Berikut ini merupakan hasil penyusunan income statement berdasarkan data-data, asumsi-asumsi yang ada serta disusun berdasarkan setiap analisis sensitivitas. Penyusunan income statement dibawah ini dalam format satuan juta rupiah.
58
Tabel 3.14a Income Statement Projection Pessimistic HT Kenwood 2008-2009 2009-2010 2010-2011 2011-2012 2012-2013
Omzet bruto (100%) 10.463 10.944 11.844 12.744 12.744 Company Operational Expenses (1.698) (1.823) (1.986) (2.164) (2.358) Gross Profit 8.765 9.121 9.858 10.580 10.386 Depresiasi (3.011) (3.011) (3.011) (3.011) (3.011) EBIT 5.754 6.110 6.847 7.569 7.375 Tax 30% (1.726) (1.833) (2.054) (2.271) (2.212) Interest Exp (1.509) (1.509) (1.132) (755) (377) NAT 2.518 2.768 3.661 4.543 4.785 PT AP II Share (8% omzet bruto-tax) 699 729 783 838 843 NAT investor 1.819 2.039 2.877 3.706 3.942
R/G 10% 182 204 288 371 394
Tabel 3.14b Income Statement Pro jection Pessimistic HT Motorola 2008-2009 2009-2010 2010-2011 2011-2012 2012-2013
Omzet bruto (100%) 10.463 10.944 11.844 12.744 12.744 Company Operational Expenses (1.715) (1.840) (2.005) (2.185) (2.381) Gross Profit 8.747 9.104 9.839 10.559 10.363 Depresiasi (4.370) (4.370) (4.370) (4.370) (4.370) EBIT 4.377 4.734 5.469 6.189 5.993 Tax 30% (1.313) (1.420) (1.641) (1.857) (1.798) Interest Exp (2.190) (2.190) (1.643) (1.095) (548) NAT 874 1.123 2.185 3.237 3.648 PT AP II Share (8% omzet bruto-tax) 732 762 816 871 876 NAT investor 142 361 1.369 2.366 2.772
R/G 10% 14 36 137 237 277
Tabel 3.14c Income Statement Projection Pessimistic HT ICOM 2008-2009 2009-2010 2010-2011 2011-2012 2012-2013
Omzet bruto (100%) 10.463 10.944 11.844 12.744 12.744 Company Operational Expenses (1.703) (1.828) (1.992) (2.170) (2.365) Gross Profit 8.760 9.116 9.852 10.574 10.379 Depresiasi (3.406) (3.406) (3.406) (3.406) (3.406) EBIT 5.353 5.710 6.446 7.167 6.973 Tax 30% (1.606) (1.713) (1.934) (2.150) (2.092) Interest Exp (1.753) (1.753) (1.314) (876) (438) NAT 1.995 2.244 3.198 4.141 4.443 PT AP II Share (8% omzet bruto-tax) 709 738 793 848 852 NAT investor 1.286 1.506 2.405 3.293 3.591
59
Tabel 3.15a Income Statement Projection Most Likely HT Kenwood 2008-2009 2009-2010 2010-2011 2011-2012 2012-2013
Omzet bruto (100%) 11.025 11.664 12.384 12.744 12.744 Company Operational Expenses (1.698) (1.823) (1.986) (2.164) (2.358) Gross Profit 9.327 9.841 10.398 10.580 10.386 Depresiasi (3.011) (3.011) (3.011) (3.011) (3.011) EBIT 6.316 6.830 7.387 7.569 7.375 Tax 30% (1.895) (2.049) (2.216) (2.271) (2.212) Interest Exp (1.509) (1.509) (1.132) (755) (377) NAT 2.912 3.272 4.039 4.543 4.785 PT AP II Share (8% omzet bruto-tax) 730 769 813 838 843 NAT investor 2.182 2.503 3.225 3.706 3.942
R/G 10% 218 250 323 371 394
Tabel 3.15b Income Statement Projection Most Likely HT Motorola 2008-2009 2009-2010 2010-2011 2011-2012 2012-2013
Omzet bruto (100%) 11.025 11.664 12.384 12.744 12.744 Company Operational Expenses (1.715) (1.840) (2.005) (2.185) (2.381) Gross Profit 9.310 9.824 10.379 10.559 10.363 Depresiasi (4.370) (4.370) (4.370) (4.370) (4.370) EBIT 4.940 5.454 6.009 6.189 5.993 Tax 30% (1.482) (1.636) (1.803) (1.857) (1.798) Interest Exp (2.190) (2.190) (1.643) (1.095) (548) NAT 1.268 1.627 2.563 3.237 3.648 PT AP II Share (8% omzet bruto-tax) 763 802 847 871 876 NAT investor 504 825 1.717 2.366 2.772
