BAB I PENDAHULUAN
E. Orisinalitas Penelitian
Budaya Religius dan Kenakalan Remaja sudah pernah diteliti dan diimplementasikan, antara lain:
1. Muhammad Fathurrohman, “Pengembangan Budaya Religius dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan”Penelitian berbentuk Artikel dalam
Jurnal Ta‟allum, Vol. 04, No. 01 2016. Di dalam penelitian ini, mengungkapkan bahwa pentingnya menanamkan (menginternalisasikan) nilai-nilai religius melalui budaya religius dalam pendidikan. Karena tanpa adanya internaliasasi nilai-nilai religius ke dalam diri siswa, akan tercipta generasi masa datang yang nakal, seperti koruptor, penjahat, dan benuk kriminal yang lain.Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah jenis studi pustaka (library research) dan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan yakni metode dokumentasi berupa buku, catatan, trankrip, surat kabar, majalah dan lain sebagainya.
Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah budaya religius yang di dalamnya terdapat proses pembiasaan suasana religius dan nilai-nilai religius dalam kegiatan sehari-hari. Outcome yang dihasilkan dari proses penanaman nilai-nilai religius dan pembiasaaan suasana religius berupa budaya religius lembaga pendidikan. Outcome yang dihasilkan oleh proses pembiasaan suasana religius dan nilai-nilai religius berupa budaya religius di lembaga pendidikan. Anggota lembaga pendididikan, khususnya siswa melakukan budaya religius ini secara konsiten. Budaya religius yang ditanamkan mampu memberikan pelajaran kepada peserta
10 didik berbuat baik, yaitu untuk menahan emosi dan pembentukan karakter baik. Peserta didik yang dalam dirinya memiliki nilai-nilai religius akan mempunyai, perilaku disiplin. Selain itu di dalam disinya pula akan konsep dzikir dan fikirsehingga meningkatkan prestasi.
Penelitian di atas memiliki persamaan dengan penelitian ini, yaitu sama-sama meneliti tentang budaya religius dan menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun perbedaannya, penelitian di atas menggunakan jenis penelitian studi pustaka (library reserach), berbedadengan penelitian ini yang menggunakan menggunakan jenis penelitian lapangan (filed research).
2. Maila Azka“Penciptaan Budaya Religius di Sekolah dalam Merespon Era Global (Studi Multisitus di SMP Negeri 3 Kertosono dan SMP Negeri 2 Jatikalen”Penelitian berbentuk Tesis Program Studi Magister
Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang 2015. Fenomena dalam penelitian ini adalah Masyarakat di Indonesia telah memasuki era global dan menjadi masyarakat modern. Hal ini membawa dampak pada moral masyarakat Indoneisa khususnya anak muda (Pelajar dan Mahasiswa). Berdasarkan hal itu, budaya religius harus dikembangkan agar membawa dampak positif bagi peserta didik.
Tujuan dalam Tesis ini yaitu (1) Mengetahui dan menganalisis wujud budaya religius yang dikembangkaan di kedua sekolah, (2) Mengetahui strategi untuk menciptakan budaya religius di kedua sekolah, (3) Mengidentifikasi dampak penciptaan budaya religius di kedua sekolah
11 dalam merespon era global. Peneliti pada penelitian diatas menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitian, peneliti menggunakan penelitian studi kasus rancangan multisitus. Dalam menganalisis peneliti menggunakan teknik interaktif dengan cara menggabungkan analsis situs tunggal dan analisis lintas situs.
Hasil penelitian pada SMP Negeri 3 Kertosono dan SMP Negeri 2 Jatikalen adalah sebagai berikut: Pertama, budaya religius yang dikembangkan oleh sekolah tersebut bersumber dari Alquran dan Hadits, Visi Misi Sekolah, antara lain nilai Ilahiyah, Keimanan dan Ketaqwaan yang ditekankan pada Ibadah Mahdhah. Nilai berikutnya adalah nilai Insaniyah yang di dalamnya ada sikap dan perilaku toleransi, saling menghargai, berkompetisi, berprestasi, dan penggunaan internet positif.
Kedua, strategi penciptaan budaya religius di kedua sekolah tersebut yakni Power Strategy, yang berupa kebijakan penambahan jam pelajaran, selaian itu ada Persuasive Strategy yang berupa pengenalan, penanaman, pembiasaam dan pemberian contoh.
Ketiga, dampak dari penciptaan budaya religius di kedua sekolah ini yaitu berdampak bagi lulusan: Tetap menjaga silaturrahim. Selain itu mereka lebih disiplin dan kompetitif dalam rangka menghadapi era global. Bagi: siswa: Menggunakan internet positif, aktif dalam penggembangan budaya religius, dan disiplin. Lingkungan Sekolah: Tercipta budaya saling menyapa ketika bertemu dan persaudaraan yang kuat.
12 Penelitian diatas atas memiliki persamaan dengan penelitian ini, yaitu sama-sama meneliti tentang budaya religius dan menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan perbedaanya adalah penelitian diatas menggunakan pendekatan multisitus pada dua SMP Negeri, sedangkan penelitian ini dilakukan pada situs tunggal (satu objek) pada SMP Bustanul Makmur, Gentang Banyuwangi (SMP swasta). Perbedaan yang lain adalah salah satu tujuan.Tujuan penelitian diatas adalah mengidentifikasi dampak penciptaan budaya religius dalam merespon era global.Sedangkan penelitian ini, salah satu tujuannya adalahuntuk mengetahui dampak implementasi budaya religius untuk mengatasi kenakalan remaja di SMP Bustanul Makmur, Genteng, Banyuwangi
3. Atika Zahrotus Sufiyana “Strategi Pengembangan Budaya Religius untuk Membentuk Karakter Peserta Didik (Studi Multikasus di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Jember)” Penelitian berbentuk Tesis Prodi
Magister Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang 2015. Fenomena dalam penelitian diatas yaitu semakin banyaknya kasus kriminalitas termasuk pula kenakalan remaja diberbagai daerah di Indonesia. Kasus pencurian, penganiayaan berat, pembunuhan, judi, pemerkosan, narkotika dan sebaginya adalah kenakalan remaja yang saat ini yang sedang marak terjadi.
