• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

4.6. KEUANGAN DAERAH (APBD, PAD)

4.8.1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Menurut United Nation Development Programme (UNDP) (1995), paradigma pembangunan manusia terdiri dari 4 (empat) komponen utama, yaitu:

a. Produktivitas, masyarakat harus dapat meningkatkan produktifitas mereka dan berpartisipasi secara penuh dalam proses memperoleh penghasilan dan pekerjaan berupah. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi adalah salah satu bagian dari jenis pembangunan manusia,

b. Ekuitas, masyarakat harus punya akses untuk memperoleh kesempatan yang adil. Semua hambatan terhadap peluang ekonomi dan politik harus

4-22 dihapus agar masyarakat dapat berpartisipasi di dalam dan memperoleh manfaat dari kesempatan-kesempatan ini,

c. Kesinambungan, akses untuk memperoleh kesempatan harus dipastikan tidak hanya untuk generasi sekarang tapi juga generasi yang akan datang. Segala bentuk permodalan fisik, manusia, lingkungan hidup, harus dilengkapi,

d. Pemberdayaan, pembangunan harus dilakukan oleh masyarakat dan bukan hanya untuk mereka. Masyarakat harus berpartisipasi penuh dalam mengambil keputusan dan proses-proses yang mempengaruhi kehidupan mereka. Dengan peningkatan kemampuan, kreatifitas dan produktifitas manusia akan meningkat sehingga mereka menjadi agen pertumbuhan yang efektif. Pertumbuhan ekonomi harus dikombinasikan dengan pemerataan hasil-hasilnya. Pemerataan kesempatan harus tersedia baik, semua orang, perempuan maupun laki-laki harus diberdayakan untuk berpartisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan keputusan-keputusan penting yang mempengaruhi kehidupan mereka.

Pembangunan manusia merupakan paradigma pembangunan yang menempatkan manusia (penduduk) sebagai fokus dan sasaran akhir dari seluruh kegiatan pembangunan, yaitu tercapainya penguasaan atas sumber daya (pendapatan untuk mencapai hidup layak), peningkatan derajat kesehatan (usia hidup panjang dan sehat) dan meningkatkan pendidikan (kemampuan baca tulis dan keterampilan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat dan kegiatan ekonomi).

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) / Human Development Index (HDI) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia (bisa juga digunakan

untuk Daerah). IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah

negara (daerah) adalah negara (daerah) maju, negara (daerah) berkembang atau negara (daerah) terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup. Indeks ini pada 1990 dikembangkan oleh pemenang nobel india Amartya Sen dan Mahbub ul Haq seorang ekonom Pakistan dibantu oleh Gustav Ranis dari Yale

4-23 University dan Lord Meghnad Desai dari London School of Economics dan sejak itu dipakai oleh Program pembangunan PBB pada laporan IPM tahunannya.

Digambarkan sebagai "pengukuran vulgar" oleh Amartya Sen karena batasannya, indeks ini lebih fokus pada hal-hal yang lebih sensitif dan berguna daripada hanya sekedar pendapatan perkapita yang selama ini digunakan. Indeks ini juga berguna sebagai jembatan bagi peneliti yang serius untuk mengetahui hal-hal yang lebih terinci dalam membuat laporan pembangunan manusianya.

IPM mengukur pencapaian rata-rata sebuah negara (daerah) menjadi 3 (tiga) dimensi dasar pembangunan manusia, yaitu sebagai berikut:

a. Hidup yang sehat dan panjang umur yang diukur dengan harapan hidup saat kelahiran.

b. Pengetahuan yang diukur dengan angka tingkat baca tulis pada orang dewasa (bobotnya dua per tiga) dan kombinasi pendidikan dasar , menengah, atas gross enrollment ratio (bobot satu per tiga).

c. Standard kehidupan yang layak diukur dengan logaritma natural dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per Kapita dalam Paritasi Daya Beli (Purchasing Power Varity)

Salah satu data komparatif kota atau wilayah sekitar yang bisa diperoleh dalam kajian ilmiah ini adalah data Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sebagaimana disajikan dalam tabel dibawah ini:

Tabel 4.12

(IPM Kota Bekasi dan Kota/ Kabupaten Pembanding di Jawa Barat Tahun 2006-2011)

Kabupaten/ Kota

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

2006 2007 2008 2009 2010 2011 3201 Kab Bogor 69,73 70,08 70,66 71,35 72,16 72,58 3202 Kab Sukabumi 68,88 69,21 69,66 70,17 70,66 71,06 3203 Kab Cianjur 67,1 67,65 68,17 68,66 69,14 69,59 3204 Kab Bandung 72,62 72,97 73,41 73,84 74,05 74,43 3205 Kab Garut 69,46 69,99 70,52 70,98 71,36 71,70 3206 Kab Tasikmalaya 70,86 71,24 71,35 71,73 72,00 72,51

