• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indeks Pembangunan Manusia

Dalam dokumen BAB 2 GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 38-43)

Selama periode 2007 sampai dengan 2012 pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bengkulu melalui Program Tiga Pilar Pembangunan yang meliputi Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi Kerakyatan telah menunjukan hasil yang menggembirakan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) ditandai dengan meningkatnya derajat kesehatan dan taraf pendidikan masyarakat, hal ini dapat dilihat dari angka harapan hidup (AHH), angka melek huruf (AMH), rata-rata lama sekolah (RLS), pengeluaran per kapita riil (Rp.000) yang merupakan komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM), untuk lebih lengkap dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.28

Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Kota Bengkulu Tahun 2009-2011

No. Uraian 2009 2010 2011

1. Angka Harapan Hidup (tahun) 70.19 70,34 70,49

2. Angka Melek Huruf (persen) 98.31 99,07 99,25

3. Rata-Rata Lama Sekolah

(tahun)

10,80 10,91 10,99

4. Pengeluaran per Kapita Riil (Rp.000)

- 645,86 647,59

Indeks Pembangunan

Manusia (IPM)

77.01 77,31 77,62

RPJMD Kota Bengkulu |Tahun 2013-2018 53

Angka Harapan Hidup (AHH) merupakan hasil perhitungan proyeksi yang sering

dipakai sebagai salah satu indikator kesejahteraan rakyat, AHH penduduk Kota Bengkulu menurut BPS tahun 2011 adalah 70,49 tahun meningkat dibanding tahun 2010 yang mencapai 70,34 tahun dan berada pada peringkat pertama dibanding kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Bengkulu.

Angka Melek Huruf (AMH) yang menggambarkan proporsi penduduk usia 15

tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis di Kota Bengkulu pada tahun 2011 juga mengalami peningkatan yaitu dari 99,07 pada tahun 2009 menjadi 99,25.

Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang menggambarkan lamanya penduduk usia 15

tahun ke atas yang bersekolah meningkat menjadi 10,99 tahun pada tahun 2011 dari 10,91 tahun pada tahun 2010.

Pengeluaran Riil per kapita (Rp 000) sebagai salah satu komponen pembentukan

IPM, untuk Kota Bengkulu pengeluaran riil per kapita tahun 2010 yaitu 645,86 rupiah dan pada tahun 2011 meningkat menjadi 647,59 rupiah.

Kemajuan pembangunan manusia secara umum dapat ditunjukan dengan melihat perkembangan IPM yang mencerminkan capaian kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Keempat komponen pembentuk IPM di Kota Bengkulu seperti diuraikan di atas mengalami peningkatan dan hal ini mempengaruhi meningkatkan IPM Kota Bengkulu tahun 2011 menjadi 77,62 dari 77,31 pada tahun 2010.

RPJMD Kota Bengkulu |Tahun 2013-2018 54 ii. Kesejahteraan Sosial

1. Pendidikan

Tabel 2.29

Angka Partisipasi Kasar dan Angka Partisipasi Murni Tahun 2009 – 2010 No. Jenjang Pendidikan

APS (persen) APK (persen) APM (persen) 2009 2010 2011 2009 2010 2011 2009 2010 2011 1. Pendidikan Dasar/SD 101 98,77 99.15 113,95 106,10 104.90 93,00 91,17 94.13 2. Pendidikan SMP/Sederajat 97 99,16 97.01 107,44 109,25 86.94 79,15 70,67 64.44 3. Pendidikan SMA/Sederajat 80 90,87 71.13 102,31 103,25 76.52 77,18 72,61 53.92

Sumber : BDA Kota Bengku Tahun 2012

Dari tabel 2.29 dapat dilihat untuk tingkat SD, APK masih melebihi 100 persen. Ini artinya masih banyak siswa yang berumur di bawah tujuh tahun (underage) dan di atas 12 tahun (overage) yang masih mengikuti pendidikan di tingkat SD. APK pada tingkat SLTP mengalami peningkatan dari 107,25 persen pada tahun 2009 menjadi 109,25persen pada tahun 2010. Sedangkan APK pada tingkat SLTA terus mengalami kenaikan selama kurun waktu 2009-2010. Angka Partisipasi Murni (APM) per jenjang pendidikan terus menurun selama kurun waktu 2 tahun terakhir. Ini menunjukan bahwa akses masyarakat untuk memasuki sekolah per jenjang pendidikan terus meningkat.

APM menurut jenjang pendidikan adalah untuk mengukur banyaknya usia sekolah yang bersekolah tepat waktu dalam suatu jenjang pendidikan dari setiap 100 penduduk usia sekolah, yaitu SD 7-12 tahun, SLTP 13-15 tahun dan SLTA 16-18 tahun. Dari gambaran di atas juga dapat dilihat, semakin tinggi tingkat pendidikan maka tingkat partisipasi sekolah semakin kecil. Hal ini di sebabkan oleh kurangnya fasilitas sehingga mempersulit akses, keterbatasan ekonomi sehingga terpaksa harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan intelektual.