R/G 10% 50 83 172 237 277
Tabel 3.15c Income Statement Projection Most Likely HT ICOM 2008-2009 2009-2010 2010-2011 2011-2012 2012-2013
Omzet bruto (100%) 11.025 11.664 12.384 12.744 12.744 Company Operational Expenses (1.703) (1.828) (1.992) (2.170) (2.365) Gross Profit 9.322 9.836 10.392 10.574 10.379 Depresiasi (3.406) (3.406) (3.406) (3.406) (3.406) EBIT 5.916 6.430 6.986 7.167 6.973 Tax 30% (1.775) (1.929) (2.096) (2.150) (2.092) Interest Exp (1.707) (1.707) (1.280) (854) (427) NAT 2.434 2.793 3.610 4.164 4.454 PT AP II Share (8% omzet bruto-tax) 740 779 823 848 852 NAT investor 1.694 2.015 2.787 3.316 3.602
60
Tabel 3.16a Income Statement Projection Optimistictic HT Kenwood 2008-2009 2009-2010 2010-2011 2011-2012 2012-2013
Omzet bruto (100%) 13.275 12.999 13.254 13.509 13.764 Company Operational Expenses (1.698) (1.823) (1.986) (2.164) (2.358) Gross Profit 11.577 11.176 11.267 11.344 11.405 Depresiasi (3.011) (3.011) (3.011) (3.011) (3.011) EBIT 8.566 8.165 8.256 8.333 8.394 Tax 30% (2.570) (2.449) (2.477) (2.500) (2.518) Interest Exp (1.509) (1.509) (1.132) (755) (377) NAT 4.487 4.206 4.648 5.079 5.499 PT AP II Share (8% omzet bruto-tax) 856 844 862 881 900 NAT investor 3.631 3.362 3.785 4.198 4.599
R/G 10% 363 336 379 420 460
Tabel 3.16b Income Statement Projection Optimistictic HT Motorola 2008-2009 2009-2010 2010-2011 2011-2012 2012-2013
Omzet bruto (100%) 13.275 12.999 13.254 13.509 13.764 Company Operational Expenses (1.715) (1.840) (2.005) (2.185) (2.381) Gross Profit 11.560 11.159 11.249 11.324 11.383 Depresiasi (4.370) (4.370) (4.370) (4.370) (4.370) EBIT 7.190 6.788 6.878 6.954 7.013 Tax 30% (2.157) (2.037) (2.064) (2.086) (2.104) Interest Exp (2.190) (2.190) (1.643) (1.095) (548) NAT 2.843 2.562 3.172 3.772 4.361 PT AP II Share (8% omzet bruto-tax) 889 877 895 914 933 NAT investor 1.953 1.685 2.277 2.859 3.429
R/G 10% 195 168 228 286 343
Tabel 3.16c Income Statement Projection Optimistictic HT ICOM 2008-2009 2009-2010 2010-2011 2011-2012 2012-2013
Omzet bruto (100%) 13.275 12.999 13.254 13.509 13.764 Company Operational Expenses (1.703) (1.828) (1.992) (2.170) (2.365) Gross Profit 11.572 11.171 11.262 11.338 11.399 Depresiasi (3.406) (3.406) (3.406) (3.406) (3.406) EBIT 8.166 7.764 7.856 7.932 7.992 Tax 30% (2.450) (2.329) (2.357) (2.380) (2.398) Interest Exp (1.707) (1.707) (1.280) (854) (427) NAT 4.009 3.728 4.218 4.699 5.168 PT AP II Share (8% omzet bruto-tax) 866 854 872 890 909 NAT investor 3.143 2.874 3.347 3.808 4.259
61 3.3.5 Peng hitungan Kriteria Investasi
Untuk mempermudah dalam proses penghitungan kelayakan suatu investasi yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Return on Equity (ROE), Return on Investment (ROI), payback period (PBP) dapat dilakukan dengan media bantu program komputer Microsoft Excel dari Microsoft Office. Media bantu ini akan jauh lebih mempecepat dan mempermudah proses penghitungan.