4-24 3207 Kab Ciamis 69,3 70,14 70,57 70,96 71,37 71,81 3208 Kab Kuningan 69,21 69,7 70,12 70,42 70,89 71,55 3209 Kab Cirebon 66,32 67,3 67,7 68,37 68,89 69,27 3210 Kab Majalengka 68,41 68,94 69,4 69,94 70,25 70,81 3211 Kab Sumedang 70,56 71,3 71,68 72,14 72,42 72,67 3212 Kab Indramayu 66,28 66,22 66,78 67,39 67,75 68,40 3213 Kab Subang 69,88 70,03 70,43 70,86 71,14 71,50 3214 Kab Purwakarta 68,86 69,88 70,31 70,79 71,17 71,59 3215 Kab Karawang 66,95 68,45 69,06 69,47 69,79 70,28 3216 Kab Bekasi 70,72 71,55 72,1 72,47 72,93 73,54

3217 Kab Bandung Barat 72,27 72,29 72,65 72,99 73,35 73,80

3271 Kota Bogor 74,57 74,73 75,16 75,47 75,75 76,08 3272 Kota Sukabumi 73 73,66 74,17 74,57 74,91 75,36 3273 Kota Bandung 74,52 74,86 75,35 75,64 76,06 76,39 3274 Kota Cirebon 73,8 73,67 74,26 74,68 74,93 75,42 3275 Kota Bekasi 74,82 75,31 75,73 76,10 76,36 76,68 3276 Kota Depok 77,67 77,89 78,36 78,77 79,09 79,36 3277 Kota Cimahi 73,35 74,42 74,79 75,17 75,51 76,01 3278 Kota Tasikmalaya 72,27 72,75 73,35 73,96 74,40 74,85 3279 Kota Banjar 69,64 70,17 70,61 70,98 71,38 71,82 3200 JAWA BARAT 70,32 70,71 71,12 71,64 72,29 72,73

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Bekasi

Dengan melihat tabel diatas, nampak bahwa IPM Kota Bekasi masih berada pada nomor urut 2 (dua) dengan nilai mencapai 74-76, masih jauh lebih baik ketimbang beberapa wilayah atau kota kabupaten pembandingnya dalam wilayah Jawa Barat, diantaranya seperti Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya dan Kota lainnya. Kota Bekasi hanya berada dibawah Kota Depok yang menempati nomor urut 1 (satu) untuk IPM-nya yang berkisar antara 77-79. Sementara itu jika kita bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat, rata-rata IPM Kota Bekasi memang berada diatas rata-rata IPM Jawa Barat yang nilainya antara 70-72 saja. Kondisi ini merefleksikan bahwa pertumbuhan IPM Kota Bekasi masih lebih baik ketimbang Provinsi Jawa Barat.

4-25 Tabel 4.13

(Ranking Kota Bekasi dan Kota/ Kabupaten Pembanding di Jawa Barat Tahun 2006-2011)

Kabupaten/ Kota

Peringkat IPM di Jawa Barat

2006 2007 2008 2009 2010 2011 3201 Kab Bogor 15 16 16 14 13 13 3202 Kab Sukabumi 20 21 21 21 21 21 3203 Kab Cianjur 23 24 24 24 24 24 3204 Kab Bandung 8 8 8 9 9 9 3205 Kab Garut 17 18 17 15 17 17 3206 Kab Tasikmalaya 11 13 13 13 14 14 3207 Kab Ciamis 18 15 16 17 16 16 3208 Kab Kuningan 19 20 20 20 20 19 3209 Kab Cirebon 25 25 25 25 25 25 3210 Kab Majalengka 22 22 22 22 22 22 3211 Kab Sumedang 13 12 12 12 12 12 3212 Kab Indramayu 26 26 26 26 26 26 3213 Kab Subang 14 17 18 18 19 20 3214 Kab Purwakarta 21 19 19 19 18 18 3215 Kab Karawang 24 23 23 23 23 23 3216 Kab Bekasi 12 11 11 11 11 11

3217 Kab Bandung Barat 9 10 10 10 10 10

3271 Kota Bogor 3 4 4 4 4 4 3272 Kota Sukabumi 7 7 7 7 7 7 3273 Kota Bandung 4 3 3 3 3 3 3274 Kota Cirebon 5 6 6 6 6 6 3275 Kota Bekasi 2 2 2 2 2 2 3276 Kota Depok 1 1 1 1 1 1 3277 Kota Cimahi 6 5 5 5 5 5 3278 Kota Tasikmalaya 10 9 9 8 8 8 3279 Kota Banjar 16 14 15 16 15 15

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Bekasi

Sejak tahun 2006 hingga tahun 2011, Kota Bekasi tetap konsisten menempati nomor urut 2 (dua), sementara itu Kota Depok juga konsisten berada pada urutan pertama sejak tahun 2006 hingga tahun 2011, sementara itu Kota-Kota pembanding lainnya mengalami perubahan urutan sejak tahun 2006 hingga tahun 2011. Sementara itu jika nilai IPM berada di atas 80, maka wilayah tersebut termasuk kategori wilayah yang status pembangunan manusianya tinggi.

