• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN

F. Implementasi Pemikiran M Quraish Shihab dalam

a. Larangan menyekutukan Allah

Diantara yang perlu ditanamkan dalam diri seorang anak adalah kesadaran untuk percaya bahwa Allah itu satu, tunggal. Juga menanamkan nilai-nilai luhur seperti; pentingnya iman dan Islam, kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya. Seperti nasihat Luqman pada anaknya bahwa perbuatan syirik merupakan kedzaliman yang besar. Dikatakan dosa besar karena perbuatan itu berarti menyamakan kedudukan Tuhan yang hanya dari Dia lah segala nikmat.

b. Meyakini Allah mengetahui segala sesuatu

Terkait dengan hal ini, seorang anak harus dididik agar mereka tahu, sekecil apapun pekerjaan yang telah dilakukan, baik atau buruk, semuanya terpantau oleh Allah, dan semua akan terbalas, meskipun perbuatan itu hanya seberat biji sawi. Dengan konsep ini kehidupan anak terkontrol dan tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan perbuatan- perbuatan yang membahayakan, baik bagi dirinya atau orang lain.

60

Untuk membina hal ini, orang tua atau pendidik harus menanamkan kepada anak kepercayaan kepada Tuhan, malaikat, kitab, Nabi dan rasul, hari kiamat, qadha dan qadar, hari akhirat serta hal-hal yang ghaib lainnya. Jika orang tua atau pendidik mengajari anak akan hakikat iman kepada Allah, memantapkan hatinya dengan tanda-tanda keimanan, dan selalu mengusahakan sekuat tenaga mengikatnya dengan akidah ketuhanan maka anak tersebut akan tumbuh di atas keyakinan akan pengawasan Allah, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bahkan ia memiliki benteng iman yang kukuh yang dapat membendung arus kerusakan masyarakat, jiwa dan moral.

Dalam ayat 13 surat Luqman, menunjukkan bahwa terdapat tiga hal yang perlu dilakukan dalam memberikan pendidikan terhadap anak, yaitu: (1) pendidikan harus dilakukan dengan cara menyentuh hati dan memberikan nasihat secara terus menerus agar anak mampu memahami apa yang disampaikan kepadanya, karena ketika anak telah tersentuh hatinya maka akan mudah untuk menerima hal yang diajarkan kepadanya (2) menggunakan panggilan penuh dengan kasih sayang. Hal ini menunjukkan bahwa proses mendidik hendaklah didasari dengan kasih sayang terhadap anak didik. Kasih sayang merupakan hal yang dibutuhkan dalam mendidik anak, karena dengan kasih sayang anak didik akan tersentuh hatinya dan akan melaksanakan serta menerima pendidikan dengan sepenuh hati dan keikhlasan. (3) merupakan ajaran yang diberikan kepada anak yakni untuk tidak mempersekutukan Allah.

61

setelah dilakukan cara untuk menyampaikan inti pengajaran yakni dengan menyentuh hati dan penuh kasih sayang serta memberikan nasihat secara terus menerus maka sampaikanlah hal yang pokok untuk ditanamkan ke dalam benak anak (Shihab, 2002:298).

Dari uraian di atas maka penulis menyimpulkan bahwa sebaiknya para orangtua atau pendidik dapat menanamkan tauhid dan aqidah yang benar dengan cara sebagai berikut;

1) Melantunkan adzan di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri ketika bayi lahir

2) Mendekatkan mereka dengan kisah-kisah atau cerita yang mengesakan Allah SWT

3) Menekankan kepada anak bahwa setiap langkah manusia selalu dalam pengawasan Allah SWT maka manusia harus senantiasa menaati peraturan dan menjauhi larangan-Nya.

4) Menjadi teladan yang baik bagi anak

5) Memotivasi anak untuk berbuat baik dan mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari.

6) Mengajak anak untuk merenungkan ciptaan Allah dan segala hikmah dibaliknya.

