• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KEKUATAN ALAT BUKTI SAKSI DALAM PERADILAN

B. Implikasi Penelitian

83

Negeri Makassar, dari hasil penelitian tersebut peneliti memberikan saran untuk menjadi pertimbangan dan bahan diskusi nantinya, yaitu :

1. Secara futuristik, pembuktian harus dijadikan perhatian, karena jika jaksa penuntut umum tidak menghadirkan saksi yang memiliki peran penting dalam suatu perkara pidana, maka hakim maupun terdakwa atau kuasa hukumnya tidak dapat melakukan konfrontir jika keterangan saksi tersebut bertentangan dengan saksi yang lain dan dapat menghilangkan hak konstitusional terdakwa dalam hal pembuktian.

2. Para aparat penegak hukum baik itu jaksa, pengacara dan hakim haruslah menguasai pengetahuan ilmu hukum yang baik dan mumpuni khususnya tentang hukum pidana korupsi, karena diharapkan pada saat menangani suatu perkara dapat menerapkan ketentuan hukum pidana yang sesuai, sehingga para pelaku tindak pidana korupsi mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dengan didasari penerapan hukum pidana yang tepat dari para penegak hukum, maka rasa keadilan dapat dirasakan bagi semua kalangan.

DAFTAR PUSTAKA Buku dan Jurnal

Amiruddin, dan Zainal Asikin.Pengantar Metode Penelitian Hukum.Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2004.

Anshoruddin.Hukum Pembuktian menurut Hukum Acara Islam dan Hukum

Positif.Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.

Al Isbiili, Ahmad bin Farh Al Ahmari.Mukhtar Khilafiyat Al Baihaqi.Riyadh : Maktabah Arrusydi, 1997.

Al-Mawardi, Abu al-Hasan.Al-Ahkam al-Sultaniyah.Cet:III.Misr : Mustafa alBabi al-Halabi, 1975.

Alkalali, Asad M.Kamus Indonesia-Arab.Jakarta: PT Bulan Bintang, 1993. Audah, Abd.Qadir.Al-Tasyri’ al-jinai al-islami.Juz I.Beirut: Dar al-Kitab, t.th. Bintania, Aris.Hukum Acara Peradilan Agama dalam kerangka Fiqh

al-Qadha.Jakarta : Rajawali Pers, 2013.

Chazawi, Adami.Pelajaran Hukum Pidana Bagian 1.Edisi I.Cet I.Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2002.

hukum.Jakarta : Prenada Media Group, 2017.

Efendi, Jonaedi dan Johnny Ibrahim.Metode Penelitian Hukum: Normatif dan

Empiris.Depok: Prenada Media Group, 2018.

Hadi, Taufiqul.Sistem Pembuktian Perkara di dalam Hukum Acara Peradilan

Islam Jurnal : Sekolah Tinggi Ilmu Syari‟ah Nahdhatul Ulama Aceh

Hamzah, Andi.Pengatar Hukum Acara Pidana Indonesia.Jakarta: Ghalia Indonesia, 1987.

---.Hukum Acara Pidana Indonesia.Jakarta: Sinar Grafika, 2014.

---.Pemberantasan Korupsi Melalui Hukum Pidana Nasional dan

Internasional.Jakarta : Rajawali Pers, 2015.

Indika, Arini Arifin.Tindak Pidana Korupsi Menurut Perspektif Hukum Pidana

Islam. Lex et Societatis, Vol. III/No. 1/Jan-Mar, 2015.

Ipakit, Ronaldo.Urgensi Pembuktian Alat Bukti Dalam Praktek Peradilan Pidana. Lex Crimen Vol. IV,No. 2, 2015.

Irfan, M.Nurul.Korupsi dalam Hukum Pidana Islam.Jakarta: Amzah, 2014. ---dan Masyrofah.Fiqh Jinayah.Jakarta: Amzah, 2015.

Kuffal, H.M.A.Penerapan KUHAP dalam praktik hukum.Malang : UMM Press, 2004.

