• Tidak ada hasil yang ditemukan

Solidaritas Masyarakat Melayu Pada Ritual Tampung Tawar Bibit Di Desa Terjun Kecamatan Pantai Cermin Chapter III V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Solidaritas Masyarakat Melayu Pada Ritual Tampung Tawar Bibit Di Desa Terjun Kecamatan Pantai Cermin Chapter III V"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

Metode artinya cara atau teknik melakukan sesuatu yang bersifat ilmiah untuk mencapai tujuan tertentu. Penelitian adalah suatu kegiatan untuk mencatat, merumuskan, mencari, dan menganalisis suatu masalah yang dilakukan secara sistematis yang akhirnya diperoleh hasil dalam bentuk laporan. Jadi, metode penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu untuk memperoleh jawaban dari persoalan yang diteliti.

3.1 Desain Penelitian

Desain penelitian adalah suatu cara untuk mencari kebenaran dengan mengumpulkan dan menganalisi data yang diperlukan untuk memperoleh jawaban dari permasalahan yang diajukan. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dengan demikian kegiatan peneitian haruslah berdasarkan keilmuan yang rasional, empiris dan sistematis.

Metode yang digunakan penulis adalah metode kualitatif naturalistik. Penulis menggunakan metodologi ini untuk mengetahui aktualitas, realitas sosial dan persepsi manusia melalui pemgakuan mereka yang mungkin tidak dapat diungkap melalui penonjolan pengukuran formal atau pertanyaan penelitian yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Maka, terkait tulisan penulis yang merupakan bagian dari tradisi lisan, pendekatan penelitian kualitatif-naturalistik sangat tepat untuk mengambarkan atau mendeskripsikan keadaan sebernarnya di lapangan.

(2)

nilai yang diteliti dalam peristiwa yang sebenarnya. Pemahaman ini sangat penting bagi peneliti tradisi lisan agar memahami bahwa sebuah tradisi bersifat fungsional serta tidak dapat dipisahkan dari teks dan konteksnya. 14

14

Op. Cit, Wan Syaifuddin, hlm. 14-24.

3.2 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini berada di Desa Terjun Kampung Besar II Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai.

3.3 Sumber Data Penelitian

Sumber data dalam penelitian ini adalah data lisan yang diambil langsung kelapangan dengan mengambil data dari beberapa informan mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan penelitian yang dapat menuturkan Ritual Tapung Tawar Bibit di Desa Terjun Kampung Besar II Kecamatan Pantai Cermin.

3.4 Instrument Data

Instrument atau alat penelitian yang penulis gunakan adalah berupa daftar pertanyaan yang diajukan dalam melakukan wawancara dengan informan, peralatan tulis seperti pulpen, buku tulis untuk mencatat informasi , perekam suara berupa tape recorder untuk wawancara, foto untuk dokumentasi gambar.

3.5 Metode Pengumpulan Data

(3)

3.5.1 Metode Observasi

Metode ini dilakukan untuk mengamati secara langsung daerah tempat penelitian untuk mendapatkan informasi data yang dibutuhkan, teknik yang dipergunakan penulis adalah teknik catat. Berkaitan dengan judul solidaritas masyarakat melayu pada ritual tampung tawar bibit. Maka peneliti melakukan pengamatan terhadap data sekunder berupa foto pelaksaan upacara tampung tawar bibit. Hal ini dikarenakan waktu pelaksaan upacara tersebut dilangsungkan 5 tahun sekali. Karenanya peneliti pada tahap observasi ini mengamati data dari sumber yang telah ada dan melakukan penelitian lapangan dengan menemui tokoh-tokoh serta objek-objek alam lainya yang memiliki peran dalam upacara ini yang berlangsung di Desa Terjun Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai.

3.5.2 Metode Kuesioner

Pada dasarnya metode ini berdasarkan prinsip sampel bertujuan, yaitu kuesioner berisi pertanyaan untuk masyarakat sebagai responden pertanyaan-pertanyaan yang ada bertujuan memperoleh data tentang pandangan masyarakat terhadap solidaritas masyarakat dalam ritual tampung tawar bibit.

3.5.3 Metode Dokumentasi

Dokumentasi yaitu metode pengumpulan data yang menghasilkan catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang di teliti sehingga akan diperoleh data yang lengkap dan bukan berdasarkan perkiraan.15

15

Basrowi dan Suwandi, Memahami Penelitian Kualitatif, Jakarta.

(4)

dokumentasi dilakukan dengan cara peneliti mengumpulkan data-data melalui pencatatan atau data data tertulis yang ada di Desa Terjun Kecamatan Pantai Cermin

3.6 Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model analisis mengalir, yang meliputi tiga komponen.

3.6.1 Reduksi Data

Pada langkah ini data yang diperoleh dicatat dalam uraian yang terperinci. Data-data yang sudah dicatat kemudian dilakukan penyederhanaan data. Data-data yang dipilih hanya data yang berkaitan dengan masalah yang akan dianalis.