7) Membiasakan menyebut nama Allah untuk mengawali setiap pekerjaan atau kegiatan yang baik.

62

2. Pendidikan syariah (ibadah) a. Sholat

Shalat merupakan salah satu bentuk sarana ritual yang menandakan ketundukan seorang hamba kepada Tuhannya. Shalat juga bisa diartikan sebagai bentuk konkret manusia mensyukuri segala nikmat- Nya. Dalam hal ini Luqman sebagai pribadi yang bertanggung jawab memerintahkan kepada anak-anaknya untuk mendirikan shalat.

b. Amar ma’ruf nahi munkar

Setelah memerintahkan anaknya untuk mendirikan shalat, Luqman pun melanjutkan nasihatnya agar anak-anaknya berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran. Pada prinsipnya setiap orangtua hendaknya mengikuti jejak Luqman yang tidak pernah bosan menyerukan kebaikan dan mencegah segala bentuk kemunkaran di mana pun ia berada. Tentunya sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya masing-masing. c. Sabar

Sabar merupakan menahan gejolak hawa nafsu demi mencapai suatu hal yang baik atau terbaik. Termasuk sabar dalam menghadapi segala cobaan yang Allah berikan, dan segala macam tantangan yang berat.

Agar para orangtua atau pendidik lebih mudah mengenalkan pendidikan syariah (ibadah) kepada anak maka penulis menyimpulkan langkah-langkah sebagai berikut;

63

1) Menjadi teladan dalam beribadah, seperti sholat, bersabar, dan ber-

amar ma’ruf nahi munkar.

2) Mengenalkan shalat kepada anak, dari mulai memberi contoh gerakan, mengajarkan bacaan dan kemudian menanamkan kebiasaan.

3) Menanamkan sikap tidak mudah mengeluh dan tidak mudah putus asa kepada anak

4) Mengajak orang lain untuk mengerjakan kebajikan dan menjauhi perbuatan keji

5) Memberi penghargaan untuk perbuatan baik yang dilakukan anak dan sanksi yang mendidik untuk perbuatan buruknya.

6) Mengajarkan secara bertahap hukum-hukum syariah sebelum usia baligh dan bertanggung jawa terhadap kewajiban dirinya.

3. Pendidikan Akhlak

a. Berbakti pada orangtua

Berbakti kepada orangtua merupakan suatu kewajiban mutlak seorang anak terhadap kedua orangtuanya, tak terkecuali anak laki-laki atau perempuan. Hal ini merupakan cara seorang anak untuk menghormati dan membalas jasa-jasa orang tua yang telah merawat serta membesarkannya. Meskipun sebenarnya tidak akan pernah terbalaskan karena besar dan tulusnya jasa-jasanya tersebut.

Berbakti kepada orangtua tidak hanya ketika mereka masih hidup, tetapi walaupun mereka sudah meninggal seorang anak masih harus

64

berbakti kepada kedua orangtua sampai akhir hayat kita dengan cara mendoakan keduanya dan memohonkan ampunan untuk keduanya.

b. Larangan sombong dan berjalan angkuh

Islam adalah agama yang mengajarkan akhlak yang luhur dan mulia. Sikap sombong salah satu akhlak yang buruk dan harus dihindari oleh setiap muslim. Sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa lebih di atas orang lain. Diantara bentuk kesombongan terhadap manusia diantaranya adalah sombong dengan pangkat dan kedudukannya, sombong dengan harta, sombong dengan kekuatan dan kesehatan, sombong dengan ilmu dan kecerdasan, dan kelebihan-kelebihan lainnya.

c. Melunakkan suara

Satu akhlak mulia lagi diajarkan oleh Luqman kepada anaknya yaitu sikap tawadhu’ dan bagaimana beradab dihadapan manusia,

termasuk mengenai adab berbicara. Contohnya jangan berbicara keras dalam hal yang tidak bermanfaat. Karena sejelek-jeleknya suara adalah suara keledai. Sungguh tanda tidak beradabnya seorang muslim jika ia berbicara dengan nada keras dihadapan orangtuanya sendiri, apalagi jika sampai membentak.

Sesuai dengan penjelasan yang dipaparkan di atas maka penulis menyimpulkan langkah yang dapat ditempuh oleh para pendidik atau orangtua

65

agar dapat dengan mudah mengenalkan pendidikan akhlak kepada anak yaitu sebagai berikut:

1) Lemah lembut dalam bertutur kata kepada orang tua. Menjauhi ucapan-ucapan bernada tinggi, apalagi kata-kata kasar.

2) Ringan tangan menjalankan perintah orang tua. Sejak masih bayi hingga dewasa dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Sungguh tidak pantas ketika tiba saatnya orang tua memerintahkan kita untuk melakukan suatu perkara yang sanggup dikerjakan, namun kita mengelak perintah tersebut.

3) Tidak mudah larut dalam kesenangan dan pergaulan bebas, karena kebiasaan ini akan menguras segala kemampuan dan dapat menghancurkan masa depan.

4) Menjadi pribadi yang pemaaf, karena memaafkan kesalahan orang lain adalah sesuatu yang berat untuk dilakukan. Oleh karena itulah memaafkan atas kesalahan orang lain jauh lebih baik daripada meminta maaf atas kesalahan diri sendiri.

5) Membiasakan diri untuk ta’awun atau saling menolong karena itulah

66

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Konsep pendidikan anak dalam surah Luqman ayat 12-19 menurut pemikiran M. Quraish Shihab mencakup tiga konsep yaitu:

a. Pendidikan tauhid atau akidah

Tauhid merupakan ajaran pertama dan utama yang harus diberikan kepada anak, agar anak mengerti tentang pelajaran akhirat sebelum mengetahui pelajarann tentang keduniaan. Pelajaran tauhid merupakan pondasi utama kehidupan.

b. Pendidikan akhlak

Akhlak dalam ajaran agama tidak dapat disamakan dengan ajaran etika, jika etikadibatasi dengan sopan santun antar sesama manusia serta hanya berkaitan dengantingkah laku lahiriah. Akhlak lebih luas maknanya serta mencakup pula beberapa hal yang tidak merupakan sifat lahiriah. Misalnya yang berkaitan dengan sifat batin atau pikiran. Akhlak diniah (agama) mencakup berbagai aspek, dimulai dari akhlak terhadap Allah hingga kepada sesama makhluk (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda tak bernyawa).

67

c. Pendidikan ibadah

Ibadah adalah suatu bentuk ketundukan dan ketaatan yang mencapai puncaknya sebagai dampak dari rasa pengagungan yang bersemai dalam lubuk hati seseorang terhadap siapa yang kepadanya ia tunduk. Rasa itu hadir akibat adanya keyakinan dalam diri yang beribadah bahwa objek yang kepadanya ditujukan itu memiliki kekuasaan yang tidak dapat terjangkau hakikatnya.

2. Implementasi pemikiran Quraish Shihab dalam surat Luqman 12-19 dalam kehidupan sehari-hari, antara lain sebagai berikut:

a. Pendidikan tauhid (akidah); larangan menyekutukan Allah dan meyakini Allah mengetahui segala sesuatu. Dengan cara; melantunkan adzan di telinga kanan dan iqomah ditelinga kiri ketika bayi lahir, mendekatkan anak-anak dengan cerita yang mengesakan Allah, mengajak anak untuk merenungkan ciptaan Allah dan segala hikmah di baliknya.

b. Pendidikan syari’ah (ibadah); sholat, amar ma’ruf nahi munkar, sabar.

