• Tidak ada hasil yang ditemukan

b Akhlak Al-Madzmumah

B. Deskripsi Dan Analisa Data

2. Implikasi Pembentukan Akhlak

Tabel 4.23

Sholat Lima Waktu Setiap Hari

No Alternatif Jawaban F % 1. a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak Pernah 1 19 10 0 4% 63% 33% 0% Jumlah 30 100%

Dari tabel di atas kita dapat mengetahui bahwa siswa yang menjawab siswa selalu mengerjakan sholat lima waktu setiap hari dengan persentase sebesar 4%, sedangkan siswa yang menjawab siswa sering mengerjakan sholat lima waktu setiap hari dengan persentase sebesar 63%, kemudian siswa yang menjawab siswa kadang-kadang mengerjakan sholat lima waktu setiap hari dengan persentase sebesar 33%, dan siswa yang menjawab siswa tidak pernah mengerjakan sholat lima waktu setiap hari dengan persentase sebesar 0%. Hal ini terlihat bahwa siswa sudah memahami kewajibannya sebagai hamba ciptaan Allah yaitu beribadah kepada Allah SWT dengan mengerjakan sholat lima waktu setiap hari yang diajarkan melalui pendidikan agama Islam dimana termasuk implikasi dari pembentukan akhlak yaitu akhlak kepada Allah SWT. Karena melalui penerapan akhlak kepada Allah SWT dengan mengerjakan ibadah sholat yang dilakukan oleh siswa menunjukkan cerminan hubungan baik antara hamba dengan Tuhannya, dan juga akan terpeliharanya sikap taqwa, taat, dan bakti kepada Allah SWT serta mencegah dari perbutan yang keji. Sholat merupakan salah satu bentuk latihan rohani yang diperlukan oleh manusia yang diberikan dalam bentuk ibadah yang bertujuan untuk membuat rohani manusia tetap ingat kepada Tuhan dan bahkan merasa senantiasi dekat kepada Tuhan-Nya. Sebab umat Islam menyadari bahwa Allah yang menciptakan ia, memberikan panca indera yang lengkap, menyediakan berbagai saran prasarana yang dapat digunakan oleh umat Islam, serta Allah SWT

yang telah memuliakan umat Islam dengan memberikan otak untuk berpikir secara baik. Oleh karena itu sudah sepantasnya sebagai hamba Allah SWT kita beribadah kepada-Nya hingga akhir hayat agar menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa, karena itu pula merupakan pembentukan akhlak mulia yang merupakan suatu proses tanpa henti.

Dengan demikian dapat peneliti simpulkan bahwa sebagian besar siswa sering mengerjakan sholat lima waktu, dengan kata lain siswa sudah baik dalam penerapan akhlak kepada Allah SWT dan perlu ditingkatkan lagi.

Tabel 4.24

Berkata Jujur Kepada Siapa Saja

No Alternatif Jawaban F % 2. a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak Pernah 6 16 8 0 20% 53% 27% 0% Jumlah 30 100%

Dari tabel di atas kita dapat mengetahui bahwa siswa yang menjawab siswa selalu berkata jujur kepada siapa saja dengan persentase sebesar 20%, sedangkan siswa yang menjawab siswa sering berkata jujur kepada siapa saja dengan persentase sebesar 53%, kemudian siswa yang menjawab siswa kadang-kadang berkata jujur kepada siapa saja dengan persentase sebesar 27%, dan siswa yang menjawab siswa tidak pernah berkata jujur kepada siapa saja dengan persentase sebesar 0%. Hal ini terlihat bahwa materi akhlak yang diajarkan dalam pendidikan agama Islam sudah baik diterapkan oleh siswa. Karena agama Islam melalui materi akhlak menganjurkan agar semua umatnya berkata jujur terhadap orang lain, untuk itu Islam mewajibkan kepada umatnya untuk berkata jujur. Dengan selalu berkata jujur kepada siapa saja, siswa senantiasa sudah menerapkan akhlak yang baik pada diri sendiri dan sesama manusia. Maka dengan menerapkan kejujuran, siswa tidak disalahpahami, tidak diragukan, tidak dicelakakan oleh

orang lain, bahkan sebaliknya siswa akan disukai orang, dipandang orang yang baik, dan dijadikan contoh yang baik dalam masyarakat, sehingga dalam pergaulan menjadi tentram, serasi, dan selamat bersama orang lain. Maka dapat dikatakan pendidikan agama Islam berperan dalam membentuk akhlak siswa menjadikan siswa sebagai orang yang jujur.

