• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENGELOLAAN KASUS

A. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan dengan Masalah Kebutuhan

5. Implementasi

− Mengkaji tingkat mobilisasi pasien dengan (tingkatan 0-4) secara berkala

− Mengkaji kekuatan

otot/kemampuan fungsional mobilitas sendi dengan menggunakan (skala kekuatan otot 0-5) secara teratur

20.30 wib

− Mengukur tanda-tanda vital

− Mengubah posisi menimal setiap 2 jam (telentang, miring), dan sebagainya jika bisa lebih sering jika diletakkan dalam posisi bagian yang terganggu

21.00 wib

− Menginstruksikan pasien pada aktivitas sesuai dengan kemampuannya

S :

- Pasien menyatakan belum mampu otot 1, tingkat mobilisasi 2

Masalah belum teratasi

P :

Intervensi dilanjutkan

21.30 wib

− Menganjurkan pasien untuk istirahat/tidur malam

06.30 wib

− Instruksi/bantu pasien melakukan latihan ROM pasif/aktif secara konsisten

07.00 wib

− Melibatkan pasien dalam perawatan untuk mengurangi depresi dan kebosanan yang berkaitan dengan terapi mobilisasi ROM

− Kolaborasi dengan ahli terapi fisik (fisioterapi)/ okupasi dan atau rehabilitasi spesialis

08.00 wib

− Ajarkan keluarga dalam melakukan latihan rentang gerak mobilisasi (ROM) sesuai dengan jadwal pengobatan dan perawatan pada pasien

Senin 17/06/13

2. 20.30 wib

− Mengkaji kebiasaan pola eliminasi fekal

− Melakukan Auskultasi abdomen S :

- Pasien mengatakan sulit BAB, BAB 1x/ 3hari

O :

untuk memeriksa ada, atau tidaknya perubahan bising usus

− Mengobservasi adanya distensi abdomen, nyeri tekan (otot abdomen yang lemas), dan ukur lingkar perut sesuai kebutuhan

22.00 wib

− Menganjurkan pasien untuk minum paling sedikit 2000ml/hari(6-8 gelas/hari)

− Mengintruksikan pasien untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang menstimulasi peristaltk (banyak mengandung serat)

06.00 wib

− Menginstrusikan pasien mengambil waktu untuk defekasi selama 30-50 menit setelah sarapan

06.30 wib

− Menginstrusikan keluarga dalam motivasi pasien dan mengatur pola diet nutrisi sesuai dengan jadwal pengobatan dan perawatan pada pasien

- Pasien terlihat cemas

- Peristaltik usus kembali tidak normal 6x/i

- Terdapat distensi abdomen bagian

− Mengkaaji skala nyeri, catat intensitasnya (dengan skala 0-10),

S :

- Pasien mengeluh nyeri pada kepala

karakteristiknya (misal: berat, berdenyut, konstan), lokasinya, lamanya, faktor yang memperburuk atau meredakan kepala

21.00 wib

− Mengobservasi adanya tanda-tanda nyeri nonverbal, seperti: ekpresi wajah, posisi tubuh, gelisah, menangis/meringis, menarik diri, diaforesis, perubahan frekuensi jantung/pernapasan, tekanan darah

− Lakukan teknik relaksasi nyeri tarik napas dalam dan imajinasi terbimbing

− Memodifikasi lingkungan yang tenang dan nyaman

21.30 wib

− Berkolaborasi pemberian terapi farmakologi obat analgesik

07.30 wib

− Mengajarkan keluarga pasien untuk melakukan teknik relaksasi pada pasien

(temporo parietal) - Pasien mengatakan

sensasi nyeri yang dirasakan seperti benda tumpul

- Pasien mengatakan karakteristik nyeri kesakitan denga skala nyeri 5

- Pemberian injeksi tramadol membuat istirahat/tidur pasien lebih tenang pada malam hari A :

Masalah belum teratasi

P : Intervensi dilanjutkan

(Dinas malam)

− Mengkaji tingkat mobilisasi pasien dengan (tingkatan 0-4) secara berkala

− Mengkaji kekuatan otot/kemampuan fungsional

mobilitas sendi dengan menggunakan (skala kekuatan otot 0-5) secara teratur

20.30 wib

− Mengukur tanda-tanda vital

− Mengubah posisi menimal setiap 2 jam (telentang, miring), dan sebagainya jika bisa lebih sering jika diletakkan dalam posisi bagian yang terganggu

