2. Nilai IPK (Y 1.1 )
4.6. Implikasi Manajerial
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa peubah karakteristik mahasiswa tidak berpengaruh nyata terhadap prestasi akademik mahasiswa, sedangkan semua peubah motivasi belajar berpengaruh positif terhadap prestasi akademik mahasiswa. Oleh karena itu, pihak manajemen PSMPK, perlu memperhatikan kembali proses penyeleksian awal bagi calon mahasiswa PSMPK, dengan mempertimbangkan motivasi calon mahasiswa yang akan masuk program ini. Mahasiswa yang mempunyai motivasi yang baik pada saat masuk program PSMPK diharapkan mempunyai potensi untuk terus meningkatkan motivasi dalam dirinya disamping adanya motivasi dari luar individu yang akan tercipta di lingkungan luar
maupun lingkungan kampus. Implikasi Manajerial yang dapat dilakukan untuk meningkatkan prestasi akademik ini adalah :
a. Karakteritik mahasiswa
Keragaman karakteristik mahasiswa yang diduga berpengaruh dalam penelitian ini menunjukan hasil tidak berpengaruh nyata. Dengan demikian mahasiswa mempunyai peluang sama untuk memperoleh prestasi akademik sesuai dengan tujuan yang ditetapkan tanpa memperhatikan apakah mahasiswa adalah usia, jenis kelamin, kesesuaian program Diploma dan status bekerja. Peningkatan prestasi akademik yang dimiliki mahasiswa ini tergantung dari motivasi mahasiswa itu sendiri.
b. Motivasi belajar.
Mahasiswa mempunyai persepsi mengenai motivasi dan prestasi yang berbeda-beda. Rataan mahasiswa mempunyai persepsi bahwa hasil yang mereka dapatkan untuk saat ini adalah cukup. Berkaitan dengan hal ini, masih terdapat potensi dari mahasiswa untuk meningkatkan prestasi akademik sehingga ke depannya prestasi yang didapatkan mencapai target bahkan melebihi target yang ditetapkan sebelumnya. Pencapaian prestasi akademik yang baik ini, dipengaruhi oleh faktor motivasi.
Berikut ini implikasi manajerial untuk peningkatan motivasi mahasiswa :
1. Banyak sks yang diambil
Penentuan Jumlah sks yang diambil oleh mahasiswa setiap semester dapat disesuaikan dengan kapasitas dan latar belakang pendidikan mahasiswa, sehingga pada semester pertama mahasiswa dapat mengambil lebih dari 18 sks. Hal ini tidak menjadi hambatan selama jumlah sks yang diambil sesuai dengan kemampuan mahasiswa. Selanjutnya bagi pemula atau mahasiswa yang memiliki IPK < 2,00 jumlah sks yang diambil sebaiknya lebih sedikit (17 sks).
Peningkatan jumlah sks sesuai dengan IPK dapat dilakukan dengan jumlah sks berikut ini : 19-21 sks untuk IPK 2,00-2,75 dan 23-25 SKS untuk IPK 2,76-4,00
2. Waktu perkuliahan pada malam hari
Waktu pekuliahan pada malam hari bukan hambatan bagi mahasiswa untuk memperoleh prestasi akademik yang baik.
Dalam hal ini penggunaan waktu kuliah malam hari tetap jadi pilihan efektif dalam penyelenggaraan perkuliahan program khusus S1. Waktu perkuliahan yaitu dilakukan pada pukul 19.00-23.00, dengan ketentuan mencakup jam kuliah dan praktikum.
3. Minat terhadap ilmu yang dipelajari
Suatu kegiatan berjalan lancar, jika terdapat atau timbul minat yang besar. Dalam proses belajar, aktifitas belajar mahasiswa ditentukan oleh minatnya terhadap pelajaran yang dihadapi. Semakin besar minat mahasiswa terhadap sesuatu obyek belajar, semakin baik aktifitas belajarnya, dan juga sebaliknya. Adapun cara untuk membangkitkan minat seseorang dapat dilakukan usaha-usaha berikut : (a) membangkitkan suatu kebutuhan, misalnya kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan, pengakuan dan lain sebagainya:
(b) menghubungkan dengan pengalaman-pengalaman masa lampau, dan (c) membangkitkan kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik atau mengetahui sukses yang diperoleh individu, karena menimbulkan rasa puas dan menimbulkan minat lebih besar.
4. Metode kuliah yang digunakan
Proses belajar mengajar efektif adalah kemampuan untuk menghasilkan perubahan yang diharapkan dari kemampuan dan persepsi mahasiswa. Proses belajar mengajar efektif tergantung pada pemilihan dan penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan proses belajar
mengajar. Dosen perlu lebih akrab dengan mahasiswa untuk mengintensifkan interaksi antara dosen dengan mahasiswa dan interaksi antar mahasiswa itu sendiri, sehingga iklim kelas jadi kondusif dalam situasi yang menyenangkan dan kondusif.
5. Fasilitas perpustakaan
Peningkatan fasilitas dan literatur diperpustakaan dapat membantu mahasiswa untuk mendapatkan prestasi akademik yang baik. Peningkatan fasilitas dalam bentuk pengadaan buku-buku yang relevan dengan mata kuliah yang diajarkan dan pengadaan handout mata kuliah dalam bentuk hardcopy maupun soft copy.
