

b. Makna Kata Ulang

Kata ulang dapat bermakna sebagai berikut:

1. Menyatakan hal: masak-memasak, karang mengarang 2. Menyerupai: kekanak-kanakan, kemerah-merahan 3. Agak atau melemahkan: pening-pening, pusing-pusing 4. Serba atau seragam: putih-putih

5. Resiprok (berbalasan): bersalam-salaman, berpeluk-pelukan 6. Mengeraskan arti (intensitas):

1) Intensitas kuantitatif: siswa-siswa, guru-guru, orang-orang 2) Intensitas kualitatif: cantik-cantik, kuat-kuat, benar-benar 3) Intensitas frekuentatif: memukul-mukul, memeluk-meluk 4) Intensitas variatif: tetumbuhan, pepohonan, buah-buahan c. Penulisan Kata Ulang

1. Gunakan tanda hubung di antara unsur-unsurnya, misalnya anak-anak, kupu-kupu, dan sayur-mayur.

2. Kata majemuk berupa kata benda dilakukan dengan mengulang unsur pertama, misalnya rumah-rumah makan, surat-surat kabar, kereta-kereta api cepat.

3. Kata majemuk yang dianggap padu diulang seluruh katanya, misalnya segitiga- segitiga dan saputangan-saputangan.

4. Kata ulang ditulis serangkai dengan awalan atau akhiran, misalnya berhati-hati dan perundang-undangan.

5. Kata dasar yang tidak mengalami peluluhan KTSP diulang dalam bentuk dasarnya, misalnya mengulur-ulur (bukan mengulur-ngulur).

8

6. Kata dasar yang mengalami peluluhan KTSP diulang dalam bentuk luluhnya, misalnya memanggil-manggil (bukan memanggil-panggil)

7. Tidak boleh menulis kata yang semakna dengan kata ulangnya, misalnya saling bermaaf-maafan, saling pukul-memukul.

CONTOH SOAL

1. Makna kata yang bercetak miring pada kalimat “Ia memukul-mukul meja” sama dengan makna kata pada kalimat …. (SIMAK UI 2009)

A. Buah-buahan segar sangat baik untuk kesehatan. B. Kedua pihak tarik-menarik dalam menghadapi kasus itu. C. Mereka harus masuk berdua-dua ke dalam ruangan itu.

D. Mereka hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala saat melihat kejadian itu. E. Saksi pada pengadilan itu membawa-bawa beberapa nama pejabat.

Pembahasan:

Makna kata memukul-mukul sama seperti menggeleng-gelengkan, yaitu bermakna intensitas frekuentatif atau berulang-ulang. Buah-buahan bermakna banyak jenis buah (intensitas variatif ); tarik-menarik bermakna saling (resiprokal), berdua-dua bermaknakelompok; membawa-bawa bermakna mengikutsertakan.

Jawaban : (D) 2. Penggunaan kata ulang yang tidak tepat terdapat pada kalimat …. (SIMAK UI 2013)

A. Mendengar keputusan bahwa kelompok mereka terpilih menjadi wakil kota Depok, para sisiwa SMK Ceria berpeluk-pelukan.

B. Setiap acara halalbihalal, karyawan di kantor tersebut saling bersalam-salaman. C. Orang itu mungkin sedang gelisah sebab dari tadi tangannya mengetuk-ngetuk

meja.

D. Hujan yang lama ditunggu akhirnya datang juga, kodok di rawa berloncat-loncat dengan riang menyambut hujan.

E. Tolong fotokopi dokumen ini bolak-balik. Pembahasan:

Penggunaan kata ulang yang tidak tepat adalah saling bersalam-salaman. Bersalam- salaman sudah bermakna saling (resiprokal). Seharusnya bersalam-salaman atau saling bersalaman.

