BAB V SIMPULAN, SARAN DAN IMPLIKASI
C. Implikasi
1. Roman Leyla ini bisa dijadikan bahan bacaan bagi para peminat sastra. Selain itu juga bisa diubah bentuk menjadi naskah yang kemudian bisa ditampilkan dalam pertunjukkan teater atau potongan drama pendek. 2. Roman Leyla merupakan karya sastra baru di era modern sekarang ini.
Oleh karena itu banyak kosakata dan idiom baru yang mungkin belum diketahui dan dipelajari.
3. Melalui penelitian ini, pembaca diharapkan dapat memperoleh informasi penting mengenai sisi kepribadian tokoh baik yang positif maupun yang negatif. Selain itu pembaca diharapkan dapat mencontoh kepribadian yang positif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan kepribadian yang negatif sebagai peringatan atau cerminan agar pembaca tidak mencontohnya.
4. Memberikan pemahaman yang baik bagi sikap individu, bahwa pengajaran sastra dalam dunia pendidikan mempunyai peranan yang penting dalam pembentukan kepribadian dan pengembangan kualitas diri untuk bisa menjadi individu yang lebih baik.
180
DAFTAR PUSTAKA
Aminudin. 2009. Pengantar Apresiasi Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Budianta, Melani, dkk. 2003. Membaca Sastra. Magelang: Indonesiatera.
Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: balai Pustaka.
De.academic.ru.2013. Migrantenliteratur.
http://de.academic.ru/dic.nsf/dewiki/955929. Diunduh pada tanggal 7 April 2013 pukul 14:50 WIB.
Endraswara, Suwardi. 2011. Metodologi Penelitian Sastra epistemologi, model, teori dan aplikasi. Yogyakarta: caps.
Friedman, Howard S. dan Mariam W Schustack. 2006. Kepribadian Teori Klasik dan Riset Modern. Jakarta: Erlangga.
Götz, Dieter, G. Haensch, H. Wellman.1997. Langenscheidt Gröβwörterbuch, Deutsch als Fremdsprache. Berlin & München: Langenscheidt KG.
Haerkötter, Heinrich. 1971. Deutsche Literaturgeschichte. Darmstadt: Winklers Verlag.
Hartoko, Dick. dan B. Rahmanto 1986. Pemandu di Dunia Sastra. Yogyakarta: Kanisius.
Ismailkaempfer.wordpress. 2013. Migrantenliteratur.
http://ismailkaempfer.wordpress.com/2010/12/29/sastra-kontemporer-jerman-migrantenliteratur. Diunduh pada tanggal 7 April 2013 pukul 14:36 WIB.
Kampusmaya.2013. Migrantenliteratur dalam karya-karya sastrawan Turki. http://kampusmaya.org/2010/04/03/migrantenliteratur-dalam-karya-sastrawan-turki/. Diunduh pada tanggal 7April 2013 pukul 15:00 WIB. Kartono, Kartini. 1992. Psikologi Wanita. Bandung: Mandar Maju.
Koswara, E. 1991. Teori-teori Kepribadian. Bandung: Eresco. Literaturfestival. 2012. Feridun Zaimoglu.
http://www.literaturfestival.com/teilnehmer/autoren/2009/feridun-Zaimoglu. Diunduh pada tanggal 15 Maret 2012 pukul 18:40 WIB.
Magdalena D, Maria. 2012. Kajian Psikologi dan Perwatakan Tokoh Klara dalam Drama Maria Magdalena Karya Friedrich Hebbel. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.
Marquaβ, Reinhard. 1997. Erzählende Prosatexte Analysieren. Mannheim: Dudenverlag.
Minderop, Albertine. 2010. Psikologi Sastra. Jakarta: Pustaka Obor Indonesia. Meutiawati. Tia dkk. 2007. Mengenal Jerman Melalui Sejarah dan Kesussastraan,
Yogyakarta: Narasi.
Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Sarwono, Sarlito Wirawan. 1989. Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sayuti, Suminto A. 2000. Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Yogyakarta: Gama Media.
Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sugiarti, Yati dkk. 2005. Literatur 1. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Sujanto, Agus dkk. 2008. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Bumi Aksara.
Suroso, dkk. 2008. Kritik Sastra. Yogyakarta: Elmatera.
