• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENGELOLAAN KASUS

2.4 Asuhan Keperawatan Kasus

2.4.5. Implementasi dan Evaluasi

No.Dx Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP) Dx. 1 1. Melakukan pengkajian nyeri

secara komprehensif yang meliputi lokasi, karateristik, frekuensi/lamanya nyeri terjadi, onset, kapan nyeri yang dirasakan, skla nyeri, dan faktor pencetus nyeri.

2. Memperlihatkan teknik relaksasi secara individual yang efektif untuk mencapai kenyamanan.

3. Melakukan manajemen nyeri, missal dengan kompres dingin.

4. Mengkaji tanda-tanda vital.

S: klien mengatakan nyeri disekitar payudara

A:Masalah belum teratasi.

Klien masih merasakan nyeri.

P:intervensi dilanjutkan

Dx. 2 1. Mengkaji pengetahuan dan pengalaman ibu dalam pemberian ASI.

2. Mengkaji ketidaknyamanan (seperti, putting lecet, kongesti payudara).

3. Menganjurkan kepada ibu memompa ASI secukupnya untuk mengurangi kongesti payudara, memungkinkan puting menonjol.

4. Menawarkan makanan atau cairan untuk ibu selama siang dan sore hari sebelum waktu

menyusui.

5. Mengajarkan tekhnik menyusui.

S:Ibu mengatakan kurang memahami cara pemberian ASI yang benar.

O:

• terlihat bengkak area payudara

A:Masalah belum teratasi Klien mengatakan kurang memahami cara pemberian ASI yang benar.

P:intervensi dilanjutkan.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN 3.1 Kesimpulan

Setelah dilakukan pengkajian pada pasien Ny. W, ada dua prioritas masalah keperawatan yang ditemukan yaitu:

1. Gangguan rasa aman dan nyaman; Nyeri berhubungan dengan bendungan ASI ditandai dengan adanya pembengkakan pada payudara, nyeri dan juga tidak ada produksi ASI, skala nyeri 4, tanda-tanda vital, T: 36,7 ºC, TD:

120/80 mmHG, RR: 80 kali/menit, HR: 20 kali/menit.

2. Ketidakefektifan pemberian ASI berhubungan dengan kelainan pada payudara ibu ditandai dengan adanya bendungan ASI, pembengkakan pada payudara dan tidak ada produksi ASI.

Diagnosa keperawatan prioritas masalah adalah diagnosa gangguan rasa aman dan nyaman; Nyeri. Kemudian dilakukan implementasi berdasarkan intervensi yang direncanakan selama dua hari dan hasil evaluasi yang didapatkan yaitu masalah teratasi sebagian.

3.2 Saran

a. Bagi Pelayanan Kesehatan

Diharapkan bagi Pelayanan Kesehatan agar perawatan tidak hanya dilakukan di Rumah Sakit tetapi dilakukan juga di komunitas dengan cara melakukan Home Care agar permasalahan dalam mencegah masalah kebutuhan dasar mobilisasi dapat teratasi.

b. Bagi Institusi Pendidikan

Diharapkan bagi staf pengajar dapat meningkatkan pengayaan, penerapan, dan pengajaran asuhan keperawatan kepada mahasiswa, meningkatkan ilmu pengetahuan dan memberikan keterampilan yang lebih kepada mahasiswa.

Daftar Pustaka

Hawthorn & Redmond. (1998). Konsep dan Keperawatan Nyeri. Yogyakarta:

Graha Ilmu

Pasero. (1997). Konsep dan Proses keperawatan Nyeri. Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika

Potter, A.P. & Perry, A. G. (2005) Buku Ajar Fundamental Keperawatan:

Konsep, Proses, dan Praktik. Edisi Keempat. Jakarta : EGC

Prawiroharjo. (2005). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC

Pritchar. (1999). Asuhan Kebidanan IV (Patologi Kebidanan). Jakarta: Trans Info Media.

Sarwono. (2005). Buku Ajar Kebutuhan Manusia. Jakarta: EGC

Lampiran 1 CATATAN PERKEMBANGAN

No.Dx Hari/

Tanggal

Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi (SOAP)

1. Melakukan pengkajian

nyeri secara komprehensif yang

meliputi lokasi, karateristik,

frekuensi/lamanya nyeri terjadi, onset, kapan nyeri yang dirasakan, skla nyeri, dan faktor pencetus nyeri.

2. Memperlihatkan teknik

relaksasi secara individual yang efektif

untuk mencapai kenyamanan.