3.6.2 Penyajian Data

Data yang sudah ditetpkan kemudian disusun secara sistemtis dan terperinci agar mudah dipahami. Data-data tersebut kemudian dianalisis sehingga diperoleh deskripsi tentang nialai-nilai luhur dalam ritual tampung tawar bibit

3.6.3 Penarikan Kesimpulan

(5)

komponen tersebut saling dan dilakukansecara terus-menerus mulai dari awal, saat penelitian berlangsung sampai akhir penelitian.16

16

(6)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Teks Ritual

Pada umumnya profesi masyarakat diDesa Terjun adalah sebagai petani. Mereka melakukan ritual tampung tawar bibit untuk mengharapkan mendapat hasil panen yang berlimpah. Kegiatan yang dilaksanakan pada ritual tampung tawar bibit ini ialah persiapan tempat pelaksanaan, perlengkapan, penyembelihan hewan, serta pembacaan mantera.

Dalam sebuah ritual tampung tawar bibit mantera yang digunakan adalah teks yang dimaksud dalam penelitian ini. Secara menyeluruh isi teks mantera masih sangat erat kaitannya bagi masyarakat Melayu. Isi teks merupakan bagian dari kebiasaan masyarakat Melayu yang didalamnya terkandung maksud dan arti-arti bahasa yang bisa dimengerti, dengan menafsirkan berdasar kebudayaan dimana mantera ini diucap.

4. 1. 1 Pengertian Mantera

Mantera diartikan sebagai sususan kata yang mengandung unsur ghaib, biasanya diucapkan oleh pawang untuk ritual tertentu. Mantera menggunakan bahasa yang tertulis dan pilihan katannya yang khas, maknanya baru dapat diketahui melalu pembacaan kultural secara mendalam berdasarkan kebudayaan dimana mantera itu digunakan.17

17

(7)

Mantera oleh para ahli dan pengamat kebudayaan dianggap sebagai kesusastraan yang paling awal di kenal manusia. Sastra isan berbentuk mantera dapat dikatagorikan sebagai sastra lama atau sastra tradisional. Sastra lama dapat berbentuk puisi dan prosa jenis sastra yang termasuk puisi ialah mantera, pantun, syair dan lain-lain. Masyarakat tradisonal bahkan hingga kini masih menggunakan mantera dan segala aspek yang berhubungan dalam kehidupan masyarakat.

Pembacaan mantera dapat menimbulkan kekuatan ghaib untuk meraih tujuan-tujuan tertentu. Secara umum mantera dapat dibagi menjadi empat jenis berdasarkan fungsinya masing-masing yaitu :1) mantera untuk pengobatan, 2) mantera untuk pakaian, 3) mantera untuk pekerjaan, 4) mantera adat-istiadat.18

18

Wan Syaifuddin, (Disertasi). Hlm. 259-280.

Mantera biasanya menggunakan bahasa khusus yang sukar dipahami. terkadang, pawang tidak memahami arti dari mantera yang dibaca, ia hanya memahami kapan mantera itu dibaca dan tujuan membaca mantera. Dari segi kegunaan mantera sangat khusus tidak boleh dituturkan sembarangan karena dianggap keramat dan suci. Mantera biasanya diciptakan oleh seorang pawang, kemudian diwariskan kepada keturunan, atau orang yang dianggap mengantikan dirinya sebagai pawang.

(8)

Dalam penelitian ritual rampung tawar bibit desa Terjun, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Ditemukan penggunaan mantera dalam ritual tersebut. Desa ini merupakan desa yang mayoritas penduduknya adalah sebgai petani. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan ritual tampung tawar bibit bahwa masyarakat sangat berharap dengan hasil yang berlimpah. Ini terlihat dari ketetapan masyarakat yang masih mempertahankan nilai-nilai tradisi seperti mantera.

Dalam melaksanakan ritual tampung tawar bibit masyarakat mempercayai bahwa mantera yang dipakai adalah salah satu bentuk doa kepada tuhan yang maha kuasa tentang bagaimana menjaga hubungan manusia alam dan tuhan. Mantera yang digunakan dalam pelaksanaan ritual tampung tawar bibit yang dibaca oleh pawang ketika permulaan ritual. Dalam permulaan ritual, pawang melakukan penyembelihan kerbau di saksikan oleh masyarakat lalu bagian kepala kerbau ditanam oleh pawang dengan membaca mantera khusus. Adapun mantera yang di baca pawang ialah :

Bismillahi

Assalamualaikum nabi

Yang memegang bumi

Aku menumpangkan anakku

Seri Gading Gemala Gading

Di dalam enam bulan angka ketujuh

Aku datang mengambil balik

(9)

Kur semangat

Kuur semangat19

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah dayang hijau

Lemah lembut asal kau menjadi yang ikut

Buah padi menghijau

Mantera sebelum memulakan tampung tawar bibit yaitu mantera dibacakan pada saat memotong jeruk nipis kedalam ember yang berwarna hijau. Pawang membacakan mantera sebagai berikut

Nur cahaya munallah

Nur cahaya mun putih

Name semangat tapak kebun

Berkat lailaha illallah

Muhamadarrasulullah

Bulat batu kubula bulat

Bulat batang padi

Aku tahu asal kau ulat

Mate beras mate kau menjadi

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

19

(10)

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah20

Bahasa mantera merupakan bahasa yang mengandung nilai-nilai relegius dan dipercaya memiliki kekuatan. Oleh karenanya, dalam mengucapkannya tidak boleh digunakan oleh sembarang orang, melainkan orang tertentu seperti pawang atau orang yang dituakan.