Dengan demikian dapat peneliti simpulkan bahwa lebih dari setengahnya siswa sering berkata jujur kepada siapa saja, dengan kata lain siswa sudah baik dalam penerapan akhlak kepada diri sendiri dan sesama manusia dan perlu ditingkatkan lagi.

Tabel 4.25

Patuh terhadap orang tua

No Alternatif Jawaban F % 3. a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak Pernah 16 13 1 0 53% 43% 4% 0% Jumlah 30 100%

Dari tabel di atas kita dapat mengetahui bahwa siswa yang menjawab siswa selalu patuh terhadap orang tua dengan persentase sebesar 53%, sedangkan siswa yang menjawab siswa sering patuh terhadap orang tua dengan persentase sebesar 43%, kemudian siswa yang menjawab siswa kadang-kadang patuh terhadap orang tua dengan persentase sebesar 4%, dan siswa yang menjawab siswa tidak pernah patuh terhadap orang tua dengan persentase sebesar 0%. Hal ini terlihat bahwa siswa sudah memahami materi akhlak tentang akhlak kepada orang tua yang telah diajarkan dalam pendidikan agama Islam, karena pendidikan agama Islam selalu mengajarkan untuk berbakti kepada orang tua yang terlihat pada hasil tabel 4.15. Sebagaimana agama Islam melalui al-Qur’an dan hadis telah menjabarkan bahwa

seorang anak diwajibkan patuh dan menurut terhadap orang tuanya dan tidak durhaka kepada mereka. Karena didalam akhlak kepada orang tua, kepatuhan

seorang anak dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya bersikap baik, berkata lemah-lembut, tidak menyinggung perasaannya, menghormatinya, mengikuti perintahnya tidak durhaka kepada orang tua, mendoakan orang tua, menepati janji kedua orang tua, dan lain sebagainya, sehingga siswa menjadi anak yang shaleh. Maka dapat menunjukkan pendidikan agama Islam sangat berperan dalam membentuk akhlak siswa.

Dengan demikian dapat peneliti simpulkan bahwa lebih dari setengahnya siswa selalu patuh terhadap orang tua, dan hal ini sangat dianjurkan maupun diwajibkan dalam ajaran agama Islam.

Tabel 4.26

Menghormati Guru di Sekolah

No Alternatif Jawaban F % 4. a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak Pernah 18 11 1 0 60% 37% 3% 0% Jumlah 30 100%

Dari tabel di atas kita dapat mengetahui bahwa siswa yang menjawab siswa selalu menghormati guru di sekolah dengan persentase sebesar 60%, sedangkan siswa yang menjawab siswa sering menghormati guru di sekolah dengan persentase sebesar 37%, kemudian siswa yang menjawab siswa kadang-kadang menghormati guru di sekolah dengan persentase sebesar 3%, dan siswa yang menjawab siswa tidak pernah menghormati guru di sekolah dengan persentase sebesar 0%. Hal ini terlihat bahwa guru merupakan orang tua siswa di sekolah, sehingga siswa memperlakukan guru sama dengan orang tua mereka sendiri dengan menghormatinya di sekolah, karena di dalam agama Islam kita diajarkan untuk bersikap hormat kepada guru yang lebih tua dari kita. Karena pendidikan agama Islam selalu membantu siswa dalam memahami perilaku terpuji dan tercela yang terlihat pada hasil tabel 4.13, dan juga pendidikan agama Islam selalu

mengajarkan untuk menghormati, patuh, dan berkata sopan santun kepada guru yang terlihat pada hasil tabel 4.18. Sehingga terlihat siswa sudah amat baik dalam menerapkan dan memahami akhlak kepada orang tua dalam kehidupannya sehari- hari.

Dengan demikian dapat peneliti simpulkan bahwa sebagian besar siswa selalu memiliki rasa hormat yang sangat tinggi kepada guru di sekolah.

