ANALISIS KEADILAN GENDER TERHADAP HARTA BERSAMA DI INDONESIA DAN MALAYSIA
B. Implementasi Putusan Harta Bersama di Malaysia
2. Implementasi Putusan Harta Bersama di Mahkamah Syariah Kuala Lumpur
Tabel di atas menggambarkan bahwa istri lebih banyak mengajukan gugatan harta bersama di mahkamah Syariah wilayah persekutuan Kuala lumpur yaitu sebanyak 11 gugatan yang diajukan oleh istri sedangkan 4 sisanya diajukan oleh suami. Secara tidak langsung, jelaskan bahwa gugatan yang di diajukan oleh istri tidak sebanding dengan man gugatan yang diajukan oleh suami.
2. Implementasi Putusan Harta Bersama di Mahkamah Syariah Kuala Lumpur
Harta bersama di Malaysia biasa disebut dengan harta sepencarian yang diartikan bahwa harta carian bersama antara suami dan istri selama masa perkawinan mereka dan pembagian harta tersebut biasanya berlaku dalam dua keadaan yaitu putusnya perkawinan karena perceraian dan putusnya perkawinan karena kematian. Konsep harta perkawinan di Malaysia yaitu apa-apa yang berupa barang atau sumbangan yang diberikan dari hasil usaha sendiri atau usaha bersama suami dan istri terhadap kesejahteraan rumah tangga seperti: harta yang diperoleh pada masa perkawinan harta yang dibawa
masuk ke dalam perkawinan dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama serta pendapatan atau gaji yang diterima semasa perkawinan.
Peraturan pembagian harta bersama di Malaysia berbeda dengan peraturan pembagian harta bersama di Indonesia, bahwa kadar dalam pembagian harta bersama di Malaysia tidak disebutkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Gugatan harta bersama di Mahkamah Syariah Kuala lumpur yang dijadikan sampel untuk dianalisis yaitu sebanyak 15 sampel putusan, dari 15 putusan tersebut hanya satu yang diputus dengan putusan dibatalkan, selebihnya putusan tersebut dikabulkan oleh hakim. Dan dari 15 putusan tersebut ada beberapa putusan yang perkaranya digabung dengan pembagian harta warisan.
Dalam memutus perkara harta bersama di Malaysia, sumber hukum hakim di Malaysia mengacu pada Alquran, hadits, dan peraturan-peraturan yang berlaku di Kuala Lumpur, yaitu :
1) Akta 505 Akta Pentadbiran Undang-undang Islam (Wilayah-Wilayah Persekutuan) 1993 seksyen 46,
Pada peraturan ini, mahkamah berwenang menyelesaikan perkara di antara orang Islam yang berhubungan dengan perkawinan, nafkah, pembagian atau tuntutan harta pencarian, wasiat, waqaf, nazar, dan penentuan orang-orang yang berhak menerima harta warisan dari seseorang yang mati serta kadar bagian yang diterima oleh masing-masing pihak yang berhak.24
2) Arahan Amalan Nomor 6 Tahun 2003
Dalam peraturan ini, berhubungan dengan tuntutan harta sepencarian hendaklah diajukan kepada mahkamah yang memiliki wewenang dalam negeri yang mana putusan perceraian telah dikeluarkan, artinya tuntutan
24Akta 505 Akta Pentadbiran Undang-undang Islam (Wilayah-Wilayah Persekutuan) 1993 seksyen 46,
harta sepencarian dilakukan di tempat pengesahan perceraian antara suami istri tersebut dikeluarkan.25
3) Akta 303 Akta Undang-undang Keluarga Islam (Wilayah-Wilayah Persekutuan) 1984 seksyen 2
Dalam peraturan ini, menyebutkan bahwa harta pencarian artinya harta yang diperolehi bersama oleh suami istri semasa perkawinan dengan mengikuti syarat-syarat yang telah ditentukan oleh hukum syara.26
4) Akta 303 Akta Undang-undang Keluarga Islam (Wilayah-Wilayah Persekutuan) 1984 seksyen 58
Pada peraturan ini disebutkan bahwa apabila antara suami istri telah terjadi perceraian maka hakim memiliki kuasa untuk seluruh harta yang peroleh oleh suami istri tersebut dalam masa perkawinannya.dalam memutus perkara harta bersama tersebut hakim hendaklah mengambil pertimbangan pada tiap kontribusi yang dilakukan oleh masing-masing pihak baik itu dalam bentuk uang harta atau kontribusi dalam mengurus rumah tangga. Dalam hal ini apabila dalam memperoleh aset dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu suami dan istri maka mahkamah andakah membagi bagiannya dengan kadar sama banyak, akan tetapi apabila yang yang hanya dilakukan oleh salah satu pihak maka hakim boleh membagi hasad itu itu sesuai dengan apa yang diminta oleh masing-masing pihak tetapi walau bagaimanapun pihak yang memperoleh aset tersebut dengan usahanya hendaklah menerima kadar lebih besar.27
5) Putusan-putusan terdahulu yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.
Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, putusan harta bersama di mahkamah Syariah Kuala lumpur yang akan dianalisis berjumlah 15 putusan, yaitu 1 (satu) perkara diselesaikan dengan damai, 3 (tiga) perkara digabungkan dengan perkara pembagian warisan, 1 (satu) perkara yang dibatalkan, 3 (tiga)
25Arahan Amalan Nomor 6 Tahun 2003
26Akta 303 Akta Undang-undang Keluarga Islam (Wilayah-Wilayah Persekutuan) 1984 seksyen 2.
27Akta 303 Akta Undang-undang Keluarga Islam (Wilayah-Wilayah Persekutuan) 1984 seksyen 58.
perkara yang diputus dengan pembagian fifty-fifty, serta 7 perkara yang diputus dengan pembagian tidak sama rata antara penggugat dan tergugat.
Sama halnya dengan peraturan di Indonesia pembagian harta bersama yang diselesaikan dengan damai di Malaysia juga tidak perlu sampai pada tahap persidangan akhir karena penyelesaiannya hanya kesepakatan kedua belah pihak dalam membagi harta bersama.
Dalam perkara penyelesaian pembagian harta bersama secara damai di Mahkamah Syariah Kuala Lumpur Malaysia pada Nomor 14300-017-0435-2016 tidak menyebutkan berapa persentase bagian masing-masing pihak.
Penggugat dan tergugat dalam masa perkawinannya telah memiliki harta bersama berupa 2 rumah. Dalam perkara ini, penggugat dan tergugat sepakat untuk berdamai dengan memberikan rumah satu untuk penggugat dan rumah kedua untuk tergugat. Dalam putusannya menyebutkan bahwa mahkamah memerintahkan kepada tergugat untuk melunasi cicilanatas rumah 1 sedangkan penggugat diperintahkan untuk melunasi cicilan atas rumah 2.dapat disimpulkan bahwa rumah yang diberikan untuk penggugat akan diselesaikan cicilannya oleh tergugat begitu pula sebaliknya, rumah yang diberikan untuk tergugat akan diselesaikan cicilannya oleh penggugat. 28
Dengan demikian, pada perkara ini tidak memiliki persentase khusus atas pembagian harta bersama antara suami dan istri, tetapi membagi harta bersama sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
Pada perkara harta bersama yang dibatalkan oleh mahkamah, yaitu perkara dengan Nomor 14600-017-0204-2018. Dibatalkannya perkara tersebut karena tuntutan yang dilakukan oleh penggugat tidak jelas objek sengketanya, sedangkan penggugat tidak bisa membuktikan bahwa objek yang disengketakan merupakan harta bersama.29
Selanjutnya yaitu perkara gabungan harta bersama dan harta warisan.
Perkara kumulasi antara harta bersama dan harta warisan hendaklah didahulukan harta bersama, setelah itu baru pembagian harta warisan. Dari 15
28Putusan Mahkamah Syariah Kuala Lumpur Malaysia Nomor 14300-017-0435-2016.
29Putusan Mahkamah Syariah Kuala Lumpur Malaysia Nomor 14600-017-0204-2018.
sampel yang didapat 3 di antaranya perkara kumulasi harta bersama dan harta warisan. Dari 3 kasus tersebut, istri mengajukan gugatan pembagian harta bersama dengan suaminya yang telah meninggal dan tergugatnya adalah anak-anak dari suami dan istri sebelumnya. Dalam pembagiannya, istri mendapatkan bagian lebih banyak atas harta bersama dan kemudian bagian sisanya dijadikan harta warisan yang akan dibagi kepada ahli waris yang berhak. Hal ini dapat dilihay pada putusan nomor 0659 dan 0336. sedangkan pada nomor putusan 055, makalah mahkamah memberikan putusan harta bersama dibagi sama rata.
Perkara harta bersama di Mahkamah Syariah Kuala Lumpur dalam pembagiannya lebih banyak kasus yang kadar bagian masing-masing pihak tidak sama rata. Dibuktikan dengan kasus harta bersama pada tahun 2016-2018 bersama yang masing-masing mendapatkan setengah bagian terdapat tiga perkara, sedangkan masing-masing pihaknya yang mendapatkan kadar bagian tidak sama rata terdapat 7 (tujuh) perkara.
