BAB IV: ANALISA SYARAH HADIS DAN HIKMAH DALAM HAK
C. Implikasi Hadis
Setelah meneliti beberapa hadis di atas penulis kemudian melihat beberapa efek atau perubahan sejak disampaikannya hadis tersebut. Berikut penjelesannya:
1. Jarang sekali terdengar atau hampir tidak ada penguburan bayi perempuan tak berdosa oleh orang tuanya, beda halnya sebelum Rasulullah datang dengan membawa ajarannya. Sejak datangnya agama Islam, eksistensi perempuan sudah mulai diperhitungkan, bahkan sampai banyak sekali ajaran Rasulullah mengenai harga diri dan kehormatan perempuan.
2. Tidak semua akan tetapi kebanyak kaum perempuan di dunia mulai menerima hak-haknya kembali. Bahkan tercatat nama-nama perempuan yang tergolong dalam satuan kelompok pertahanan negara yang biasanya hanya untuk kaum laki-laki.
3. Perempuanpun bisa mengenyam pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi lagi, bahkan banyak pemikir-pemikir muda perempuan yang mulai
5
Muslim Ibnu Hajjaj Abu Al-Hasan Al-Qusyairi Al-Naisaburi, al-Musnad Shohih al-Mukhtashar
Ibnu uqli al-Adli A’nil A’dli ila Rasulullah Shollaulahu A’laihi Wasallam., vol 4 (Bairut: Daru
65
menyuarakan pendapatnya dalam bidang keilmuan. Secara langsung perempuan lebih memahami hak-hak mereka, dan memiliki keberanian untuk mempertahankannya.
4. Kini banyak laki-laki yang benar-benar menghormati dan memberi ruang gerak untuk perempuan. Mereka juga mulai memahami batasan-batasan prilaku dan hal-hal yang berkaitan dengan perempuan.
Berikut pula ide pokok yang terdapat dalam hadis di atas:
a. Manusia haruslah menyayangi antar sesama layaknya menyayangi diri sendiri, seperti halnya yang di ungkapkan dalam pepatah Arab
“sayangilah saudaramu, layaknya kau menyayangi dirimu sendiri”
jika salah satu diantara manusia itu berduka, maka manusia yang lain harusnya juga merasakan dukanya, meskipun tidak mengetahui secara langsung. Karena manusia satu dan yang lain itu ibaratkan anggota tubuh, jika satu bagian tubuh merasakan sakit, maka tubuh yang lain juga akan ikut merasakannya.
b. Kesabaran dan keikhlasan haruslah dimiliki oleh setiap manusia. Jika dalam hatinya selalu melibatkan dua hal tersebut, maka kemungkinan besar tidak akan ada yang namanya sakit hati, benci, amarah, iri dan semacamnya. Saling mengerti dan menyesuaikan sifat dan sikap dengan keadaan yang terjadi, mengikuti arus kehidupan bukan dalam hal negatif, akan tetaapi sebaliknya untuk kehidupan yang lebih baik kedepannya.
66
c. Dalam tubuh manusia terdapat genetika, 75% gen diturukan oleh ibu kepada anaknya, sedangkan 25% diturunkan oleh bapaknnya. Logikanya, jika seorang laki-laki melecehkan perempuan maka sama halnya juga melecehkan ibunya. Ibu adalah perempuan, dan perempuan adalah ibu. Rumus ini mutlak, sayangnya banyak dari kalangan kaum laki-laki yang tidak menyadarinya.
Seperti yang sudah penulis jelaskan di atas, seseorang harus memiliki cinta. Jika cinta sudah ada, maka hal-hal negatif dalam otakpun akan ternetralisir.pelecehan terjadi karena otak dan hati hanyalah dipenuhi dengan amarah, hati dan pikirannya tidak terkontrol, kemudian akan memicu tindakan- tindakan yang tidak baik.
