• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI PERAN TEKNOLOGI DIMASA PANDEMI DALAM PEMBELAJARAN PADA GURU TPA/TPQ MIFTAHUL ULUM YAYASAN

Dalam dokumen PROPOSAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (Halaman 83-90)

INTISHOR

Ahmad Pudoli1, Dewi Kusumaningsih2, Rudsah3, Tjahjanto4, Yulianawati5, Devit Setiono6

1,2,3,4,5,6

Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur [email protected]1, [email protected]2, [email protected]3, [email protected]4, [email protected]5,

[email protected]6

ABSTRAK

Dunia dikejutkan dengan adanya virus COVID-19 di awal tahun 2020 kemarin. Hal ini mengakibatkan perubahan besar yang terjadi dalam kegiatan masyarakat saat ini.

Mulai dari kegiatan perdagangan, ekonomi, pekerjaan serta dalam dunia pendidikan.

Sekolah diwajibkan turut serta dalam memutus rantai penyebaran virus COVID-19 ini dengan mengubah metode pembelajaran sesuai dengan intruksi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, yang mengharuskan kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah atau dikenal juga sebagai pembelajaran jarak jauh. TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor turut serta dalam menyukseskan program pemerintah dengan mengubah metode ajar dari rumah. Namun karena intruksi ini diberikan secara sangat cepat dan tiba-tiba, TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor belum mempersiapkan dengan matang teknis dalam metode belajar mengajarnya. Saat ini metode mengajar dilakukan dengan menggunakan WhatsApp Group saja. Tentunya dengan metode ini masih perlu dikembangkan agar penyampaian materi ajar lebih sempurna lagi. Tujuan dari kegiatan ini adalah dengan memberikan penjelasan mengenai Implementasi peran teknologi dimasa pandemi dalam pembelajaran. Guru TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor diharapkan dapat mengenal dan menggunakan aplikasi lain untuk pembelajarn jarak jauh ini selain dengan menggunakan WhatsApp Group. Metode yang akan dilakukan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dengan tatap muka (jika memungkinkan) namun tetap dengan menerapakan protokol kesehatan dan melakukan physical distancing dalam penyampain materinya. Metode ini akan disesuaikan pada waktu pelaksanaan menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

Kata kunci: TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor, PJJ, pelatihan

41

A. PENDAHULUAN

Sejak ditemukan kasus Covid-19 pertama di Indonesia pada Maret 2020 oleh pemerintah Indonesia, segala bidang kegiatan masyarakat Indonesia menjadi berubah total. Salah satu yang mengalami dampaknya adalah kegiatan sekolah atau kegiatan belajar mengajar. Oleh karenanya, Tenaga Pengajar atau Guru dan siswa dituntut untuk melakukan perubahan metode dalam kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh dengan media digital.

Belajar adalah kegiatan atau aktivitas individu dalam proses mengetahui dan memahami sesuatu (Priantini, 2016). Manusia dalam menjalani kehidupannya secara tidak langsung merupakan proses belajar yang berkelanjutan. Dan selanjutnya pendidikan dilakukan dalam lembaga formal seperti sekolah.

Materi yang dipelajari juga meliputi semua disiplin ilmu termasuk dalam hal kemandirian pribadi, ilmu sains, ilmu sosial, maupun ilmu agama (Imaduddin

& Nur Utomo, 2012). Sedangkan mengajar merupakan proses alamiah dalam kehidupan. Setiap manusia pasti melakukan proses pengajaran kepada manusia lainnya (Wana et al., 2017).

Media pembelajaran sendiri juga memiliki peran yang sangat singnifikan dalam menentukan kelancaran proses perkuliahan (Kurnia & Nugroho, 2017;

Asyhar, 2012). Media pembelajaran dapat berupa teknologi, salah satunya memanfaatkan internet. Penerapan media pembelajaran sangat membantu keberhasilan dalam proses belajar mengajar (Muslih, 2016). Proses pembelajaran melalui media internet sudah sering dilakukan diberbagai institusi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa melalui media pembelajaran seperti virtual class (Sohibun & Ade, 2017)

TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor adalah sebuah taman pendidikan yang berlokasi di wilayah Jakarta Selatan. TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor sudah tentu berkewajiban dalam mengikuti instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19 ini. TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor pun mulai mengubah pola pembelajaran secara digital secara bertahap.

Walaupun dalam pelaksanaannya memiliki banyak kendala seperti menentukan media apa yang sesuai dengan karakteristik guru dan siswa.

Sampai dengan mempertimbangkan bagaimana materi yang disampaikan dapat dilakukan secara maksimal.