9

3. Pemakaian bentuk ulang dalam kalimat berikut salah kecuali dalam kalimat …. (SPMB 2003)

A. Syamila selalu tolong-menolong dalam setiap kesempatan. B. Serombongan penari-penari Bali telah datang sore ini.

C. Syahida dan Syamila saling bantu-membantu menyelesaikan tugasnya. D. Dalam menghadapi kesulitan, kita wajib tolong-menolong.

E. Peristiwa itu kait-mengkait antara yang satu dengan lainnya. Pembahasan:

Pemakaian bentuk ulang yang tepat dalam kalimat tersebut adalah …wajib tolong- menolong. A. selalu tolong-menolong seharusnya selalu menolong; B. Serombongan penari- penari seharusnya penari-penari atau serombongan penari; C. saling bantu-membantu seharusnya saling membantu atau bantu –membantu; E. kait-mengkait seharusnya: kait- mengait.

Jawaban: (D) E. Konjungsi (Kata Penghubung)

Konjungsi adalah partikel yang dipergunakan untuk menggabungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, kalimat dengan kalimat, atau paragraf dengan paragraf. Konjungsi dikenal juga dengan nama lain kata penghubung atau kata sambung.

Ada tiga jenis konjungsi, yaitu konjungsi antarklausa (terbagi dua: konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif ), konjungsi berpasangan (konjungsi korelatif ), dan konjungsi antarkalimat.

a. Konjungsi Antarklausa

Konjungsi antarklausa adalah konjungsi yang menghubungkan klausa yang satu dengan yang lainnya. Tentunya konjungsi ini tidak terdapat dalam kalimat tunggal, tetapi di dalam kalimat majemuk yang terdiri dari dua klausa.

Jenis konjungsi antarklausa dibagi dua:

1. Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang mempunyai status sederajat atau setara. Konjungsi jenis ini biasanya terdapat di dalam kalimat majemuk setara.

Anggota dari kelompok ini adalah:

1) Penanda hubungan penambahan; dan, serta, lagi 2) Penanda hubungan kelanjutan; lalu, kemudian 3) Penanda hubungan pemilihan; atau

10

2. Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang tidak sederajat. Konjungsi ini terdapat dalam kalimat majemuk bertingkat. Berikut adalah kelompok-kelompok konjungsi subordinatif:

1) Penanda hubungan waktu (temporal): tatkala, ketika, waktu, sewaktu, sejak, sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sementara, sambil, seraya, selagi, selama, sehingga, sampai

2) Penanda hubungan syarat (kondisional): asal, asalkan, jika, jikalau, bilamana 3) Penanda hubungan tujuan (i nal): biar, untuk, supaya, agar

4) Penanda hubungan berlawanan dengan klausa atasan (konsesif ): maupun, meskipun, bagaimanapun, walaupun, kalaupun, kendatipun, andaipun, adapun, ataupun, biarpun, sungguhpun, sekalipun

5) Penanda hubungan pemiripan/perbandingan: seperti, laksana, sebagaimana, bagai, ibarat

6) Penanda hubungan penyebaban: sebab, karena, oleh karena 7) Penanda hubungan pengakibatan: sehingga, maka, sampai 8) Penanda hubungan atributif: yang

9) Penanda hubungan penjelasan: bahwa 10) Penandahubungan cara/alat: dengan, tanpa b. Konjungsi Korelatif

Konjungi korelatif (konjungsi berpasangan), adalah konjungsi terdiri dari dua bagian yang dipisahkan oleh kata, frase, atau klausa. Konjungsi ini menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa dan kedua unsur itu memiliki status sintaksia yang sama.

Beberapa Kata Penghubung Korelatif 1. tidak … tetapi

2. tidak hanya … tetapi juga 3. bukan … melainkan

4. bukan hanya … melainkan juga 5. makin … makin

6. jangankan …, … pun …. 7. sebagaimana … maka

8. seperti halnya … demikian juga

9. kalau tidak … , … sekurang-kurangnya… 10. entah …. ,entah …

11. seandainya …kemungkinan 12. … sedemikian sehingga …

11

c. Konjungsi Antarkalimat

Konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang menghubungkan kalimat satu dengan kalimat sebelumnya dalam satu paragraf. Konjungsi ini mempunyai ciri diawali dengan huruf kapital karena posisinya di awal kalimat dan diakhiri dengan tanda koma.