6. Kesadaran dalam menempuh pendidikan
Pencapaian prestasi yang baik harus seiring dengan usaha yang dilakukan oleh mahasiswa. Salah satu faktor yang berasal dari diri mahasiswa ini adalah kesadaran dalam menempuh pendidikan. Salah satu pembangkit kesadaran dalam menempuh pendidikan adalah memberikan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan-pelatihan motivasi dan melakukan test finger print untuk mengetahui blue print diri pribadi mahsisiwa sehingga mahasiswa mengetahui dengan tepat apa yang menjadi tujuan hidupnya.
7. Lingkungan sosial kampus
Lingkungan sosial kampus merupakan lingkungan sosial yang paling berpengaruh terhadap pencapaian prestasi akademik, maka pihak Manajemen PSMPK, Dosen, Staff maupun mahasiswa sudah seharusnya mempunyai hubungan yang baik. Pihak PSMPK menjadi fasilitator bagi mahasiswa sebagai penghubung dengan Dosen dan merupakan pihak penyedia informasi seputar kegiatan perkuliahan. Salah satu bentuk kegiatan untuk peningkatan prestasi dalam lingkungan sosial kampus adalah adanya kompetisi.
Kompetisi ini suatu upaya untuk membangkitan motivasi dengan cara memacu seseorang berprestasi lebih baik, karena prestasi yang dicapai tersaingi oleh prestasi yang lain.
Persaingan mencakup dua hal yaitu, persaingan dengan prestasi sendiri dan persaingan dengan prestasi orang lain.
Persaingan dengan prestasi sendiri membandingkan prestasi yang diperoleh dengan prestasi yang telah dicapai sebelumnya. Sedangkan persaingan dengan orang lain, adalah membandingkan prestasi yang dicapai dengan prestasi orang lain. Dengan persaingan dalam arti yang sehat, individu akan merasa tersaingi dan akan lebih memacu dirinya untuk berprestasi sebaik-baiknya. Dengan demikian, motivasi dan usaha untuk mencapai tujuannya akan semakin kuat. Dosen maupun pihak PSMPK dapat memberikan reward kepada mahasiswa dalam bentuk apapun sebagai bagian dari kegiatan ini.
8. Mutu dosen
Dosen yang mengajar pada pada program PSMPK adalah dosen-dosen berpengalaman dalam bidang manajamen.
Dalam mengikuti perkembangan jaman, mutu dosen dituntut untuk terus ditingkatkan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara Dosen mengikuti berbagai pelatihan dalam bidang manajemen maupun melanjutkan pendidikan ke tingkatan yang lebih tinggi untuk dosen-dosen tertentu.
9. Inisiatif dalam kegiatan perkuliahan
Inisiatif mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, yaitu aktif untuk memiliki catatan khusus yang dapat dipahami oleh dirinya sendiri, minimal berisi data (isi nama kuliah, dosen, tanggal), pokok-pokok kuliah (isi dengan pokok-pokok dan prinsip-prinsip yang khusus dibahas dalam perkuliahan secara garis besar dan singkat), tujuan kuliah (isi dengan
kesimpulan atau kita merumuskan apa yang menurut penangkapan kita menjadi tujuan khusus dari kuliah yang diberikan oleh dosen yang bersangkutan) dan kesimpulan kuliah (mahasiswa mencoba menilai apakah terdapat hubungan antara tujuan kuliah dengan bahan materi yang dibahas). Selain itu mahasiswa harus berusaha mengajukan pendapat atau bertanya bila ada yang tidak sesuai atau ada yang ingin di pertanyakan agar tidak menjadi pertanyaan yang tersimpan di hati dan usahakan tidak puas dengan jawaban dari dosen (mencoba mencari referensi-referensi lain dari buku atau ahlinya).
10. Lingkungan sosial keluarga
Sebagian besar mahasiswa PSMPK tinggal berjauhan dengan orang tua maupun keluarga. Mahasiswa diharapkan memiliki hubungan yang baik dan terus berinteraksi dengan orangtua karena orang tua adalah lingkungan pertama yang membentuk karakter dirinya.
11. Orientasi dalam menempuh pendidikan
Mahasiswa dituntut untuk memiliki orientasi yang jelas dalam menempuh pendidikan, karena mendapatkan Gelar S1, juga memiliki orientasi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. Pembangkit terbentuknya tujuan ini dapat ditunjang oleh berbagai kegiatan pelatihan motivasi yang dilakukan pada awal semester sebagai dasar untuk membentuk orientasi yang jelas maupun pertengahan semester untuk menjaga orientasi mahasiswa untuk tetap melakukan aktivitasnya sesuai dengan orientasi yang ditetapkan.
12. Tanggungjawab
Bentuk tanggungjawab lahir dari dalam diri mahasiswa pribadi. Rasa bertanggungjawab kepada diri sendiri, keluarga maupun almamater diwujudkan mahasiswa dengan
melakukan usaha yang terbaik dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. Sosialisasi mengenai prestasi akademik mahasiswa yang disajikan secara komunikatif dan adanya tindak lanjut berupa kemudahan untuk mendapatkan berbagai pelayanan dalam kegiatan akademik diharapkan dapat menjadi pendorong untuk meningkatkan tanggungjawab mahasiswa berprestasi baik.
13. Lingkungan sosial komunitas
Lingkungan berpengaruh besar terhadap pembentukan perilaku seseorang. Bagi mahasiswa, lingkungan komunitas yang dapat meningkatkan prestasi adalah lingkungan yang mendorongnya untuk selalu belajar, memberikan support positif, pola pergaulan yang sehat dan tidak lepas dari nilai-nilai spiritual keagamaan.