3.3.5.1 Perhitungan WACC
Dalam menganalisis kelayakan proyek pengadaan dan pengelolaan radio trunking di Bandara Soekarno-Hatta menggunakan beberapa metode antara lain Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP), Return on Equity (ROE), dan Return on Investment (ROI). Untuk menghasilkan perhitungan tersebut, terlebih dahulu menghitung Weighted Average Cost of Capital (WACC) yang merupakan hurdle rate atau discount rate dengan rumus sebagai berikut:
Berdasarkan data yang sudah dikemukakan diatas maka dpat disimpulk an WACC bernilai 12,42%.
Berikut ini merupakan tabel hasil penghitungan WACC,
Tabel 3.17 Tabel Nilai WACC i loan i deposito Debt proportion
(%) Equity proportion (%) WACC 14,32% 8,00% 70% 30% 12,42% 3.3.5.2 Perhitungan NPV
Berdasarkan data dan asumsi yang ada, berikut ini merupakan hasil perhitungan Net present value (NPV) proyek pengadaan dan pengelolaan radio trunking di Bandara Soekarno-Hatta pada tiga analisis sensitivitas yang dihitung dengan menggunakan program Ms.Excel:
62
Tabel 3.18 Tabel Nilai NPV
NPV Analisis Sensitivitas
Pessimistic Most Likely Optimistic HT Kenwood Rp 4.479.866.617 Rp 5.320.301.245 Rp 8.053.652.890
HT Motorola Rp (2.300.932.451) Rp (1.460.497.823) Rp 1.272.853.823
HT ICOM Rp 2.399.388.140 Rp 3.348.308.761 Rp 6.081.660.407
Perhitungan NPV untuk seluruh skenario analisis sensitivitas bagi perangkat HT Radio Trunking Kenwood TK 3140 dan HT Radio Trunking ICOM IC-F43TR UHF memiliki nilai positif (lebih dari 0) sehingga dapat disimpulkan bila dilihat dari NPV proyek tersebut berdasarkan ketiga analisis sensitivitas dinilai layak untuk dilaksanakan.
Sedangkan bagi HT Radio Trunking Motorola MTX960, nilai positif (lebih dari 0) hanya terjadi ketika skenario sensitivitas optimistic dan untuk skenario sensitivitas lainnya bernilai negatif (kurang dari 0) sehingga dapat disimpulkan bahwa proyek akan menjadi tidak layak saat menggunakan perangkat HT Radio Trunking Motorola MTX960.
3.3.5.3 Perhitungan IRR
Dengan menggunakan media program Ms.Excel untuk penghitungan Internal Rate of Return (IRR) proyek dari ketiga analisis sensitivitas maka hasil yang diperoleh pun menjadi lebih akurat dan tentu saja jauh lebih cepat dibandingkan dengan melakukan trial and error.
Berikut ini merupakan hasil penghitungan IRR proyek pengadaan dan pengelolaan radio trunking di Bandara Soekarno-Hattadari ketiga analisis sensitivitas.