Pada perkara pembagian harta bersama yang masing-masing mendapatkan setengah bagian, yaitu pada perkara nomor 14600-017-0176-2018, nomor 14100-017-0310-2017, nomor 1440-017-0709-2016. Tiga perkara tersebut sama-sama membagi harta bersama dengan kadar bagian sama rata. Harta bersama yang menjadi objek senketa akan dijual dijual sesuai dengan harga pasaran dan hasil penjualan dari objek sengketa tersebut akan dibagi sama rata antara penggugat dan tergugat.
Selanjutnya akan dipaparkan pembagian harta bersama yang masing-masing pihak tidak mendapatkan kadar bagian yang sama. Penjabaran putusan mahkamah Syariah Kuala lumpur tentang harta bersama tahun 2016-2018.
Akan dijabarkan berdasarkan yang mengajukan gugatan.
a. Suami yang mengajukan gugatan
Kasus gugatan yang diajukan oleh suami terhadap istri berjumlah 2 perkara, yaitu sebagai berikut :
1) Putusan Nomor 14600-017-750-2017
Penggugat adalah suami dan tergugat adalah istri. dalam masa perkawinannya memiliki harta berupa 4 rumah. Pada perkara ini penggugat meminta 80% bagian dari harta bersama. Dalam hal ini mahkamah memberikan putusan sesuai dengan apa yang diminta oleh penggugat karena tergugat tidak hadir dalam persidangan maka mahkamah berhak melanjutkan putusan tanpa hadirnya tergugat.30
2) Putusan Nomor 14200-017-0424-2016
Penggugat adalah suami dan tergugat adalah istri yang selama masa perkawinannya memiliki harta bersama berupa 4 rumah.dalam tuntutannya penggugat meminta bagian atas harta bersama tersebut sebesar 90% dan 10% untuk tergugat dengan alasan bahwa penggugat telah menyumbang lebih banyak untuk menghasilkan objek sengketa tersebut. Akan tetapi mahkamah memberikan putusan pembagian terhadap harta bersama antara penggugat dan tergugat, penggugat berhak 70% sedangkan tergugat berhak 30% karena tergugat telah mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anak di rumah, sudah sepatutnya tergugat mendapatkan upah atas usahanya dalam mengurus rumah tangga.31
b. Istri yang mengajukan gugatan
Kasus gugatan yang diajukan oleh istri terhadap suami berjumlah 5 perkara, yaitu sebagai berikut :
1) Putusan Nomor 14600-017-0116-2016
Penggugat adalah istri dan tergugat adalah suami yang selama masa perkawinannya dari tanggal 17 agustus 1996 sampai tanggal 4 Februari 2014 telah memiliki harta bersama berupa motor dan apartemen. Dalam perkara ini mahkamah memberikan putusan bahwa penggugat mendapatkan hak atas harta bersama sebesar 85% dan tergugat sebesar 15% karena penggugat telah banyak menyumbangkan hartanya terhadap
30Putusan Mahkamah Syariah Kuala Lumpur Nomor 14600-017-750-2017.
31Putusan Mahkamah Syariah Kuala Lumpur Nomor 14200-017-0424-2016.
harta yang disengketakan seperti uang pembelian awal uang cicilan, hingga perbaikan dari harta tersebut.32
2) Putusan Nomor 14700-017-0670-2016
Penggugat adalah seorang istri dan tergugat adalah seorang suami titik harta bersama yang menjadi objek sengketa yaitu rumah tinggal bersama dalam hal ini maka memberikan putusan bahwa 30% untuk penggugat dan 70% untuk tergugat disebabkan penggugat yang mengajukan gugatan tidak memiliki cukup bukti untuk membuktikan bahwa jadinya ikut menyumbang atas harta bersama tersebut. Dalam peraturan perundang-undangan menyebutkan bahwa pihak yang menyumbang lebih banyak akan mendapatkan bagian lebih banyak, dengan demikian tergugat yang telah memberikan kontribusi lebih banyak terhadap harta bersama mendapatkan 70%.33
3) Putusan Nomor 14100-017-0677-2017
Penggugat adalah istri dan tergugat adalah suami. Dalam putusan pada kasus ini mahkamah memberikan bagian terhadap penggugat sebesar 90% dan tergugat sebesar 10% karena melihat pertimbangannya bahwa penggugat lah yang memiliki peran lebih banyak dalam memperoleh harta tersebut dan juga istri telah mengurus rumah tangga oleh karenanya istri juga berhak mendapatkan gaji atas pekerjaannya dalam mengurus rumah tangga.34
4) Putusan Nomor 14700-017-0062-2017
Penggugat adalah istri dan tergugat adalah suami yang dalam masa perkawinannya memiliki harta bersama berupa rumah. Pada perkara ini, petitum pengugat agar harta bersama dibagi sama rata sesuai peraturan yang berlaku. Akan tetapi, mahkamah memberikan putusan bahwa penggugat berhak mendapatkan 1/3 bagian dari harta bersama dan 2/3 bagian lainnya untuk tergugat. Pertimbangan mahkamah dalam putusan ini
32Putusan Mahkamah Syariah Kuala Lumpur Nomor 14600-017-0116-2016.