21.00 wib

− Menginstruksikan pasien pada aktivitas sesuai dengan kemampuannya

21.30 wib

− Menganjurkan pasien untuk istirahat/tidur malam

S :

- Pasien menyatakan belum mampu

pergerakan pada tubuhnya,kekuatan otot 1, tingkat mobilisasi 2

Masalah belum teratasi

P :

Intervensi dilanjutkan

06.30 wib

− Instruksi/bantu pasien melakukan latihan ROM pasif/aktif secara konsisten

07.00 wib

− Melibatkan pasien dalam perawatan untuk mengurangi depresi dan kebosanan yang berkaitan dengan terapi mobilisasi ROM

− Kolaborasi dengan ahli terapi fisik (fisioterapi)/ okupasi dan atau rehabilitasi spesialis

08.00 wib

− Ajarkan keluarga dalam melakukan latihan rentang gerak mobilisasi (ROM) sesuai dengan jadwal pengobatan dan perawatan pada pasien

Selasa 18/06/13

2. 20.30 wib

− Mengkaji kebiasaan pola eliminasi fekal

− Melakukan Auskultasi abdomen untuk memeriksa ada, atau tidaknya perubahan bising usus

− Mengobservasi adanya distensi abdomen, nyeri tekan (otot abdomen yang lemas), dan ukur

S :

- Pasien mengatakan sulit BAB, BAB

lingkar perut sesuai kebutuhan 22.00 wib

− Menganjurkan pasien untuk minum paling sedikit 2000ml/hari(6-8 gelas/hari)

− Mengintruksikan pasien untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang menstimulasi peristaltk (banyak mengandung serat)

06.00 wib

− Menginstrusikan pasien mengambil waktu untuk defekasi selama 30-50 menit setelah sarapan

06.30 wib

− Menginstrusikan keluarga dalam motivasi pasien dan mengatur pola diet nutrisi sesuai dengan jadwal pengobatan dan perawatan pada pasien

- Terdapat distensi abdomen bagian

− Mengkaaji skala nyeri, catat intensitasnya (dengan skala 0-10), karakteristiknya (misal: berat, berdenyut, konstan), lokasinya, lamanya, faktor yang memperburuk atau meredakan kepala

S :

- Pasien mengeluh merasakan nyeri pada kepala (temporo parietal)

- Pasien mengataka sensasi nyeri yang dirasakan seperti benda tumpul

21.00 wib

− Mengobservasi adanya tanda-tanda nyeri nonverbal, seperti: ekpresi wajah, posisi tubuh, gelisah, menangis/meringis, menarik diri, diaforesis, perubahan frekuensi jantung/pernapasan, tekanan darah

− Lakukan teknik relaksasi nyeri tarik napas dalam dan imajinasi terbimbing

− Memodifikasi lingkungan yang tenang dan nyaman

21.30 wib

− Berkolaborasi pemberian terapi farmakologi obat analgesik

07.30 wib

− Mengajarkan keluarga pasien untuk melakukan teknik relaksasi pada pasien

- Pasie sudah mulai dapa tidur lebih tenang pada malam hari istirahat dan tidur kembali lebih tenang pada malam hari

A :

Masalah belum teratasi

P : Intervensi dilanjutkan

(Dinas Malam)

− Mengkaji tingkat mobilisasi pasien dengan (tingkatan 0-4) secara berkala

− Mengkaji kekuatan otot/kemampuan fungsional

mobilitas sendi dengan menggunakan (skala kekuatan otot 0-5) secara teratur

20.30 wib

− Mengukur tanda-tanda vital

− Mengubah posisi menimal setiap 2 jam (telentang, miring), dan sebagainya jika bisa lebih sering jika diletakkan dalam posisi bagian yang terganggu

21.00 wib

− Menginstruksikan pasien pada aktivitas sesuai dengan kemampuannya

21.30 wib

− Menganjurkan pasien untuk S :

- Pasien menyatakan belum mampu

Masalah belum teratasi

P :

Intervensi dilanjutkan

istirahat/tidur malam 06.30 wib

− Instruksi/bantu pasien melakukan latihan ROM pasif/aktif secara konsisten

07.00 wib

− Melibatkan pasien dalam perawatan untuk mengurangi depresi dan kebosanan yang berkaitan dengan terapi mobilisasi ROM

− Kolaborasi dengan ahli terapi fisik (fisioterapi)/ okupasi dan atau rehabilitasi spesialis

08.00 wib

− Ajarkan keluarga dalam melakukan latihan rentang gerak mobilisasi (ROM) sesuai dengan jadwal pengobatan dan perawatan pada pasien