Konjungsi antarkalimat menyatakan makna yang berbeda-beda dalam pemakaiannya di dalam kalimat. Berikut makna dan jenis konjungsi antarkalimat seperti dipaparkan dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

1. Menyatakan pertentangan dengan kalimat yang dinyatakan sebelumnya: namun, akan tetapi

2. Menyatakan akibat dari kalimat sebelumnya: oleh sebab itu, oleh karena itu

3. Menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya: sebelum itu

4. Menyatakan kelanjutan dari peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya: sesudah itu, setelah itu, selanjutnya

5. Menyatakan pewarasan (keesklusifan) dari pernyataan sebelumnya: kecuali itu 6. Menyatakan konsekuensi; dengan demikian

7. Menyatakan keadaan lain di luar dari yang telah dinyatakan sebelumnya: selain itu 8. Menyatakan kebalikan dari pernyataan sebelumnya: sebaliknya

9. Menyatakan kondisi sebenarnya: sesungguhnya, bahwasanya

10. Menyatakan kesediaan untuk melakukan hal yang beda dari yang dinyatakan sebelumnya: biar pun begitu, sekalipun begitu

CONTOH SOAL

1. Tidur adalah kebutuhan hidup yang tidak bisa diabaikan. … banyak orang menyepelekan aktivitas nikmat ini. …, banyak orang memotong waktu tidurnya supaya bisa melakukan pekerjaan atau aktivitas lain dalam jumlah lebih banyak. …, hal tersebut justru akan berpengaruh negatif pada tubuh.

Kata penghubung yang tepat untuk mengisi titik-titik tersebut adalah …. (SPMB 2005) A. tetapi, sehingga, sedangkan

B. tapi, hingga, sedang

C. namun, oleh karena itu, padahal D. tetapi, sampai, meskipun E. sebaliknya, karena, walaupun

12

Pembahasan:

Konjungsi yang tepat dengan teks tersebut adalah konjungsi antarkalimat: namun…, oleh karena itu…, padahal…

2. (1) Jika dibandingkan dengan biaya di SMU, biaya di perguruan tinggi lebih mahal. (2) Setiap mahasiswa harus dapat mengatur pengeluaran secara hemat.

Kata penyambung kalimat yang tepat untuk menghubungkan kedua kalimat tersebut …. (SPMB 2002)

A. Maka B. Sehingga C. Oleh karena itu D. Sementara itu

E. Sehubungan dengan itu Pembahasan:

Kalimat pertama menyatakan perbandingan ..., biaya perguruan tinggi lebih mahal maka konjungsi yang tepat adalah “Sehubungan dengan itu, setiap mahasiswa harus dapat mengatur pengeluaran secara hemat.”

Jawaban: (E) 3. Demonstrasi di Mesir menuntut penerapan syariah dalam pelaksanaan kehidupan bernegara.

…, mereka yang mengklaim sebagai kelompok gerakan Islam justru memboikotnya. Kata hubung yang paling tepat untuk mengisi rumpang kalimat di atas adalah …. (SIMAK UI 2013)

A. Sebaliknya B. Selain itu C. Setelah itu D. Oleh sebab itu E. Tetapi

Pembahasan:

Kalimat sesudahnya menyatakan makna kebalikan dari kalimat sebelumnya.