Dilihat dalam penemuan sains: Sebuah penelitian artikel Psychopharmacology pada tahun 2012 disimpulkan bahwa cinta adalah semacam adiksi (kecanduan) sosial. Individu kecanduan terhadap orang yang dicintainya. Itu disebabkan oleh reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh lalu mempengaruhi otak agar merasakan kebahagiaan.6
Secara ilmiah, telah dibuktikan bahwa ada 3 sub-fase yang menyebabkan perubahan drastis pada kepribadian individu tersebut, diantaranya:
6
https://gizul.wordpress.com/2015/02/14/jatuh-cinta-dalam-pandangan-sains-ilmiah/ diakses pada hari kamis, 26 Januari 2017 jam 22: 09
67
a. Sub-fase 1: Adrenaline
Peneliti mengungkapkan bahwa setiap orang yang jatuh cinta akan mengalami perubahan drastis dalam 3 hal ini: Reaksi stress atau gugup, Peningkatan adrenaline dan cortisol, Perubahan sikap.
Kepribadian akan berubah secara alami tetapi positif. Itulah kenapa ketika berjumpa orang dengan cinta, kepekaan sistem indera menurun, jantung berdetak kencang, serta mulutmu terasa kering.
b. Sub-fase 2: Dopamine
Kali ini peneliti menggunakan alat scan pada otak menggunakan alat yang bernama functional magnetic resonance imaging (fMRIs)7 kepada pasangan yang sedang jatuh cinta. Dalam pikiran pasangan itu ditemukan paku neurotransmitter dopamine yang berukuran besar — senyawa kimiawi yang merangsang perasaan senang. Pikiran pria dan wanita yang sedang jatuh cinta itu sama dengan orang-orang yang mengkonsumsi kokain atau drug. Dopamine adalah perangsang alami yang membuat orang merasa bahagia.
c. .Sub-fase 3: Serotonin
Sandra Langeslag dkk pada tahun 2012 menjelaskan bahwa level serotonin pada pria dan wanita berbeda. Pada pria yang jatuh cinta level
7
http://quranic-healing.org/self-healing-dengan-audio-ruqyah-saat-tidur/ pada hari kamis, 26 Januari 2017 jam 22: 45
68
serotonin lebih rendah, sedangkan wanita sebaliknya. Partisipan dalam penelitian Sandra Langeslag menghabiskan 65% dari hari mereka hanya untuk memikirkan orang yang dicintai.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam bab ini akan di uraikan dengan dua hal. yaitu meliputi kesimpulan dan saran. Sebagai sebuah kajian, agar makna yang tersirat maupun yang tersurat jelas maka perlu adanya kesimpulan. Adapun pembahasan yang lebih jauh tentang kesimpulan akan dipaparkan di bawah ini.
Dari hasil penelitian tentang hadis perlindungan hak perempuan maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Ada beberapa hadis yang menegaskan bahwa perempuan merupakan makhluk yang lemah, dan harus dilindungi. Dalam salah satu hadis yang di jelaskan perempuan digambarkan sebagai tulang rusuk, karakter perempuan yang sangat sensitif dan lemah, oleh karena itu laki-laki haruslah bersikap baik dan menjaganya.
2. Kisah terdahulu yang langsung ditangani oleh Rasulullah masih saja menimbulkan kesalah pahaman apalagi saat ini. Akan tetapi jika umat muslim benar-benar mempelajari teladan dan kisah hidup Rasulullah maka dapat dipastikan kecil kemungkinan terdapat kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan dalam pergaulan, kekerasan dalam pendidikan. Karena pada dasarnya Rasulullah tidak pernah memukul perempuan selama hidupnya.
70
3. Kaum perempuan lebih membutuhkan hak-haknya dari pada cinta dan sejenisnya. Jika haknya telah direnggut oleh kaum laki-laki dengan begitu sama halnya hidup sudah tidak ada lagi artinya. Alangkah baiknya jika ajaran yang Islam sugukan untuk diperaktikkan dalam kehidupan sehari, membawa perubahan yang lebih positif dan memberikan contoh terhadap sesama.
B. Saran-Saran
1. Penulisan Skripsi ini merupakan bentuk kajian yang berkenaan dengan fenomena yang marak terjadi akhir-akhir ini, akan tetapi ditinjau dari pemahaman syarah hadis-hadis Rasulullah SAW, sehingga dapat diaplikasikan ke kehidupan sehari-sehari serta juga dapat dijadikan bahan untuk memotivasi sesama bagi mereka yang masih kurang memahami bagian-bagian hak asasi manusia serta sikap dan kebijakan Rasulullah ketika menghadapi masalah kaum perempuan.
