BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian mengenai pola pikir guru dalam menerapkan pendekatan saintifik yang telah dilakukan, dapat dikemukakan implikasi teoritis dan implikasi praktis sebagai berikut.
1. Implikasi Teoritis
Secara teoritis dapat diungkapkan bahwa penelitian ini menggambarkan pola pikir guru laki-laki dan guru wanita dalam menerapkan pendeatan saintifik pada pembelajaran matematika. Dari hasil penelitian tampak bahwa baik guru wanita maupun laki-laki masih mengalami kendala dalam menerapkan pendekatan saintifik khususnya pada kegiatan menanya. Hasil ini dapat digunakan sebagai inspirasi dan dasar penelitian selanjutnya dengan sudut peninjauan atau jenjang pendidikan yang mungkin saja berbeda. Hasil dari penelitian ini juga dapat digunakan untuk melakukan penelitian pengembangan berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh dalam penelitian ini.
2. Implikasi Praktis
Berdasarkan hasil penelitian tampak bahwa terdapat perbedaan pola pikir guru laki-laki dan guru wanita dalam menerapkan pendekatan saintifik. Akan tetapi perbedaannya tidak terlalu signifikan, Hasil penelitian dapat digunakan sebagai masukan bagi pendidik dan calon pendidik untuk menerapkan pendekatan saintifik sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
C. Saran
Berdasarkan kesimpulan penelitian di atas, dapat disampaikan saran sebagai berikut.
1. Bagi guru
a.Guru harus berusaha menyesuaikan pola pikir yang sesuai dengan Kurikulum yang digunakan.
b.Guru harus mampu memberikan motivasi yang baik, sehingga minat siswa untuk bertanya meningkat dan memiliki sikap belajar yang baik, serta menumbuhkan rasa ingin tahu.
2. Bagi peneliti selanjutnya
Kepada peneliti selanjutnya hendaknya melaksanakan penelitian pada jenjang pendidikan yang berbeda dengan memperluas faktor-faktor lain yang mempengaruhi proses pembelajaran. Hal tersebut dilakukan supaya proses pemebelajaran matematika di kelas berjalan lebih baik tanpa adanya kendala yang berarti.
DAFTAR PUSTAKA
Bimbola, O and Daniel, O .2009. Preservice; Nigerian science teachers‟ conceptions of integrated science. Educational Research and Review. Vol. 4 (7), pp. 340-344
Bilesanmi, A.J and Daniel, O.2012. Effectiveness of Cooperative Learning Strategies on Nigerian Junior Secondary Students‟ Academic Achievement In Basic Science. British Journal of Education, Society & Behavioural Science, 2(3): 307-325
Chambers, Paul. 2007. Teaching Mathematics: Developing as A Reflective Secondary Teacher, Thousand Oaks, CA: Sage Publication Inc.
Charalambos Y.C.2008.Tracing the development of preservice teachers’ efficacy
beliefs in teaching mathematics during fieldwork. Educ Stud Math
67:125–142
Discovery Education.2006.Scientific Method. Diambil pada tanggal 24 September 2013 jam 08.05 dari
http://school.discovery.com/sciencefaircentral/scifairstudio/handbook/ scientificmethod.html
Efklides, A & Papadaki, M. 1999. Individual differences in school mathematics performance and feelings of difficulty: The effects of cognitive ability, affect, age, and gender. European Journal of Psychology of Education, Vol. XlV. n" 1,57-69
Eko Yuliandri. 2008. P rogram Kurikulum. (http://sman1belitang.com). Diakses 29 Agustus 2013 jam 17.11.