4.1.2 Bahasa Mantera

21

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah dayang hijau

Lemah lembut asal kau menjadi yang ikut

Buah padi menghijau

Dalam pemilihan kata, teks mantera ritual tampung tawar bibit ini menerminkan ruang, waktu, dan amanat. Pengucapan mantera mempunyai kekuatan ghaib yang di peroleh dari permainan kata serta istilah yang berkaitan dengan kepercayaan dengan keyakinan dalam diri masyarakat Melayu. Beberapa mantera yang pilihan katanya berkaitan dengan keyakinan dan kepercayaan, seperti :

Bismillahi

Assalamualaikum nabi

Yang memegang bumi

Aku menumpangkan anakku

20

Dato Sayuti, 70, 2017. Wawancara dirum,ahnya Desa Terjun Kecamatan Pantai Cermin, 14 Maret. 21

(11)

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

4.1.3 Pengucapan Mantera

Pengucapan merupakan satu dari ciri-ciri mantera yang harus ada pada mantera atau dengan kata lain, tidak akan berkesan sebuah mantera tanpa pengucapan.22

Rima ialah gaya perulangan bunyi yang terdapat pada mantera ritual. Rima berfungsi untuk mewujudkan aliran perasaan ataupun pikiran agar tidak terputus dari ide dan pesan yang ingin diungkapkan.

Mantera ritual tampung tawar bibit melibatkan aspek rima. 4.1.3.1 Rima

23

22

Haron Daud, 2001, Mantera Melayu Analisis Pemikiran. Pulau Pinang: Penerbit Universiti Sains Malaysia. Hlam. 39.

23

Wan Syaifuddin, Pemikiran Kreatif dan Sastra Melayu Tradisi. Hlm. 201-205.

Terdapat berbagai jenis rima berlaku dalam teks mantera , yaitu :

1. Rima Permulaan

Menunjukan bahwa rima ini memperkuat suasana fenomena dan suasana magis yang diungkapkan dan menegaskan kedudukan tentang kekuatan supranatural pawang dalam ritual tampung tawar bibit.

Aku menumpangkan anakku

Seri Gading Gemala Gading

Di dalam enam bulan angka ketujuh

(12)

2. Rima akhir

Analisis menunjukan dalam pembinaan bunyi mantera ini dikuatkan dengan kata-kata yang berkenaan dengan kepercayaan yang suci dan keyakinan anggota masyarakat kepada kemulian Nabi dan kebesaran Allah SWT.24

Menurut pandangan informan menyatakan bahwa makna beras putih tersebut membentuk sifat bersih, suci dan keikhlasan hati kepada Tuhan Yang Maha

Bismillahi

Assalamualaikum nabi

Yang memegang bumi

Aku menumpangkan anakku

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah dayang hijau

4.1.4 Analisis Konteks

Konteks ialah situasi yang ada hubunganya dengan kejadian makna. Dalam konteks ritual tampung tawar bibit, terdapat beberapa jenis benda yang dikasifikasi pada jenis makanan, tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Perlengkapan yang dipersembahkan dalam ritual tampung tawar bibit benda-benda yang dipersembahkan mengandung makna tertentu. Adapun benda-benda dan makna tersebut, yaitu:

a. Beras Putih

24

(13)

Esa. Mereka mengharapkan dengan pelaksanaan ritual tampung tawar bibit ini dapat memperoeh perindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.25

Menurut pandangan informan, pulut hitam artinya mempunyai perekat yang kukuh untuk membina kebersamaan antara sesama masyarakat. Juga menyatakan kegunaan pulut hitam berhubungan dengan kehidupan manusia, kedudukannya dalam upacara ritual dianggap sebagai simbol yang membentuk semangat lebih dan dihormati dalam masyarakat.

b. Beras Kuning

Menurut pandangan informan artinya menunjukan rasa hormat kepada pemangku adat yang telah banyak menjaga dan melestarikan budaya di daerah tersebut. Masyarakat harus berperilaku baik dalam ritual tampung tawar bibit berlangsung, mereka menjaga sikap sesuai etika bersosial, maka kehidupan masyarakat sejahtera.

c. Pulut Hitam

26

25

Pawang Darwin, 56, 2017. Dirumahnya, Desa Terjun Kec. Pantai Cermin, 16 Maret. 26

Yakob, 55, 2017. Dirumahnya, Desa Terjun Kec. Pantai Cermin, 21 Maret.

d. Berteh

Menurut pandangan informan makna berteh untuk membentuk semangat kesetiaan dan kesungguhan anggota masyarakat dalam menjalankan aktifitas seharian baik di sawah maupun berdagang.

e. Limau Purut

(14)

f. Limau Pagar

Menurut pandangan informan limau pagar bermakna sebagai lambang kejujuran sesama makhuk hidup.

g. Biji Jeruk Nipis

Menurut pandangan informanmelambangkan penguasaan terhadap ilmu yang berhubungan dengan ghaib.27