3. Melakukan manajemen nyeri, misal dengan kompres dingin.

4. Mengkaji tanda-tanda vital.

Dx. 2 18 Juni

1. Mengkaji pengetahuan dan pengalaman ibu dalam pemberian ASI.

2. Mengkaji

ketidaknyamanan

(seperti, putting lecet, kongesti payudara).

3. Menganjurkan kepada ibu memompa ASI secukupnya untuk mengurangi kongesti payudara,

memungkinkan puting menonjol.

4. Menawarkan makanan atau cairan untuk ibu selama siang dan sore hari sebelum waktu menyusui.

5. Mengajarkan tekhnik menyusui.

1. Melakukan pengkajian

nyeri secara komprehensif yang

meliputi lokasi, karateristik,

frekuensi/lamanya nyeri terjadi, onset, kapan nyeri yang dirasakan, skla nyeri, dan faktor pencetus nyeri.

2. Memperlihatkan teknik

S : Klien

relaksasi secara individual yang efektif

untuk mencapai kenyamanan.

3. Melakukan manajemen nyeri, missal dengan kompres dingin.

4. Mengkaji tanda-tanda vital.

1. Mengkaji pengetahuan dan pengalaman ibu dalam pemberian ASI.

2. Mengkaji

ketidaknyamanan

(seperti, putting lecet, kongesti payudara).

3. Menganjurkan kepada ibu memompa ASI secukupnya untuk

memungkinkan puting menonjol.

4. Menawarkan makanan atau cairan untuk ibu selama siang dan sore hari sebelum waktu menyusui.

5. Mengajarkan teknik menyusui.

1. Melakukan pengkajian

nyeri secara komprehensif yang

meliputi lokasi, karateristik,

frekuensi/lamanya nyeri terjadi, onset, kapan nyeri yang dirasakan, skla nyeri, dan faktor pencetus nyeri.

2. Memperlihatkan teknik

relaksasi secara individual yang efektif

untuk mencapai kenyamanan.

3. Melakukan manajemen nyeri, misal dengan kompres dingin.

4. Mengkaji tanda-tanda

1. Mengkaji pengetahuan dan pengalaman ibu dalam pemberian ASI.

2. Mengkaji

ketidaknyamanan

(seperti, putting lecet, kongesti payudara).

3. Menganjurkan kepada ibu memompa ASI secukupnya untuk mengurangi kongesti payudara,

memungkinkan puting menonjol.

4. Menawarkan makanan atau cairan untuk ibu selama siang dan sore hari sebelum waktu menyusui.

5. Mengajarkan teknik menyusui.

P : Intervensi dilanjutkan (oleh keluarga)

• Menganjurk an kepada ibu

memompa ASI

secukupnya untuk mengurangi kongesti payudara, memungkin kan puting menonjol.

• Menawarka n makanan atau cairan untuk ibu selama

siang dan sore hari sebelum waktu menyusui.

Lampiran 2 Asuhan Keperawatan Kasus

1. Pengkajian

PROGRAM D-III KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN USU

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS

I. BIODATA

IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. W

Jenis Kelamin : Perempuan

Umur : 32 Tahun

Status Perkawinan : Menikah

Agama : Islam

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Alamat : Jl. Karya Bakti Kel. Sari Rejo Kec. Medan Polonia Golongan Darah : A

Tanggal Pengkajian : 17 Juni 2017

II. KELUHAN UTAMA

Ny.W mengatakan nyeri dibagian payudara.

III. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG Klien mengatakan adanya bendungan payudara.

A. propokatif

1. Apa penyebabnya : karena ada bendungan ASI pada payudara kanan

B. Hal-hal yang memperbaiki keadaan : Istirahat C. Quantity/ quality

1. Bagaimana dirasakan : nyeri seperti tertusuk-tusuk 2. Bagaimana dilihat : klien terlihat meringis D. Region

A. Dimana lokasinya : Ny.W mengatakan nyeri pada bagian payudara kanan

1. Apakah menyebar : Ny.W mengatakan nyeri tidak menyebar.

E. Severity

Ny.W mengatakan keadaan yang sekarang sangat mengganggu.

F. Time

Ny.W mengatakan nyeri saat menyususi.

IV. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU A. Penyakit yang pernah dialami

Ny.W mengatakan tidak pernah menderita penyakit yang berat, hanyademam,pusing dan flu biasa saja.

B. Pengobatan/ tindakan yang dilakukan

Ny.W mengatakan jika demam, pusing dan flu hanya minum obat yang dibeli dari warung.

