• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI

B. Implikasi dan Rekomendasi

B.Implikasi dan Rekomendasi

Temuan dalam penelitian ini diharapkan mampu memberikan inspirasi, menjadi referensi, serta memberikan perkembangan dalam pembuatan DKL praktikum baik pada materi uji makanan maupun materi-materi lainnya pada pembelajaran Biologi. Diagram Vee serta kriteria penilaian komponennya yang digunakan sebagai instrumen pada penelitian ini sebenarnya bukanlah satu-satunya acuan dalam pembuatan DKL. Namun, penggunaannya sebagai acuan dapat memudahkan pembuat DKL, baik itu guru maupun tim ahli lainnya, sehingga struktur DKL mampu mengarahkan siswa menuju proses pembentukkan

78

Raden Arini Ayu Lestari, 2015

ANALISIS STRUKTUR DAN KEMUNGKINAN KEMUNCULAN JENJANG KOGNITIF PADA DESAIN KEGIATAN LABORATORIUM (DKL) MATERI UJI MAKANAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pengetahuan yang sistematis, mengingat hal itulah yang menjadi tujuan dari kegiatan praktikum.

Tinjauan ataupun analisis pada kompetensi dasar materi sistem pencernaan juga merupakan hal yang harus dilakukan oleh pembuat DKL sebelum DKL dibuat. Selain sebagai salah satu proses pembentukkan pengetahuan baru, kegiatan praktikum juga diharapkan mampu mengarahkan siswa dalam pencapaian kompetensi pembelajaran sehingga hal ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Desain Kegiatan Laboratorium sebagai penuntun kegiatan praktikum perlu menyesuaikan dengan tuntutan kompetensi dasar ini sehingga seluruh jenjang kognitif dan pengetahuan yang terjadi pada diri siswa selama kegiatan praktikum akan mampu menunjang pencapaian kompetensi dasar yang diharapkan.

Pada penelitian ini, analisis dilakukan peneliti dengan berdasarkan interpretasi peneliti terhadap instrumen penialaian. Terkait dengan hal tersebut, peneliti merekomendasikan untuk adanya validasi pada beberapa instrumen untuk mengurangi subjektivitas pada proses analisis pada penelitian yang selanjutnya. Penilaian struktur DKL yang hanya berdasar pada Diagram Vee juga dapat dikembangkan dengan penambahan referensi sebagai dasar penilaian. Referensi tambahan ini dapat berupa penambahan kriteria struktur DKL berdasarkan desain inkuiri terbimbing sehingga didapat patokan yang lebih jelas untuk struktur DKL.

Hal yang terakhir sebagai rekomendasi, dapat dilakukan penelitian lanjutan untuk pengembangan DKL yang telah dianalisis. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, dapat dibuat rekonstruksi pada DKL sehingga tercipta DKL-DKL yang sesuai dengan struktur Diagram Vee serta tuntutan kompetensi dasar, terutama pada materi uji makanan. Kemudian akan lebih baik pula jika kemungkinan kemunculan jenjang kognitif dilihat langsung kemunculannya pada diri siswa saat DKL digunakan dalam kegiatan praktikum.

79

DAFTAR PUSTAKA

Abrahams, I. dan Millar, R. (2008). Does practical work really work? A study of the effectiveness of practical work as a teaching and learning method in school science. International Journal of Science Education, 30(14), hlm. 1945–1969

Adisendjaja, Y.H. (t.t.). Kegiatan praktikum dalam pendidikan sains. [Online]. Diakses dari http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/ 195512191980021-YUSUF_HILMI_ADISENDJAJA/KEGIATAN_PRAK TIKUM_Dlm_PEND.__SAINS.pdf.

Alvarez, M.C. dan Risko, V.J. (2007). The use of v ee diagrams with third graders as a metacognitive t ool f or learning science concepts. Teaching and Learning Faculty Research. Paper 5.

