Sampel kajian terdiri dari 15 orang responden yang dipilih secara acak. Populasi kajian terdiri atas masyarakat Melayu yang bertempat tinggal di Desa Terjun, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Responden kajian berumur 17 sampai 50 ke atas yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan jenjang pendidikan yang berbeda-beda.
Dari segi pekerjaan, responden terdiri dari petani, pedagang dan ibu rumah tangga. Responden juga dipilih dari berbagai suku yaitu Melayu yang merupakan penduduk asi yang menetap di desa tersebut sejak lahir. Sedangkan suku jawa yang merupakan suku pendatang sudah menetap lebih dari 5 tahun.
Tabel 1. Latar belakang responden
No. Latar Belakang Kategori
Pembagian Frekuensi
1. Jenis Kelamin Laki-laki 8
Perempuan 7
2. Umur 17 – 25 Tahun 3
25 – 40 Tahun 4
40 – 55 Tahun 8
3. Pendidikan Tidak Sekolah 3
Sekolah Dasar 2 Sekolah Menengah Pertama 5 Sekolah Menengah Atas 5 4. Pekerjaan Petani 8 Pedagang 4 Ibu Rumah Tangga 4 5. Lama Waktu Menetap 5 Tahun 3 5 Tahun keatas 4 Sejak Lahir 8
4.3.1 Hakikat Manusia dengan Tuhan
Manusia adalah makhluk utama dalam dunia, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu pencitaan yang bersifat istimewa dan mulia. Memiliki kemauan, memiliki hak untuk mengatur dan memilihara alam, dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup. Kekuatan ini memberinya suatu keterlibatan dan tanggung jawab yang tidak akan punya arti kalau tidak dinyatakan dengan mengacu pada sistem nilai.38
Secara menyeluruh dapat disimpulkan bahwa masyarakat Melayu di Desa Terjun dalam melaksanakan ritual tampumg tawar bibit berkaitan dengan pandangan bahwa semua yang dilaksanakan atas dasar memuliakan kebesaran tuhan. Tata laksanakanyaterdapat doa-doa yang dipanjatkan kepada tuhan yang maha pencipta Manusia memiliki fitrah dalam arti kemampuan, yaitu kelengkapan yang diberikan pada saat dilahirkan kedunia. Kemampuan yang dimiliki manusia dapat dikelompokan pada dua hal, yaitu kemampuan fisik dan potensi rohani. Kemampuan fisik manusia adalah sifat psikologis spritual manusia sebagai makhluk yang berfikir diberi ilmu dan memikul amanah. Sedangkan kemampuan rohani adalah akal, ghaib, dan nafsu.
Apabila akal digunakan dengan benar akan menyadari siapa yang menciptakan dirinya dan untuk apa ia diciptakan. Berdasarkan hasil jawaban menunjukan bahwa semua yang berada di alam ini hanyalah bersifat tidak kekal atau sementara dan semua berupa titipan. Dengan demikian, akan lahir rasa syukur dari dalam diri manusia untuk bersyukur kepada tuhan yang mencipakan seluruh alam semesta.
38
agar diberikan kemudahan dalam peroleh rezeki dari kehidupan masyarakat Desa Terjun dalam keadaan makmur dan sejahtera. Adapun daftar pertanyaanya seperti pada tabel berikut:
Tabel 2. Daftar Pertanyaan Hakikat Manusia dengan Tuhan
No. Daftar Pertanyaan
Jawaban
Ya Tidak
1. Apakah masyarakat di Desa Terjun memiliki keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
15 0
2. Dalam melaksanakan ritual tampung tawar bibit, apakah terdapat do’a atau persembahan yang menyatakan makna syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa
15 0
4.3.2 Hakikat Manusia Dengan Alam
Hubungan manusia dengan alam sangat ditentukan oleh kemampuan manusia dan alam sesuai karakternya masing-masing. Keduanya memerlukan hubungan timbal balik secara berkelanjutan. Melalui pengolahan lingkungan hidup secara bijaksana, selain dapat menyelamatkan dan melestarikan lingkungan hidup, juga menjamin kebutuhan dan kemakmuran umat manusia itu sendiri. Oleh karenanya, disadari atau tidak, keseimbangan dalam lingkungan kehidupan manusia dan lingkungan alam dapat terganggu karena ulah mansia itu sendiri.