Menurut pandangan informan makna air ini membentuk keseimbangan kebersihan dalam diri baik rohaniah maupun fisik dengan keteguhan hati. Dipercayai bahwa air dapat mendinginkan hati, tidak emosional sesama masyarakat. Air itu juga dianggap dapat membentuk keseimbangan kejernihan hati anggota masyarakat yang ada dalam ritual dengan alam lingkunganya. h. Air

28

Menurut pandangan informan memiliki makna sifat merendah diri dan memuliakan orang lain, dan menjadi lambang dari adanya warisan keberdaban yang dilandasi rasa hormat dan kebersamaan.

i. Sirih

29

Menurut pandangan informan padi memiliki makna penyerahan diri kepada pihak yang berkaitan dengan pekerjaan anggota masyarakat baik di sawah atau ladang.

j. Padi

30

27

Pawang Darwin , Dirumahnya, 16 Maret. 28

Darwin, Dirumahnya, 16 Maret. 29

Dato Sayuti, Dirumahnya, 14 Maret. 30

(15)

k. Daun Sepulih

Menurut pandangan informan daun sepulih ini membina kesehatan agar dihindari dari gangguan-gangguan makhuk halus. Informan juga menyatakan bahwa daun tersebut merupakan simbol kekuatan masyarakat Desa Terjun atas gangguan makhluk halus.

l. Bunga Rampai

Menurut pandangan informan bunga rampai menyatakan campuran jenis-jenis bunga rampai mempunyai keharuman dan keindahan, ia melambangkan persepahaman antara masyarakat makhluk ciptaan Allah swt.

m. Dupa

Menurut informan dupa merupakan tempat membakar kemenyan yang tujuannya hanya untuk wewangian dan menciptakan suasana yang hening dan sakral dengan demikian ritual tampung tawar menjadi lebih konsentrasi.31

Menurut pandangan informan makna dan tujuan sebutir telur ayam kampung ialah keseimbangan kesuburan setiap peserta ritual sepanjang waktu dengan masyarakat.Penyediaantelur dalam ritual tampung tawar bibit merupakan n. Kemenyan

Menurut pandangan informan wangi dari asap kemenyan sebagai alat untuk memanggil dan menyampaikan komunikasi kepada makhluk halus karena ia sebagian dari penguasa alam.

o. Satu Butir Telur Ayam Kampung

31

(16)

pernyataan bahwa usaha yang dilaksanakan untuk membangun kesejahteraan baik pada waktu kini maupun pada waktu depan.32

Menurut pandangan informan Dato Sayuti, kerbau jantan yang disembelih dalam ritual tampung tawar bibit ini mengambarkan kekuatan perekonomian masyarakat dan menjadi simbol yang membentuk pengakuan kekuatan masyarakat untuk melestarikan warisan nenek moyang.

4.1.5 Makna Jenis Hewan Kerbau Jantan

33

Pasca dalam ritual tampung tawar bibit di Desa Terjun Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Pawang memberitahukan pantang larang dengan mengumumkan di depan seluruh masyarakat yang ikut serta dalam ritual tersebut. Pantang Larang ini harus dipatuhi bersama- sama agar harapan doa yang dipanjatkan dalam ritual dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

4.1.6 Pantang Larang

34

32

Pawang Darwin, 2017, Wawancara di rumahnya, 16 Maret. 33

Wawancara dengan Dato Sayuti, 2017, dirumahnya, 14 Maret. 34

Sulaimaniyah, 2017, Kepala Desa Terjun, 20 Maret.

Adapun pantang larang yang yang harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat desa tersebut yang bersumber dari seorang informan yang bernama Sulaiman yaitu: 1. Setiap makanan dalam wadah makan bersama-sama daam upacara tiak

dibenarkan dibawa pulang kerumah.

(17)

3. Dilarang melakukan teriakan-teriakan yang membuang keributan di Desa tersebut, hal tersebut tidak boleh dilakukan seama tiga hari.

4. Dilarang melakukan kegiatan di uar rumah pada malam hari antara puku setengah sepuluh malam sampai menjeang subuh, hal ini juga tidak boleh dilakukan seama tiga hari.35

Sebelum hari pelaksanaan diperlukan persiapan dan perlengkapan ritual, yaitu berkaitan dengan pawang pelaksanaan ritual, pemberitahuan perihal tata cara, waktu, tempat ritual dan alat-alat yang digunakan dalam ritual tersebut. Hal ini terlebih dahulu ditetapkan di dalam musyawarah. Dalam musyawarah itu hadir para Ustadz, Ketua Adat, orang yang dituakan dan para pawang serta pihak pemerintah daerah 4.2 Tahap–Tahap Ritual Tampug Tawar Bibit

Melaksanakan ritual ini suatu bentuk untuk mengucapkan rasa syukur dan terimakasih kepada bumi agar mendapatkan hasil panen yang berlimpah. Melalui ritual tampung tawar bibit rasa solidaritas terwujud dan adanya aktivitas masyarakat. Masyarakat Melayu di Desa Terjun Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara. Masih mempercayai adanya hal-hal magis (ghaib). Ini terlihat dari cara mengatasi musibah yang menimpa masyarakat. Halini berhubungan dengan sistem mata pencaharian masyarakat sebagai petani, yaitu dengan mengadakan suatu bentuk ritual untuk menghindari gagal panen melalui ritual tampung tawar bibit. Ritual tampung tawar bibit ini dilaksanakan 5 tahun sekali.dalam ritual tampung tawar bibit terdiri atas beberapa tahapan, yaitu :