1

BAHASA

INDONESIA

05

MATERI D

AN L

ATIHAN SBMPTN

TOP LE

VEL - XII SM

A

SET 5

LATIHAN MORFOLOGI

1. Pembentukan kata-kata berikut sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku kecuali …. (SIMAK UI 2011)

A. mengkliring, mencap, mengkop B. mengklakson, mengeset, mengicau C. mengeklik, mengelem, mengelas D. mengelap, mengkhitan,mengilap E. mengklarii kasi, mengklise, mengontrol

2. Wisata bawah laut di perairan Wakatobi Sulawesi Tenggara akan menjadi keunggulan kelautan yang terintegrasi.

Kata keunggulan pada kalimat tersebut sama dengan bentuk kata yang dicetak miring pada kalimat …. SIMAK UI 2009)

1) Dia berharap ekspor ini akan memberikan keuntungan nyata. 2) Hal itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. 3) Wakatobi diharapkan dapat menjadi kekayaan dunia.

2

3. Murid-murid memperbaiki kesalahan pekerjaan rumah matematika. Perbaikan itu sudah diperiksa guru.

Pilihlah nomor dengan pasangan bentukan kata yang betul seperti contoh kalimat di atas! (SNMPTN 2008)

A. Warga kota memilih calon yang paling popular. Pilihan dilaksanakan beberapa minggu lalu.

B. Sulit sekali menentukan masa depan keadaan negara kita. Para peramal saja tidak mampu memprediksi ketentuan seperti itu.

C. Para korban bencana luapan lumpur Sidoarjo tidak tahu lagi ke mana mereka harus mengadukan nasibnya. Pengaduannya ditanggapi dingin di mana-mana.

D. Para ahli hukum meniadakan ketentuan yang penting dari rencana undang-undang itu. Ketiadaan ketentuan itu menimbulkan perdebatan seru di parlemen.

E. Pelapor terjadinya kejahatan dilindungi undang-undang. Laporan itu disampaikan secara rahasia.

4. Kata berimbuhan yang dipakai pada konteks yang tidak tepat ditemukan dalam kalimat …. (SIMAK UI 2010)

A. Burung gereja beterbangan mendengar suara lonceng berdentang. B. Anak-anak kejar-mengejar di halaman sekolah.

C. Para penonton berlari-larian turun ke tengah lapangan tatkala melihat api berkobar. D. Amran dan Rio selalu surat menyurat melalui e-mail.

E. Pemandangan indah terhalang karena lembah berselimutkan kabut.

5. (1) Perkembangan pertanian organic di dunia meningkat tajam seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kesadaran masyarakat untuk kembali ke alam (back to nature) tentang gaya hidupnya. (2) Masyarakat ingin dapat mengonsumsi pangan dan produk hasil peternakan misalnya daging, telor, dan susu) yang kaya nutrisi aman dikonsumsi, dan ramah lingkungan. (3) Karena itu, perlu secara serius memperhatikan penyiapan lahan, bibit, proses, panen, pasca panen, penyimpanan, dan pemasaran produk hasil pertanian agar tidak mempergunakan atau tercemar bahan-bahan kimia nonalami.

Dalam bacaan tersebut, terdapat pemakaian bentuk kata yang tidak tepat, yaitu …. (UMB 2011)

A. pertumbuhan dalam kalimat (1) B. perkembangan dalam kalimat (1) C. memperhatikan dalam kalimat (3) D. penyiapan dalam kalimat (3) E. mempergunakan dalam kalimat (3)

3

6. Hingga kini, kurangnya tenaga media dan kesenjangan fasilitas kesehatan, terutama di pedesaan, masih terjadi …, pemerintah perlu memberikan dorongan daripada calon dokter dan paramedik agar bersedia ditempatkan di berbagai puskesmas atau rumah sakit di daerah terpencil. …, pemerintah perlu memberikan perhatian dan penghargaan yang layak pada tenaga medis yang mengabdi di daerah tertinggal. …, diharapkan, … masyarakat desa … kota sama-sama menikmati pelayanan kesehatan.