Manusia hidup pasti mempunyai hubungan dengan alam hidupnya. Pada mulanya, manusia mencoba mengenal alam (lingkungan) hidupnya, kemudian barulah manusia berusaha menyesuaikan dirinya. Lebih dari itu, manusia telah berusaha pula mengubah lingkungan hidupnya demi kebutuhan dan kesejahteraan. Dari sinilah lahir peradaban –istilah Toynbee- sebagai akibat dari kemampuan manusia mengatasi lingkungan agar lingkungan mendukung kehidupannya. Misalnya, manusia menciptakan jembatan agar bisa melewati sungai yang membatasinya
Lingkungan (alam) adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks Manusia adalah makhluk termulia di bumi ini, maka segala sesuatu memang disediakan untuknya.39
Berdasarkan jawaban yang disampaikan responden, masyarakat di Desa Terjun mempercayai bahwa setiap perbuatan yang dilakukan akan berdampakterhadap keseimbangan alam. Mereka senantiasa menerapkan nilai-nilai luhur alam kehidupan yang diperayai dapat meniptakan keharmonisan di alam semesta.
Tugas manusia yaitu memanaatkan alam dan tenaga yang untuk memenuhi keperluan dan kebutuhanya. Hubungan manusia terhadap alam adalah sebagai pemanfaat. Manusia mengelola alam yang dciptakan oleh tuhanyang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu, manusia seharusnya tidak membuat kerusakan di alam.
39
Hakikat Manusia dan Kedudukan di Alam Semesta.https://wordpress.com/2009/12/28//hakikat, diakses tgl 10 Maret 2017, pukul 16:00 WIB.
Tabel 3. Daftar Pertanyaaan Hakikat Manusia dengan Alam.
No. Daftar Pertanyaan
Jawaban
Ya Tidak
1. Apakah penurunanhasil panen karena ulah manusia?
15 0
2. Apakah nilai luhur yang terdapat dalam ritual tampung tawar bibit berperan dalam hasil panen?
10 5
3. Apakah hikmah dalam ritual tampung tawar dapat meningkatkan hasil panen masyarakat?
11 4
4. Apakah solidaritas masyarakat dalam upacara tampung tawar bibit dapat mewujudkan keharmonisan manusia dengan alam?
9 6
4.3.3 Hakikat Manusia dengan Kehidupan
Hubungan pandangan kehidupan manusia dan masyarakat berdasarkan pada pandangan tentang manusia in haruslah didasari oleh nilai-nilai kebaikan agar dapat mengatur kehidupan dengan benar. Menjadikan dunia dan lingkungan lebih menyenangkan dan menjadikan hidup lebih baik.
Penulis berpendapat bahwa dengan menerapkan solidaritas yang baik pada kehidupan sehari-hari pada umumnya maupun khusus dalam pelaksanaaan ritual tampung tawar bibit. Masyarakat yang menerapkan nilai kebaikan tersebut memiliki karakter yang ringan tangan, adil, dan peduli dalam kehidupanya. Hal ini merupakan
dampak yang positif sehingga membentuk tatanan kehidupan masyarakat yang sejahtera
Tabel 4. Daftar Pertanyaan Hakikat Manusia dengan Kehidupan
No. Daftar Pertanyaan
Jawaban
Ya Tidak
1. Apakah solidaritas masyarakat hanya terwujud dalam ritual tampung tawar bibit?
5 10
2. Menurut Anda, pentingkah rasa solidaritas itu dalam
melaksanakan ritual ini?