Tabel 4.27

Membantu Teman yang Sedang Mengalami Kesulitan/Musibah

No Alternatif Jawaban F % 5. a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak Pernah 8 19 3 0 27% 63% 10% 0% Jumlah 30 100%

Dari tabel di atas kita dapat mengetahui bahwa siswa yang menjawab siswa selalu membantu teman yang sedang mengalami kesulitan/musibah dengan persentase sebesar 27%, sedangkan siswa yang menjawab siswa sering membantu teman yang sedang mengalami kesulitan/musibah dengan persentase sebesar 63%, kemudian siswa yang menjawab siswa kadang-kadang membantu teman yang sedang mengalami kesulitan/musibah dengan persentase sebesar 10%, dan siswa yang menjawab siswa tidak pernah membantu teman yang sedang mengalami kesulitan/musibah dengan persentase sebesar 0%. Hal ini terlihat bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang eksistensinya secara fungsional dan optimal banyak bergantung pada orang lain terutama dalam memerlukan pertolongan dan bantuan orang lain. Untuk itu Islam menganjurkan berakhlak yang baik kepada sesama manusia baik itu teman, saudara, tetangga dan lainnya, dengan cara memuliakannya, memberikan bantuan dan pertolongan, serta menghargainya. Oleh karena itu siswa harus menerapkan dan memiliki sikap saling tolong menolong, dan juga tetap selalu melekat pada diri pada generasi muda. Maka

terlihat bahwa pendidikan agama Islam selalu membantu siswa dalam memahami perilaku terpuji dan tercela yang terlihat pada hasil tabel 4.13, yang pada akhirnya siswa sering membantu teman yang sedang mengalami kesulitan/musibah yang terlihat pada hasil tabel 4.27 di atas.

Dengan demikian dapat peneliti simpulkan bahwa sebagian besar siswa sering memiliki sikap kebersamaan, kesetiakawanan dan kepedulian yang amat baik dalam membantu temannya yang sedang mengalami kesulitan/musibah.

Tabel 4.28

Melalaikan Perintah Orang Tua

No Alternatif Jawaban F % 6. a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak Pernah 0 4 11 15 0% 13% 37% 50% Jumlah 30 100%

Dari tabel di atas kita dapat mengetahui bahwa siswa yang menjawab siswa selalu melalaikan perintah orang tua dengan persentase sebesar 0%, sedangkan siswa yang menjawab siswa sering melalaikan perintah orang tua dengan persentase sebesar 13%, kemudian siswa yang menjawab siswa kadang-kadang melalaikan perintah orang tua dengan persentase sebesar 37%, dan siswa yang menjawab siswa tidak pernah melalaikan perintah orang tua dengan persentase sebesar 50%. Hal ini terlihat bahwa pendidikan agama Islam sangat memerintahkan dan mengajarkan siswa untuk berbakti kepada kedua orang tua yang telah diperintahkan Allah SWT di dalam al-Qur’an dan hadist yang

menjabarkan bahwa anak harus patuh, hormat, mengikuti perintah orang tua, dan juga berkata yang sopan kepada orang kedua orang tua, karena kedua orang tua terutama ibu kita yang telah melahirkan dan merawatkan kita dari sejak dalam kandungan hingga kita mencapai usia dewasa, sehingga siswa bisa menjadi anak yang sholeh. Karena itu seorang anak dilarang untuk durhaka kepada kedua orang

tua baik itu melalaikan perintahnya, menyinggung perasaannya, dan berkata kasar kepada kepada kedua orang tua. Sebab ridho Allah diperoleh utamanya melalui ridha kedua orang tua dan murka-Nya Allah akibat murka kedua orang tua. Oleh karena itu pendidikan agama Islam selalu membantu siswa dalam memahami perilaku terpuji dan tercela yang terlihat pada hasil tabel 4.13, dan juga pendidikan agama Islam selalu mengajarkan untuk berbakti kepada orang tua yang terlihat pada hasil tabel 4.15, yang pada akhirnya siswa selalu patuh terhadap orang tua yang terlihat pada hasil tabel 4.25, yang menjadikan siswa tidak pernah melalaikan perintah kedua orang tua yang terlihat pada hasil tabel 4.28 di atas.

Dengan demikian dapat peneliti simpulkan bahwa setengah dari siswa tidak pernah melalaikan perintah kedua orang tua.