Kata yang tepat untuk melengkapi titik-titik dalam paragraf di atas berturut-turut adalah …. (UM-UGM 2009)

A. karena, sehingga, adapun, baik, ataupun

B. oleh karena itu, untuk itu, dengan demikian, baik, maupun C. di samping itu, sehingga, oleh sebab itu, baik

D. selain itu, sehingga, maka, baik, maupun E. sedangkan, sehingga, adapun, baik, atau

7. Di hari-hari Piala Dunia ini, setiap orang tentu akan berbicara tentang sepakbola, berdiskusi mengenai sepak bola, bahkan mempertaruhkan segalanya demi sepakbola. Jauh-jauh hari di Kupang sudah digelar sebuah acara Ba Omong Bola. …, ulasan tentang Piala Dunia sudah dimuat di berbagai media dan Koran lokal. …, pesta Piala Dunia adalah pesta kita juga. Kata sambung yang tepat untuk menjaga kepaduan paragraf di atas adalah …. (SIMAK UI 2012)

A. dengan demikian; sehingga B. dengan demikian; bahkan C. bahkan; di samping itu D. bahkan; walaupun demikian E. di samping itu; sehingga

8. (1) Kemarahan dapat meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. (2) Hal ini disebabkan oleh pelepasan hormon stress akibat marah. (3) …, kemarahan membuat sel- sel otot jantung membutuhkan banyak oksigen dan menyebabkan kekentalan pada darah meningkat (4) Keadaan tersebut membuat detak jantung meningkat melebihi batas wajar dan menyebabkan naiknya tekanan darah.

Kata penghubung yang tepat untuk mengisi rumpang pada kalimat ketiga tersebut adalah …. (SIMAK UI 2012) A. akibatnya B. selain itu C. sebab D. dan E. akhirnya

4

9. Kata berimbuhan (bercetak miring) digunakan secara tepat dalam kalimat . . . . (SPMB 2002)

A. Mandor di pabrik itu membawahi sepuluh orang kuli yang rajin-rajin. B. Kepala sekolah menugasi para guru untuk menghadiri rapat

C. Anita telah mengirimi surat kepada bapaknya.

D. Tujuan kegiatan ini adalah mengolahragakan para karyawan. E. Tini pergi ke dokter untuk mencabutkan giginya yang sakit. 10. Bangunan di perumahan baru itu kecil-kecil.

Arti pengulangan pada kecil-kecil sama dengan arti pengulangan pada kata bercetak miring di bawah ini, kecuali …. (UMPTN 2001)

A. Dia mengayuh perahunya cepat-cepat. B. Barang dagangannya murah-murah.

C. Akibat banjir itu penduduk di sana sakit-sakit. D. Tanaman di kebunnya subur-subur.

E. Tentu saja cantik-cantik karena mereka artis.

11. Penggunaan konjungsi korelatif dengan benar terdapat dalam kalimat …. (UMPTN 2001)

A. Penerapan nilai Pancasila tidak hanya melalui pemahaman, tetapi juga melalui pengamalan secara pribadi.

B. Penerapan nilai Pancasila bukan hanya melalui pemahaman, tetapi juga melalui pengamalan secara pribadi.

C. Penerapan nilai Pancasila tidak hanya melalui pemahaman, melainkan juga melalui pengamalan pribadi.

D. Penerapan nilai Pancasila bukan hanya melalui pemahaman, melainkan juga melalui pengamalan pribadi.

E. Penerapan nilai Pancasila bukan melalui pemahaman saja, melainkan melalui pengamalan secara pribadi.

12. Lokasinya memang kurang menguntungkan, tetapi keindahannya sangat memukau. Arti ke-an pada kata keindahan alam kalimat tersebut terdapat juga pada kata yang bercetak miring dalam kalimat …. (SPMB 2003)

A. Masalah kegunungapian merupakan suatu ilmu tersendiri.

B. Tidak menutup kemungkinan kalau areal itu juga akan dikelola menjadi objek wisata.

5

D. Kehadirannya sangat diharapkan.

E. Keberhasilannnya mengelola lembaga pendidikan itu menjadi pertimbangan utama. 13. Kata yang bercetak miring berikut yang digunakan secara benar sesuai dengan konteks

kalimat sebelumnya adalah …. (SPMB 2004) A. Jika tidak ada permintaan dari atasan untuk mengubah butir-butir anggaran, kita

tidak perlu melalukan perubahan butir-butir tersebut.