2. Sebagai manusia biasa penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam pembuatan skripsi ini. Oleh karena itu saran dan kritik akan selalu penulis terima guna penyempurnaan yang lebih baik. Selain itu, penelitian tentang kajian hak asasi manusia dalam bentuk hadis tematik ini bisa dilanjutkan karena sangatlah bermanfaat sebagai wacana baru dalam kajian hadis.
71
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an dan Terjemah.
Abdullah, Muh}ammad Ibnu al-Khatib al-A’mri, Abu> Abdullah Waliuddin al- Tabrizi>, Mishka>tul Mas{a>bih , Vol 3. Beirut: al-Maktabah al-Islami, 1985. Abu>, Abdullah al-H{aki>m Muh}ammad ibnu Abdillah Ibnu Muhammad Ibnu
Hamdawi>yah Ibnu Nu’im Ibnu al-H{aki>m al-Dhabi> al-Thahmani al- Naisaburi>. al-Mustadrak a’la> al-S{ahihaini. Vol. II Beirut: Da>rul Kutub al-A’lami>yah, 1985.
H{usain (al.), Abu> Muh}ammad Ibnu Mas’ud Ibnu Muhammad Ibnu al-Fara’ al- Bahgawi> al-Syafi’. Syathu as-Sunnah. Vol. IX. Bairut: al-Maktabah al- Islami>, 1983.
Maudu>di (al.), Abul A’la. “Human Right, The West and Islam”. Dalam Tahir Mahmood (Ed), human Right in Islamic Law. New Delhi: Institute of Objective Studies, 1993.
Ali, Asghar Engineer. Pembebasan Wanita. terj. Agus Nuryanto. Cet. I. Yogyakarta: LkiS, 2003.
A’li. Ahmad Ibnu Ibnu H{ajar Abu> Fadhal al-Asqalani> al-Syafi’i>. Fath}ul Bari Syarah Shohih Bukhari. Vol. IX. Bairut: Da>r al-Ma’rifat, 1379.
Alimi, M. Yasir dkk., Advokasi Hak-Hak Perempuan, Membela Hak Mewujudkan Perubahan. Yogyakarta: LKiS 1999.
72
Shraf (al.) . Muhammad Ibnu Amir Ibnu Ali Ibnu Haidar, Abu> Abdurrohman, Aun al-
Ma’bud Sharah Su>nan Abu> Dawud. Vol VI. Bairut: Da>r al-Kutub al-I’lmi>yah, 1415.
Abu, Abdul Alim Syuqqah, Kebebasan Wanita, terj. Chairul Halim. Jakarta: Gema Insani Press 1997.
Baidan, Nashruddin. Metodologi Penafsiran Al-Quran Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998.
Bucharie, St. Rogayah Wanita Islam: Sejarah Perjuangan , Kedudukan dan Peranannya Bandung: Baitul Hikmah, 2006.
Bungin, Burhan. Metode Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metode kearah Ragam Varian Kontemporer Jakarta: Raja Grafindo, 2007.
Bustamin dan M. Isa H. A. Salam. Metodologi Kritik Hadis Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004.
Bukhari, S}ah}ih} Bukhari. Bairut: Da>r Ibnu Kastiyah, t.th.
Dawud, Ali Muhammad. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo, 2013.
Davidson. Scott Hak Asasi Manusia. terj. A. hadyana pudjaatmaka. Jakarta: pustaka utama graffiti 1994.
Departemen Agama. Tim Penyusun. Tafsir al-Quran Tematik: Hukum, Keadilan dan Hak Asasi Manusia. Jakarta: Lajnah Pentashihan al-Quran, 2012. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Tim Penyusun Kamus Pusat
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1988.
73
Forsythe. P. David Hak-Hak Asasi Manusia dan Politik Dunia terj. Tom Gunadi Bandung: Amgkasa anggota IKAPI, 1993.
Ghony, M. Djunaidi. Metodologi Penelitian Kualitatif Yogyakarta: Ar-Ruz Media, 2012.
Hajjaj, Muslim Ibnu Abu Al-Hasan Al-Qusyairi Al-Naisaburi, al-Musnad Shohih al-Mukhtashar Ibnu uqli al-Adli A’nil A’dli ila Rasulullah Shollaulahu
A’laihi Wasallam., vol 4 Bairut: Daru Ihyau al-Taratsil A’rabi.
