1. Anak perlu mengenal secara fisik adanya perbedaan jenis kelamin antara anak perempuan dengan anak laki-laki, hal ini dapat dilakukan melalui permainan.Selain itu anak perlu diajarkan berperilaku dalam batas-batas yang disetujui masyarakat sesuai dengan peran jenisnya. Misalnya anak laki-laki dilarang menggunakan pakaian anak perempuan. Dalam hal ini, anak perempuan relatif lebih ditolerir untuk menggunakan pakaian laki-laki. 2. Anak-anak perlu diperkenalkan pada keterampilan sosial sederhana seperti
kapan mengatakan terima kasih, maaf, tolong dan sebagainya. Selain itu juga diajarkan membedakan apa yang benar dan apa yang salah, nilai kejujuran, keadilan, persahabatan, tingkah laku prososial dan tanggung jawab sosial.
3. Dengan bantuan dan bimbingan orang dewasa, anak diperkenalkan pada konsep-konsep sederhana tentang realitas alam, baik mengenai benda hidup maupun benda mati, serta cara kerja atau berfungsinya benda-benda tersebut.
E. RANGKUMAN
Masa kanak-kanak awal terjadi pada rentangan usia 2 – 6 tahun, masa ini sekaligus merupakan masa prasekolah, dimana anak umumnya masuk Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak.
Dari pertumbuhan fisiknya, anak mengalami kemajuan yang makin melambat apabila dibandingkan masa bayi, setiap tahun hanya terjadi pertambahan tinggi 6,25 cm dan berat 2,5 – 3,5 kg. Perkembangan motorik mengalami penyempurnaan dari keterampilan yang diperoleh sebelumnya. Pada masa prasekolah, anak-anak sudah harus terampil mandi dan berpakaian sendiri, mengikat tali sepatu sendiri. Beberapa keterampilan bermain yang
menggunakan tangan dan kaki juga sudah dikuasai dengan baik, selain itu perkembangan motorik halus juga mengalami kemajuan, anak sudah mulai menggambar, menggunting, dan keterampilan motorik halus lainnya.
Perkembangan intelektual menurut Piaget berada pada tahap perkembangan praoperasional, ditandai dengan kemampuan operasional yang kacau dan belum terorganisir. Adapun ciri-cirinya ialah: semakin berkembangnya fungsi simbolis, tingkah laku imitasi langsung maupun tertunda, cara berpikirnya masih egosentris, centralized atau terpusat pada satu dimensi saja, serta cara berpikir yang tak dapat dibalik dan terarah statis.
Perkembangan bahasa dipengaruhi Teori Belajar Sosial, yakni anak belajar bahasa dengan model-model yang ada di lingkungannya. Melalui imitasi dan respon dari lingkungan, akhirnya anak menguasai keterampilan bicara. Namun menurut Chomsky, perkembangan bahasa anak juga terjadi karena faktor pembawaan; bahwa anak lahir sudah disertai dengan LAD (Language Aquisition Device) yang membuat anak sering mengekspresikan sesuatu dengan kata yang tidak ditemukan dari lingkungannya.
Perkembangan sosial-emosional terintegrasi dengan perkembangan aspek lainnya seperti perkembangan kognitif dan perkembangan motorik.
a. Dalam bermain anak mengalami perubahan dari permainan solitair, paralel, sampai ke permainan asosiatif. Dari bermain anak belajar sejumlah peraturan sosial.
b. Anak pada masa kanak-kanak awal menurut perkembangan psikososial Erikson berada pada tahap perkembangan otonomi vs rasa malu dan ragu-ragu, serta perkembangan inisiatif vs rasa bersalah.
c. Perkembangan self diawali dari perasaan diri secara fisik seperti ’saya adalah anak perempuan’, ’saya berambut panjang’, kemudian berkembang menjadi perasaan diri yang lebih bersifat psikologis, seperti
’saya pandai melompat’, ’saya disenangi orang banyak’. Perkembangan
self yang baik akan meningkatkan self-esteem yang positif. Anak yang memiliki self-esteem positif akan lebih berprestasi, lebih percaya diri, dan lebih mandiri serta ramah.
d. Anak yang populer terbukti memiliki keterampilan sosial lebih tinggi dibanding dengan anak yang kurang populer. Anak yang populer terlibat dalam hubungan dengan teman sebaya yang lebih kompleks, dan hal ini lebih menguntungkan dan meningkatkan lagi bagi perkembangan kognitifnya.
e. Anak-anak yang mengalami konflik dan tidak mampu menyatakan secara verbal akan mencoba menyelesaikan konfliknya dengan kekuatan fisik. Oleh karena itu belajar menyatakan perasaannya untuk menyelesaikan konflik secara verbal menjadi hal yang sangat penting bagi anak pada masa kanak-kanak awal.
f. Perilaku prososial dapat berkembang apabila anak diajarkan untuk berpikir dengan cara sudut pandang orang lain, hal ini dapat diperoleh melalui permainan pura-pura.
g. Anak-anak mengalami perkembangan emosi dari senang, marah, dan susah menjadi malu, kecewa dan sebagainya. Pada masa ini anak tidak hanya perlu belajar bagaimana cara mengekspresikan emosinya, tetapi juga perlu belajar mengendalikannya.
h. Anak masa kanak-kanak awal sering mengembangkan stereotipi tentang gender yang salah, seperti ’anak perempuan tidak boleh menjadi polisi’. Pendidik mempunyai peranan penting untuk mengajarkan anak sadar akan gendernya sendiri, menentang berkembangnya stereotipi tentang gender yang salah, serta mendorong anak-anak bermain secara lintas gender.
Beberapa aspek dari perkembangan moral pada masa kanak-kanak awal mencakup konsep anak tentang persahabatannya dan kewajiban-kewajiban tertentu dari persahabatan, keadilan dan kejujuran, kepatuhan, otoritas, serta hukum-hukum sosial dan adat.
Beberapa tugas perkembangan masa kanak-kanak awal yang perlu dipenuhi ialah: belajar perbedaan jenis kelamin dan aturan-aturan yang terkait dengan hal tersebut, belajar sosialisasi denga orang-orang di sekitar lingkungan hidupnya, pembentukan pengertian sederhana, serta pengembangan kata hati yang meliputi pembedaan apa yang benar dan apa yang salah.
E. Soal Latihan
1. Bagaimana cara menstimulasi perkembangan motorik halus anak pada masa kanak-kanak awal atau masa prasekolah?
2. Mengapa perkembangan kognitif anak pada masa kanak-kanak awal disebut perkembangan praoperasional oleh piaget?
3. Ceritakan beberapa kejadian yang menggambarkan cara berpikir egosentris pada anak usia praoperasional.
4. Terangkan Perkembangan bahasa anak menurut teori belajar sosial dari Bandura dan teori LAD dari Chomsky.
5. Lakukan tugas observasi untuk mencatat frekuensi perilaku agresif anak dalam kegiatan bermain, dan amatilah kemudian deskripsikan cara mereka menyelesaikan konflik.
6. Catatlah perilaku-perilaku anak yang menggambarkan perkembangan otonomi dan inisiatif.
7. Nilai-nilai moral apa yang terutama berkembang pada masa kanak-kanak awal?