4.2.1 Saat Persiapan Ritual Tampung Tawar Bibit

35

(18)

seperti Kepala Desa dan ketua organisasi komunitas petani. Pada dasarnya peserta di dalam musyawarah itu dipastikan mengetahui perihal kampung dan ritual tampung tawar bibit, Musyawarah dilakukan seminggu sebelum hari pelaksanaan ritual.36

Awal mula di adakan ritual tersebut yaitu pada malam hari pukul 20:30 WIB semua masyarakat dan pawang berkumpul di tempat yang telah ditentukan untuk melakkan ritual pemotongan kerbau. Salah satu pawang yang bertugas memotong kerbau yang disaksikan masyarakat, lalu bagian kepala kerbau ditanam oleh pawang dengan membaca mantra khusus.

4.2.2 Permulaan Ritual

37

Adapun mantera yang dibaca oleh pawang ialah :

Bismillahi

Assalamualaikum nabi

Yang memegang bumi

Aku menumpangkan anakku

Seri gading gemala gading

Di dalam enam bulan angka ketujuh

Aku datang mengambil balik

Dengan lailaha illallahu

Kur semangat

Kuur semangat

36

Wawancara degan Amir, di Desa Terjun II, Pantai Cermin. 37

(19)

4.2.3 Di Tempat Ritual

Ketika matahari muncul kepermukaan atau sekitar pukul 07:00 wib seluruh masyarakat berserta pawang, ustadz dan pemuka masyarakat berkumpul di tempat ritual diadakan. Para peserta ritual yang terdiri atas masyarakat Melayu Desa Terjun yang telah hadir dipersilahkan duduk ditempat yang telah disediakan oleh para ustad, pawang dan pemuka masyarakat. Selanjutnya kepala desa dan pemuka masyarakat memberi kata-kata nasihat yang diperuntukkan kepada seluruh peserta upacara.

4.2.4 Menempung Tawari Bibit Padi

Salah seorang pawang memulai ritual dengan membaca doa pembuka. Seluruh pesrta bersama-sama membaca doa pembukaan dalam hati. Sesudah membaca doa para pawang membawa dan meletakan perlengkapan yang akan digunakan untuk tempung tawar, seperti benih padi dan perlengkapan lain di tempat ritual. Kemudian pawang yang telah mempersiapkan alat dan bahan tersebut memulai ritual dengan memotong jeruk nipis kedalam ember yang berwarna hijau. Pawang membacakan mantra sebagai berikut :

Nur cahaya munallah

Nur cahaya mun putih

Name semangat tapak kebun

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

Bulat batang padi

(20)

Mate beras mate kau menjadi

Berkat lailaha illallah

Muhammadarrasulullah

Setelah pawang selesai membaca mantra. Tampug tawar pertama kali dilakukan oleh pawang kemudian dilanjutkan oleh perangkat desa. Mereka menampung tawari bibit yang dibawa oleh masing-masing masyarakat desa terjun yang ikut serta dalam ritual. Disaat ritual tersebut berlangsung seluruh orang yang ada di tempat membacakan shalawat Nabi.

4.2.5 Saat Selesai Upacara Tempung Tawar Bibit

Setelah ritual tampung tawar bibit selesai pawang berserta masyarakat melakukan dzikir akbar yang dipimpin salah seorang pawang. Selesai dzikir pawang, masyarakat dan perangkat desa makan bersama dengan menu yang sama yaitu daging kerbau yang dipotong pada malam sebelum acara tampung tawar bibit yang diolah (dimasak) oleh masyarakat. Seluruh peserta ritual tampung tawar bibit dipastikan mendapat bagian makan bersama karena masyarakat mempercayai bahwa acara ritual tawar bibit tidak sempurna apabila ada dari seorang perserta yang belum mendapat makanan di dilam makan bersama.

Setelah selesai makan bersama-sama, salah seorang pawang mengumumkan pantang larang yang harus dipatuhi pasca ritual tampung tawar bibit.

Adapun pantang larang nya adalah :

(21)

2. Dilarang adanya masyarakat melakukan sembelih atau memotong hewan. Hal tersebut tidak boleh dilakukan selama tiga hari.

3. Dilarang melakukan teriakan-teriakan yang membuang keributan di desa tersebut. Hal tersebut tidak boleh dilakukan selama tiga hari.

4. Dilarang melakukan kegitan di luar rumah pada malam hari antara pukul 21:30 sampai menjelang subuh. Hal ini pun tidak boleh dilakukan selama tiga hari.

Menurut pernyataan dari informan Dato Sayuti, masa larangan yang ditetapkan pada masa sekarang jauh lebih cepat dibandingkan di masa lalu. Dahulu larangan ini dilaksanakan selama seminggu akan tetapi pada masa ini larangan hanya dilakukan selama tiga hari.