Dengan cara; menjadi tauladan dalam beribadah seperti sholat, bersabar, dan ber-amar ma’ruf nahi munkar, mengenalkan sholat kepada anak,

memberi penghargaan untuk perbuatan baik yang dilakukan anak dan sanksi yang mendidik untuk perbuatan buruknya, menanamkan sikap tidak mudah mengeluh dan tidak mudah putus asa kepada anak.

c. Pendidikan akhlak; berbakti pada orang tua, larangan sombong dan berjalan angkuh, melunakkan suara. Dengan cara; lemah lembut dalam

68

bertutur kata kepada orang tua, menjauhi ucapan bernada tinggi apalagi berkata kasar, ringan tangan menjalankan perintah orang tua, membiasakan diri untuk ta’awun (tolong menolong).

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang diapatkan oleh penulis pada penelitian ini, terdapat beberapa saran yang penulis sampaikan, diantaranya:

1. Hasil penelitian ini bersifat teori, maka diharapkan bagi masyarakat khususnya orangtua agar menerapakan teori ini dalam proses pendidikan anak. 2. Sebagai orangtua hendaknya memberikan pendidikan kepada anak dengan tuntunan ajaran Islam, salah satunya seperti yang terdapat dalam surah Luqman ayat 12-19.

3. Memberikan pendidikan kepada anak hendaknya dilakukan dengan penuh kasih sayang dan kelembutan agar anak mudah untuk memahami apa yang disampaikan.

69

DAFTAR PUSTAKA

Al-Bukhari, Abu Abdillah Muhammad ibn Isma’il. 2001. Shahih al-bukhari. Beirut:

Dar al-Kutub al-Ilmiyah. Juz 1.

Al-Ghazali, Imam. 1997. Mutiara Ihya’ Ulumuddin. Terj. Irwan Kurniawan.

Bandung: Mizan.

Al-Maraghi, Ahmad Mustofa. 1989 dan 1993. Terjemah Tafsir Al-Maraghi. Terj.

Bahrun Abu Bakar. Semarang: Toha Putra.

Al-Qurashi, Baqir Sharif. 2003. Seni Mendidik Islam, Terj. Mustofa Budi Santoso.

Jakarta: Pustaka Zahra.

Aly, Hery Noer dan Suparta, Munzir. 2000 dan 2003. Watak Pendidikan Islam.

Jakarta: Friska Agung Insani.

Anwar, Rosihon. 2010. Akhlak Tasawuf. Bandung: Pustaka.

Ar-Rifa’i, Muhammad Nasib. 1999. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir. Terj. Syihabuddin.

Jakarta: Gema Insani Press.

Asbabun Nuzul, Studi Pendalaman Al-Qur’an. 2010. Ensiklopedia Al-Qur’an dan Hadits. T.tp.

Barnadib, Imam. 1982. Arti dan Metode Sejarah Pendidikan. Yogyakarta: FIP.IKIP

Brata, Sumardi surya. 1997. Metodologi penelitian. Jakarta: Pelajar Press.

Departemen Agama RI. 1984/1985. Al-Qur’an dan Tafsirnya, Jilid 7. Jakarta: Proyek

pengadaan Kitab Suci AAl-Qur’an Departemen Agama RI.

Darajat, Zakiah. 1995. Pendidikan Islam dalam Keluarga dan Sekolah. Cet. II.

Jakarta: Ruhama.

Hadad, Imam Habib Abdullah. 1993. Nasehat Agama dan Wasiat. Semarang: CV

Toha Putra.

Halim, M. Nipan Abdul. 2000. Anak Saleh Dambaan Keluarga. Yogyakarta: Mitra

Pustaka.

70

_______. 2006. Tafsir Al-Azhar. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Harahap, Syahrin. 2000. Metodologi Studi dan Penelitian Ilmu-Ilmu Ushuludin.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Ihsan, Fuad. 1995. Dasar-Dasar Kependididkan. Jakarta: Ikapi

Ilyas, Yunahar. 2013. Kuliah Aqidah Islam. Cet. XV. Yogyakarta: LPPI

Jalaludin. 1993. Tafsir Jalaludin. Semarang: Toha Putra.