Tabel 3.19 Tabel Nilai IRR IRR Analisis Sensitivitas
Pessimistic Most Likely Optimistic HT Kenwood 23,12% 25,21% 31,92%
HT Motorola 8,38% 9,84% 14,68%
HT I COM 17,60% 19,69% 25,69%
63
Untuk mengetetahui kelayakan proyek menggunakan IRR maka harus membandingkan hasil tersebut dengan WACC. Setelah membandingkan besaran nilai IRR terhadap WACC proyek dapat terlihat bahwa keseluruhan analisis sensitivitas bagi perangkat HT Radio Trunking Kenwood TK 3140 dan HT Radio Trunking ICOM IC-F43TR UHF memiliki nilai IRR yang lebih besar dari pada nilai WACC. Hal ini menunjukan bahwa proyek pengadaan dan pengoperasia radio trunking di bandara Soekarno-Hatta ini layak untuk dilaksanakan dengan perangkat HT Radio Trunking Kenwood TK 3140 dan HT Radio Trunking ICOM IC-F43TR UHF.
Berbeda halnya dengan HT Radio Trunking Motorola MTX960 setelah IRR dibandingkan dengan WACC, nilai IRR hanya lebih besar pada skenario optimistic dan lebih kecil pada kedua skenario lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa proyek akan menjadi kurang layak dilaksanakan apabila menggunakan perangkat HT Radio Trunking Motorola MTX960.
3.3.5.4 Perhitungan PBP
Dengan menggunakan media program Ms.Excel dapat dilihat lama Payback Period (PBP) proyek pengadaan dan pengelolaan radio trunking di Bandara Soekarno-Hatta pada ketiga analisis sensitivitas sebagai berikut:
Tabel 3.20 Tabel waktu PBP
PBP Analisis Sensitivitas
Pessimistic Most Likely Optimistic
HT Kenwood 2 tahun 11 bulan 3 tahun 9 bulan 2 tahun 5 bulan HT Motorola 4 tahun 0 bulan 3 tahun 11 bulan 3 tahun 5 bulan HT I COM 3 tahun 4 bulan 3 tahun 1 bulan 2 tahun 8 bulan
Lama proyek 5 tahun 5 tahun 5 tahun
Payback period (PBP) pada ketiga perangkat HT Radio Trunking Kenwood TK 3140, HT Radio Trunking Motorola MTX960 dan HT Radio Trunking ICOM IC-F43TR UHF atas dasar analisis sensitivitas proyek pengadaan dan pengelolaan radio trunking di Bandara Soekarno-Hatta lamanya kurang dari
64
waktu lamanya proyek berlangsung sehingga dapat disimpulkan bahwa dilihat dari PBP proyek dinilai layak untuk dilaksanakan.
3.3.5.5 Perhitungan ROE
Return on Equity (ROE) dari ketiga proyeksi analisis sensitivitas proyek pengadaan dan pengelolaan radio trunking di Bandara Soekarno-Hatta adalah sebagai berikut:
Tabel 3.21 Tabel ROE ROE Analisis Sensitivitas
Pessimistic Most Likely Optimistic
HT Kenwood 43,27% 47,40% 60,85% HT Motorola 13,43% 16,27% 25,54%
HT I COM 31,66% 35,79% 47,68%
Dilihat dari besarnya return on equity (ROE) menunjukkan besaran rata-rata persentase pengembalian modal yang dapat diperoleh dari 100% modal yang ditanamkan.
3.3.5.6 Perhitungan ROI
Penghitungan Return on Investment (ROI) terhadap proyek pengadaan dan pengelolaan radio trunking di Bandara Soekarno-Hatta berdasarkan proyeksi analisis sensitivitas adalah sebagai berikut:
Tabel 3.22 Tabel ROI
ROI Analisis Sensitivitas
Pessimistic Most Likely Optimistic
HT Kenwood 31,37% 33,30% 39,56% HT Motorola 17,12% 18,44% 22,76%
HT I COM 26,05% 27,75% 33,29%
Bunga Bank 8,00% 8,00% 8,00%
Setelah dibandingkan dengan besaran bunga deposito perbankan maka dapat dilihat bahwa ROI secara signifikan lebih besar dari pada bunga deposito (simpanan). Hal ini menunjukkan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan.