C. Pernah dirawat/ dioperasi

Ny.W mengatakan tidak pernah di rawat di rumah sakit D. Lama dirawat

Ny.W mengatakan tidak pernah di rawat di rumah sakit E. Alergi

Ny.W mengatakan tidak ada alergi terhadap obat, makanan, binatangmaupun lingkungan.Klien mengatakan tidak ada alergi

F. Imunisasi

Ny.W mengatakan mendapatkan imunisasi lengkap.

V. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA B. Orang tua

Orang tua Ny. W tidak ada mengalami penyakit yang berat.

C. Saudara kandung

Ny.W mengatakan tidak ada riwayat penyakit turunan.

D. Penyakit keturunan yang ada

Ny.W mengatakan tidak ada penyakit turunan pada keluarga.

E. Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa

Ny.Wmengatakan tidak ada saudara atau anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.

F. Anggota keluarga yang meninggal

Ny.W mengatakan tidak ada anggota keluarga yang meninggal G. Penyebab meninggal

Tidak ada anggota keluarga yang meninggal.

VI. RIWAYAT OBSTETRIK

G: 2 P: 2 A: 0 HPHT: 6 September 2016 TTP: 13 juni 2017

No Umur Komplikasi/Masalah Kondisi

Anak

Penolong kehamilan Persalinan Nifas

1 7 tahun Tidak ada

masalah dalam kehamilan

Normal Masalah nifas

Sehat Bidan

2 2 Minggu Tidak ada masalah dalam kehamilan

Normal Masalah

nifas Sehat Bidan

VII. RIWAYAT KEADAAN PSIKOSOSIAL A. Persepsi pasien tentang penyakitnya

Pasien kurang mengerti dengan penyakit yang dialaminya.

B. Konsep Diri

Gambaran diri : pasien megatakan menyukai semua bagian tubuhnya.

Ideal diri : klien mengatakan ingin cepat sembuh

Harga diri :pasien mengatakan merasa diperhatikan oleh keluarganya.

Peran diri : di keluarganya pasien berperan sebagai ibu.

Identitas : selama sakit, sebagian besar aktivitas klien dibantu oleh keluarganya.

C. Keadaan Emosi : stabil.

D. Hubungan Sosial

Orang yang berarti : orang yang berarti bagi klien adalah suami dan anak.

Hubungan dengan keluarga : hubungan klien dengan keluarga baik.

Hubungan dengan orang lain : hubungan dengan orang lain cukup baik.

Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : tidak ada hambatan dalam melakukan hubungan dengan orang lain.

E. Spiritual

Nilai dan keyakinan : Islam

Kegiatan ibadah : Sholat Lima Waktu

VIII. STATUS MENTAL

Tingkat Kesadaran : Compos mentis.

Penampilan : Rapi Pembicaraan : Lambat Alam perasaan : Sedih

Afek : Datar

Interaksi selama wawancara : Baik

Memori : Daya ingat baik

IX. PEMERIKSAAN FISIK A. Keadaan Umum

Terlihat ada pembengkakkan pada payudara. Klien tampak menahan sakit dan wajah meringis.

B. Tanda-tanda vital

Suhu tubuh : 36,7 ºC

Tekanan darah : 120/80 mmHg

Nadi : 80 kali/menit

Pernafasan : 20 kali/menit

Skala nyeri : 5 (1-10)

TB : 155 cm

BB : 58 kg

C. Pemeriksaan Head to toe Kepala dan rambut

Bentuk : Bulat dan simetris.

Ubun-ubun : Tidak ada benjolan Kulit Kepala : Bersih

Rambut

Penyebaran dan keadaan rambut : Rambut tumbuh merata.

Bau : Keadaan rambut bersih.

Warna kulit : sawo matang.

Wajah

Warna Kulit : Sawo matang.

Struktur wajah : Oval dan simetris.

Mata

Kelengkapan dan kesimetrisan : Lengkap dan simetris.

Palpebra : Merah muda, lembab.

Konjungtiva dan sklera : merah muda dan sklera putih.

Pupil : Isokor.

Cornea dan iris : Bening

Visus : ketajaman penglihatan baik.

Tekanan bola mata : Baik.

Hidung

Tulang hidung dan posisi septum nasi : Tulang hidung simetris dan posisi septum.

Lubang hidung : Lubang hidung, bersih dan normal.

Cuping hidung : tidak ada cuping hidung.

Telinga

Bentuk telinga : Daun telinga normal dan simetris.

Ukuran telinga : Simetris kiri dan kanan.

Lubang telinga : Lubang telinga paten dan bersih.

