• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indikasi Program dan Rencana Investasi

Dalam dokumen RPLP Desa Jemur (Halaman 58-63)

BAB V RENCANA SPESIFIK PENATAAN DESA JEMUR

C. RENCANA PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU dan

7. Indikasi Program dan Rencana Investasi

a. Rencana investasi disusun berdasarkan dokumen RTBL yang memperhitungkan kebutuhan nyata para pemangku kepentingan dalam proses pengendalian investasi dan pembiayaan dalam penataan lingkungan/kawasan.

b. Rencana ini merupakan rujukan bagi para pemangku kepentingan untuk menghitung kelayakan investasi dan pembiayaan suatu penataan atau pun menghitung tolok ukur keberhasilan investasi, sehingga tercapai kesinambungan pentahapan pelaksanaan pembangunan.

c. Rencana ini menjadi alat mobilisasi dana investasi masing-masing pemangku kepentingan dalam pengendalian pelaksanaan sesuai dengan kapasitas dan perannya

dalam suatu sistem wilayah yang disepakati bersama, sehingga dapat tercapai kerja sama untuk mengurangi berbagai konflik kepentingan dalam investasi/ pembiayaan.

d. Rencana investasi juga mengatur upaya percepatan penyediaan dan peningkatan kualitas pelayanan prasarana/sarana dari suatu lingkungan/kawasan.

Skenario Strategi Rencana Investasi 1. Aspek-aspek Perencanaan

a. Program bersifat jangka menengah, minimal untuk kurun waktu 5 (lima) tahun, serta mengindikasikan investasi untuk berbagai macam kegiatan, yang meliputi: tolok ukur/kuantitas pekerjaan, besaran rencana pembiayaan, perkiraan waktu pelaksanaan dan kesepakatan sumber pendanaannya.

b. Meliputi investasi pembangunan yang dibiayai oleh pemerintah daerah/pusat (dari berbagai sektor), dunia usaha/swasta, dan masyarakat.

c. Menjelaskan pola-pola penggalangan pendanaan, kegiatan yang perlu dilakukan khususnya oleh Pemda setempat, sekaligus saran/alternatif waktu pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut.

d. Menjelaskan tata cara penyiapan dan penyepakatan investasi dan pembiayaan, termasuk menjelaskan langkah, pelaku, dan perhitungan teknisnya.

e. Menuntun para pemangku kepentingan dalam memperoleh justifikasi kelayakan ekonomi dan usulan perencanaan lingkungan dengan memisahkan jenis paket berjenis cost recovery, noncost recovery, dan pelayanan publik.

2. Strategi perencanaan investasi dengan skenario sebagai berikut:

a. Langkah I : Penetapan paket kegiatan pada tiap jangka waktu pentahapan dan penyiapan rincian sumber pembiayaan.

b. Langkah II : Perencanaan pembiayaan meliputi perhitungan prospek ekonomi, besaran investasi yang dibutuhkan, keuntungan setiap paket dan perhitungan investasi publik. c. Langkah III : Penyiapan pelibatan dan pemasaran paket pembangunan untuk

masing-masing pelaku pembangunan.

d. Langkah IV : Penyiapan detail investasi tahunan sebagai pengendalian selama pelaksanaan.

Pola Kerja Sama Operasional Investasi

1. Kesepakatan bentuk Kerja Sama Operasional (KSO) yang menyangkut pola investasi antara lain dapat berbentuk: Build Operate and Transfer (BOT), Build Own Operate and Transfer (BOOT), dan Build Own and Operate (BOO).

2. Pada prinsipnya pola Kerja Sama Operasional ini dapat dilakukan oleh 3 (tiga) pihak, yaitu pemerintah, swasta dan/atau masyarakat (penghuni kawasan).