8 7
3. Apakah setelah ritual ini, solidaritas masyarakat masih terwujud
10 5
4. Apakah sifat solidaritas mempengaruhi kita menjadi manusia yang lebih baik?
12 3
4.3.4 Hakikat Manusia dengan Pekerjaan
Manusia itu tidak bisa lepas dari hakikatnya sebagai mahluk bekerja,karena semua kebutuhan harus dilakukan dengan bekerja,dalam menjalani pekerjaan tersebut ada kode etik dan norma-norma yang digunakan sehingga pekerjaan tersebut
tidak menjadi salah satu penyimpangan sosial di kalangan masyarakat.antara manusia pekerjaan, profesi, profesional dan profesionalisme saling terikat atau terhubung satu sama lainnya. Kesuksesan dalam menjalankan suatu pekerjaan ataupun profesi tergantung tingkatan dan proses pelaksanaanya.dari situ dapat dibedakan mana yang pekerjaan,profesi,profesionalatau profesionalisme.
Hubungan dalam menjalani berbagai aktivitas ialah upaya yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menyelesaikan berbagai masalah kehidupanya. Manusia tidak bisa terlepas dari yang namanya bekerja agar apa yang mereka inginkan bisa terwujud.
Pendapat berdasarkan jawaban bahwa Masyarakat di Desa Terjun sebagai makhluk yang berkerja, Karena semua kebutuhan harus dilakukan dalam bekerja. Dalam menjalani perkerjaan tersebut terdapat norma-norma yang digunakan sehingga pekerjaan tersebut tidak menjadi penyimpangan di kalangan masyarakat.
Pelaksaan ritual tampung tawar bibit ini juga mempengaruhi kerja masyarakat. Selama sehari masyarakat tidak boleh keluar melaksanakan aktivitas seperti biasanya seperti betani, bedagang dan lainya. Selama masa pantang larang tersebut mereka gunakan untuk beristirahat di dalam rumah. Oleh karenanya setelah melewati masa pantang larang, semangat bekerja mereka rasakan kembali.
Tabel 5. Daftar Pertanyaan Hakikat Manusia dengan Pekerjaan
No. Daftar Pertanyaan
Jawaban
Ya Tidak
1. Apakah hasil yang diperoleh dari rasa solidaritas dapat meningkatkan kerja sama dalam pelaksanaannya
10 5
2. Apakah dalam melaksanakan ritual tampung tawar bibit dapat
meningkatkan semangat kerja para petani?
11 4
3. Apakah dalam melaksanakan upacara ritual tampung tawar bibit dapat meningkatkan kualitas kerja petani?
9 6
4. Apakah diperlukan pengetahuan tata cara hukum adat dan pemerintahan dalam melaksanakan ritual ini?
11 4
4.3.5 Hakikat Manusia dengan Waktu
Manusia dalam menjalankan kegiatan tidak terlepas dari pengaruh waktu. Ada budaya penting yang memandang penting masa lampau, tetapi ada yang melihat masa kini sebagai fokus usaha dalam perjuanganya. Sebaliknya ada yang jauh melihat ke depan. Pandangan berbeda dalam dimensi waktu ini sangat mempengaruhi perencanaan hidup masyarakat.
Berdasarkan frekuensi jawaban bahwa ritual tampung tawar bibit merupakan warisan leluhur dari zaman sebelumnya dan masih dilestarikan hingga sekarang.
Masyarakat di Desa Terjun mempercayai bahwa sesuatu yang memiliki nilai kebaikan pada zaman dahulu akan tetap dilaksanakan unutk menjadi ciri khas dari masyarakatnya.
Tabel 6. Daftar Pertanyaan Hakikat Manusia dengan Waktu
No. Daftar Pertanyaan
Jawaban
Ya Tidak
1. Apakah rasa solidaritas masyarakat sekarang masih sama seperti masyarakat zaman dahulu
9 6
2. Apakah kebersamaan dalam ritual diwariskan dari para leluhur?
12 3
3. Apakah ritual tampung tawar bibit sama dengan apa yang dilakukan oleh para leluhur
13 2
4. Apakah upacara tampung tawar bibit diwariskan dari leluhur zaman dahulu?
14 1
4.3.6 Hakikat Manusia dengan Sesama Manusia
Antara manusia dan manusia terdapat hubungan yang sangat kompleks. Keduanya saling berinteraksi, saling membutuhkan, saling melengkapi dan saling bergantung satu sama lain. Hubungan dari kedua ini dapat juga menghasilkan karya-karya besar atau karangan dari akal dan pikiran manusia masing-masing. Pada
hakikatnya manusia memiliki hubungan yang perlu dijalankan, hubungan yang menunjukan bahwa manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari bantuan manusia lainya.