Kementrian Agama RI. 2011. Al-Qur’an dan Tafsirnya. Jakarta: Widya Cahya.

_______. 2012. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Bandung: Wali.

Mahali, A. Mudjab. Asbabun Nzul Studi Pendalaman Al-Qur’an Surah Al-baqarah An-Nisa. Jakarta: PT Raja Grafindo 2002.

Mahmud, dkk. 2013. Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga-Sebuah Pandangan Lengkap Bagi Para Guru, Orang Tua, dan Calon. Jakarta: Akademia

Permata.

Mansur. 2006. Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan. Yogyakarta: Mitra Pustaka.

Marimba, Ahmad D. 1996. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: al-Ma’arif.

Muhajir, Noeng. 1996. Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Bayu Indra

Grafika.

Nata, Abuddin. 2002. Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan (Tafsir al Ayat al-Tarbawiy).

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

_______. 2008. Akhlak Tasawuf. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Qutb, Muh. 1993. Sistem Pendidikan Islam. Bandung: Al-Ma’arif.

Qutb, Sayyid. 1992. Fi Zilalil Qur’an. Terj. Jilid IX. Juz XXI. Dar Al Syuruq.

Rahman, Hibana S. 2002. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta:

71

Rimm, Sylvia. 2003. Mendidik dan Menerapkan Disiplin pada Anak Prasekolah.

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Roziqin, Badiatul. dkk. 2009. 101 Jejak Tokoh Islam Indonesia. Yogyakarta: E-

Nusantara.

Shihab, M. Quraish. 2002, 2003 dan 2004.Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.

_______. 2007. Wawasan Al-Qur’an, Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat.

Bandung: Mizan.

_______. 2012. Al-Lubab: Makna, Tujuan, dan Pelajaran dari Surah-surah Al- Qur’an. Tangerang: Lentera Hati.

_______. 2013.Secercah cahaya Ilahi Hidup Bersama Al-Qur’an. Jakarta: PT Mizan

Pustaka.

Subqi, Imam. 2016. Pola Komunikasi Keagamaan Dalam Membentuk Kepribadian Anak. Interdisciplinary Journal of Communication. Vol. 1 No. 2. IAIN

Salatiga

Sudarto. 1997. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Suryabrata, Sumadi. 1995. Metodologi Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo.

Swarjana, I Ketut. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Andi Offset.

Syukur, Suparman. 2015. Studi Islam TTransformatif Pendekatan di Era Kelahiran, Perkembangan dan Pemahan Konstektual. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Thoha, Chabib. 1996. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Yayasan Penyelenggara Penterjemah. 2002. Al-Qur’an dan Terjemahnya.

Departemen Agama.

Zahairi, Ghofir dan Slamet. 1983. Metodik Khusus Pendidik Agama. Surabaya: Biro

72 http://tribunnews.com/pendidikan/2018/02/03/ini-fakta-fakta-mengejutkan-siswa- sma-yang-bunuh-gurunya-di-sampang/ http://tribunnews.com/regional/2018/03/11/tawuran-pelajar-di-buton-masalah-antar- kampung-merembet-ke-sekolah-karena-hal-sepele/ http://detik.com/news/jawatimur/1980436/penganiayaan-yang-menimpa-siswi-smp- di-blitar-di-duga-karena-asmara

Agus Setyadi, dikutip dari http://detik.com/news/berita/d-3498526/pesta-sabu-di- rumah-kosong-3-remaja-di-tangkap-saat-sedang-fly

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Nur Azizah

Tempat, Tanggal Lahir : Salatiga, 17 November 1995

Jenis Kelamin : Perempuan

Kewarganegaraan : Indonesia

Agama : Islam

Alamat : Wiroyudan, RT 02 RW 05, Kelurahan Tingkir

Tengah, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga

Email : [email protected]

No HP : 085727998855

Riwayat Pendidikan : SDN Tingkir Tengah 02 2001-2007

MTs Negeri Salatiga 2007-2010

Dokumen terkait