Rabu 19/06/13

2. 20.30 wib

− Mengkaji kebiasaan pola eliminasi fekal

− Melakukan Auskultasi abdomen untuk memeriksa ada, atau tidaknya perubahan bising usus

− Mengobservasi adanya distensi S :

- Pasien mengatakan masih sulit BAB, BAB 1x/ 2hari O :

- Pasien terlihat cemas

- Peristaltik usus tidak normal 6x/i

abdomen, nyeri tekan (otot abdomen yang lemas), dan ukur lingkar perut sesuai kebutuhan

22.00 wib

− Menganjurkan pasien untuk minum paling sedikit 2000ml/hari(6-8 gelas/hari)

− Mengintruksikan pasien untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang menstimulasi peristaltk (banyak mengandung serat)

06.00 wib

− Menginstrusikan pasien mengambil waktu untuk defekasi selama 30-50 menit setelah sarapan

06.30 wib

− Menginstrusikan keluarga dalam motivasi pasien dan mengatur pola diet nutrisi sesuai dengan jadwal pengobatan dan perawatan pada pasien

- Terdapat distensi abdomen bagian

− Mengkaaji skala nyeri, catat intensitasnya (dengan skala 0-10), karakteristiknya (misal: berat, berdenyut, konstan), lokasinya, lamanya, faktor yang memperburuk

S :

- Pasien masih mengeluh nyeri pada kepala

- Pasien mengatakan sensasi nyeri sudah tersusuk-tusuk

atau meredakan kepala 21.00 wib

− Mengobservasi adanya tanda-tanda nyeri nonverbal, seperti: ekpresi wajah, posisi tubuh, gelisah, menangis/meringis, menarik diri, diaforesis, perubahan frekuensi jantung/pernapasan, tekanan darah

− Lakukan teknik relaksasi nyeri tarik napas dalam dan imajinasi terbimbing

− Memodifikasi lingkungan yang tenang dan nyaman

21.30 wib

− Berkolaborasi pemberian terapi farmakologi obat analgesik

07.30 wib

− Mengajarkan keluarga pasien untuk melakukan teknik relaksasi pada pasien

- Pasien masih gelisah saat tidur pada siang hari O :

- Ekspresi wajah pasien masih tampak meringis kesakitan denagan skala nyeri 4

- Pemberian

analgesik pada pasien mengurangi nyeri pada kepala

pasien dan mendukung

istirahat dan tidur untuk lebih tenang pada malam hari A :

Masalah sebagian teratasi

P : Intervensi dilanjutkan

(Dinas sore)

− Mengkaji tingkat mobilisasi pasien dengan (tingkatan 0-4) secara berkala

− Mengkaji kekuatan otot/kemampuan fungsional

mobilitas sendi dengan menggunakan (skala kekuatan otot 0-5) secara teratur

14.30 wib

− Mengukur tanda-tanda vital

− Mengubah posisi menimal setiap 2 jam (telentang, miring), dan sebagainya jika bisa lebih sering jika diletakkan dalam posisi bagian yang terganggu

15.00 wib

− Menginstruksikan pasien pada aktivitas sesuai dengan kemampuannya

16.30 wib

− Menganjurkan pasien untuk S :

- Pasien menyatakan sedikit mampu melakukan

kekuatan otot 3, tingkat mobilisasi

istirahat/tidur malam 17.30 wib

− Instruksi/bantu pasien melakukan latihan ROM pasif/aktif secara konsisten

19.30 wib

− Melibatkan pasien dalam perawatan untuk mengurangi depresi yang berkaitan dengan terapi mobilisasi ROM

Kamis 20/06/13

2. 14.00 wib

− Mengkaji kebiasaan pola eliminasi fekal

− Melakukan Auskultasi abdomen untuk memeriksa ada, atau tidaknya perubahan bising usus

− Mengobservasi adanya distensi abdomen, nyeri tekan (otot abdomen yang lemas), dan ukur lingkar perut sesuai kebutuhan

15.00 wib

− Menganjurkan pasien untuk minum paling sedikit 2000ml/hari(6-8 gelas/hari)

− Mengintruksikan pasien untuk lebih banyak mengonsumsi makanan

S :

- Pasien mengatakan kesulitan defekasi sudah kurang - Pasien mengatakan

nyeri saat BAB sudah kurang

O :

- Pasien terlihat lebih tenang dan pasien dapat

yang menstimulasi peristaltik (banyak mengandung serat)

16.00 wib

− Menginstrusikan pasien mengambil waktu untuk defekasi selama 30-50 menit setelah sarapan

19.30 wib

− Menginstrusikan keluarga dalam motivasi pasien dan mengatur pola diet nutrisi sesuai dengan jadwal pengobatan dan perawatan pada pasien

- Kakateristik BAB pasien lunak

− Mengkaaji skala nyeri, catat intensitasnya (dengan skala 0-10), karakteristiknya (misal: berat, berdenyut, konstan), lokasinya, lamanya, faktor yang memperburuk atau meredakan kepala

14.30 wib

− Mengobservasi adanya tanda-tanda nyeri nonverbal, seperti: ekpresi wajah, posisi tubuh, gelisah, menangis/meringis, menarik diri, diaforesis, perubahan frekuensi jantung/pernapasan, tekanan darah

− Lakukan teknik relaksasi nyeri tarik S :

- Pasien masih mengeluh nyeri pada kepala

- Pasien mengatakan sensasi nyeri sudah tersusuk-tusuk

- Pasien masih gelisah saat tidur pada siang hari O :

- Ekspresi wajah pasien masih tampak meringis kesakitan denagan skala nyeri 4

- Pemberian

napas dalam dan imajinasi terbimbing

− Memodifikasi lingkungan yang tenang dan nyaman

15.00 wib

− Berkolaborasi pemberian terapi farmakologi obat analgesik

16.00 wib

− Mengajarkan keluarga pasien untuk melakukan teknik relaksasi pada pasien

analgesik pada pasien mengurangi nyeri pada kepala

pasien dan mendukung

istirahat dan tidur untuk lebih tenang pada malam hari A :

Masalah sebagian teratasi

− Mengkaji tingkat mobilisasi pasien dengan (tingkatan 0-4) secara berkala

− Mengkaji kekuatan otot/kemampuan fungsional

mobilitas sendi dengan menggunakan (skala kekuatan otot 0-5) secara teratur

S :

- Pasien menyatakan sudah mampu

14.30 wib

− Mengukur tanda-tanda vital

− Mengubah posisi menimal setiap 2 jam (telentang, miring), dan sebagainya jika bisa lebih sering jika diletakkan dalam posisi bagian yang terganggu

15.00 wib

− Menginstruksikan pasien pada aktivitas sesuai dengan kemampuannya

15.30 wib

− Menganjurkan pasien untuk istirahat/tidur malam

16.30 wib

− Instruksi/bantu pasien melakukan latihan ROM pasif/aktif secara konsisten

19.30 wib

− Melibatkan pasien dalam perawatan untuk mengurangi depresi dan kebosanan yang berkaitan dengan terapi mobilisasi ROM

melakukan latihan ROM pasif di tempat tidur kekuatan otot 4, tingkat mobilisasi

Masalah sebagian teratasi

P :

Intervensi dilanjutkan

Jumat 21/06/13

3. 14.00 wib

− Mengkaaji skala nyeri, catat intensitasnya (dengan skala 0-10), karakteristiknya (misal: berat, berdenyut, konstan), lokasinya, lamanya, faktor yang memperburuk atau meredakan kepala

14.30 wib

− Mengobservasi adanya tanda-tanda nyeri nonverbal, seperti: ekpresi wajah, posisi tubuh, gelisah, menangis/meringis, menarik diri, diaforesis, perubahan frekuensi jantung/pernapasan, tekanan darah

− Lakukan teknik relaksasi nyeri tarik napas dalam dan imajinasi terbimbing

− Memodifikasi lingkungan yang tenang dan nyaman

15.00 wib

− Berkolaborasi pemberian terapi farmakologi obat analgesik

16.00 wib

− Mengajarkan keluarga pasien untuk melakukan teknik relaksasi pada pasien.

S :

- Pasien masih mengeluh nyeri pada kepala

- Pasien mengatakan sensasi nyeri sudah tersusuk-tusuk

- Pasien masih gelisah saat tidur pada siang hari O :

- Ekspresi wajah pasien masih tampak meringis kesakitan denagan skala nyeri 4

- Pemberian

analgesik pada pasien mengurangi nyeri pada kepala

pasien dan mendukung

istirahat dan tidur untuk lebih tenang pada malam hari A :

Masalah sebagian teratasi

P : Intervensi dilanjutkan

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan kasus immobilisasi fisik pada penderita strok diatas pemberian auhan keperawatan mobilisasi merupakan salah satu bentuk rehabilitasi awal dalam memulihkan pasien tersebut. Mobilisasi yang awal juga dapat mengurangi semua komplikasi yang berhubungan dengan immobilisasi fisik pada tempat tidur seperti pneumonia, Deep Vena Trombosis (DVT), emboli pulmoner, dekubitus, dan masalah tekanan darah orthostatik. Mobilisasi awal kemungkinan juga memiliki efek psikologis yang penting. Penelitian yang ada menunjukkan bahwa mobilisasi yang sangat awal adalah salah satu faktor kunci dalam perawatan pasien dengan gangguan mobilisasi fisik khususnya pada penderita strok(Gofir, 2009).