65
3.4 Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa metode pendanaan yang digunakan adalah BOT (Built Operate Transfer) dan berdasarkan dari proses penghitungan NPV, PBP, IRR, ROE dan ROI, maka proyek pengadaan dan pengelolaan radio trunking di Bandara Soekarno-Hatta dinilai layak untuk. Perangkat HT yang memenuhi syarat berdasarkan analisis kelayakan diatas adalah perangkat HT Radio Trunking Kenwood TK 3140 dan HT Radio Trunking ICOM IC-F43TR UHF. Sedangkan untuk perangkat HT Radio Trunking Motorola MTX960 tidak direkomendaskan karena akan menghasilkan NPV negatif dan nilai IRR yang lebih rendah dari WACC.
Berikut ini merupakan kesimpulan kelayakan perangkat HT radio trunking berdasarkan analisis perhitungan serta fasilitas/fitur produk yang disediakan.
Tabel 3.23 Kelayakan Perangkat HT
Perangkat Sensitivitas NPV IRR PBP ROE ROI Fitur
Kenwood TK 3140 Pessimistic v v v v v X Most Likely v v v v v X Optimistic v v v v v X Motorola MTX 960 Pessimistic X X v v v v Most Likely X X v v v v Optimistic v v v v v v ICOM IC-F43TR Pessimistic v v v v v v Most Likely v v v v v v Optimistic v v v v v v
Menurut perhitungan NPV, PBP, IRR, ROE dan ROI, menunjukkan bahwa perangkat HT Radio Trunking Kenwood TK 3140 menghasilkan NPV, PBP, IRR, ROE dan ROI lebih baik dibandingkan dengan kedua perangkat HT lainnya. Berdasarkan persyaratan tentang kriteria fasilitas/fitur perangkat yang diinginkan oleh PT AP II maka perangkat yang memenuhi syarat adalah HT Radio Trunking ICOM IC-F43TR UHF.
66
Tabel 3.24 Perangkat HT Radio Trunking ICOM IC-F43TR UHF Analisis Sensitivitas NPV IRR Waktu PBP ROE ROI Pessimistic Rp 2.399.388.140 17,60% 3 tahun 4 bulan 31,66% 26,05%
Most Likely Rp 3.348.308.761 19,69% 3 tahun 1 bulan
35,79% 27,75%
Optimistic Rp 6.081.660.407 25,69% 2 tahun 8 bulan
47,68% 33,29%
Dengan menggunakan data diatas maka dapat dihitung persentase potensial keuntungan yang dapat diperoleh oleh perusahaan. Persentase pengali merupakan besar kemungkinan terjadinya analisis sensitivitas seperti yang sudah dibahas pada sub bab 3.3.3. mengenai analisis sensitivitas.
Tabel 3.25 Potensial Keuntungan
NPV IRR PBP ROE ROI
Pessimistic 20% Rp 2.399.388.140 17,60% 3 tahun 4 bulan 31,66% 26,05% Most likely 70% Rp 3.348.308.761 19,69% 3 tahun 1 bulan 35,79% 27,75% Optimistic 10% Rp 6.081.660.407 25,69% 2 tahun 8 bulan 47,68% 33,29%
3.431.859.801
Rp 19,87% 3 tahun 1 bulan 36,15% 27,97% Analisis Sensitivitas
Potensial keuntungan
Dari tabel 3.23 dapat disimpulkan bahwa potensial NPV yang dapat diperoleh dari proyek pengadaan dan pengoperasian radio trunking di Bandara Soekarno-Hatta adala h sebesar Rp 3.431.859.801 dan IRRnya sebesar 19,87%.