Tabel 4.29

Berbohong Kepada Guru

No Alternatif Jawaban F % 7. a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak Pernah 0 0 11 19 0% 0% 37% 63% Jumlah 30 100%

Dari tabel di atas kita dapat mengetahui bahwa siswa yang menjawab siswa selalu berbohong kepada guru dengan persentase sebesar 0%, sedangkan siswa yang menjawab siswa sering berbohong kepada guru dengan persentase sebesar 0%, kemudian siswa yang menjawab siswa kadang-kadang berbohong kepada guru dengan persentase sebesar 37%, dan siswa yang menjawab siswa tidak pernah berbohong kepada guru dengan persentase sebesar 63%. Hal ini terlihat bahwa di dalam ajaran agama Islam berbohong merupakan akhlak yang tercela, karena berbohong merupakan suatu sikap ataupun perkataan yang tidak sesuai, tidak cocok dengan sebenarnya. Apabila kita melakukan suatu kebohongan kita akan di salah pahami, diragukan, tidak dipercaya oleh orang lain, dan juga dapat

merusak hubungan ketentraman kita dengan orang lain dalam hidup bersosial. Selain itu apabila kita berbohong berarti kita sudah berdusta. Orang yang suka berdusta maka ia adalah orang yang munafik dan ia akan mendapatkan dosa termasuk berbohong kepada guru. Maka melalui pendidikan agama Islam yang diajarkan di sekolah siswa dapat memahami dan menerapkan untuk menghindari akhlak tercela tersebut. Oleh karena itu pendidikan agama Islam selalu membantu siswa dalam memahami perilaku terpuji dan tercela yang terlihat pada hasil tabel 4.13, dan juga pendidikan agama Islam selalu mengajarkan untuk menghormati, patuh, dan berkata sopan santun kepada guru yang terlihat pada hasil tabel 4.18. Sehingga siswa selalu berkata jujur kepada siapa saja yang terlihat pada hasil tabel 4.24, yang pada akhirnya siswa tidak pernah berbohong kepada guru di sekolah yang terlihat pada hasil tabel 4.29 di atas.

Dengan demikian dapat peneliti simpulkan bahwa sebagian besar siswa tidak pernah berbohong kepada guru di sekolah.

Tabel 4.30

Mengambil Barang Teman Tanpa Izin

No Alternatif Jawaban F % 8. a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak Pernah 0 0 16 14 0% 0% 53% 47% Jumlah 30 100%

Dari tabel di atas kita dapat mengetahui bahwa siswa yang menjawab siswa selalu mengambil barang teman tanpa izin dengan persentase sebesar 0%, sedangkan siswa yang menjawab siswa sering mengambil barang teman tanpa izin dengan persentase sebesar 0%, kemudian siswa yang menjawab siswa kadang- kadang mengambil barang teman tanpa izin dengan persentase sebesar 53%, dan siswa yang menjawab siswa tidak pernah mengambil barang teman tanpa izin dengan persentase sebesar 47%. Hal ini terlihat bahwa apabila kita ingin

meminjam sesuatu barang milik orang lain walaupun orang tersebut ada ataupun tidak ada di tempat maka kita wajib terlebih dahulu meminta izin kepada orang tersebut, karena kalau kita meminjam sesuatu barang milik orang lain tanpa terdahulu meminta izin kepada orang tersebut maka kita sama saja mencuri barang milik orang tersebut, karena di dalam agama Islam melarang dan tidak memperbolehkan umatnya untuk melakukan tindakan kejahatan yang dapat merugikan orang lain seperti mencuri. Mencuri merupakan akhlak tercela karena mengambil barang yang bukan haknya dan tanpa seizin orang tersebut, sekalipun itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga siswa mampu memahami dan menghindari akhlak tercela tersebut, karena pendidikan agama Islam selalu membantu siswa dalam memahami perilaku terpuji dan tercela yang terlihat pada hasil tabel 4.13, dan juga siswa sering merasa takut dalam melakukan hal-hal perbuatan tercela di kehidupan sehari-hari yang terlihat pada hasil tabel 4.7, dan perilaku siswa sering berubah menjadi lebih baik lagi yang terlihat pada hasil tabel 4.10, yang pada akhirnya siswa tidak pernah mengambil barang teman tanpa izin yang terlihat pada hasil tabel 4.30 di atas.