Ketajaman pendengaran : ketajaman pendengaran baik.

Mulut dan faring

Keadaan bibir : Bibir lembab dan simetris.

Keadaan gusi dan gigi : Gusi bersih dan gigi lengkap.

Keadaan lidah : Lidah bersih.

Orofaring : Pita suara baik

Leher

Posisi trachea : Medial.

Thyroid :Tidak ada pembesaran thyroid.

Suara : Normal.

Kelenjar limfe : Tidak ada pembesaran limfe.

Vena jugularis : Tidak ada distensi vena jugularis.

Denyut nadi karotis : Denyut nadi teraba.

Pemeriksaan integumen

Kebersihan : Bersih.

Kehangatan : Akral hangat.

Warna : Warna kulit sawo matang.

Turgor : Turgor kulit baik, CRT< 2 detik.

Kelembaban : Baik.

Kelainan pada kulit :Tidak ada kelainan pada kulit.

Pemeriksaan payudara dan ketiak

Ukuran dan bentuk :tidak normal, ada pembengkakan Warna payudara dan areola : sawo matang, areola hitam Kondisi payudara dan putting : ada pembengkakan

Produksi ASI : tidak memproduksi asi Aksilla dan calvicula : normal

Pemeriksaan thoraks/ dada : normal

Inspeksi thoraks : Normal, simetris.

Pernafasan (frekuensi, irama) : 20x/ menit

Tanda kesulitan bernafas : Tidak ada tanda kesulitan bernafas Pemeriksaan paru

Palpasi getaran suara : Gerak dada normal.

Perkusi : Suara resonan

Auskultasi (suara nafas, ucapan suara, suara tambahan) : Vesikuler, tidak ada suara tambahan.

Pemeriksaan jantung

Inspeksi : Tidak dilakukan pemeriksaan.

Palpasi : Tidak dilakukan pemeriksaan.

Perkusi : Tidak dilakukan pemeriksaan.

Auskultasi : Tidak dilakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan abdomen

Inspeksi (bentuk, benjolan) :Tidak dilakukan pemeriksaan.

Auskultasi :Tidak dilakukan pemeriksaan.

Palpasi (tanda nyeri tekan, benjolan, ascites, hepar, lien) : Tidak dilakukan pemeriksaan.

Perkusi (suara abdomen) : Tidak dilakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan kelamin dan daerah sekitarnya

Genitalia (rambut pubis, lubang uretra) : Tidak dilakukan pemeriksaan X. POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI

I. Pola makan dan minum

Frekuensi makan/ hari : 3 kali sehari.

Nafsu/ selera makan : Kurang selera makan.

Nyeri ulu hati : Tidak ada nyeri ulu hati.

Alergi : Tidak ada alergi.

Mual dan muntah : Tidak ada mual dan muntah.

Tampak makan memisahkan diri (pasien gangguan jiwa) : Makan tidak memisahkan diri dari keluarga.

Waktu pemberian makan : Pagi, sore, dan malam.

Jumlah dan jenis makan : satu piring, biasa.

Waktu pemberian cairan/ minum : sewaktu-waktu, 1 liter perhari.

Masalah makan dan minum (kesulitan menelan, mengunyah) : Tidak ada kesulitan saat makan dan minum.

II. Perawatan diri/ personal hygiene Kebersihan tubuh : Bersih.

Kebersihan gigi dan mulut : Bersih.

Kebersihan kuku kaki dan tangan : bersih.

III. Pola kegiatan/ Aktivitas

Uraian aktivitas pasien untuk mandi makan, eliminasi, ganti pakaian dilakukan secara mandiri, sebahagian, atau total:Mandiri.

Uraian aktivitas ibadah pasien selama dirawat/ sakit: klien hanya bisa berdoa selama sakit.

IV. Pola eliminasi 1. BAB

Pola BAB : 2 kali sehari Karakter feses : Feses lunak.

Riwayat perdarahan : Tidak ada perdarahan.

BAB terakhir : Saat dilakukan pengkajian.

Diare : tidak ada diare.

Penggunaan laksatif :Tidak ada penggunaan laksatif.

2. BAK

Pola BAK : 6-7 kali sehari.

Karakter urine : Kuning terang.

Nyeri/ rasa terbakar/ kesulitan BAK : Tidak ada kesulitan BAK.

Riwayat penyakit ginjal/ kandung kemih : Tidak ada riwayat penyakit ginjal.

Penggunaan diuretik : Tidak ada penggunaan deuretik.

Dokumen terkait