Berdasarkan fenomena diatas, perlu adanya strategi pengembangan budaya religius guna diimplementasikan pada
13 sekolah.Tujuannya adalah supaya peserta didik memiliki karakter mulia dan bisa menjadi penerus generasi bangsa yang Islami.
Tujuan dalam penelitian diatas adalah untuk (1) Memahami bentuk program pengembangan budaya religius di kedua sekolah, (2) Memahami strategi pelaksanaan pengembangan budaya religius di kedua sekolah dan (3) Memahami dampak pengembangan budaya religius terhadap pembentukan karakter peserta didik di kedua sekolah.
Peneliti pada penelitian diatas menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian studi kasus rancangan multikasus. Menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Wawancara mendalam dilakukan kepada guru PAI, guru BK dan siswa. Sampel pada penelitian diatas menggunakan purposive sampling dengan teknik snowbaall sampling. Adapun pengecekaan keabsahan data diawali dengan menggunakanmember check dan dilanjutkan dengan cara triangulasi.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, program pengembangan budaya religius di kedua sekolah antara lain: menyediakan satujam pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di masjid untuk kegiatan keputrian (Kegiatan membahas Islam khusus perempuan), peringatan hari besar Islam (PHBI), do‟a bersama/istigotsah, sholat berjama‟ah, berjabat tangan, membaca asmaul husna, qiyamul lail dan pengajian kelililing.
14 Kedua, strategi pelaksanaan pengembangan budaya religius dilakukan dengan memberikan pengarahan kepada organisasi kepersertadidikan. Memberikan penguatan prilaku dan melakukan penilaian dan keteladanan. Ketiga, Pengembangan budaya religius membawa dampak terhadap karakter siswa, antara lain: religius, disiplin, jujur, rasa ingin tahu dan mandiri.
Penelitian diatas atas memiliki persamaan dengan penelitian ini, yaitu sama-sama meneliti tentang budaya religius dan menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan perbedaanya adalah penelitian diatas menggunakan pendekatan multisitus pada dua SMA Negeri, sedangkan penelitian ini dilakukan pada situs tunggal (satu objek) pada jenjang yang lebih rendah, yaitu SMP Bustanul Makmur, Genteng, Banyuwangi (SMP swasta). Perbedaan yang lain adalah tujuan penelitian. Salah satu tujuan penelitian diatas adalah untuk memahami pengembangan budaya religius membawa dampak terhadap karakter siswa. Sedangkan penelitian ini, salah satu tujuannya adalah untuk mengetahui dampak implementasi budaya religius untuk mengatasi kenakalan remaja di SMP Bustanul Makmur.
Tabel 1.1. Orisinalitas Penelitian Nama Peneliti, Judul dan
Tahun Penelitian.
Persamaan Perbedaan Orisinalitas
1. Muhammad Fathurrohman,
Pengembangan Budaya Religius dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan.(Ta‟allum, Vol. 04, No. 01 2016) Meneliti tentang budaya Religius Metode Penelitian Kualitatif Pendekatan Studi Pustaka (Library Research) Penelitian yang diangkat meneliti implementasi budaya religius
15 Sumber:
http://id.portalgaruda.org/?ref=b rowse&mod=viewarticle&articl e=471009. Diakses padaa 25/01/2018, pukul 09.58. yang berada di SMP Bustanul Makmur. Field Research (penelitian lapangan) 2. Maila Azka, Penciptaan
Budaya Religius di Sekolah dalam Merespon Era Global (Studi Multisitus di SMP Negeri 3 Kertosono dan SMP Negeri 2 Jatikalen. Penelitian
berbentuk Tesis Prodi Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang 2015.
Meneliti tentang budaya Religius Metode Penelitian Kualitatif Field Research (penelitian lapangan). Menggunakan pendekaran multisitus pada dua SMP Negeri yang berbeda. Diantara tujuannya adalah mengidentifika si dampak penciptaan budaya religius dalam merespon era global Pada penelitian ini dilakukan pada situs tunggal (satu objek) pada SMP Bustanul Makmur (SMP swasta). Diantara tujuannya adalah untuk mengatasi kenakalan remaja
3. Atika Zahrotus Sufiyana
“Strategi Pengembangan Budaya Religius untuk Membentuk Karakter Peserta Didik (Studi Multikasus di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Jember)” Penelitian
berbentuk Tesis Prodi Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang 2015.
Meneliti tentang budaya Religius Metode Penelitian Kualitatif Field Research (penelitian lapangan). Menggunakan pendekaran multisitus pada dua SMA Negeri yang berbeda. Diantara tujuannya adalah untuk memahami pengembanga n budaya religius membawa dampak terhadap karakter siswa Pada penelitian ini dilakukan pada situs tunggal (satu objek) pada jenjang yang lebih rendah yaitu SMP Bustanul Makmur (SMP swasta). Diantara tujuannya adalah untuk mengatasi kenakalan remaja
16