LATIHAN SINTAKSIS
C. PERUBAHAn MAKnA a Peyoras
Peyorasi (penurunan makna) adalah perubahan nilai rasa menjadi lebih rendah dari yang sebelumnya. Peyorasi menggunakan kata yang merendahkan atau kasar. Peyorasi berasal dari bahasa latin pejoi artinya jelek.
b. Ameliorasi
Ameliorasi (peninggian makna) adalah perubahan nilai rasa menjadi lebih tinggi, lebih hormat, dan lebih disukai. Ameliorasi berasal dari bahasa latin meloi artinya lebih baik. Contoh: Peyorasi Ameliorasi abang kakak perempuan wanita bunting mengandung bini isteri
buruh karyawan, pegawai
pelacur tunasusila
babu pramuwisma
gerombolan kelompok
bui lembaga pemasyarakatan
bunting mengandung
buta tunanetra
tuli tunarungu
orang gila cacat mental, hilang akal
dipecat di-PHK, diberhentikan dengan hormat c. Meluas
Meluas adalah perubahan makna kata yang semula cakupan maknanya lebih sempit dari yang sekarang. Perluasan makna terjadi apabila suatu kata lebih luas dari makna asalnya. Contoh:
Kata Makna Asal Makna Asal
berlayar mengarungi lautan dengan perahu layar
mengarungi lautan dengan kapal layar, kapal motor, kapal nuklir, dsb
4
ibu orang tua kandung
perempuan perempuan dewasa (bersuami) saudara kakak/adik sekandung sebutan pria yang kedudukannya
sama menggarap berkaitan dengan istilah
pertanian “mengerjakan” untuk bidang lain petani orang yang menanam padi orang yang menanam berbagai jenis memancing menangkap ikan memanaskan suasana
putra anak raja yang laki-laki semua anak laki-laki putri anak raja yang perempuan semua anak perempuan
d. Menyempit
Menyempit adalah perubahan makna dari yang semula cakupan maknanya luas kini menjadi lebih sempit.
Contoh:
Kata Makna Asal Makna Baru
sarjana orang pintar
(cendekiawan) gelar universitas (strata 1/S1) ulama orang yang berilmu pemuka islam
pendeta orang pandai rohaniwan kristen
skripsi semua tulisan tangan karangan ilmiah syarat kelulusan S1 tukang ahli, bisa mengerjakan
banyak hal
terbatas, seperti tukang kayu, tukang bakso, tukang batu, dll
madrasah semua sekolah hanya sekolah Islam memancing menangkap ikan memanaskan suasana putra anak raja yang laki-laki semua anak laki-laki putri anak raja yang perempuan semua anak perempuan e. Sinestesia
Sinestesia adalah perubahan makna karena adanya pertukaran tanggapan dua indera yang berbeda.
Contoh:
1. muka masam Indra penglihatan, indra perasa 2. wajah manis Indra penglihatan, indra pengecap
5
3. suaranya tajam indra pendengaran, indra perasa 4. cintamu begitu wangi Indra perasa, indra penciuman 5. pengalaman pahit Indra perasa, indra pengecap 6. kata-katanya pedas Indra pendengaran, indra pengecap 7. suaranya keras Indra pendengaran, indra perasa 8. gerak tubuhnya lembut Indra penglihatan, indra perasa f. Asosiasi
Asosiasi adalah perubahan makna karena adanya persamaan sifat atau hubungan makna secara tidak langsung.
Contoh:
Kata Makna Asal Makna Baru
amplop bungkus surat sogokan, uang suap kursi tempat untuk duduk kedudukan, jabatan
Kata Makna Asal Makna Baru
tikus binatang pengerat koruptor
sikat alat pembersih merampas barang orang bunglon binatang yang bisa ganti warna plin-plan, penyamar
kakap ikan lebar dan pipih kelas berat, berkualitas tinggi memancing menangkap ikan memanaskan suasana putra anak raja yang laki-laki semua anak laki-laki putri anak raja yang perempuan semua anak perempuan Makna asosiasi juga dapat dihubungkan dengan unsur-unsur berikut:
1. Nilai Rasa
Kesan baik dan buruk atas kata tersebut. Contoh:
tolol yang mengandung nilai rasa penghinaan.
tiga belas dianggap mempunyai nilai rasa kesialan.
2. Warna
Warna mempunyai sosiasi tertentu. Contoh:
hitam = duka, merah = berani, putih = suci
6
3. Tempat/Lokasi
Contoh:
Koruptor sedang menginap di hotel prodeo (penjara).
4. Waktu atau Peristiwa
Contoh:
Hari kemerdekaan bangsa Indonesia = 17 Agustus. g. Apelativa
Apelativa, yaitu makna yang muncul disebabkan:
1. anamatope atau tiruan bunyi, contoh cecak dan tokek
2. perbuatan, contoh kuli tinta
3. penemu, contoh ikan mujair dan lampu Phillips
4. tempat, contoh dodol garut
5. bahan, contoh kain sutera, karung goni
6. sifat menonjol, contoh si hitam dan si mancung
CONTOH SOAL
1. Kata berlayar yang dahulu hanya dipakai dalam kalimat seperti ini, “Nelayan tradisional berlayar mencari ikan setiap malam”. Kini berlayar juga dipakai dalam kalimat seperti ini,
“Marilah berlayar bersama kapal pesiar kami”. Artinya, kata itu mengalami …. (SPMB 2002)
A. penyempitan makna B. perluasan makna
C. perubahan makna yang membaik D. perubahan makna yang memburuk E. perubahan makna menjadi makna kiasan Pembahasan :
Kata ‘berlayar’ mengalami perluasan makna. Dahulu ‘berlayar’ menggunakan perahu yang ada layarnya (kain) sekarang tidak mutlak ada layar untuk berlayar.
Jawaban: B 2. … Semua pemerintah negara tersebut berpendapat bahwa luka yang ditimbulkan oleh
tindakan kejam dan brutal aparat kekuasaan terhadap warga di masa lampau tak pernah bisa disembuhkan dengan hanya membiarkannya ditelan waktu.
7
Makna kata luka dalam teks di atas, sama dengan makna kata luka pada kalimat … (SPMB 2002)
A. Sambil berlari, kubawa luka hatiku.
B. Jangan membawa pisau yang dapat melukai temanmu! C. Korban pengeboman itu banyak yang terluka.
D. Lambungnya luka karena sering makan makanan pedas. E. Luka di kakinya makin lama makin memerah.
Pembahasan :
‘Luka’ pada kalimat di atas, bermakna kiasan. Itu berarti sama dengan kalimat “Sambil berlari, kubawa luka hatiku.” pada pilihan A.
Jawaban: A 3. Keringat membanjiri tubuhnya … (SIMAK UI 2009)
Kata membanjiri pada kalimat tersebut bermakna …. 1) memenuhi
2) meningkat 3) membasahi 4) banyak Pembahasan :
Makna gramatikal membanjiri sama dengan membuat jadi seperti kata dasar (membuat jadi banjir). Meningkat sama dengan bermakna menjadi → membuat jadi tingkat (salah), membuat jadi banyak (salah).
Jawaban B 4. Kata jual yang bermakna leksikal terdapat dalam kalimat … (UM UGM 2009)
A. Sejarah membuktikan bahwa sebagian pribumi menjual bangsanya sendiri pada tangan penjajah.
B. Kau tidak akan mendapat jodoh kalau terlalu jual mahal.
C. Bagi sebagian anak muda, blog adalah media untuk jual tampang.
D. Para penipu berkedok hadiah biasanya menjual nama perusahaan tertentu. E. Oknum paramedis di RS swasta, itu terlibat aksi jual-beli gigi palsu.
Pembahasan :
Makna leksikal adalah makna leksikal sesuai dengan arti kamus atau makna sesungguhnya (denotasi). Jadi, jawaban yang tepat adalah “Oknum paramedis di RS swasta itu terlibat aksi
jual beli gigi palsu.”
8
5. Makna asosiasi dapat ditemukan dalam kalimat-kalimat berikut, kecuali … (UM UGM 2010)
A. Mereka sering mengolok-oloknya karena berasal dari Ragunan.
B. Beberapa saksi mata mengatakan bahwa pada hari-hari tertentu di sekitar pohon itu, sering terlihat putih-putih yang melintas dengan cepat.
C. Mulut gang itu telah ditutup pagar kawat berduri agar para perusuh tidak dapat masuk ke perkampungannya.
D. Sejak 1976, warung Pak Kumis memang telah digandrungi orang.
E. Dengan khidmat, semua peserta upacara memberi hormat kepada Sang Merah Putih
Pembahasan :
Pilihan A. dari Ragunan makna asosiasinya binatang; B. terlihat putih-putih makna asosiasinya hantu; C. ditutup pagar kawat berduri makna asosiasinya dijaga dengan petugas keamanan yang ketat. Opsi (E) kepada Sang Merah Putih makna asosiasinya bendera kebangsaan Indonesia.
Jawaban: D D. HUBUnGAn ARTI KATA
a. Sinonim
Sinonim adalah dua kata atau lebih yang mempunyai arti sama.
• Sinonim persis atau lengkap (saling menggantikan).
Contoh:
konsisten = taat asas = ajeg efektif = mangkus
efesien = sangkil realisasi = pelaksanaan
• Sinonim mirip atau tidak saling menggantikan.
Contoh:
besar = makro = kolosal = raya = agung = akbar
• Padanan kata adalah kesejajaran makna dengan kata bahasa lain.
Contoh:
sophisticated = canggih
consistent (Inggris) = taat asas
maison (Perancis) = rumah b. Antonim
9
Contoh: wanita >< lelaki hidup >< mati eisien >< boros lebar >< sempit c. HiponimHiponim adalah kata-kata yang artinya dicakup oleh arti kata yang lain. Contoh:
lavender, melati, mawar, anggrek dicakup oleh arti kata bunga.
Lavender adalah hiponim dari bunga, sedangkan bunga adalah hipernim dari
lavender. Jadi, hipernim adalah kata yang mencakup kata yang lain. Lavender dengan
melati hubungannya selajar yang disebut kohiponim. d. Polisemi
Polisemi adalah kata-kata yang artinya berkaitan. Contoh:
kaki orang, kaki gunung, kaki langit, kaki bukit