Sesudah pawang membacakan pantang larang, selanjutnya masyarakat melaksanakan doa dipimpin oleh pawang agar apa yang diharapkan dalam melaksanakan ritual tampung tawar bibit bisa terwujud, setelah itu seluruh peserta yang melaksanakan ritual tampung tawar bibit kembali kerumahn ya masing-masing dan menjalani segala pantang larang yang telah di tetapkan.

4.3 Implikasi pada Masyarakat

(22)

Dari segi pekerjaan, responden terdiri dari petani, pedagang dan ibu rumah tangga. Responden juga dipilih dari berbagai suku yaitu Melayu yang merupakan penduduk asi yang menetap di desa tersebut sejak lahir. Sedangkan suku jawa yang merupakan suku pendatang sudah menetap lebih dari 5 tahun.

Tabel 1. Latar belakang responden

No. Latar Belakang Kategori

(23)

4.3.1 Hakikat Manusia dengan Tuhan

Manusia adalah makhluk utama dalam dunia, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu pencitaan yang bersifat istimewa dan mulia. Memiliki kemauan, memiliki hak untuk mengatur dan memilihara alam, dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup. Kekuatan ini memberinya suatu keterlibatan dan tanggung jawab yang tidak akan punya arti kalau tidak dinyatakan dengan mengacu pada sistem nilai.38

Secara menyeluruh dapat disimpulkan bahwa masyarakat Melayu di Desa Terjun dalam melaksanakan ritual tampumg tawar bibit berkaitan dengan pandangan bahwa semua yang dilaksanakan atas dasar memuliakan kebesaran tuhan. Tata laksanakanyaterdapat doa-doa yang dipanjatkan kepada tuhan yang maha pencipta Manusia memiliki fitrah dalam arti kemampuan, yaitu kelengkapan yang diberikan pada saat dilahirkan kedunia. Kemampuan yang dimiliki manusia dapat dikelompokan pada dua hal, yaitu kemampuan fisik dan potensi rohani. Kemampuan fisik manusia adalah sifat psikologis spritual manusia sebagai makhluk yang berfikir diberi ilmu dan memikul amanah. Sedangkan kemampuan rohani adalah akal, ghaib, dan nafsu.

Apabila akal digunakan dengan benar akan menyadari siapa yang menciptakan dirinya dan untuk apa ia diciptakan. Berdasarkan hasil jawaban menunjukan bahwa semua yang berada di alam ini hanyalah bersifat tidak kekal atau sementara dan semua berupa titipan. Dengan demikian, akan lahir rasa syukur dari dalam diri manusia untuk bersyukur kepada tuhan yang mencipakan seluruh alam semesta.

38

(24)

agar diberikan kemudahan dalam peroleh rezeki dari kehidupan masyarakat Desa Terjun dalam keadaan makmur dan sejahtera. Adapun daftar pertanyaanya seperti pada tabel berikut:

Tabel 2. Daftar Pertanyaan Hakikat Manusia dengan Tuhan

No. Daftar Pertanyaan

Jawaban

Ya Tidak

1. Apakah masyarakat di Desa Terjun memiliki keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

15 0

2. Dalam melaksanakan ritual tampung tawar bibit, apakah terdapat do’a atau persembahan yang menyatakan makna syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa

15 0

4.3.2 Hakikat Manusia Dengan Alam

(25)

Manusia hidup pasti mempunyai hubungan dengan alam hidupnya. Pada mulanya, manusia mencoba mengenal alam (lingkungan) hidupnya, kemudian barulah manusia berusaha menyesuaikan dirinya. Lebih dari itu, manusia telah berusaha pula mengubah lingkungan hidupnya demi kebutuhan dan kesejahteraan. Dari sinilah lahir peradaban –istilah Toynbee- sebagai akibat dari kemampuan manusia mengatasi lingkungan agar lingkungan mendukung kehidupannya. Misalnya, manusia menciptakan jembatan agar bisa melewati sungai yang membatasinya

Lingkungan (alam) adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks Manusia adalah makhluk termulia di bumi ini, maka segala sesuatu memang disediakan untuknya.39

Berdasarkan jawaban yang disampaikan responden, masyarakat di Desa Terjun mempercayai bahwa setiap perbuatan yang dilakukan akan berdampakterhadap keseimbangan alam. Mereka senantiasa menerapkan nilai-nilai luhur alam kehidupan yang diperayai dapat meniptakan keharmonisan di alam semesta.

Tugas manusia yaitu memanaatkan alam dan tenaga yang untuk memenuhi keperluan dan kebutuhanya. Hubungan manusia terhadap alam adalah sebagai pemanfaat. Manusia mengelola alam yang dciptakan oleh tuhanyang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu, manusia seharusnya tidak membuat kerusakan di alam.

39

(26)

Tabel 3. Daftar Pertanyaaan Hakikat Manusia dengan Alam.

No. Daftar Pertanyaan

Jawaban

Ya Tidak

1. Apakah penurunanhasil panen karena ulah manusia?

15 0

2. Apakah nilai luhur yang terdapat dalam ritual tampung tawar bibit berperan dalam hasil panen?

10 5

3. Apakah hikmah dalam ritual tampung tawar dapat meningkatkan hasil panen masyarakat?

11 4

4. Apakah solidaritas masyarakat dalam upacara tampung tawar bibit dapat mewujudkan keharmonisan manusia dengan alam?

9 6

4.3.3 Hakikat Manusia dengan Kehidupan

Hubungan pandangan kehidupan manusia dan masyarakat berdasarkan pada pandangan tentang manusia in haruslah didasari oleh nilai-nilai kebaikan agar dapat mengatur kehidupan dengan benar. Menjadikan dunia dan lingkungan lebih menyenangkan dan menjadikan hidup lebih baik.

