BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Implementasi
tingkah laku yang diarahkan untuk keperluan inovasi. Berdasarkan pengertian ini menunjukkan bahwa implementasi di dalamnya terdapat aktivitas, aksi, tindakan atau mekanisme suatu sistem.Mekanisme berarti implementasi bukan hanya kegiatan semata, tetapi merupakan suatu kegiatan yang sudah direncanakan dan sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.16 Berdasarkan dua terminologi ini, Implementasi dapat disimpulkan: proses penerapan ide, konsep, dan kebijakan tertentu yang menghasilkan perubahan tingkah laku.
13
https://mobile.sederet.com/translate.php, diakses pada 05/03/2018, pukul 15.01.
14
https://kbbi.kemendikbud.go.id/entri/implementasi,diakses pada 03/03/2018, pukul: 20.24.
15
E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi; Konsep, karakteristik dan Implementasi, (Bandung; Remaja Rosdakarya, 2006), Cet. 9, hlm. 93. Baca juga: Kusnandar dalam Kompri,
Majanemen Sekolah; Teori dan Praktek, (Bandung: Alfabeta, 2014), cet. 1, hlm. 172. 16
Baca:Kompri, Majanemen Sekolah; Teori dan Praktek, (Bandung: Alfabeta, 2014), cet. 1, hlm. 172.
18 Implementasi yang merupakan suatu mekanisme suatu sistem, di dalamnya tidak sekedar aktivitas, tetapi terdapat pula rencana/desain yang ditujukan gunamencapai tujuan tertentu. Berdasarkan hal itu, dalam implementasi terdapat tiga bagian, yaitu desain/perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berikut ini peneliti akan memaparkantiga komponen tersebut.
1. Desain/Perencanaan
Desain memiliki arti kerangka bentuk atau rancangan.17 Memiliki pesamaan kata dengan rencana yang juga mempunyai arti rancangan.18 Kemudian muncul istilah perencanaan yang berarti perbuatan dari rencana. Secara terminologi, perencanaan (planning) menurut Baharuddin, adalah aktivitas pengambilan keputusan mengenai sasaran atau tujuan yang akan dicapai, tindakan apa yang akan diambil dalam rangka pencapaian tujuan atau sasaran apa dan siapa yang akan melaksanakan tugas-tugasnya. Merupakan aktivitas dalam mengambil keputusan mengenai tujuan yang akan dicapai, tindakan yang akan dikerjakan, hingga orang-orang yang akan melaksanakan tugas-tugasnya.19 Dengan begitu, Menurut Baharuddin perencanaan memiliki pengertian aktivitas pengambilan keputusan yang terkait berbagai hal mulai dari tujuan, tindakan dan orang-orang yang melakukan tugasnya.
17
http://kbbi.kemendikbud.go.id/entri/Desain, diakses pada 04/03/2018, pukul. 21.52.
18
http://kbbi.kemendikbud.go.id/entri/rencana, diakses pada 04/03/2018, pukul. 21.53.
19
Baharuddin, Manajeman Pendidikan Islam; Transformasi Menuju Sekolah Unggul, (Malang: UIN-Maliki Pess, 2010), cet. 1, hlm. 99.
19 Roger A. Kauffman memberikan definini tentang perencanaan yang hampir sama dengan Baharuddin. Ia menjelaskan bahwa perencanaan adalah proses untuk menentukan tujuan yang akan dicapai dan menentukan cara dan sumber yang diperlukan guna mencapai tujuan tersebut dengan seefesien mungkin dan seefektif mungkin.20
Sedangkan Burhanuddin memberikan pengertian tentang perencanaan bahwa, pada dasarnya perencanaan merupakan suatu kegiatan yang sistematis tentang apa yang akan dicapai (tujuan). Apa yang akan dicapai ini di dalamnya terdapat kegiatan yang harus dilaksanakan, langkah-langkah, metode-metode, tenaga yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang akan dicapai (tujuan) 21
Berdasarkan beberapa pengertian diatas, desain/perencanaan dapat difahami sebagaisuatu kegiatan atau aktivitas penentuan tujuan. Di dalam penentuan tujuan ini terdapat tujuan apa, siapa yang siapa yang akan melaksanakannya, dan bagaimana langkah-langkah mencapai tujuan itu.
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan memiliki arti proses, cara, perbuatan melaksanakan.22 Pelaksanaan memiliki persamaan kata dengan implementasi.23 secara terminologi, implementasi adalah proses penerapan ide, konsep, kebijakan
20Baca: Baharuddin, Manajeman,...Hlm. 99.
21
Baca: Baharuddin, Manajeman,...Hlm. 99.
22
http://kbbi.kemendikbud.go.id/entri/Pelaksanaan, diakses 05/03/2018, pukul. 11. 48.
23
20 atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga berdampak pada perubahan pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap.24
Menurut Leith Wood, dikutip Nurdin, bahwa implementasi adalah as process. Wood Menjelaskan pula implementasi adalah proses perubahan tingkah laku yang diarahkan untuk keperluan inovasi.25
Supandi memberi definisi implementasi merupakan kebijaksanaan sebagai sesuatu proses menjalankan, menyelenggarakan, atau`mengupayakan agar alternatif-alternatif yang telah diputuskan berlaku di dalam praktik dikaitkan dengan bahasa-bahasa.26
Dari ketiga pengertian diatas, dapat dipahami bahwa implementasi adalah proses penerapan ide, konsep, dan kebijakan tertentu yang menghasilkan perubahan tingkah laku. Desain/perencanaan memiliki hubungan yang erat dengan pelaksanaan/implementasi, yaitu pelaksanaan sebagai wujud dari pada penerapan suatu ide dan konsep yang telah dirumuskan pada perencanaan.