33Putusan Mahkamah Syariah Kuala Lumpur Nomor 14700-017-0670-2016.
34Putusan Mahkamah Syariah Kuala Lumpur Nomor 14100-017-0677-2017.
bahwa tergugat berkontribusi lebih banyak dalam mendapatkan harta bersama.35
5) Putusan Nomor 1440-017-0362-2018
Penggugat adalah istri dan tergugat adalah suami yang dalam masa perkawinannya memiliki harta bersama yaitu rumah. Pada perkara ini penggugat meminta 98% bagian dari harta bersama. Dalam hal ini mahkamah memberikan putusan sesuai dengan apa yang diminta oleh penggugat karena tergugat tidak hadir dalam persidangan maka mahkamah berhak melanjutkan putusan tanpa hadirnya tergugat, sehingga penggugat mendapatkan bagian 98% dan tergugat mendapatkan 2%.36
Uraian pembagian harta bersama yang telah dijabarkan di atas, dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hakim mahkamah syariah kuala lumpur dalam membagi harta bersamaantara suami dan istri lebih melihat dari kontribusi yang dilakukan oleh masing-masing pihak sehingga pembagian nya tidak selalu masing-masing ½ bagian, ada juga pihak istri mendapat bagian lebih banyak sedangkan suami mendapat bagian lebih sedikit, begitu juga sebaliknya.
Hakim dalam menyelesaikan pembagian harta bersama di malaysia tentunya menerapkan peraturan yang telah ada, yaitu Akta Undang-Undang Keluarga Islam yang jelaskan bahwa dalam memutus perkara harta bersama hakim haruslah mempertimbangkan faktor-faktor yang ada dalam setiap kasus seperti kontribusi masing-masing pihak baik dalam bentuk uang ataupun harta benda, dan juga mempertimbangkan apabila hanya satu pihak yang berusaha memperoleh hasil tersebut dengan artian pihak lainnya memelihara rumah tangga atau menjaga keluarga maka boleh dibagi sesuai dengan keinginan para pihak walau bagaimanapun pihak yang kalah memperoleh harta tersebut dengan usahanya hendaklah menerima kadar yang lebih besar.
35Putusan Mahkamah Syariah Kuala Lumpur Nomor 14700-017-0062-2017.
36Putusan Mahkamah Syariah Kuala Lumpur Nomor 1440-017-0362-2018.
Berdasarkan peraturan tersebut, pembagian harta bersama di Malaysia kadar bagiannya sangatlah bervariasi dalam peraturannya pun disebutkan bahwa suami istri yang bekerja untuk mendapatkan harta bersama, kadar bagian yang didapat masing-masing sama besar. Tetapi, bagi suami atau istri yang salah satunya bekerja dan satu lainnya mengurus rumah tangga, maka pembagian harta bersama diliat dari kontribusi yang dilakukan oleh pihak-pihak tersebut. Sehingga dalam berbagaikasus di Malaysia, hakim sangat memperhatikan kontribusi masing-masing pihak dalam memperoleh harta bersama.
Perkara harta bersama yang ada di Mahkamah Syariah Kuala Lumpur sangatlah beragam pembagiannya. Dari 15 sampel yang telah dipaparkan, 7 (tujuh) diputus dengan pembagian tidak sama antara suami dan istri, 3 (tiga) di antaranya diputus dengan pembagian masing-masing pihak fifty-fifty, 3 (tiga) lainnya perkara gabungan antara harta bersama dan harta warisan, sisanya diselesaikan dengan damai antara kedua belah pihak, serta putusan dibatalkan karena harta bersama yang dijadikan objek sengketa tidak jelas.
Dengan demikian, imlementasi peraturan harta bersama di Mahkamah Syariah Kuala Lumpur telah sesuai dengan peraturan yang ada yaitu Akta Undang-Undang Keluarga Islam Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur.
C. Perbandingan Pembagian Harta Bersama di Indonesia dan Malaysia