(27)

dampak yang positif sehingga membentuk tatanan kehidupan masyarakat yang sejahtera

Tabel 4. Daftar Pertanyaan Hakikat Manusia dengan Kehidupan

No. Daftar Pertanyaan

Jawaban

Ya Tidak

1. Apakah solidaritas masyarakat hanya terwujud dalam ritual tampung tawar bibit?

5 10

2. Menurut Anda, pentingkah rasa solidaritas itu dalam

melaksanakan ritual ini?

8 7

3. Apakah setelah ritual ini, solidaritas masyarakat masih terwujud

10 5

4. Apakah sifat solidaritas mempengaruhi kita menjadi manusia yang lebih baik?

12 3

4.3.4 Hakikat Manusia dengan Pekerjaan

(28)

tidak menjadi salah satu penyimpangan sosial di kalangan masyarakat.antara manusia pekerjaan, profesi, profesional dan profesionalisme saling terikat atau terhubung satu sama lainnya. Kesuksesan dalam menjalankan suatu pekerjaan ataupun profesi tergantung tingkatan dan proses pelaksanaanya.dari situ dapat dibedakan mana yang pekerjaan,profesi,profesionalatau profesionalisme.

Hubungan dalam menjalani berbagai aktivitas ialah upaya yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menyelesaikan berbagai masalah kehidupanya. Manusia tidak bisa terlepas dari yang namanya bekerja agar apa yang mereka inginkan bisa terwujud.

Pendapat berdasarkan jawaban bahwa Masyarakat di Desa Terjun sebagai makhluk yang berkerja, Karena semua kebutuhan harus dilakukan dalam bekerja. Dalam menjalani perkerjaan tersebut terdapat norma-norma yang digunakan sehingga pekerjaan tersebut tidak menjadi penyimpangan di kalangan masyarakat.

(29)

Tabel 5. Daftar Pertanyaan Hakikat Manusia dengan Pekerjaan

No. Daftar Pertanyaan

Jawaban

Ya Tidak

1. Apakah hasil yang diperoleh dari rasa solidaritas dapat meningkatkan kerja sama dalam pelaksanaannya

10 5

2. Apakah dalam melaksanakan ritual tampung tawar bibit dapat

meningkatkan semangat kerja para petani?

11 4

3. Apakah dalam melaksanakan upacara ritual tampung tawar bibit dapat meningkatkan kualitas kerja petani?

9 6

4. Apakah diperlukan pengetahuan tata cara hukum adat dan pemerintahan dalam melaksanakan ritual ini?

11 4

4.3.5 Hakikat Manusia dengan Waktu

Manusia dalam menjalankan kegiatan tidak terlepas dari pengaruh waktu. Ada budaya penting yang memandang penting masa lampau, tetapi ada yang melihat masa kini sebagai fokus usaha dalam perjuanganya. Sebaliknya ada yang jauh melihat ke depan. Pandangan berbeda dalam dimensi waktu ini sangat mempengaruhi perencanaan hidup masyarakat.

(30)

Masyarakat di Desa Terjun mempercayai bahwa sesuatu yang memiliki nilai kebaikan pada zaman dahulu akan tetap dilaksanakan unutk menjadi ciri khas dari masyarakatnya.

Tabel 6. Daftar Pertanyaan Hakikat Manusia dengan Waktu

No. Daftar Pertanyaan

Jawaban

Ya Tidak

1. Apakah rasa solidaritas masyarakat sekarang masih sama seperti masyarakat zaman dahulu

9 6

2. Apakah kebersamaan dalam ritual diwariskan dari para leluhur?

12 3

3. Apakah ritual tampung tawar bibit sama dengan apa yang dilakukan oleh para leluhur

13 2

4. Apakah upacara tampung tawar bibit diwariskan dari leluhur zaman dahulu?

14 1

4.3.6 Hakikat Manusia dengan Sesama Manusia

(31)

hakikatnya manusia memiliki hubungan yang perlu dijalankan, hubungan yang menunjukan bahwa manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari bantuan manusia lainya.

Masyarakat adalah sekumpulan orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. Atau masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan terikat oleh identitas bersama yaitu kebudayaan yang dihasilkannya. Jadi hubungan manusia dengan manusia itu dapat tercipta jika ada kehidupan bersama yang terus-menerus. Hubungan kedua ini juga merupakan kebudayaan yang tidak dapat diciptakan oleh seseorang yang hidup sendirian di tengah hutan atau gurun pasir. Sementara itu manusia dengan manusia dalam berinteraksi dan melakukan tindakan-tindakan itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Inilah contoh hubungan simbiosis mutualisme hubungan yang saling menguntungkan.

(32)

Tabel 7. Daftar Pertanyaan Hakikat Manusia dengan Manusia.