Pada pengelolaan kasus tersebut terdapat beberapa masalah kebutuhan dasar yang dialami oleh pasien, seperti masalah gangguan mobilisasi fisik, eliminasi fekal (konstipasi) dan nyeri kepala (temporo parietal). Melalui pengkajian, observasi penulis mengambil prioritas masalahnya adalah gangguan mobilisasi fisik karena pada gangguan ini pasien sangat membutuhkan perawatan yang teratur dan intesif setiap hari guna mendukung pemulihan dari kelumpuhan fisik pasien, mencegah komplikasi immobilisasi fisik yang lain serta pemenuhan kebutuhan dasar yang lain pasien yang berkaitan dengan masalah mobilisasi tersebut.

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama lima hari, penulis mengevaluasi catatan perkembangan pasien, dimana pada hari pertama sampai hari kelima pasien mengalami peningkatan mobilisasi fisik dan kesehatan fisiologis lainnya terkait masalah yang dialami pasien. Oleh karena itulah pemberian asuhan keperawatan mobilisasi pada pasien dengan gangguan mobilisasi fisik perlu di aplikasikan secara tepat dan teratur.

B. Saran 1. Pendidikan

Hasil karya tulis ilmiah ini disarankan sebagai informasi tambahan berupa situasi terkini tentang kebutuhan dasar manusia pada masalah mobilisasi fisik dan keterkaitan masalah keperawatan lain yang dikarenakan masalah mobilisasi fisik pada pasien dengan gangguan mobilisasi fisik seperti pada pasien strok, fraktur, pasca beda dll dalam pelaksanannya oleh perawat.

2. Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik Medan

Hasil karya tulis ilmiah ini disarankan bagi Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik khususnya bidang keperawatan untuk mengambil kebijakan dalam pengembangan pelayanan keperawatan melalui fungsi mobilisasi yang dilaksanakan oleh setiap perawat yang bertugas di ruang rawat pasien dengan gangguan mobilitas fisik.

3. Penelitian

Karya tulis ilmiah ini disarankan sebagai data tambahan bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut dengan variabel yang berkaitan dengan asuhan keperawatan pada pasien dengan prioritas masalah kebutuhan dasar mobilisasi fisik pada manusia dan keterkaitan masalah keperawatan lain yang dikarenakan masalah mobilisasi fisik.

Daftar Pustaka

Smeltzer & Bare. ( 2002). Keperawatan Medical Bedah. Edisi 8. Jakarta: EGC

Harsono. (2008). Buku ajar neurologi klinis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Harun. (1998). Stroke. Balai Penerbit FKUI. Jakarta

Muttaqin. (2008). Mengantisipasi Stroke. Cetakan I. Yogyakarta: Buku Biru

Gofir, A. (2009). Manajemen stroke. Yogyakarta: Pustaka Cendikia Press

Potter, A.P. & Perry, A.G. (2005). Buku Ajar Fundamental keperawatan:

Konsep,Proses dan Praktik. Edisi Keempat. Jakarta: EGC

Potter, A.P. & Perry, A.G. (2006). Buku Ajar Fundamental keperawatan; Konsep, Proses dan Praktik. Edisi Keempat. Jakarta: EGC

Murbarak & Chayatin, (2008).Ilmu Kesehatan Masyarakat: Teori dan Aplikasi.

Jakarta:Salemba Medika

Halimul H, A Aziz.(2009). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia; Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Aziz & Musrifatul.(2005). Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: EGC

Doenges, Marilynn E. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Edisi 3. Jakarta:

EGC

Barbara Kozier & Glenora Erb. (1987). Fundamentals of Nursing; Cocepts and Procedures. Third Edition. California: Wesley Publishing Company

Yulinda, W. (2009). Pengaruh empat minggu terapi latihan pada kemampuan motorik penderita stroke iskemia di RSUP H. Adam Malik Medan. Skripsi

Universitas Suma Dari http://Repository.usu.ac.id/handle/123456789/14271.

Diperoleh tanggal 01 Juli 2013.

Dokumen terkait