Anderson L. W., dan Krathwohl, D.R., Airasian, P. W., Cruikshank, K. A., Mayer, R. E., Pintrich, P. R., ... dan Wittrock, M.C. (2001). Kerangka landasan untuk pembelajaran, pengajaran, dan asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ayuni, N. (t.t.). Teori konstruktivisme. [Online]. Tersedia: https://www.academia .edu/5687187/MAKALAH_TEORI_KONSTRUKTIVISME.

Budiningsih, C.A. (2004). Belajar dan pembelajaran. Yogyakarta: Penerbit Rinika Cipta.

Calais, G. J. (2009). The Vee diagram as problem solving strategy: content area reading/ writing implications. National forum teacher education journal 19(3), hlm. 1-8.

Campbell, N., Reece, J. B., Urry, L.A., Cain, M. L., Wasserman, S.A., Minorsky, P.V., dan Jackson, R.B. (2008). Biologi jilid 3. Edisi kedelapan. Jakarta: Erlangga.

Evren, A., Bati, K., dan Yilmaz, S. (2012). The effect of using v-diagram in science and technology laboratory teaching on preservice teachers’ critical thinking dispositions. SciVerse Science Direct 46, hlm. 2267-2272.

Kranimulia, P. J.. (2011). Analisis keterampilan psikomotor kelompok siswa kelas xi pada praktikum uji makanan. (Skripsi). Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesi.

Krathwohl, D.R. (2002). A revision of Bloom’s taxonomy: An Overview. [Online]. Tersedia: http://www.unco.edu/cetl/sir/stating_outcome/documents/ Krathwohl.pdf.

Raden Arini Ayu Lestari, 2015

ANALISIS STRUKTUR DAN KEMUNGKINAN KEMUNCULAN JENJANG KOGNITIF PADA DESAIN KEGIATAN LABORATORIUM (DKL) MATERI UJI MAKANAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Muscat, M. (2012). The development of sixteen year old students’ biology

concepts through out of classroom activities. [Online]. Diakses dari http://cmc.ihmc.us/cmc2012papers/cmc2012-p24.pdf.

Nouvak, J.D. dan Gowin, D.B. (1985). Learning how to learn. New York: Cambridge University Press.

Parmin. (2012). Penerapan critical review artikel pembelajaran ipa untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun proposal skripsi. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1(2), hlm. 183-191.

Rahayu, S. S. (2011). Analisis Penerapan metakognitif berdasarkan diagram Vee pada desain praktikum pertumbuhan dan perkembangan di SMA. (Skripsi). Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Rustaman, A., Dirdjosoemarto, S., Yudianto, S. A., Kusumastuti, M. N., Rochintaniawati, D., dan Achmad, Y. (2005). Strategi belajar mengajar. Malang: UM Press.

Rusyanti, H. (2013). Pembelajaran konstruktivisme: teori belajar konstruktivisme. [Online]. Tersedia: http://www.kajianteori.com/2013/02/ pembelajaran-konstruktivisme-teori-belajar-konstruktivisme.html.

Safdar, M. (2010). A comparative study of ausubelian and traditional methods of teaching physics at secondary school level in Pakistan. (Tesis). Islamabad. National University of Modern Languages, Islamabad.

Solihat, L. S. (2011). Analisis penerapan metakognitif pada desain praktikum alat indera di SMA dengan menggunakan diagram Vee. (Skripsi). Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Sukiman. (2008). Teori pembelajaran dalam pandangan konstruktivisme dan pendidikan islam. Kependidikan Islam, 3(1), hlm. 59-70.

Supriatno, B. (2013). Pengembangan program perkuliahan pengembangan praktikum biologi sekolah berbasis ancorb untuk mengembangkan

kemampuan merancang dan mengembangkan desain kegiatan

laboratorium. (Tesis). Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Toplis, R., dan Allen, Mz. (2012). ‘I do and i understand?’ practical work and laboratory use in united kingdom schools. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education, 8(1), hlm. 3-9.

______. (2006). Taksonomi bloom dan pengembangan butir soal. Buletin Puspendik. 3(2), hlm. 18-29.

Dokumen terkait