• Tidak ada hasil yang ditemukan

I.I. Latar Belakang Masalah

2. Kompensasi Tidak Langsung

3.12. Pengujian Hipotesis

5.2.2 Implikasi Teoretis

Kompensasi merupakan faktor yang sangat penting untuk dapat menarik, menjaga, dan mempertahankan para guru dan karyawan bagi kepentingan organisasi suatu yayasan dalam pendidikan. Iklim organisasional atau suasana kerja juga disebut dengan istilah non physical working environtment, iklim usaha atau cuaca organisasi, dengan adanya suasana yang baik maka akan terjadi suatu keseimbangan yang mengarah pada peningkatan kinerja. Sedangkan motivasi kerja adalah semangat atau dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan kerja guna mencapai tujuan yang dapat berpengaruh positif dalam mencapai kinerja yang lebih baik. Jika seseorang guru memiliki motivasi tinggi dalam bekerja diharapkan kinerjanya akan meningkat, dan sebaliknya jika motivasi seseorang dalam bekerja rendah maka kinerjanya akan menurun

Peningkatan kinerja tentu tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti dalam penelitian ini terdapat tiga faktor yakni: kompensasi, iklim kerja, dan motivasi kerja sebagaimana hasil analisis dan pembahasan di atas, bahwa ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh yang sangat baik terhadap kinerja baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Hal ini menunjukan bahwa kinerja dapat meningkat jika ketiga faktor tersebut meningkat, namun sebaliknya jika ketiga faktor tersebut menurun dapat menurunkan kinerja para guru. Artinya pihak sekolah dan seluruh jajarannya perlu memikirkan, melihat, memperhatikan, dan mengambil sifat yang arif

dalam menciptakan kompensasi, iklim kerja, dan motivasi kerja agar para guru terdorong untuk terus dan lebih meningkatkan kinerja mereka.

5.3 Saran

Beberapa saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi guru.

Hendaknya kompetensi guru penjaskes dalam proses belajar mengajar perlu ditingkatkan lagi untuk mencapai tujuan belajar yang lebih baik, yaitu baik dengan memberikan pembinaan, pendidikan dan pelatihan. Kompetensi guru harus dikuasai untuk menjalankan tugas secara profesional.

2. Bagi kepala sekolah.

Kompensasi, iklim kerja dan motivasi kerja guru memberikan kontibusi pada peningkatan kinerja guru. oleh karena itu, sekolah perlu melakukan upaya-upaya yang dapat menumbuhkan kompensasi, iklim kerja dan motivasi kerja guru.

3. Bagi Dinas Pendidikan.

Memfasilitasi dan mendorong pihak sekolah untuk memperhatikan iklim kerja, kompensasi dan motivasi kerja dengan aspek yang dapat meningkatkan kinerja guru.

4. Bagi peneliti.

Penelitian ini dapat menganalisis pengaruh kompensasi, iklim kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja guru penjaskes. Oleh karena itu, di rekomendasi bagi peneliti berikutnya untuk menganalisis variabel lainnya dengan populasi yang berbeda.

Ambar. 2009.Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: Graha Ilmu. Aminudin, 2008, Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja

Pegawai Dinas Pendidikan Semarang, http//etd.eprins,ums.ac.id/6816/. Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta Rineka

Cipta.

Daryanto. 2011.Media Pembelajaran. Bandung:Sarana Tutorial Nurani Sejahtera.

Davis, Keith dan John W. Newstrom. 2003, Perilaku dalam Organisasi, (Terjemahan Agus Darma), Jakarta : Erlangga.

Dessler. 1998.Manajemen sumber daya manusia. Jakarta. Phenhalinndo.

Fathoni. 2006. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta : PT Rineka Cipta.

Hakim. 2006. Analisis pengaruh motivasi, komitmen organisasi, dan iklim organisasi terhadap kinerja pegawai pada dinas perhubungan dan telekomunikasi provinsi Jawa Tengah.

Hamzah. 2013. Teori Motivasi Dan Pengukurannya. Jakarta : Bumi Akasara

Hamzah. 2014.Teori Kinerja Dan Pengukurannya. Jakarta : Bumi Akasara. Hasibuan. 2000.Organisasi dan Motivasi.Jakarta: Bumi Aksara.

Heidjrachman. 2002.Manajemen personalia. Jogjakarta. BPFE UGM.

Hernowo. 2005, Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah, http.etd.eprins, ums.ac.id/6864/.