Semenjak melakukan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh, TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor membentuk Whatsapp Group dengan siswanya. Segala kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui Whatsapp Group tersebut, mulai dari

42

memberikan materi, memberikan tugas, mengumpulkas tugas dan sebagainya.

Pada pelatihan ini akan dijelaskan kepada guru TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor mengenai Implementasi Peran Teknologi yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh ini sehingga proses pembelajaran jarak jauh ini dapat berlangsung dengan lebih baik.

TPA Miftahul Ulum adalah taman pendidikan bagi anak mulai dari usia 4 sampai 14 tahun yang menimba ilmu agama. TPA Miftahul Ulum berada dibawah Yayasan Intishor yang sudah berdiri lebih dari 15 tahun. Sampai dengan saat ini TPA Miftahul Ulum Yayasan Intishor memiliki lebih dari 75 santri didalamnya yang terbagi dalam beberapa kelompok pendidikan berdasarkan usia. Anak-anak sebagai tunas bangsa selayaknya menjadi bibit dalam membangun negara. Untuk itu anak harus diarahkan dan diawasi dalam kegiatannya termasuk dalam bidang tekonolgi yaitu pengetahuan internet ramah anak usia dini dan bisa memilah dan menyaring penggunaanya dengan diberikan pehaman kebudiluhuran.

B. METODE PELAKSANAAN

Metode kegiatan pelatihan ini dilakukan berdasarkan pendekatan proses pembelajaran teori dan pembelajaran praktek. Perbandingan antara pembelajaran teori dengan pembelajaran praktek berkisar dengan perbandingan sekitar 1 : 2. Metode pelatihan untuk menyampaikan teori, meliputi : ceramah, tanya jawab dan diskusi, sedangkan praktikum terdiri dari metode tanya jawab serta tugas atau latihan. Berikut ini adalah uraian kegiatan pengabdian pada masyarakat yang kami laksanakan di TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor (tentatif, jika memungkinkan akan dilakukan tatap muka langsung namun jika tidak akan dilakukan secara virtual):

1. Observasi

Kegiatan ini dilakukan dengan mendatangi mitra TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor untuk mengetahui kebutuhan mitra dalam proses pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan oleh dosen Universitas Budi Luhur. Setelah mengetahui kebutuhan mitra PKM maka dosen membentuk tim PKM sebagai hasil dari survei lokasi mitra (observasi).

2. Wawancara

Wawancara langsung dilakukan kepada koordinator TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor tentang kebutuhan yang dapat dijadikan sebagai objek pengabdian pada masyarakat.

43 3. Studi Kepustakaan

Mempelajari teori yang berkaitan dengan tema pengabdian kepada masyarakat, dokumentasi mitra dan mencari informasi dari internet tentang kondisi terbaru dari lokasi mitra.

Dari ketiga metode pengumpulan data di atas maka kami merangkai keterkaitan antara kegiatan yang kami lakukan antara tim dengan pengguna adalah sebagai berikut :

1. Tim melakukan analisis kebutuhan pengguna ke TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor.

2. Tim membuat hasil dari analisis yan telah dilakukan pada poin satu diatas.

3. Dosen membuat materi Mengenai “Implementasi Peran Teknologi Dimasa Pandemi Dalam Pembelajaran Pada Guru TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor”. Sebagai media untuk memberikan pembekalan, wawasan dan pelatihan kepada para guru TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor.

4. Dosen mempresentasikan materi tersebut.

5. Dosen melakukan pendampingan dalam pelatihan dan melakukan evaluasi kepada peserta pelatihan dengan memberikan latihan.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan ini diawali dengan kunjungan tim PKM ke tempat mitra yaitu TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor, Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Tim bertemu dengan Ketua TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor yaitu Ibu Mardiningsih kemudian dilakukan pembuatan syarat admistratif guna pembuatan proposal pengabdian masyrakat. Tim pelaksana melakukan wawancara mengenai bagaimana pelaksanaan kegiatan belajar mengajar TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor dimasa pandemi seperti sekaran ini. Dilanjutkan dengan menyiapkan materi presentasi dan penggandaan hand out. Tim pelaksana menuju tempat mitra dan menyiapkan kebutuhan presentasi dan dokumentasi seperti persiapan paparan dengan LCD Proyektor dan persiapan banner.

Tim pelaksana mulai memaparkan tentang materi yang disajikan, diawali dengan sebuah pembahasan mengenai perubahan kegiatan belajar mengajar semenjak adanya virus covid-19 ini. Didapatkan beberapa kendala terhadap perubahan ini, mulai dari kepahaman tentang implementasi peran teknologi ataupun kendala teknis lainya.