Dengan demikian dapat peneliti simpulkan bahwa lebih dari setengah dari siswa masih terkadang mengambil barang temannya tanpa seizin temannya sehingga dari hasil di atas masih perlu ditingkat lagi menjadi lebih baik lagi akan hal dalam meminjam barang orang lain untuk meminta izin terlebih dahulu.

Tabel 4.31

Mengejek Teman Dengan Perkataan Tidak Baik di Sekolah Maupun di Luar Sekolah No Alternatif Jawaban F % 9. a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak Pernah 0 3 10 17 0% 10% 33% 57% Jumlah 30 100%

Dari tabel di atas kita dapat mengetahui bahwa siswa yang menjawab siswa selalu mengejek teman dengan perkataan yang tidak baik di sekolah maupun diluar sekolah dengan persentase sebesar 0%, sedangkan siswa yang menjawab siswa sering mengejek teman dengan perkataan yang tidak baik di sekolah maupun diluar sekolah dengan persentase sebesar 10%, kemudian siswa yang menjawab siswa kadang-kadang mengejek teman dengan perkataan yang tidak baik di sekolah maupun diluar sekolah dengan persentase sebesar 33%, dan siswa yang menjawab siswa tidak pernah mengejek teman dengan perkataan yang tidak baik di sekolah maupun diluar sekolah dengan persentase sebesar 57%. Hal ini terlihat bahwa mengejek temen dengan perkataan tidak baik juga merupakan akhlak tercela yang harus di hindarkan oleh siswa. Apabila kita mengejek teman, menjadikan hubungan pergaulan kita dalam pertemanan di sekolah akan hancur dan menjadi tidak tentram. Karena didalam agama Islam melarang sesama muslim untuk tidak saling mengolok-olok antar muslim yang lainnya. Oleh karena itu siswa dapat memahami perbuatan apa saja yang termasuk akhlak terpuji dan perbuatan apa saja yang termasuk akhlak tercela yang telah dipelajari oleh siswa di sekolah. Sebagaimana terlihat bahwa materi-materi akhlak yang dipelajari melalui pendidikan agama Islam selalu membantu siswa dalam memahami perilaku terpuji dan tercela yang terlihat pada hasil tabel 4.13, dan juga siswa sering merasa takut dalam melakukan hal-hal perbuatan tercela di kehidupan sehari-hari yang terlihat pada hasil tabel 4.7, yang pada akhirnya siswa tidak pernah mengejek teman dengan perkataan yang tidak baik di sekolah maupun diluar sekolah yang terlihat pada hasil tabel 4.31 di atas.

Dengan demikian dapat peneliti simpulkan bahwa lebih dari setengahnya siswa tidak pernah mengejek teman dengan perkataan yang tidak baik di sekolah maupun diluar sekolah.

Tabel 4.32

Merasa Gelisah Ketika Meninggalkan Sholat

No Alternatif Jawaban F %

. b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak Pernah 16 4 1 53% 13% 4% Jumlah 30 100%

Dari tabel di atas kita dapat mengetahui bahwa siswa yang menjawab siswa selalu merasa gelisah ketika meninggalkan sholat dengan persentase sebesar 30%, sedangkan siswa yang menjawab siswa sering merasa gelisah ketika meninggalkan sholat dengan persentase sebesar 53%, kemudian siswa yang menjawab siswa kadang-kadang merasa gelisah ketika meninggalkan sholat dengan persentase sebesar 13%, dan siswa yang menjawab siswa tidak pernah merasa gelisah ketika meninggalkan sholat dengan persentase sebesar 4%. Hal ini terlihat bahwa sholat merupakan salah satu bentuk latihan rohani yang diperlukan oleh manusia yang diberikan dalam bentuk ibadah yang bertujuan untuk membuat rohani manusia tetap ingat kepada Allah dan bahkan merasa senantiasi dekat kepada Allah. Sehingga keadaan senantiasa dekat kepada Allah dapat mempertajam rasa kesucian yang menjadi penahan hawa nafsu untuk melanggar nilai-nilai moral, peraturan dan hukum yang berlaku. Sehingga apabila siswa rajin beribadah kepada Allah akan terpelihara baik sikap taqwa, taat dan berbakti kepada Allah serta sikap meninggalkan larangan-Nya dalam kehidupan sehari- hari. Oleh karena itu siswa dapat memahami materi-materi akhlak khususnya akhlak terhadap Allah SWT tentang bersikap takut (Al-Khauf) kepada Allah. Maka materi-materi akhlak yang dipelajari melalui pendidikan agama Islam selalu membantu siswa dalam memahami perilaku terpuji dan tercela yang terlihat pada hasil tabel 4.13, yang pada akhirnya siswa sering merasa gelisah ketika meninggalkan sholat yang terlihat pada hasil tabel 4.32 di atas.

