• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Program CSR Bakti Katarak JEC

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 31-37)

E. Pemilihan Media sebagai Sarana Publikasi bagi Program CSR Bakti Katarak 2015

4.2.2.2 Implementasi Program CSR Bakti Katarak JEC

Jakarta Eye Center

4.2.2.2 Implementasi Program CSR Bakti Katarak JEC

No. Jenis Media Nama Media

1 Media Cetak Sinar Harapan Koran Jakarta Kompas Warta Kota Media Indonesia Rakyat Merdeka Bintang Indonesia Jawa Pos Republika Koran Sindo Info Kebayoran Bintang Indonesia Republika 2 Media Online Cnnindonesia.com Metrotvnews.com Kompas .com Detik.com Liputan6.com Wartatv.com Rileksmedia.com Ghiboo.com Suara.com 3 Media elektronik Pas FM Metro TV Kompas TV Liputan 6

Pada tahap implementasi program CSR Bakti Katarak gratis ini dimulai dengan pembukaan acara yang dirancang dalam bentuk press konference berkaitan dengan cara menjaga kesehatan mata dengan menanamkan sikap peduli terhadap beberapa gangguan kesehatan mata. Dalam program CSR Bakti Katarak gratis 2015 ini diselenggarakan bertepatan dengan Hari Penglihatan Sedunia ((World Sight Day) , dimana kali ini mengambil tema “Eye Care for All” , yang merupakan hari kepedulian internasional terhadap hal-hal terkait masalah kebutaan dan gangguan penglihatan secara global, termasuk salah satu diantaranya adalah kegiatan penanggulangan buta katarak di Indonesia.

Perlu diketahui bahwa secara nasional, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) telah membentuk Komite Mata Nasional untuk membantu pemerintah dalam menurunkan angka kebutaan di Indonesia, dengan salah satu misinya mengkoordinasi berbagai kegiatan operasi mata gratis, seperti Bakti Katarak yang diselenggarakan JEC. Dalam kaitannya dengan hal ini Dr. Soefiandi Soedarman, SpM11 menjelaskan : “Untuk pelaksanaan Kegiatan Bakti Katarak hari ini lebih special karena dihadiri oleh Ketua Komite Mata Nasional, disamping itu kami telah menangani 4000 pasien tidak mampu. Dan saya pikir mengharapkan kegiatan ini terus dilakukan, untuk tahun ini kami melakukan dua kali. Dan mungkin ditahun-tahun selanjutnya dapat dijalankan lebih dari dua sampai tiga kali, mengingat angka katarak yang masih banyak di Indonesia.”

Berikut adalah kronologis berjalannya Bakti Katarak gratis di JEC @ Kedoya pada 10 Oktober 2015 :

1. Kegiatan dimulai dengan pendaftaran pasien dan penerimaan tamu media di lobby utama JEC @ Kedoya.

2. Para pasien dipersilahkan untuk naik ke lantai tujuh dan keluarga yang mengantar diberikan ruangan di lantai sembilan untuk menunggu salah satu keluarga mereka yang selama menjalankan proses operasi katarak.

3. Menerima dan mempersilahkan tamu media untuk ke lantai enam untuk acara press conference “Bakti Katarak 2015”.

4. Mengadakan kegiatan Press Conference yang menghadirkan para dokter pakar operasi katarak yang diperuntukkan bagi masyarakat luas, guna memberikan pengertian mengenai gangguan kesehatan mata khususnya katarak.

Dalam kegiatan Press Conference ini, menghadirkan empat pembicara dengan tiga orang dokter spesialis mata dan satu orang public figur sekaligus sebagai ketua Komite Mata Nasional , yakni Dr. Darwan M. Purba, SpM ; Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM ; Dr. Soefiandi Soedarman, SpM dan Bapak Andy F.Noya selaku pembawa acara televisi Kick Andy sekaligus sebagai Ketua Komite Mata Nasional. Dalam proses operasi yang digelar inilah, JEC telah mengetengahkan proses operasi dengan menggunakan teknologi sebagai alat penunjang keberhasilan operasi selain tenaga tim medis yang kompeten di bidangnya. Dalam hal ini Dr. Setiyo Budi Riyanto menjelaskan :

“Rumah Sakit Mata JEC @ Kedoya secara konsisten terus menerapkan teknologi mutakhir dan mengembangkan kualitas teknologi mutakhir dan mengembangkan kualitas teknologi operasi mata demi memberikan layanan terdepan kepada pasien, salah satunya penerapan Teknik Fakoemulsifikasi dengan teknologi Centurion, teknologi Bladeless

Laser Cataract Surgery (operasi katarak tanpa pisau), dan teknologi Cataract Suite Markerless Surgery (proses penandaan mata secara digital yang terintegrasi langsung dengan data pasien yang diambil sebelum dilakukan operasi)”

Kecanggihan dan up to date dalam teknologi berkelas dunia, menjadi bagian yang selalu diperhatikan oleh JEC dalam memenuhi kebutuhan akan layanan kesehatan sekaligus memberikan layanan terdepan kepada pasien,

dengan menerapkan teknologi canggih pengganti pisau bedah.