B. Meskipun berlatih di arena yang telah disiapkan sebelumnya, ia selalu tidak mendapatkan hasil dari kegiatan perlatihannya itu.

C. Keputusan itu dirumuskan oleh para ahli dari berbagai bidang ilmu sehingga perumusannya benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

D. Pemandu diskusi telah menyimpulkan hasil pembahasan. Kesimpulan tersebut disusun berdasarkan hasil presentasi dan tanggapan peserta.

E. Peserta lomba lukis harap menyediakan sendiri alat-alat lukisnya karena persediaan panitia sangat terbatas.

14. Anak yang haus kasih sayang biasanya akan mencari perhatian gurunya. Proses pembentukan kata yang sama dengan kasih sayang terdapat dalam kalimat …. (UMB 2008)

A. Cucunya dibelainya dengan penuh kasih mesra. B. Wanita itu mencintai darah dagingnya sendiri.

C. Dengan gagah berani ia menghadapi musuh-musuhnya. D. Kami berdoa untuk keluarga kami di kampung halaman. E. Ia mengungkapkan perasaannya dengan terus terang.

15. Dalam krisis 1997 jumlah ringgit di Malaysia berkurang tajam. Untuk itu, Malaysia berkomitmen tetap akan … transaksi ringgit di luar negeri hingga sepuluh tahun ke depan. Kebijakan itu diambil untuk … terulangnya krisis nilai tukar tersebut. “Para pedagang valas tidak diizinkan … ringgit.” Kata Wakil Menkeu Malaysia, Noor Muhammad Yackop, di depan parlemen.

Untuk mengisi titik-titik pada teks di atas, kata-kata yang tepat adalah …. (SNMPTN 2008)

A. menganjurkan, mencegah, menghemat B. mengizinkan, menghindari, menjual C. mempersilakan, melarang, menghemat D. mencabut, menjaga, membeli

6

16. Berbagai upaya untuk melestarikan Laguna Segara Anakan Cilacap agar terselamatkan dari ancaman kepunahan telah direncanakan dan dilaksanakan oleh pemerintah.

Kata berimbuhan yang tepat untuk menyebut proses yang menjadi inti dalam pernyataan tersebut adalah …. (UMB 2008)

A. Pengupayaan B. Pelestarian

C. Penyelamatan D. Perencanaan E. Pelaksanaan

17. Ulama itu mempertemukan Hasan dan Azizah.

Proses pembentukan kata mempertemukan dalam kalimat di atas sejalan dengan proses pembentukan kata berimbuhan memper-kan dalam kalimat …. (SIMAK UI 2010)

A. Patih Gadjah Mada berupaya mempersatukan kerajaan-kerajaan Nusantara. B. Atasan Anda tidak mempersalahkan Anda atas peristiwa yang terjadi kemarin. C. Mengapa Andi selalu mempertanyakan nilai-nilai kuliahnya?

D. Saya mohon Anda tidak mempersamakan saya dengan dia.

E. Wartawan memperjuangkan orang yang tertindas dengan kata-kata.

18. Makna kata yang bercetak miring pada kalimat Ia memukul-mukul meja sama dengan makna kata pada kalimat …. (SIMAK UI 2009) A. Buah-buahan segar sangat baik untuk kesehatan.

B. Kedua pihak tarik-menarik dalam menghadapi kasus itu. C. Mereka harus masuk berdua-dua ke dalam ruangan itu.

Dalam dokumen 273301767 ALL Bahasa Indonesia (Halaman 48-66)

Dokumen terkait