3. Evaluasi
Secara bahasa, Evaluasi dalam Bahasa Inggris disebut evaluation, yang memiliki dua arti penilaian.27 Adapun evaluasi secara istilah adalah aktivitas memberikan nilai kepada sesuatu hal berdasarkan kreteria atau tujuan yang telah ditetapkan. Setelah itu dilakukan pengamblan keputusan
24
Kusnandar dalam Kompri, Majanemen Sekolah; Teori dan Praktek, (Bandung: Alfabeta, 2014), cet. 1, hlm. 172.
25
Baca:Kompri, Majanemen...Hlm. 172.
26Baca:Kompri, Majanemen...Hlm. 172.
27
21 kepada objek yang dievaliasi.28 Pengertian lain tentang evaluasi merupakansuatu proses yang menentukan kondisi, di mana suatu tujuan telah tercapai.29 Evaluasi di dalamnya selalu terdapat proses. Dalam proses evaluasi harus tepat dalam menentukan tujuan.
Dua pengertian diatas ini secara nyata menghubungkan antara evaluasi dengan tujuan yang telah direncanakan dan suatu tindakan yang telah dikerjakan. Tujuan yang telah direncanakan dan tindakan atau kegaiatan yang telah dilakukan semacam penilaian. Penilaian itulah yang bisa menentukan apakah tujuan yang telah dirumuskan sudah tercapai apakah tidak.
Evaluasi dalam konteks pendidikan telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional Pasal 57 ayat. Dipasal tersebut dijelaskan bahwa evaluasi dilaksanakan untuk dua hal pertama untuk menegendalikan mutu pendidikan secara nasional, dan yang kedua, untuk pertanggung jawaban (akuntabilitas) penyelenggara pendidikan terhadap peserta didik, lembaga, dan program pendidikan30.
Pencapaian hasil belajar siswa atau evaluasi dapat diukur melalui dua cara yaitu: 1) Diukur melalui tingkat ketercapian yang ditentukan, dan 2) Diukur melalui tugas-tugas bagi siswa yang bisa diselesaikannya
28
Baca: Djaali dan Puji Mulyono, Pengukuran dalam Bidang Pendidikan,(Jakarta: Grasindo, 2008), cet. 1, hlm. 1.
29
Cross dalam Sukardi, Evaluasi Pendidikan; Prinsip dan Operasionalnya, (Yogyakarta: Bumi Aksara, 2008), cet.1, hlm.1.
22 dengan tuntas 31 Sejalan dengan itu pengukuran hasil belajar siswa dapat dilakukan secara kantitatif maupun kualitatif.
Pengukuran hasil belajar secara kuantitatif adalah pengukuran yang menghasilkan data kuantitaif misalnya tes dan skor. Sedangkan pengukuran hasil belajar kualitatif adalah pengukuran hasil belajar yang menghasilkan data kualitatif.
Data kualitatif dapat menghasilkan deskripsi mengenai subjek atau objek yang diukur, contohnya rendah, medium, dan tinggi. Data yang bersifat kualitatif, menghasilkan deskripsi mengenai subjek atau objek yang diukur, contohnya rendah, medium dan tinggi. Kesimpulannya, aktivitas pengukuran adalah bagian dari evaluasi yang menghasilkan data baik kuanitatif maupun kualitatif.32
Istilah Evaluasi mempunyai keterkaitan makna dengan istilah penilaian dan pengukuran. Namun ketiga istilah ini berbeda. Evaluasi sebagaimana dijelaskan diatas merupakan kegiatan menilai sesuatu berdasarkan kreteria ataupun tujuan yang telah dirumuskan serta diikuti dengan mengambil keputusan pada sesuatu yang dievaluasi. Adapun penilaian berasal dari kata asessement yang berarti menilai sesuatu. Menilai merupakan tindakan atau proses menentukan nilai suatu objek33 Misalanya baik atau buruk, pandai atau bodoh, tinggi atau rendah, sehat atau sakit, dan sebagainya. Menilai itu berarti hanya sebatas memberikan nilai saja, tanpa adanya pengembilan keputusan untuk langkah selanjutnya.
31
Sukardi, Evaluasi...hlm. 2.
23 Istilah selanjutnya adalah pengukuran, dalam Bahasa Inggris disebut dengan measurement. Merupakan aktivitas untuk mengukur. Aktivitas ini dilakukan dengan cara memberi angka terhadap objek pengukuran atau objek ukur 34 Pada pengukuran, dilakuakan hanya sebatas memberikan skor saja.
Dari ketiga istilah diatas bisa diambil pemahaman bahwa ketiga istilah ini berbeda konsepnya. Pengukuran dilakukan hanya untuk mengukur dengan cara memberi angka terhadap objek ukur. Sedangkan Penilaian merupakan langkah lanjut dari pengukuran, yakni memberikan nilai, berkaitan tantang tentang sesuatu baik dan buruk. Selanjutnya adalah evaluasi, merupakan langkah selanjutnya dari proses pengukuran dan penilaian. Dalam evaluasi, adanya sebuah proses penilaian yang selanjutnya terdapat pengambilan keputusan tantang objek yang dinilai. Pengambilan keputusan ini berkaitan dengan langkah selanjutnya yang diambil untuk dilakukan tindakan berikutnya.