Masyarakat adalah sekumpulan orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. Atau masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan terikat oleh identitas bersama yaitu kebudayaan yang dihasilkannya. Jadi hubungan manusia dengan manusia itu dapat tercipta jika ada kehidupan bersama yang terus-menerus. Hubungan kedua ini juga merupakan kebudayaan yang tidak dapat diciptakan oleh seseorang yang hidup sendirian di tengah hutan atau gurun pasir. Sementara itu manusia dengan manusia dalam berinteraksi dan melakukan tindakan-tindakan itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Inilah contoh hubungan simbiosis mutualisme hubungan yang saling menguntungkan.
Berdasarkan frekuensi jawaban, di dalam kehidupan masyarakat di Desa Terjun tidak hidup dalam kesendirian. Mereka memiliki keinginan hidup bermasyarakat dengan sesamanaya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan atau berinteraksi dengan manusia lain. Kembangkanlah perbuatan yang luhur mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan.
Tabel 7. Daftar Pertanyaan Hakikat Manusia dengan Manusia.
No. Daftar Pertanyaan
Jawaban
Ya Tidak
1. Apakah solidaritas berperan dalam ketentraman sesama manusia?
10 5
2. Apakah dengan rasa
solidaritas dapat menciptakan rasa adil?
12 3
3. Apakah rasa solidaritas dalam ritual tampung tawar bibit dapat menciptakan nilai kesatuan dan persatuan sesama manusia?
9 6
4. Apakah manusia mempunyai hakikat sebagai makhluk yang bermasyarakat?
12 3
4.3.7 Deskripsi Masyarakat Desa Terjun, Kecamatan Pantai Cermin
Hasil penelitian menunjukan masyarakat Melayu Desa Terjun, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara masih mempercayai adanya pengaruh kerja alam terhadap kehidupanya dengan sistem mata pencaharian mereka dengan mengadakan suatu bentuk ritual untuk mengaharapkan hasil panen yang lebih.
Dengan adanya ritual tampung tawar bibit ini rasa sosial masyarakat terwujud dan adanya aktivitas masyarakat ritual ini dapat dilaksanakan. Rasa kebersamaan dan aktivitas dapat kembali mengimbangi keadaaan sebelumnya di mana di antara satu dengan yang lainnya telah ada jarak. Pendidikan, ekonomi dan prinsip hidup tidak menjadi penyebab adanya perubahan pada ritual tampung tawar bibit.
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang membutuhkan satu sama lain. Mesti dibedakan oleh agama, suku tapi tetap saja kita saling membutuhkan. Kita adalah makhluk yang diciptakan untuk merawat serta menjaga aturan-aturan yang berlaku agar tercipta hubungan yang baik dan masyarakat yang teratur.
Masyarakat di Desa Terjun memelihara nilai-nilai dan aturan-aturan yang baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penulis mnemukan bahwa masyarakat tersebut memahami dan menjaga bagaimana hakikat hidup antara manusia dengan pencipta,alam, kehidupan, pekerjaaan, waktu serta huungan dengan sesama manusia.
Dapat disimpulkan bahwa ritual tampung tawar bibit masih sering dilakukan setiap empat tahun sekali di Desa Terjun, Kecamatan Pantai Cermin kabupaten Serdang Bedagai. Yang berperan aktif dalam ritual tampung tawar bibit terdiri dari masyarakat yang berpengalaman dalam ritual. Secara keseluruhan ritual tampung tawar bibit ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Terjun karena mayoritas masyarakatnya berpenghasilan sebagai petani.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN