BAB 4. HASIL PENELITIAN
4.5. Kinerja Perawat Gawat Darurat
4.5.1. Implementasi Keperawatan Gawat Darurat dengan Konsep
Konsep ABCD dalam pelayanan keperawatan gawat darurat meliputi: A : Airway management, B : Breathing management, C : Circulation management
dan D : Drug Defibrilator Disability. a. Airway Management
Kegiatan yang dilakukan perawat pada tahap airway management, meliputi : pengelolaan jalan nafas dengan melakukan penghisapan (suction) bila ada cairan, menjaga jalan nafas secara manual, mengangkat kepala-dagu bila pasien tidak sadar, dan mengangkat rahang bila pasien tidak sadar, diukur dari berapa lama perawat melakukan pelaksanaan masing-masing kegiatan airway management.
Pelaksanaan airway management di instalasi gawat darurat di RSUD. dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar dapat diketahui sebagai berikut:
a. Pengelolaan jalan nafas dengan melakukan penghisapan (suction) bila ada cairan yang sesuai dengan waktu standar dilakukan sebanyak 65,6% responden, sedangkan yang waktu pelaksanaannya tidak sesuai standar sebanyak 34,4%. b. Kegiatan menjaga jalan nafas secara manual yang sesuai dengan waktu standar
dilakukan sebanyak 81,2% responden, sedangkan yang waktunya tidak sesuai standar sebanyak 18,8%.
c. Kegiatan mengangkat kepala-dagu bila pasien tidak sadar yang sesuai dengan waktu standar dilakukan sebanyak 56,3% responden, sedangkan yang waktunya tidak sesuai standar sebanyak 43,7%.
d. Kegiatan mengangkat rahang bila pasien tidak sadar yang sesuai dengan waktu standar dilakukan 46,9% responden, sedangkan yang waktunya tidak sesuai standar sebanyak 53,1%, seperti pada Tabel 4.8.
Tabel 4.8. Distribusi Responden Berdasarkan Pelaksanaan Airway Management
di RSUD. dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Pelaksanaan Airway Management
Waktu
Jumlah Sesuai Tidak sesuai
n % n % n %
1 Mengelola jalan nafas, dengan melakukan penghisapan (suction) bila ada cairan
21 65.6 11 34.4 32 100.0 2 Menjaga jalan nafas secara manual 26 81.2 6 18.8 32 100.0 3 Mengangkat kepala-dagu bila pasien
tidak sadar 18 56.3 14 43.7 32 100.0
4 Mengangkat rahang bila pasien tidak
b. Breathing Management
Kegiatan yang dilakukan perawat pada tahap breathing management, meliputi : pemberian oksigen bila pasien tidak sadar secara kanul hidung (nasal canule), pemberian oksigen bila pasien tidak sadar secara masker oksigen (face mask), memberikan pernafasan buatan (artificial ventilation) bila pasien tidak sadar, diukur dari berapa lama perawat melakukan pelaksanaan masing-masing kegiatan breathing management, seperti pada Tabel 4.9.
Tabel 4.9. Distribusi Responden Berdasarkan Pelaksanaan Breathing Management di RSUD. dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar
No Pelaksanaan Breathing
Management
Waktu
Jumlah Sesuai Tidak sesuai
n % n % n %
1 Pemberian oksigen bila pasien tidak sadar secara kanul hidung (nasal canule)
24 75.0 8 25.0 32 100.0 2 Pemberian oksigen bila pasien tidak
sadar secara masker oksigen (face mask)
17 53.1 15 46.9 32 100.0 3 Memberikan pernafasan buatan
(artificial ventilation) bila pasien tidak sadar
26 81.2 6 18.8 32 100.0
Berdasarkan Tabel 4.9 di atas tentang pelaksanaan breathing management di instalasi gawat darurat di RSUD. dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar dapat diketahui sebagai berikut:
a. Pemberian oksigen bila pasien tidak sadar secara kanul hidung (nasal canule) yang sesuai dengan waktu standar dilakukan 75,5% responden, sedangkan yang tidak sesuai waktu standar sebanyak 25,5%.
b. Pemberian oksigen bila pasien tidak sadar secara masker oksigen (face mask) yang sesuai dengan waktu standar dilakukan 53,1% responden, sedangkan yang tidak sesuai waktu standar sebanyak 46,9%.
c. Memberikan pernafasan buatan (artificial ventilation) bila pasien tidak sadar yang sesuai dengan waktu standar dilakukan sebanyak 81,2% responden, sedangkan yang tidak sesuai waktu standar sebanyak 18,8%.
c. Circulation Management
Kegiatan yang dilakukan perawat pada tahap circulation management, meliputi : melakukan perabaan denyut nadi pada lengan bawah atau dibelakang ibu jari dan melakukan perabaan denyut nadi pada sisi samping dari jakun, diukur dari berapa lama perawat melakukan pelaksanaan masing-masing kegiatan circulation management seperti pada Tabel 4.10.
Tabel 4.10. Distribusi Responden Berdasarkan Pelaksanaan Circulation Management di RSUD. dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar
No Pelaksanaan Circulation
Management
Waktu
Jumlah Sesuai Tidak sesuai
n % n % n %
1 Melakukan perabaan denyut nadi pada lengan bawah atau dibelakang ibu jari
23 71.9 9 28.1 32 100.0 2 Melakukan perabaan denyut nadi
pada sisi samping dari jakun 26 81.2 6 18,8 32 100.0
Berdasarkan Tabel 4.10 di atas tentang pelaksanaan circulation management di instalasi gawat darurat di RSUD. dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar dapat diketahui sebagai berikut:
a. Perabaan denyut nadi pada lengan bawah atau dibelakang ibu jari yang sesuai dengan waktu standar dilakukan sebanyak 71,9% responden, sedangkan yang tidak sesuai dengan waktu standar sebanyak 28,1%.
b. Perabaan denyut nadi pada sisi samping dari jakun yang sesuai dengan waktu standar dilakukan sebanyak 81,2% responden, sedangkan yang tidak sesuai dengan waktu standar sebanyak 18,8%.
d. Disability Management
Kegiatan yang dilakukan perawat pada tahap disability management, meliputi : menentukan tingkat kesadaran (respon penderita), memposisikan penderita dalam keadaan telentang, memeriksa pernafasan dengan palpasi serta melakukan teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) bila tidak ada pulsasi, seperti pada Tabel 4.11.
Tabel 4.11. Distribusi Responden Berdasarkan Pelaksanaan Disability Management di RSUD. dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar
No Pelaksanaan Disability
Management
Waktu
Jumlah Sesuai Tidak sesuai
n % n % n %
1 Menentukan tingkat kesadaran
(respon penderita) 26 81.2 6 18.8 32 100.0
2 Memposisikan penderita dalam
keadaan telentang 23 71.9 9 28,1 32 100.0
3 Memeriksa pernafasan dengan
palpasi 28 87,5 4 12,5 32 100.0
4 Melakukan teknik Resusitasi
Jantung Paru (RJP) bila tidak ada pulsasi
Berdasarkan Tabel 4.11 di atas tentang pelaksanaan disability management di instalasi gawat darurat di RSUD. dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar dapat diketahui sebagai berikut:
a. Menentukan tingkat kesadaran (respon penderita) yang sesuai dengan waktu standar dilakukan sebanyak 81,2% responden, sedangkan yang tidak sesuai dengan waktu standar sebanyak 18,8%.
b. Memposisikan penderita dalam keadaan telentang yang sesuai dengan waktu standar dilakukan sebanyak 71,9% responden, sedangkan yang tidak sesuai dengan waktu standar sebanyak 28,1%.
c. Memeriksa pernafasan dengan palpasi yang sesuai dengan waktu standar dilakukan sebanyak 87,5% responden, sedangkan yang tidak sesuai dengan waktu standar sebanyak 12,5%.
d. Melakukan teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) bila tidak ada pulsasi yang sesuai dengan waktu standar dilakukan sebanyak 71,9% responden, sedangkan yang tidak sesuai dengan waktu standar sebanyak 28,1%.
Kategori variabel kinerja berdasarkan lamanya waktu implementasi keperawatan gawat darurat dengan konsep Airway management, Breathing management, Circulation management, Drug Defibrilator Disability dalam melaksanakan perawatan kegawatdaruratan, seperti pada Tabel 4.12.
Tabel 4.12. Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Kinerja Perawat dalam Implementasi Konsep ABCD di RSUD. dr. Djasamen Saragih
Pematangsiantar
No Kategori Kinerja Berdasarkan Lama Waktu Implementasi Konsep ABCD
Jumlah Persen
1 Sesuai waktu standar 12 37.5
2 Tidak sesuai waktu standar 20 62.5
J u m l a h 32 100.0
Berdasarkan Tabel 4.12 diketahui bahwa sebagian besar perawat gawat darurat di RSUD. dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar, yaitu sebesar 62,5% mempunyai kinerja pada kategori tidak baik karena lama waktu implementasi setiap kegiatan konsep ABCD tidak sesuai dengan waktu standar, selebihnya pada kategori sesuai dengan waktu standar (37,5%).