• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Pendidikan Karakter di SMP Negeri 8 dan MP Negeri 9 Purwokerto

5 Pendidikan Karakter di Sekolah

A. Implementasi Pendidikan Karakter di SMP Negeri 8 dan MP Negeri 9 Purwokerto

Implementasi pendidikan karakter yang dilaksanakan di kedua sekolah tersebut selama ini adalah dilakukan dengan pola keterpaduan antara pelaksanaan kegiatan intrakurikuler dengan ekstrakurikuler.

1. Kegiatan Intrakurikuler

Implementasi pendidikan karakter dalam kegiatan intrakurikuler melalui kegiatan PBM memiliki peran yang sangat penting dan positif dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik di kedua SMP Negeri Purwokerto tempat penelitian. Ada beberapa nilai karakter dan moral yang dapat ditanamkan kepada perserta didik pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar, yaitu sebagai berikut: (1) pada jam ke-0 setiap pagi, di SMP Negeri 8 Purwokerto siswa beragama Islam baca tadarus/asmaul husna, sedang yang beragama Hindu (terdapat 1 orang) dengan mempraktikkan nilai-nilai catur veda yang termaktub dalam kitab Veda; sedangkan di SMP Negeri 9 Purwokerto diawali dengan salam ABITA dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan; (2) dalam proses pembelajaran berlangsung, guru mengintegrasikan pada sub pokok bahasan yang sesuai dengan nilai karakter dan moral yang ada dalam proses PBM; (3) sebelum dimulai proses PBM selalu diawali dengan berdo’a sesuai agama dan kepercayaan masing-masing,

demikian juga pada saat mengakhiri pelajaran; (4) pengaturan jadwal kebersihan kelas; (5) menerapkan aturan tata tertib sekolah berikut sangsi bagi yang melanggar; dan (6) penanaman nilai-nilai kedisiplinan, keteladanan, dan rasa tanggung jawab, termasuk tidak mencontek pada saat ulangan (test), serta mengerjakan tugas-tugas PR oleh guru. Berikut diberikan deskripsi hasil wawancara dan observasi dari responden sampel pada saat kegiatan proses pembelajaran dilaksanakan.

Pada kedua sekolah tempat penelitian, pendidikan karakter tidak diselenggarakan secara sistematis dalam mata pelajaran yang berdiri sendiri dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi secara substansi praktik pendidikan karakter sudah terlihat dari beberapa kegiatan yang dilakukan sekolah seperti guru mengkaitkan materi pelajaran dengan pembinaan karakter peserta didik seperti pengembangan sikap disiplin dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, memotivasi siswa dalam belajar merupakan bagian dari pembinaan karakter untuk membangun etos kerja tinggi. Seperti yang dikatakan “En” salah seorang siswa SMP Negeri 8 Purwokerto:

Saya kagum terhadap bapak dan ibu guru SMPNegeri 8 Purwokerto karena beliau sering memberi pengarahan tentang karakter, dan mereka memberikan contoh teladan sebagai guru, dan menginginkan siswanya berkarakter yang baik. Didalam memberikan materi pelajaran, bapak/ibu guru selalu mengintegrasikan nilai-nilai karakter.

Pelaksanaan pendidikan karakter melalui kegiatan belajar mengajar diharapkan siswa sadar bahwa ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh peserta didik tidak saja dalam rangka memperluas cakrawala pengetahuan tetapi juga mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan menampilkan sikap dan perilaku yang baik. Sikap menghargai orang lain yang merupakan bagian dari materi pelajaran PKn di sekolah dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah dengan orang lain, begitu pula dengan mata pelajaran yang lain seperti keanekaragaman hayati dalam bidang studi IPA dapat membangun karakter peserta didik dalam mengagumi kekayaan alam hayati sehingga menimbulkan rasa syukur yang tinggi atas nikmat dan karunia yang diberikan oleh Sang Pencipta sehingga melahirkan siswa yang berkarakter yang selalu bersyukur dan memelihara alam dan lingkungannya.

Kegiatan belajar mengajar menjadi ruang yang sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai dan membina karakter peserta didik karena guru dapat menghubungkan materi pelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya dengan pembentukan karakter peserta didik selain itu guru dapat memberikan contoh melalui sikap, perilaku yang baik pada siswa pada saat proses belajar mengajar di kelas maupun di luar kelas, begitu pula dengan peserta didik pada saat mengikuti kegiatan belajar mengajar dapat mengambil contoh dan

pelajaran yang dapat membangun karakternya dan dapat mengamalkannya dalam interaksi di sekolah maupun dilingkungan lain. Dengan kondisi ini dapatlah dikatakan bahwa kegiatan belajar mengajar bisa menjadi ruang bagi praktik pendidikan karakter di sekolah.

2. Kegiatan Ekstrakurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan sekolah dalam rangka membina potensi dan kompetensi peserta didik. Potensi dan kompetensi yang dimiliki peserta didik sangat beragam sehingga sekolah harus menyediakan berbagai macam kegiatan untuk menampung aktivitas peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran yang positif dalam mendukung proses penanaman nilai-nilai karakter warga sekolah, baik malalui kegiatan yang berkaitan dengan sosial keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 8 Purwokerto dan SMP Negeri 9 Purwokerto menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peroses pembentukan karakter peserta didik walaupun secara eksplisit tidak dijelaskan namun secara implisit bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian dari pembinaan karakter peserta didik.

Untuk membangun karakter peserta didik tidak hanya melalui pemberian pengetahuan tentang karakter yang baik tetapi yang lebih penting dengan proses aktivitas yang berlangsung secara terus menerus, berkelanjutan, dan terarah. Aktivitas-aktivitas yang dibangun dengan sistimatis melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah menjadi arena bagi peserta didik untuk belajar memahami nilai-nilai yang sesuai dengan norma kehidupan yang tidak bertentangan dengan nilai agama. Berbagai aktivitas sosial yang dilakukan peserta didik akan membentuk sebuah konstruksi perilaku sosial peserta didik.

Kegiatan ekstrakurikler pada pada hakikatnya bukan saja untuk menampung dan tempat untuk menyalurkan kompetensi, minat dan bakat peserta didik tetapi lebih jauh bahwa kegiatan ekstrakurikuler mampu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam usaha membentuk karakter peserta didik sebab pada kegiatan ekstrakurikur terjadi juga interaksi antar sesama yang tentunya membutuhkan karakter atau nilai saling menghargai, saling menghormati, meninggalkan sifat egois, menerima pendapat orang lain, bertanggung jawab, kerjasama, tidak apatis. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan oleh peserta didik sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi tempat yang sangat penting bagi pembinaan karakter peserta didik di sekolah.

Berdasarkan hasil observasi lapangan yang dilakukan peneliti bahwa kedua sekolah (SMP Negeri 8 Purwokerto dan SMP Negeri 9

Purwokerto) bahwa kedua sekolah tersebut memandang penting kegiatan ekstrakurikuler sebagai kegiatan yang dapat membentuk karaker peserta didik sehingga tujuan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional dapat terwujud dengan menghasilkan siswa yang berkarakter, sehingga tidak heran di kedua sekolah rersebut terdapat banyak kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti peserta didik.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler ini adalah menekankan pada nilai-nilai karakter dan moral sebagai berikut: (1) tanggung jawab, (2) komunikatif, (3) kejujuran, (4) religius, (5) peduli sosial, (6) menghargai prestasi, (7) kreatif, (8) mandiri, (9) bersahabat/komunikatif, (10) demokrasi dan (11) disiplin.

B. Peran Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa dalam Implementasi