RPJMD Kota Bengkulu |Tahun 2013-2018 55 2. Kesehatan

Angka Kematian Bayi (AKB) menggambarkan proporsi bayi meninggal setelah dilahirkan dan belum cukup mencapai umur satu tahun per 1.000 kelahiran. Di Kota Bengkulu pada tahun 2011 terjadi 64 kasus kematian bayi, lebih tinggi dibandingkan tahun 2010 yang hanya terjadi 50 kasus kematian bayi. Hal ini dikarenakan data kematian bayi penduduk Kota Bengkulu dari Rumah Sakit terjaring karena kegiatan Surveilans Respon KIA.

Sedangkan Angka Kematian Balita (AKAB) menggambarkan proposi balita meninggal antara satu sampai lima tahun per 1.000 kelahiran. Angka kematian Balita di Kota Bengkulu berdasarkan data dari Profil Kesehatan Kota Bengkulu tahun 2011 diperoleh angka kasus kematian balita pada tahun 2011 yaitu 0,6 per 1000 kelahiran hidup, tahun 2010 sebesar 1,4 per 1000 kelahiran hidup, tahun 2009 0,67 per 1000 kelahiran hidup, , tahun 2008 sebesar 1,30 per 1000 kelahiran hidup dan tahun 2007 sebesar 1,20 per 1000 kelahiran hidup. Akan tetapi data tentang kematian balita ini masih diragukan karena laporan kematian dari kelurahan tidp kelahir hidup sehingga data yang dipeoleh tidak mewakili keadaan yang sebenarnya.

Indikator kesejahteraan rakyat yang lainnya adalah jumlah penderita gizi buruk. Di Kota Bengkulu dalam kurun waktu Tahun 2007-2011, terjadi penurunan persentase penderita gizi buruk yang cukup signifikan. Hal ini menunjukan bahwa adanya perkembangan dalam pemenuhan gizi.

Tabel 2.30

Perkembangan Penderita Gizi Buruk 2007 – 2011

Tahun Gizi Lebih Gizi Baik Gizi Kurang Gizi Buruk

2007 1,64 87,26 10,18 0,92

2008 1,50 91,50 5,10 0,40

2009 1,60 85,90 11,40 1,10

2010 1,56 82,39 14,22 1,82

2011 2,73 85,74 10,23 1,29

RPJMD Kota Bengkulu |Tahun 2013-2018 56 Selain itu, indikator kesehatan dapat dilihat dari Usia Harapan Hidup penduduk Kota Bengkulu menurut BPS pada tahun 2011 adalah 70,49 hal ini terjadi peningkatan sebesar 0,15 dibandingkan tahun 2010 yaitu sebesar 70,34, kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan taraf kesehatan penduduk Kota Bengkulu. Hal ini diikuti dengan penurunan angka indikator Prevalensia Anak Balita Pendek (Sunting), Presentase Peta Infromasi Masyarakat Kurang gizi, Prevalensia HIV, Prevalensia TBC, Prevalensia Malaria, Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap, Angka Kesakitan DBD, Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Nenonatal, Cakupan KN lengkap, Cakupan Peserta KB.

Indikator yang penting adalah penolong persalinan karena semestinya persalinan yang aman adalah persalinan dibantu oleh dokter atau bidan. Hal ini untuk mengurangi tingkat kematian ibu dan bayi yang angkanya di Indonesia masih cukup tinggi. Dari gambar 2.6 dapat dilihat bahwa baik persalinan yang ditolongan bidan, kunjungan internal maupun postnatal yang paling banyak terjadi pada tahun 2009 dan tahun berikutnya tahun 2010 hingga tahun 2011 terus mengalami penurunan.

Gambar 2.6

Persalinan yang Ditolong Bidan, Kunjungan Internal dan Postnatal di Kota Bengkulu 2007-2011

Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, 2011

0 1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 6.000 7.000 8.000 9.000 2007 2008 2009 2010 2011 Persalinan yang Ditolong oleh Bidan

Kunjungan Internal

RPJMD Kota Bengkulu |Tahun 2013-2018 57 3. Kemiskinan

4. Gambar 2.7

Posisi Relatif Tingkat Kemiskinan Kota Bengkulu Per September 2011

Sumber : BPS, data diolah Bappeda Kota Bengkulu

Berdasarkan gambar 2.7 terlihat bahwa posisi relatif tingkat kemiskinan Kota Bengkulu mempunyai angka kemiskinan rata-rata sebesar 22,23 persen Per September tahun 2011. Posisi kemiskinan ini masih berada di atas Propinsi yang rata-rata 17,36 persen dan posisi nasional rata-rata 12,36 persen. Tingkat kemiskinan Kota Bengkulu berada pada urutan ke tiga setelah Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur. Berdasarkan RPJM Nasional, Pada tahun 2014 diharapkan tingkat kemiskinan nasional berada pada 8-10 persen.

Gambar 2.8

Perkembangan Tingkat Kemiskinan Kota Bengkulu Tahun 2002- Per September 2011

Sumber : BPS, data diolah Bappeda Kota Bengkulu

22,

55

16,

79

14,

40

22,

26

20,

90

13,28 12,

43

15,

02

6,

49

22,

23

0,00 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00

Posisi Relatif Tingkat Kemiskinan (%) Provinsi

Dalam dokumen BAB 2 GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 38-43)

Dokumen terkait