Prayudi. 2007. Proses dan Tahapan Belajar. (http://fitria95.wordpress.com). Diakses 2 Oktober 2013 jam 10.52
Goodwin, S & Ostrom, L. 2009. Gender Differences in Mathematics Self-Efficacy and Back Substitution in Multiple-Choice Assessment. Journal of Adult Education Volume 38, Number 1, Page 22-42
http://layananptk.wordpress.com/2013/07/02/perbedaan-esensial-ktsp-dan-kurikulum-2013/
http://pendidikansosiologiumm.blogspot.com/2013/09/teori-nature-dalam-gender.html
Huang, G. 2006. Informal Forum: Fostering Active Learning In a Teacher Preparation Program. Journal of Education. Vol. 127 n1, page 31-38. .
Jancirani, D. 2012. A Study on Scientific Attitude of Adolescence Students in Namakkal District. International Educational E-Journal, {Quarterly}, ISSN 2277-2456, Volume-I, Issue-IV.
Jiun-Shiu Chen. 2011. Developing A Global Mindset: The Relationship Between An International Assignment And Cultural Intelligence. International Journal Of Business And Social Science Vol. 2 No. 9, Pp. 275-283
Johnson, E.B. 2007. Contextual Teaching & Learning: what it is and why it’s here to stay. Diterjemahkan oleh Ibnu Setiawan, “Contextual Teaching & Learning: menjadikan kegiatan belajar-mengajar mengasyikkan dan bermakna. Bandung: Mizan Learning Center (MLC).
Kementrian dan Kebudayaan. 2013. Modul Pela tihan Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Kementrian dan Kebudayaan
Kenneth Lafferty Hess Family Charitable Foundation.2007.Steps of The Scientific Method. Diambil pada tanggal 24 September 2013 jam 08.30 dari http://www.sciencebuddies.org/mentoring/project_scientific_method.sht ml
Lexy J. Moleong. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Loeloek & Sofan. 2014. Panduan Memahami Kurikulum 2013. Jakarta: Prestasi Pustaka
Muhammad Yunus. 2014. Mindset Revolution. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher.
Monanghan, J. & Ozmantar, M.F. (2004). Abstraction and consolidation. In M. J. Hoines & A. B. Flugestad (Eds.), “Proceedings of the 28th Internation Conference for the Psychology of Matematics Education”, Vol. 3 (pp.353-360). Bergen, Norway: Bergen University College
Muhibbin Syah. 2003. P sikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mulyasa. 2007. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja Rodaskarya. Nana Syaodih Sukmadinata. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Nurhadi. 2004. Pembelajaran Konstektual dan Penerapannya dalam KBK. Universitas Negeri Malang. Surabaya.
Oliveira, A.2009. Developing Elementary Teachers‟ Understanding of The Discourse Structure of Inquiry-Based Science Classrooms. International Journal of Science And Mathematics Education 8: 247-269
Ozmantar, M.F. 2010. Rethinking About The Pedagogy for Pedagogical Content Knowledge in The Context of Mathematics Teaching. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education. Vol 7 No.1. 15-27
Permendikbud. 2013. Implementasi Kurikulum. Jakarta: Depdiknas.
Quinn, M., & George, K. D. 1975. Teaching hypothesis formation. Science Education, 59, pp 289-296.
Rothchild, I. Induction, Deduction, And The Scientific Method an Eclectric Overview of The Practice of Science Biol Reprod. Science Education.
2006; 68:3-7.
Silberman, M. 2001. Active Learning: 101 Cara Belajar Aktif. Bandung: Falah Production.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Slavin.2005.Cooperative learning. Bandung:Nusa Indah
Sugiyono. 2011. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek, Edisi Revisi V. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Tim. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka. Thiel, R., & George, D. K. 1976. Some factors affecting the use of the science
process skill of prediction by elementary school children. Journal of Research in Science Teaching, 13, 155-166.
Tomera, A. 1974. Transfer and retention of transfer of the science processes of observation and comparison in junior high school students. Science Education, 58, 195-203.
Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586.
Wiggins, G. P. 1993. Assessing student performance: Exploring the purpose and limits of testing. San Francisco: Jossey-Bass.
Yatim Riyanto. 2009. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media