Lubis, Sulaikhan.Hukum Acara Perdata Peradilan Agama di Indonesia.Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2005.

Maramis, Frans.Hukum Pidana Umum dan Tertulis di Indonesia.Jakarta : Rajawali Pers, 2013.

O.S Hiariej, Eddy.Teori dan Hukum Pembuktian.Jakarta: Erlangga, 2012. Rasyid, Roihan A.Hukum Acara Peradilan Agama.Jakarta : Rajawali Pers, 2015.

86

Renggong, Ruslan.Hukum Pidana Khusus memahami delik-delik di luar KUHP.Jakarta : Kencana, 2017.

Shiddieqy, T.M Hasbi Ash.Peradilan dan Hukum Acara Islam.Yogyakarta: pt

alma‟arif 1964

Sudarsono.Kamus Hukum.Jakarta: PT Rineka Cipta, 2007.

Syamsuddin, Rahman.Hukum Acara Pidana dalam integrasi keilmuan.Makassar : Alauddin University Press, 2013.

Wijaya, Abdi.Penerapan Hukum Pidana Islam.Makassar : Alauddin University Press, 2013.

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang No. 8 Tahun 1989 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana

Qanun Aceh No. 7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat

Situs Internet

https://nasional.kompas.com/read/2017/10/04/18132281/gugat-pasal-162-kuhap-yusril-tidak-ingin-jaksa-sembunyikan-saksi, diakses pada 13 Desember 2018

Lain-lain

Kementerian Agama RI. Al-Quran dan Terjemahannya. Jakarta: Mekar Surabaya, 2004.

Kementerian Pendidikan Nasional.Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2008.

Foto pada saat melakukan penelitian di Pengadilan Negeri Makassar

Foto pada saat Melakukan wawancara dengan Kuasa Hukum Terdakwa 91

PEDOMAN WAWANCARA

1. Apakah pembacaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi tingkat penyidikan tanpa dihadirkannya dan diperiksanya saksi yang bersangkutan tersebut telah sesuai dengan kaidah hukum acara yang berlaku ?

2. Apakah pembacaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi oleh Jaksa Penuntut Umum memiliki nilai pembuktian yang sama dengan keterangan saksi yang disumpah dalam pemeriksaan persidangan ?

3. Apakah alasan Jaksa Penuntut Umum untuk Membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi di persidangan telah sesuai dengan hukum acara yang berlaku dalam hal ini pasal 162 ayat 1 KUHAP ?

4. Mengapa dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi yang telah dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum, keterangan saksi Budi Kastomo tidak dicantumkan dalam putusan, sedangkan saksi Budi Kastomo merupakan saksi yang sangat

persidangan ?

5. Apakah kesaksian yang dibacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi di muka persidangan dapat merugikan hak-hak terdakwa untuk mendapatkan suatu proses penegakan hukum pidana yang benar dan adil (due proces of

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Penulis skripsi yang berjudul, “Kekuatan Pembuktian

Keterangan Saksi yang Dibacakan di Persidangan dalam Tindak Pidana Korupsi Persfektif Hukum Islam (Studi Kasus Putusan Nomor 33/Pid.Sus.TPK/2018/PNMks)”

bernama lengkap M. Zulfikar Maulana, lahir di Arasoe pada tanggal 26 januari 1998, Kabupaten Bone, Nim : 10200115088, Anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan Bapak Guntur, S.H. dan Ibu Rosmiati.

Penulis mengawali jenjang pendidikan formal di Sekolah Dasar (SD) Inpres 6/86 Biru Kab. Bone pada tahun 2004-2009, kemudian Penulis menempuh pendidikan di MTsN Watampone tahun 2009-2012. Setelah itu penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 2 Watampone tahun 2012-2015. Dengan tahun yang sama yakni tahun 2015, penulis melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melalui Jalur UMM dan lulus di Fakultas Syariah dan Hukum, Jurusan Hukum Pidana dan Ketatanegaraan yang sekarang berubah menjadi Hukum Tatanegara (Siyasah

Dokumen terkait