No. Daftar Pertanyaan

Jawaban

Ya Tidak

1. Apakah solidaritas berperan dalam ketentraman sesama

3. Apakah rasa solidaritas dalam ritual tampung tawar bibit dapat menciptakan nilai kesatuan dan persatuan sesama manusia?

9 6

4. Apakah manusia mempunyai hakikat sebagai makhluk yang bermasyarakat?

12 3

4.3.7 Deskripsi Masyarakat Desa Terjun, Kecamatan Pantai Cermin

(33)

Dengan adanya ritual tampung tawar bibit ini rasa sosial masyarakat terwujud dan adanya aktivitas masyarakat ritual ini dapat dilaksanakan. Rasa kebersamaan dan aktivitas dapat kembali mengimbangi keadaaan sebelumnya di mana di antara satu dengan yang lainnya telah ada jarak. Pendidikan, ekonomi dan prinsip hidup tidak menjadi penyebab adanya perubahan pada ritual tampung tawar bibit.

Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang membutuhkan satu sama lain. Mesti dibedakan oleh agama, suku tapi tetap saja kita saling membutuhkan. Kita adalah makhluk yang diciptakan untuk merawat serta menjaga aturan-aturan yang berlaku agar tercipta hubungan yang baik dan masyarakat yang teratur.

Masyarakat di Desa Terjun memelihara nilai-nilai dan aturan-aturan yang baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penulis mnemukan bahwa masyarakat tersebut memahami dan menjaga bagaimana hakikat hidup antara manusia dengan pencipta,alam, kehidupan, pekerjaaan, waktu serta huungan dengan sesama manusia.

(34)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Dalam melaksanakan ritual tampung tawar bibit, masyarakat Melayu Desa Terjun, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara percaya akan adanya perubahan hasil pertanaiannya. Ini terlihat dari cara masyarakat melaksanakan ritual tampung tawar bibit lima tahun sekali. Selain untuk meningkatkan hasil pertanian tujuan melaksanakan ritual ini untuk melestarikan warisan dari para leluhur.

Di dalam tahap tahap pelaksaan ritual tampung tawar bibit juga terdapat pembacaan mantera dan shalawat yang diyakini sebagai doa dan perkataan baik yangdipercayai mampu memperlancar kegiatan ritual tersebut. Selan itu, terdapat bahan-bahan tampung tawar yang akan digunakan untuk menepung tawari bibit dan makanan yang akan di makan bersama sama. Dengan demikian, teks dan konteks pelaksaan ritual tampung tawar bibit adalah bersifat fungsional.

Ritual tampung tawar bibit merupakan salah satu kegiatan yang masih dipertahanan oleh msyarakat desa terjun sebagai wujud doa dan rasa syukur kepada tuhan semesta alam.

(35)

Solidaritas yang terdapat dalam pelaksanaan ritual tampung tawar bibit merupakan wujud nyata dari nilai-nilai ideal dalam suatu lingkungan mayarakat Desa Terjun Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Didalamnya terdapat keterkaitan hakikat manusia dengan tuhan alam,kehidupan,pekerjaanwaktu, serta dengan sesama manusia.

5.2 Saran

1. Penelitian terhadap ritual tampung tawar bibit adalah bagian dari kebudayaan Melayu, namun penelitian ini belum semua terdokumentasi dan diketahui masyarakat secara luas

Gambar

Tabel 1. Latar belakang responden
Tabel 2. Daftar Pertanyaan Hakikat Manusia dengan Tuhan
Tabel 3. Daftar Pertanyaaan Hakikat Manusia dengan Alam.
Tabel 4. Daftar Pertanyaan Hakikat Manusia dengan Kehidupan
+4

Referensi

Dokumen terkait

Dengan memperhatikan tabel di atas menunjukkan bahwa nilai = 0.864 terletak pada 0.710 – 0.900 maka terdapat korelasi yang kuat antara Minat Membaca Dengan Ketekunan Belajar

Rancangan layar ini dibuat sebagai layar beranda pada admin dimana di layar ini ada terdapat pilihan menu yang di fasilitasi untuk admin dapat melihat segala

Dari hasil penelitian disimpulkan disimpulkan bahwa pola peresepan dan rasionalitas pengobatan bagi pasien DM tipe 2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak sudah

Paling tidak terdapat tiga macam bentuk pengendalian konflik, yakni : 1) Konsiliasi, iaitu pengendalian konflik yang dilakukan dengan melalui lembaga-lembaga tertentu

Daun yang berwarna hijau mengandung klorofil lebih banyak yang diperkirakan akan berhasil tumbuh baik di lapangan pada saat aklimatisasi, karena asimilat

Usulan penelitian merupakan kegiatan penelitian masing-masing Dosen di lingkungan Fakultas Pertanian UGM bersama dengan mahasiswa yang menjadi bimbingan skripsi dosen tsb3. Dosen

Adapun yang termasuk ke dalam data primer adalah (1) data variabel penelitian yang terdiri dari : kinerja kepala sekolah, budaya sekolah, pengetahuan tentang manajemen, iklim

Sumber sekunder merupakan sumber data yang berasal dari instansi yang terkait dengan studi untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan untuk kegiatan analisis. Di samping