Hoy, Wayne K. & Miskel. 2008.Education Administration. New York. Husen. 2004.Riset Sumber Daya Manusia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mangkunegara. 2005. Sumber daya manusia perusahaan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Martoyo. 2000.Manajemen sumber daya manusia. Yogjakarta. BPFE.

Mathis dan jackson. 2000. Manajemen sumber daya manusia. Jakarta : PT. Salemba Emban Patria.

Mulyasa. 2010.Menjadi Guru Profesional, Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Mudjiono. 1994. Belajar dan pembelajaran. Jakarta : Proyek pembinaan dan

peningkatan mutu tenaga dikti.

Nawawi. 2005. Kepemimpinan yang Efektif, Jakarta : Gajah Mada University Press.

Nitisemito. 1996.Manajemen personalia. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Panggabean. 2002.Manajemen sumber daya manusia. Jakarta : ghalia Indonesia. Patrusi. 2012.Manajemen Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Jakarta : Rineka

cipta.

Pidarta. 1988.Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta : Bina Aksara Jakarta Riduwan. 2013.Path Analysis. Bandung : Alfabeta.

Riduwan. 2014. Metode dan Teknik Menyusun Proposal Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Rivai. 2009. Education Management : Analisis Teori dan Praktik. Ed. 1, Jakarta : Rajawali Pers.

Ristiana. 2010. Pengaruh Kompensasi, Lingkungan Kerja, dan Motivasi Kerja

Terhadap Kinerja Guru Tidak Tetap (GTT) “(Studi Pada SD/MI Kabupaten

Kudus).Diakses tanggal 7 juli 2015.

Robbins. 2006.Organizational Behavior, New Jersey: Prentice Hall International. Romlah. (2010), Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kompetensi dan

Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung. Diakses tanggal 28 juni 2015.

Ruky. 2001. Manajemen penggajian dan pengupahan untuk karyawan perusahaan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Rusman. 2012.Model-model pembelajaran. Depok : PT. Raja Grafindo Persada. Sadili. 2006.Manajemen sumber daya manusia, CV Pustaka Setia.

Sedarmayanti. 2001.Sumber Daya Manusia.Jakarta: Bumi Aksara. Semiawan. 1995.Perspektif pendidikan anak berbakat. Jakarta. Gramedia. Simamora. 2004.Manajemen sumber daya manusia. Yogyakarta : STIE YKPN.

Sinambela, 2012. Kinerja Pegawai Teori Pengukuran dan Implikasi. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Slamet. 2007. Analisis Kepemimpinan, Kecerdasan Emosi, Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo. Diakses tanggal 24 agustus 2015.

Sopiah. 2008.Prilaku organisasi. Yogyakarta. CV Andi offset. Sugiyono. 2014.Metode Penelitian Administrasi, Bandung : Alfabeta.

Sugiyono. 2013. Cara Mudah Menyusun Skipsi, Tesis, Dan Disertasi. Bandung : Alfabeta.

Suharsaputra. 2010.Administrasi pendidikan. Bandung. PT Refika Aditama. Sujana. 2005.Metode Statistika, bandung : CV Tarsito.

Sujana. 2003.Teknik Analisis Regresi dan Korelasi, Bandung : CV Tarsito. Sukmadinata. 1997.Pengembangan kurikulum. Bandung. Remaja Rosdakarya. Supardi. 2014.Kinerja Guru. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Sukardi. 2007.Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: PT Bumi Aksara. Tabrani. 2000. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru, Cianjur: CV

Dinamika Karya.

Umar. 2004. Metode penelitian untuk skrpsi dan tesis bisnis. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Uno, Hamzah B dan Lamatenggo,Nina. 2014.Teori Kinerja Dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Akasara.

Veithzal. 2005. Manajemen sumber daya manusia untuki perusahaan dan teori ke

praktik. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Wahjosumidjo. 1994.Kepemimpinan dan motivasi. Jakarta : Ghalia Indonesia. Wahyudi. 2012.Mengejar Profesionalisme Guru.Jakarta: PrestasiPustaka.

Wexley dan Yukl. 1988. Perilaku organisasi dan psikologi personalia. Jakarta : Bina Aksara.

Wibowo. 2008.Manajemen Kinerja, Jakarta : PT Raja Grapindo Persada.

Widyoko. 2012. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Winardi. 2001. Pemotivasian dalam Manajemen, Jakarta : PT Raja Grapindo Persada.

Dokumen terkait