Dengan demikian dapat peneliti simpulkan bahwa lebih dari setengahnya siswa sering merasa gelisah ketika meninggalkan sholat, dan hal ini perlu menjadi perhatian bagi guru dan diri siswa secara pribadi untuk meningkatkan kesadaran akan ibadahnya kepada Allah.

Tabel 4.33

Rendah Hati Saat Mendapatkan Prestasi di Sekolah

No Alternatif Jawaban F % 11. a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak Pernah 6 18 4 2 20% 60% 13% 7% Jumlah 30 100%

Dari tabel di atas kita dapat mengetahui bahwa siswa yang menjawab siswa selalu bersikap rendah hati saat mendapatkan prestasi di sekolah dengan persentase sebesar 20%, sedangkan siswa yang menjawab siswa sering bersikap rendah hati saat mendapatkan prestasi di sekolah dengan persentase sebesar 60%, kemudian siswa yang menjawab siswa kadang-kadang bersikap rendah hati saat mendapatkan prestasi di sekolah dengan persentase sebesar 13%, dan siswa yang menjawab siswa tidak pernah bersikap rendah hati saat mendapatkan prestasi di sekolah dengan persentase sebesar 7%. Hal ini terlihat bahwa agama Islam menganjurkan kita bersikap rendah hati pada diri sendiri maupun pada orang lain saat kita mendapatkan kebahagiaan maupun kesuksesan. Karena di dalam agama Islam kita dilarang untuk bersikap sombong dalam kehidupan sehari-hari, Sebab sikap sombong merupakan akhlak tercela yang harus dihindari oleh semua manusia. Maka sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, manusia tidak boleh bersikap sombong, sebab manusia merupakan makhluk yang masih mempunyai kekurangan. Oleh karena itu materi-materi akhlak yang dipelajari melalui pendidikan agama Islam selalu membantu siswa dalam memahami perilaku terpuji dan tercela yang terlihat pada hasil tabel 4.13, sehingga siswa sering merubah perilakunya menjadi lebih baik lagi yang terlihat pada hasil tabel 4.10, yang pada akhirnya siswa sering bersikap rendah hati saat mendapatkan prestasi di sekolah yang terlihat pada hasil tabel 4.33 di atas.

Dengan demikian dapat peneliti simpulkan bahwa sebagian besar siswa sering bersikap rendah hati saat mendapatkan prestasi di sekolah.

Tabel 4.34

Berbicara Lemah Lembut Kepada Orang Tua

No Alternatif Jawaban F % 12. a. Selalu b. Sering c. Kadang-kadang d. Tidak Pernah 14 14 2 0 47% 47% 6% 0% Jumlah 30 100%

Dari tabel di atas kita dapat mengetahui bahwa siswa yang menjawab siswa selalu berbicara lemah lembut kepada orang tua dengan persentase sebesar 47%, sedangkan siswa yang menjawab siswa sering berbicara lemah lembut kepada orang tua dengan persentase sebesar 47%, kemudian siswa yang menjawab siswa kadang-kadang berbicara lemah lembut kepada orang tua dengan persentase sebesar 6%, dan siswa yang menjawab siswa tidak pernah berbicara lemah lembut kepada orang tua dengan persentase sebesar 0%. Hal ini terlihat bahwa dalam agama Islam Allah memerintahkan kepada manusia untuk bertutur kata yang mulia dan merendahkan diri terhadap ibu bapaknya. Dan juga di dalam hadis diperjelas oleh Rasulullah bahwa juga harus berkata lemah lembut kepada kedua orang tua. Karena apabila kita berkata yang menyinggung hati dan melukai ibu bapak merupakan perbuatan durhaka kepada kedua orang tua dan itu termasuk dosa besar. Sehingga materi-materi akhlak yang dipelajari siswa melalui

Dokumen terkait