• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI

3.5. Implementasi Hasil Observasi pada Film Omen

Percobaan perancangan pencahayaan pertama akan disesuaikan dengan hasil observasi.

3.5.1. Adegan Berlindung

Berdasarkan hasil observasi, cool color dengan dominasi biru digunakan untuk menggambarkan adegan berlindung. Tata warna biru pun digunakan untuk menggambarkan waktu malam. Bila menyesuaikan dengan kondisi kejadian, di mana posisi pertarungan antara Mantis dan Ryfi berada di ujung jurang, jauh dari Mansar maka tata warna biru tepat digunakan. Karena Mantis sebagai sumber cahaya merah berada di posisi yang jauh, dan kondisi api dari obor yang mulai padam satu per satu karena angin, yang menyesuaikan dengan script film. Maka bulan pun menjadi sumber cahaya utama dalam shot. tata warna yang akan digunakan pun berupa tata warna analogus, sesuai dengan hasil observasi. Dari

hal berikut, maka diciptakan color script yang akan menjadi dasar perancangan pencahayaan.

Gambar 3.27 Color Script Adegan Berlindung Implementasi Hasil Observasi (sumber: dokumentasi pribadi)

Cool color dirancang untuk mendominasi shot, yang dapat terlihat pada color palette. Penggunaan tata warna biru dilambangkan sebagai suasana aman

dan pasif di mana tidak terdapat pertarungan dalam shot, dan sebagai tempat beristirahatnya tokoh. Hal ini didukung dengan penggunaan tata warna biru yang

desaturated sehingga mata penonton tidak akan lelah. Jenis tata warna analogus

pun digunakan untuk menurunkan intensitas. Setelah perancangan tata warna dilakukan, akan dilakukan perancangan pencahayaan berdasarkan color script.

Gambar 3.28 Perancangan Pencahayaan Adegan Berlindung Implementasi Hasil Observasi

Gambar 3.29 Proses Perancangan Pencahayaan Adegan Berlindung Implementasi Hasil Observasi

Gambar 3.30 Pencahayaan Adegan Berlindung Implementasi Hasil Observasi (sumber: dokumentasi pribadi)

Perancangan pencahayaan didasarkan pada observasi, yaitu penggunaan

low key, arah cahaya dari atas dan hard light. Cahaya bulan pada shot berfungsi

Gambar 3.31 Color Palette Adegan Berlindung Implementasi Hasil Observasi (sumber: dokumentasi pribadi)

Gambar 3.32 Black and White Adegan Berlindung Implementasi Hasil Observasi (sumber: dokumentasi pribadi)

Gambar 3.33 Histogram Adegan Berlindung Implementasi Hasil Observasi (sumber: dokumentasi pribadi)

Digunakannya low key pada shot bertujuan untuk menyesuaikan pada waktu malam hari dan menunjukkan tokoh yang berusaha bersembunyi. Hard

light atau bayangan yang keras digunakan untuk menyesuaikan dengan style low key yang gelap dengan fill light yang lemah. Perancangan pencahayaan dilakukan

dengan mempertimbangkan tempat dan waktu. Posisi Mansar berada jauh dari pertarungan antar robot, selain itu api pada obor di dekat rumah pun mulai padam sehingga daerah di sekitar rumah pun gelap. Hal ini menunjukkan Mansar yang tengah dilanda ketakutan dan kebingungan sedang berusaha bersembunyi dari kekacauan yang sedang terjadi. Cahaya biru yang dihasilkan pun dapat membantu menggambarkan waktu malam. Maka secara keseluruhan, perancangan pencahayaan dan tata warna berdasarkan hasil observasi dapat membangun adegan aman tanpa menimbulkan kejanggalan pada tempat dan waktu.

3.5.2. Adegan Terancam

Berdasarkan hasil observasi, warm color dengan dominasi orange digunakan untuk menggambarkan adegan terancam. Tata warna orange pun tepat bila menyesuaikan dengan sumber cahaya, di mana sumber cahaya dalam shot berupa bulan, obor, dan robot Mantis. Obor yang berada di halaman cukup banyak

merah Mantis pun ikut berkontribusi. Tata warna biru bulan akan menjadi komplementer dalam shot sehingga dapat menambah intensitas. Dari hal berikut, maka diciptakan color script yang akan menjadi dasar perancangan pencahayaan.

Gambar 3.34 Color Script Adegan Terancam Implementasi Hasil Observasi (sumber: dokumentasi pribadi)

Pada color palette dapat dilihat warm color yang mendominasi. Tata warna orange yang mendominasi pada shot, bila berdasarkan teori memiliki makna kebaikan dan kehangatan, namun tata warna orange dalam perancangan berikut menggambarkan bahaya dan peringatan. Hal ini juga didukung dengan penggunaan saturasi yang cukup tinggi sehingga menimbulkan kesan resah. Tata warna cahaya Mantis memiliki value dan saturasi yang tinggi, serta background berupa langit biru mampu menarik perhatian penonton padanya. Tata warna biru bulan digunakan sebagai penggambaran malam hari. Setelah perancangan tata

warna dilakukan, akan dilakukan perancangan pencahayaan berdasarkan color

script.

Gambar 3.35 Perancangan Pencahayaan Adegan Terancam Implementasi Hasil Observasi (sumber: dokumentasi pribadi)

Gambar 3.36 Proses Perancangan Pencahayaan Adegan Terancam Implementasi Hasil Observasi

Gambar 3.37 Pencahayaan Adegan Terancam Implementasi Hasil Observasi (sumber: dokumentasi pribadi)

Perancangan pencahayaan pun disesuaikan dengan hasil observasi. Penggunaan low key, hard light dan arah cahaya dari belakang. Key light pada

shot merupakan cahaya obor dibelakang tokoh yang menghasilkan bayangan

panjang dan kasar. Sumber cahaya lainnya berasal dari bulan dan robot Mantis, di mana cahaya Mantis berfungsi sebagai fill light dan rim light pada Mansar.

Gambar 3.38 Color Palette Adegan Terancam Implementasi Hasil Observasi (sumber: dokumentasi pribadi)

Dominasi warm color yang dihasilkan oleh api dan cahaya Mantis.

Gambar 3.39 Black and White Adegan Terancam Implementasi Hasil Observasi (sumber: dokumentasi pribadi)

Gambar 3.40 Histogram Adegan Terancam Implementasi Hasil Observasi (sumber: dokumentasi pribadi)

Digunakannya low key terlihat pada histogram. Low key dapat menambah intensitas dalam shot, begitu pula dengan hard light. Value cahaya tertinggi dihasilkan oleh cahaya Mantis, hal ini dapat membantu mengarahkan pandangan penonton padanya. Bayangan menutupi wajah Mantis dan didukung dengan cahaya pada dadanya yang berperan sebagai underlight pada wajah Mantis, menjadikan tampangnya semakin menyeramkan. Perancangan pencahayaan pun mempertimbangkan sumber cahaya pada tempat kejadian dan waktu. Intensitas masing – masing pencahayaan pun menyesuaikan dengan ukuran dan posisi tiap sumber cahaya, sehingga pencahayaan yang dihasilkan pun tidak terlihat aneh. Secara tempat yang merupakan halaman terbuka, maka cahaya dari bulan bebas menerangi sekitarnya, terdapat kabut yang dihasilkan oleh air terjun menyebabkan cahaya api memantul padanya. Secara keseluruhan, pencahayaan dan tata warna yang dihasilkan tepat sesuai dengan suasana, tempat dan waktu serta tidak menimbulkan keanehan.

Dokumen terkait