4-26

Tabel 4.14

(IPM Jawa Barat dan Provinsi Pembanding di Indonesia Tahun 2005-2010)

Provinsi 2005 2006 2007 2008 2009 2010

11. Nanggroe Aceh Darussalam 69.05 69.41 70.35 70.76 71.31 71.70

12. Sumatera Utara 72.03 72.46 72.78 73.29 73.80 74.19 13. Sumatera Barat 71.19 71.65 72.23 72.96 73.44 73.78 14. Riau 73.63 73.81 74.63 75.09 75.60 76.07 15. Jambi 70.95 71.29 71.46 71.99 72.45 72.74 16. Sumatera Selatan 70.23 71.09 71.40 72.05 72.61 72.95 17. Bengkulu 71.09 71.28 71.57 72.14 72.55 72.92 18. Lampung 68.85 69.38 69.78 70.30 70.93 71.42 19. Bangka Belitung 70.68 71.18 71.62 72.19 72.55 72.86 20. Kepulauan Riau 72.23 72.79 73.68 74.18 74.54 75.07 31. DKI Jakarta 76.07 76.33 76.59 77.03 77.36 77.60 32. Jawa Barat 69.93 70.32 70.71 71.12 71.64 72.29 33. Jawa Tengah 69.78 70.25 70.92 71.60 72.10 72.49 34. Yogyakarta 73.50 73.70 74.15 74.88 75.23 75.77 35. Jawa Timur 68.42 69.18 69.78 70.38 71.06 71.62 36. Banten 68.80 69.11 69.29 69.70 70.06 70.48 51. Bali 69.78 70.07 70.53 70.98 71.52 72.28

52. Nusa Tenggara Barat 62.42 63.04 63.71 64.12 64.66 65.20

53. Nusa Tenggara Timur 63.59 64.83 65.36 66.15 66.60 67.26

61. Kalimantan Barat 66.20 67.08 67.53 68.17 68.79 69.15 62. Kalimantan Tengah 73.22 73.40 73.49 73.88 74.36 74.64 63. Kalimantan Selatan 67.44 67.75 68.01 68.72 69.30 69.92 64. Kalimantan Timur 72.94 73.26 73.77 74.52 75.11 75.56 71. Sulawesi Utara 74.21 74.37 74.68 75.16 75.68 76.09 72. Sulawesi Tengah 68.47 68.85 69.34 70.09 70.70 71.14 73. Sulawesi Selatan 68.06 68.81 69.62 70.22 70.94 71.62 74. Sulawesi Tenggara 67.52 67.80 68.32 69.00 69.52 70.00 75. Gorontalo 67.46 68.01 68.83 69.29 69.79 70.28 76. Sulawesi Barat 65.72 67.06 67.72 68.55 69.18 69.64 81. Maluku 69.24 69.69 69.96 70.38 70.96 71.42 82. Maluku Utara 66.95 67.51 67.82 68.18 68.63 69.03

91. Irian Jaya Barat 64.83 66.08 67.28 67.95 68.58 69.15

94. Papua 62.08 62.75 63.41 64.00 64.53 64.94

Indonesia (BPS) 69.57 70.10 70.59 71.17 71.76 72.27

4-27 Sementara itu jika kita coba bandingkan IPM Kota Bekasi dengan IPM seluruh Provinsi bahkan IPM Nasional, faktanya memang nilai IPM yang berhasil diraih oleh Kota Bekasi dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2011 cukup membanggakan, karena rata-rata nilai IPM Kota Bekasi, masih lebih tinggi ketimbang nilai rata-rata dalam skala nasional yang hanya berada pada kisaran 69-72 saja (tahun 2005 sampai dengan tahun 2010). Walaupun tidak lebih baik dari Provinsi DKI Jakarta, yang IPM-nya berada pada kisaran nilai 76-77, namun sebagai sebuah bagian dari Provinsi Jawa Barat, ternyata Kota Bekasi mampu memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap nilai IPM Provinsi Jawa Barat secara keseluruhan.

Dokumen terkait