Howard, E Rhoda. HAM Penjelajahan Dalih Relativisme Budaya, terj. Nugraha Katjasungkana Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 2000.
Ibnu, Abdur Rahman Abi Bakar jalaluddin Asuyuthi, S{ahih wad}a’i>f al-Ja>mi’ al- S{aghi>r waziya>datuhu. tp, t.th.
Ikhwan. Pengadilan HAM di Indonesia Dalam Prespektif Hukum Islam, Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama RI, 2007.
Jahada. Hak Asasi Manusia Menurut Al-Quran. Vol 6 No 1 Januari, 2013.
Lie, Shirley. Pembebasan Tubuh Perempuan. Jakarta: Grasindo Anggota Ikapi, 2005.
Muhammad, Abdul Kadir. Hukum dan Penelitian Hukum (Bandung: Citra Aditya Bakti, 2004.
Mu>h}a>mma>d, Abi> A<bd}u>lla>h } Ibnu I<s}ma>i>l Al-Bu>kh}ori>, S<h}oh}i>h} Bu>kh}ori>, Vol 7, bab Penyempurna Perempuan, nomer 5185 .Bairut: Da>r I<bnu> Ka>ts}i>r, t.th. Muhammad, Jala>l al-Di>n Ibn Mukrin Ibnu manthu>r, Lisa>n al-‘Arab, Vol:
74
Musatqim, Abdul. Tafsir Feminis versus Tafsir Patriarki. (Yogyakarta: Sabda Persada, 2003.
Rahman, Abu Abdur Muhammad Nashruddin, Ibnu al-Ha>j Nuh Ibnu Naja>ti Ibnu A<dam al-Alba>ni>, 2002 , S{ahih Abi> Dawud al-A<m, t.th.
Saifullah. Konsep Dasar Penelitian dalam Proposal Skripsi Hand Out, Fakultas Syarian UIN Malang, 2004.
Shihab, M. Quraish. Wawasan Al-Qur’an : Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Ummat Bandung : Mizan, 1996.
___________.Perempuan Tangerang: Lentera Hati, 2005. ___________.Tafsir Al-Misbah Jakarta: Lentera Hati, 2007.
Sugiyono, 2012 Metode Penelitian Kuantitati Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta
S{u>la>i>ma>n. A<bu> D{a>u>d} Ibnu Al-A<s}y’ab Ibnu I<s}h}a>k Ibnu Ba>s}yi>r Ibnu S{ya>d}i>d} Ibnu
U<ma>r Al-Azdi Al-Jistani, Sunan Abi Dawud, Vol 2 bab Memukul Perempuan, nomer 2416 (Bairut: Maktabah Al-A>s}h}ri>yah)
Susilo. K. Zumrotin dkk Perempuan Bergerak Makassar: Yayasan Lembaga Konsumen Sulawesi Selatan, 2000.
Yunahar, Ilyas, Feminisme: Dalam Kajian Tafsir Al-Qur’an Klasik dan Kontemporer, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997.
Zed, Mestika 2008 Metode Penelitian Kepustakaan Yogyakarta: Buku Obor https://nasional.tempo.co/read/news/2016/11/01/058816822/biduan-cantik-
disiram-air-keras-polisi-sulit-buru-pelaku dikutip pada hari Selasa tanggal 29 November. 2016 jam 14:37
75
http://beritaheboh69.blogspot.co.id/2016/05/bejat-gadis-manado-19-tahun-digilir- 19.html dikutp pada hari Jumat tanggal 02 Desember 2016 jam 15.25 http://daerah.sindonews.com/read/1113876/193/empat-pria-ini-diduga-tusuk-
kemaluan-gadis-manado-1464963523 di akses pada hari Jumat tanggal 02 Desember 2016 jam 16:56
https://gizul.wordpress.com/2015/02/14/jatuh-cinta-dalam-pandangan-sains- ilmiah/ diakses pada hari kamis, 26 Januari 2017 jam 22: 09
http://quranic-healing.org/self-healing-dengan-audio-ruqyah-saat-tidur/ pada hari kamis, 26 Januari 2017 jam 22: 45