• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN PERILAKU HIDUP BERSIH

B. Implikasi

Penelitian yang bertujuan untuk melakukan pemaknaan tentang “Pola perilaku

commit to user

dengan Studi Fenomenologi pada Masyarakat Duwet Kelurahan Brujul Kecamatan

Jaten Karanganyar telah menghasilkan sebagai berikut:

1. Implikasi Teoritis

Penelitian ini dapat memberikan konstribusi pemikiran terhadap dunia

akademis dan sebagai titik tolak melakukan penelitian yang lebih mendalam.

Secara teoretis penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu: a)

sebagai masukan kepada masyarakat untuk meningkatkan dalam kebersihan

lingkungan, b) sebagai masukan kepada masyarakat mengenai pentingnya

kepedulian terhadap kondisi kebersihan lingkungan, c) memberikan pengetahuan

tentang manfaat menjaga budaya hidup bersih bagi anggota masyarakat.

Penelitian ini menggunakan Teori perilaku Skinner. Teori ini

menjelaskan perilaku seseorang difokuskan pada dua kemungkinan (1) perilaku

diperoleh dari keturunan dalam bentuk instink-instink biologis - lalu dikenal

dengan penjelasan "nature" - dan (2) perilaku bukan diturunkan melainkan

diperoleh dari hasil pengalaman selama kehidupan mereka - dikenal dengan

penjelasan "nurture". Penerimaan terhadap perilaku seseorang diukur relatif

terhadap norma sosial dan diatur oleh berbagai kontrol sosial. Berhubungan

dengan hal tersebut maka penulis menggunakan teori perilaku untuk mengkaji

tentang Perilaku Hidup Bersih Masyarakat Duwet terhadap lingkungan disekitar

mereka. Perilaku terhadap lingkungan dalam tahapannya merupakan hubungan

manusia dengan lingkungan, ditunjukkan bahwa seluruh aspek budaya, perilaku

bahkan nasib manusia dipengaruhi, ditentukan, dan tunduk pada lingkungan.

commit to user

hidup bersih sangat penting artinya bagi semua masyarakat. Peneliti ingin

mengetahui makna dibalik perilaku hidup bersih masyarakat Dusun Duwet,

kemudian dari makna tersebut peneliti dapat menjawab mengenai bagaimana

masyarakat yang terbentuk disana dalam penerapan perilaku hidup bersih,

sebagaimana persoalan dalam teori ini. Penelitian ini dilakukan dalam situasi

yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami

sesuatu yang dikaji.

Satu hal yang menarik dari teori ini adalah pengakuan adanya set

tingkah-laku (behavioral setting) yang dipandang sebagai faktor tersendiri dalam

sebuah interaksi sosial. Set tingkah-laku yang dimaksud di sini adalah set

tingkah-laku kelompok (bukan tingkah-laku individu) yang terjadi sebagai akibat

kondisi lingkungan tertentu (physical milleu). Set tingkah-laku ini muncul

sebagai respon dari kondisi lingkungan yang ada, misalnya terlihat dalam

lingkungan Dusun Duwet telah adanya penerapan kebersihan lingkungan yang

masih belum maksimal baik dari program-program atau kegiatan-kegiatan di

Dusun terkait kebersihan lingkungan yang kurang efisien, sehingga dari tindakan

itulah mau tidak mau masyarakat setempat harus harus mengikutinya, meskipun

tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat terkait dengan lingkungan

dengan kondisi yang kurang baik yang sangat mencemaskan warga khususnya

commit to user

2. Implikasi Metodologis

Merupakan implikasi dari metode yang dipergunakan sebagai alat untuk

mencari dan mendapatkan data. Tehnik pengumpulan data penelitian ini

menggunakan metode wawancara, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan data

yang mendalam sehingga data yang diperoleh lengkap dan memadai.

Disamping itu pengumpulan data juga dilakukan dengan metode observasi

langsung yaitu suatu tehnik pengumpulan yang mana peneliti dapat memahami

dan mencatat langsung tentang objek penelitian. Metode observasi dalam

penelitian ini digunakan untuk mengamati secara langsung mengenai lingkungan

masyarakat Duwet, serta kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan berkaitan dengan

perilaku masyarakat dalam menerapkan hidup bersih dilingkungannya.

Sedang gambar atau dokumentasi yaitu peneliti mengumpulkan data,

dengan mengambil gambar dari subyek yang diteliti. Dokumentasi adalah salah

satu teknik pengumpulan data dengan cara mencatat arsip-arsip, surat-surat dan

dokumen lain yang mendukungnya. Dalam penelitian ini dokumentasi dilakukan

dengan cara mengumpulkan data yang diperlukan yaitu data yang diperoleh dari

hasil wawancara, data dari kegiatan observasi, data Monografi penduduk, Kartu

Keluarga (KK) dan Peta Wilayah yang ada di kelurahan Brujul, dan data foto

yang dihasilkan oleh peneliti tentang perilaku, serta situasi dan kondisi

lingkungan masyarakat yang terkait dengan kedisiplinan masyarakat dalam

menjaga budaya hidup bersih dilingkungannya.

Dalam pengambilan sampel, peneliti menggunakan purposive sampling,

commit to user

menguasai permasalahan yang menjadi objek penelitian dan sesuai dengan

penelitian yang diambil. Peneliti boleh memilih informasi yang banyak.

3. Implikasi Empiris/ Praktis

Secara praktis penelitian ini menjadi pertimbangan kepada pihak-pihak

yang berwewenang, untuk meningkatkan pembinaan tentang kedisiplinan

dilingkungan masyarakat. Memperhatikan dan meningkatkan penerapan

masyarakat menjaga budaya hidup bersih lingkungannya.

Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat adalah tangung jawab

bersama. Khususnya masyarakat yang ada disekitar lingkungannya. Mereka

memiliki peran yang penting dalam menjaga lingkungan serta menciptakan

budaya lingkungan yang bersih dan sehat. Satu hal yang menarik bahwa tingkat

kepedulian dan kesadaran masyarakat Duwet terhadap kebersihan lingkungan

masih kurang. Meskipun pemerintah (Lembaga Kelurahan maupun RT dan RW)

sudah berupaya memberikan pembinaan, pembimbingan serta pengarahan

tentang kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan yang ada disekitar

mereka. Rendahnya tingkat kepedulian dan kesadaran masyarakat Duwet

terhadap kondisi lingkungan dapat dilihat dari cara hidup masyarakat yang

sebagian besar belum mencerminkan budaya hidup bersih dan sehat.

Kebanyakan masyarakat Duwet cenderung menganggap enteng mengenai

masalah kondisi kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka dan terhadap pola

perilaku terhadap kesehatan. Pada prinsipnya peningkatan kesehatan masyarakat

commit to user

lingkungan terutama penanaman budaya hidup bersih dan sehat sejak dini dalam

keluarga. Namun pengelolaan sampah yang dilakukan masyarakat Duwet

dilakukan cukup baik meskipun belum berjalan secara maksimal. Masyarakat

Dusun Duwet melakukan pengelolaan sampah dengan prinsip Reduce

(mengurangi sampah), Yang kedua Reuse (guna ulang sampah), Kemudian

Recycle (daur ulang). Hal ini sangat bermanfaat dari diri mereka serta ramah

lingkungan. Dalam pengelolaan sampah yang kurang menjadi perhatian yaitu

masyarakat duwet jarang melakukan kegiatan pembuatan kompos, meskipun

komponen sampah basah tinggi. Hal ini disebabkan kurangnya perhatian

masyarakat terhadap sampah disekitar mereka.

Dokumen terkait