44

Hal ini dikarenakan, perubahan yang begitu mendadak dan tiba-tiba tanpa adanya sebuah persiapan yang matang di tengah pandemi seperti ini. Sampai dengan sebelum diadakannya PKM ini, para guru di TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor hanya menggunakan WhatsApp Group sebagai media pembelajaran, mengirim tugas dan menilai hasil belajar murid. Hal ini tentunya memiliki kendala baik dalam penyampaian materi belajar maupun dalam melakukan penilaian, dikarenakan fitur yang ada pada media WhatsApp Group sangat minim untuk melakukan kegiatan belajar. Misalnya saja untuk melakukan penilaian terhadap tugas murid, dibutuhkan waktu yang lama dan akan lebih lama lagi jika tulisan murid sulit untuk dibaca.

Setelah mendaptakan beberapa bahan diskusi, tim pelatihan memulai untuk menjelaskan mengenai implementasi peran teknologi dimasa pandemi dalam pembelajaran pada guru TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor dan memulai untuk melakukan pendampingan pelatihan.

Dalam hal ini tim mencoba menjelaskan dengan santai, satu persatu dan materi yang sudah dipersiapkan. Selain melihat ke depan, tim juga sudah membagikan hand out untuk bisa digunakan sebagai panduan nantinya.

Berikut ini adalah hasil dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim penulis berdasarkan kuisioner pada saat kegiatan berlangsung:

Tabel.1 Hasil Kegiatan

No Pertanyaan Hasi Keterangan

1 Materi yang diberikan tepat atau sesuai dengan kebutuhan.

Pertanyaan pada kuisioner ini adalah : materi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan mitra ?

2 Cara penyampaian materi dari intrukstur ke peserta

Dalam pertanyaan di

85% baik sekali

15% baik Diterima

45 kuisioner ini apakah

cara penyampaian materi dari intrukstur ke peserta?

3 Waktu atau durasi pelaksanaan kegiatan . Dalam pertanyaan di kuisioner ini waktu atau durasi

pelaksanaan kegiatan?

80%

memahami mengenai beberapa aplikasi yang telah dijelaskan dalam pelaksanaan kegiata PKM ini?

Dalam pertanyaan di kuisioner ini peserta memahami bebrapa aplikasi yang telah dijelaskan dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini.

Hasil yang didapat dari kegiatan pengabdian kepada masyarkat ini adalah publikasi dalam bentuk jurnal ataupun prosiding.

D. SARAN DAN KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa PKM ini memberikan manfaat yang luar biasa untuk para guru. Para guru sangat antusias dan tertarik dengan pembahasan dan pelatihan yang dibawakan oleh tim. Wawasan dan pengetahuan para guru akan Implementai Teknologi di Masa Pandemi seperti sekarang ini menjadi lebih luas lagi sehingga hal ini dipastikan akan membawa pengaruh yang baik dalam kegiatan belajar mengajar dengan mengunakan metode pembelajaran jarak jauh pada TPA/TPQ Miftahul Ulum Yayasan Intishor. Adapun saran yang dapat kami berikan adalah, fasilitas seperti ketersediaan koneksi yang baik harus ditingkatkan, agar pembelajaran jarak jauh ini dapat berjalan dengan baik tidak terputus-putus sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.

46 E. DAFTAR PUSTAKA

Imaduddin, M. Ch., & Nur Utomo, U. H. (2012). Efektifitas metode Mind Mapping Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Fisika pada Siswa Kelas VIII, IX(No. 1) Kurnia, E. D., & Nugroho, Y. E. (2017). Pelatihan pembuatan media pembelajaran

aksara jawa bagi guru bahasa jawa sma di kabupaten Rembang. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 2(2), 101-112. doi: 10.30653/002.201722.22.

Muslih. (2016). Pemanfaatan media pembelajaran berbasis ICT pada lembaga pendidikan non-formal TPQ. Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan, 16(2), 215-234. doi: 10.21580/dms.2016.162.1090.

Priantini, D. A. M. M. (2016). Pengaruh Metode Mind Mapping Terhadap Keterampilan Berfikir Kreatif dan Prestasi Belajar IPS. Jurnal Kajian Pendidikan Widya Accarya, (2085-0018), 118–131.

Sohibun, S., & Ade, F. Y. (2017). Pengembangan media pembelajaran berbasis virtual class berbantuan Google Drive. Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah, 2(2), 121-129. doi: 10.24042/tadris.v2i2.2177.

Wana, P. R., Pangestu, W. T., & Agustina, D. A. (2017). Menggunakan Metode Pembelajaran Mind Mapping dan Direct Instruction Pada Siswa Kelas V SDN Jiwan 01 Madiun. Jurna Pendidikan Ke-SD-An, 3, 83–87

47 LAMPIRAN 9

Dalam dokumen PROPOSAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (Halaman 83-90)

Dokumen terkait