Tarigan, Henry Guntur.1985. Prinsip – Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa. Teeuw, A. 2003. Sastera dan Ilmu Sastera. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.
Uspiani, Linda Sari. 2011. Kepribadian Tokoh Utama dalam Roman Das Parfum Karya Patrick Süskind: Analisis Psikologi Sastra. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.
Wilpert, Gero von. 1969. Sachwörter der Literatur. Stuttgart: Alfred Kröner Verlag.
Wiyatmi. 2006. Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka. _______. 2011. Psikologi Sastra. Yogyakarta: Kanwa Publisher.
Wellek, Renne dan Austin Warren. 1990. Teori Kesusastraan. Terjemahan Melani Budianta. Jakarta: Gramedia.
Yusuf, Syamsu dan Juntika Nurihsan. 2007. Teori Kepribadian. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Zaimoglu, Feridun. 2006. Leyla. Köln: Kiepenheuer & Witsch.
Zulfahnur, dkk. 1996. Teori Sastra. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
NO. NO. DATA Perwatakan Tokoh Leyla Kutipan 1. Die Charakterisierung der Figuren 1a Ciri Fisik 01 02 03
• Belum dewasa • Ich beteilige mich nicht an diesen Spielen, der Mann meiner Mutter würde mich zu Krüppel schlagen, und Djengis würde mir Püppchenpupp wegnehmen. (Zaimoglu, 2006: 64)
Aku tidak ikut dalam permainan itu, suami ibuku pasti akan memukulku hingga cacat, dan Djengis akan mengambil boneka kecil.
• Ich bin das jüngste Kind. Man hat mich dazu erzogen, nichts zu sehen und nichts zu hören, den Kopf anzuwenden und nichts zu wissen. (Zaimoglu, 2006: 103) Aku adalah anak terkecil. Aku dididik untuk tidak melihat apapun, tidak
mendengar apapun, mengangkat kepala dan untuk tidak mengetahui apapun.
• Dann streife ich meine Unterhose herunter und sehe Blut, ich bin verwundet, soviel Blut, um Gottes willen. Ihr müβt Dashaunten bewachen, Dashaunten ist euer Schatz, die Männer brechen eure Schatztruhe auf, sie plündern und werfen das leere Schatzkästchen weg. Sagt meine Mutter. Ich kann nicht zu ihr gehen, sie wird mir vorwerfen, ich hätte meine Schatztruhe aufbrechen lassen, sie würde mich an die Zigeuner weggeben.(Zaimoglu, 2006: 112)
04
05 06
bisa pergi kepadanya, dia akan mengusirku, aku telah membiarkan mahkotaku direbut, dia akan memberikanku kepada kaum Gypsi.
• Du wirst nicht mehr spielen, jetzt bist du in der Frauenzeit, das Kleinmädchenleben ist vorbei ... Hast du die Binde fest verknotet? Ja. (Zaimoglu, 2006: 114)
Kau tidak boleh bermain-main lagi, sekarang kau sudah menginjak dewasa, masa kecilmu sudah lewat... apakah kau sudah mengeratkan ikatan pembalutmu? ya. • Du bist heute Frau geworden, flüstert meine Mutter... (Zaimoglu, 2006: 114)
Kau sekarang sudah menjadi wanita dewasa, bisik ibuku.
• Sie ist noch ein kleines Mädchen, sagt Halid. (Zaimoglu, 2006: 277) Dia masih seorang gadis kecil, kata Halid.
07 • Menarik • Was hältst du von Leyla? bricht es aus Irfan Bey heraus, sie ist sehr ansehnlich, sie müβte dir doch gefallen. (Zaimoglu, 2006: 282)
Apa pendapatmu tentang Leyla? Kata Irfan Bey tiba-tiba, dia sangat menarik, kamu pasti menyukainya.
1b Ciri Sosiologis
08 • Keluarga yang berkekurangan
• Wir sind später zugezogen, wir haben nichts und haben auch früher nichts gehabt. Sie beschenken uns mit Birnen und Aprikosen und Pflaumen und Maulbeeren und Granatäpfeln. Mit Petersilie und Zeibeln und Auberginen und Heilkräutern. Auch