Gambar 4.5. Suasana Press Conference Bakti Katarak JEC 2015 ( dari kiri-kanan : Dr. Soefandi Soedarman, Dr.Darwan Purba, Bapak Andy

F.Noya, Dr. Setiyo Budi Riyanto)

Dalam press conference yang berlangsung selama satu jam penuh ini, Dr. Darwan M.Purba, SpM selaku Direktur Utama Rumah Sakit Mata JEC @ Kedoya sekaligus salah satu pendiri mengungkapkan :12 “Pada peringatan

12 http://jec.co.id/index.php/id/news-promo/news/79/bakti-katarak-jec-untuk-memperingati-world-sight-day-2015 (diakses pada tanggal 22 January 2016, pukul 13.02 WIB)

Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) tahun ini, JEC kembali menyelenggarakan kegiatan rutin operasi katarak gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Mulai hari ini, kami menggunakan nama baru “Bakti Katarak” untuk kegiatan CSR tersebut.”

Dan dalam acara ini juga, Ketua Bakti Katarak tahun 2015, Dr. Soefiandi Soedarman, SpM 13menjelaskan :

“Dalam kegiatan CSR Bakti Katarak, JEC menargetkan 400 (empat ratus) pasien setiap tahunnya. Jumlah pasien Bakti Katarak hari ini kurang lebih 100 orang, yang mendapat penanganan dari tim dokter Rumah Sakit Mata JEC, disamping itu Program Bakti Katarak ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus mendukung visi pemerintah mewujudkan 2020 bebas katarak.”

Kegiatan Bakti Katarak yang telah digelar sejak tahun berdirinya JEC

ini selain meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat, JEC sebagai pionir Rumah Sakit mata bertaraf internasional ini juga turut mendukung dan bekerjasama dengan pemerintah dalam memberantas katarak di seluruh Indonesia. Jelas tergambarkan disini tanggung jawab sosial JEC yang tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berdomisili disekitar Kedoya ataupun Menteng, melainkan terhadap masyarakat luas diseluruh Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, JEC bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti Perhimpunan Dokter Mata Se-Indonesia (PERDAMI), Gerakan Matahati, Gereja Kristus Yesus, RSIA Lestari, dan beberapa organisasi lainnya.

5. Bersamaan dengan digelarnya Kegiatan Press Conference , kegiatan Operasi Katarak juga berjalan di lantai 7, yang dimulai pada pukul 09.30 WIB, dengan diikuti 100 orang pasien yang telah melewati tahapan pemeriksaan screening mata dan layak menjalani operasi mata. Selama kegiatan ini berlangsung, Dr. Soefandi Soedarman, MD14 menjelaskan :

“Dalam pelaksanaan operasi katarak hari ini, JEC telah menerapkan pelayanan dengan standar internasional dan penggunaan teknologi operasi katarak terkini. Proses operasi hanya memerlukan waktu sekitar 15-20 menit per mata dan masa penyembuhan berlangsung lebih cepat dibandingkan metode konvensional,”

Kegiatan yang mengetengahkan tema Eye Care for All ini memberikan nilai tambah tersendiri bagi reputasi JEC yang memiliki standard rumah sakit mata bertaraf internasional. Layanan yang disediakan selama berlangsungya operasi katarak bagi pasien selain memberikan kemudahan bagi dokter yang manangani juga kepada pasien diberikan kenyamanan setelah operasi berjalan dan proses penyembuhan yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan proses operasi manual.

6. Setelah kegiatan press conference berlangsung, dilanjutkan dengan acara Hospital Tour bagi tamu media. Hospital Tour ini adalah kegiatan yang diperutukkan bagi media, dimana para wartawan dan jurnalis yang turut hadir dalam press conference dapat menyaksikan secara live berlangsungnya Operasi Katarak yang sedang berjalan melalui Operation Theatre. Sehingga masyarakat

luas dapat menangkap isi berita sekaligus jalannya kegiatannya CSR ini. Melalui kegiatan Hospital Tour ini diharapkan dapat memberikan pengalaman lebih bagi para wartawan dan jurnalis untuk dapat memnyebarkan informasi

sekaligus mengkomunikasikan kepada masyarakat luas bahwa Jakarta Eye Center merupakan salah satu rumah sakit mata yang terlengkap dari segi teknologi dan layanan yang bertaraf internasional. Sehingga pada akhirnya akan menghasilkan publikasi yang positif

Gambar 4.6. Suasana Bakti Katarak JEC 2015 melalui Operation theatre

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 31-37)

Dokumen terkait