3. Pemilihan alternatif pola KSO dengan mempertimbangkan beberapa aspek kesepakatan kontrak dengan pemangku kepentingan, sebagai berikut:

a. Jangka waktu kontrak harus cukup untuk pengembalian hutang dan memberikan keuntungan yang disesuaikan dengan risiko kepada para investor.

b. Permintaan akan layanan dijamin oleh otoritas pemerintah (badan yang mengontrak).

c. Jaminan kerja sama berkaitan dengan minimalisasi risiko pembangunan, risiko pengembangan lingkungan, risiko kredit pembiayaan, risiko operasional, risiko politik, dan risiko keadaan pasar, serta pertimbangan dukungan pemerintah.

d. Fasilitas akan ditransfer (diserahkan) kepada pemerintah—dan sebagai milik pemerintah—pada akhir periode kontrak. Kontrak harus menyebutkan secara jelas bagaimana proses pengalihan pemilikan dilakukan dan keharusan pihak swasta untuk menyiapkan fasilitas yang akan diserahterimakan. Sektor pemerintah harus menyiapkan unit kelembagaan untuk menangani pemindahtanganan ini.

Di saat pengakhiran kontrak, sering kali terdapat penyediaan layanan untuk dilanjutkan. Hal ini dapat dilaksanakan untuk memastikan terjadinya transisi yang mulus dalam manajemen

Rencana Program Penataan a. Dasar Penataan Pengembangan

Menata Kawasan kumuh menjadi kawasan yang layak huni

- Memanfaatkan lahan pada lokasi yang setrategis sebagai salah satu asset ekonomi setempat maupun kawasan luas

- Rencana disusun secara terintegrasi dengan kawasan pertumbuhan kota.

- Tetap mempertahankan kawasan permukiman pendududk agar dekat dengan pusat kegiatannya.

- Memeperbaiki masalah lingkungan yang ada (Genangan/banjir, persampahan dan kekumuhan dll)

- Memanfaatkan lahan yang sudah ada sebagai potensi utama

- Mengembangkan kawasan dengan tetap mempertimbangkan integrasi terhadap lingkungan dan kawasan sekitarnya

- Perencanaan yang akan dilakukan harus mengakomodasi rencana yang sudah ada (RTRW Kota Kebumen ).

- Mengembangkan kawasan kumuh menjadi kawasan yang lebih baik dengan berbagai fasilitasnya yang tetap diperuntukkan bagi masyarakat kelas ekonomi lemah.

- Menghindari penggusuran dan relokasi pemukim yang sudah ada saat ini.

- Memecahkan masalah lingkungan yang terutama masalah sanitasi dan utilitas kawasan.

- Menciptakan dan memberikan katalisator bagi kegiatan ekonomi sekaligus melindungi lingkungan alam sekitar.

b. Rencana Penataan dan Pengembangan

- Penataan kawasan Permukiman yang tertib, sehat nyaman dan terarah - Revitalisasi ases jalan lingkungan dan penataan jln setapak

- Pengadaan system pembuangan limbah Rumah tangga Komunal dan system peresapan air tanah

- Revitalisasi saluran dan irigasi

- Pengadaan tenda PRL (Pedagang Ramah Lingkungan) setempat - Perbaikan sarana air bersih bersama

Tabel V.1. Tabel Indikator Program dan rencana Investasi desa jemur Sumber : Perencanaan PLP-BK desa Jemur

No Program Perencanaan Komponen Unit Anggaran Sumber Anggaran

APBD BLM Swasta Swadaya

1 Penataan Permukiman Pembuatan taman 3 Rp. 60.000.000,00   

dan Lingkungan Penataan hunian 25 Rp. 125.000.000,00

Renovasi rumah tidak layak huni 10 Rp. 50.000.000,00

Pembuatan sarana rekreasi alam 1 Rp. 200.000.000,00

Pembuatan khas kawasan pagar 1 Rp. 100.000.000,00

2 Penataan Asesabilitas Pembuatan Jalan Tembus RW1 dan RW3 1 Rp. 150.000.000,00

Penataan Instrumen Jalan 100 Rp. 25.000.000,00

Peremajaan Jalan Utama Desa (Aspal) 1 Rp. 120.000.000,00

Pembuatan Gerbang Desa 3 Rp. 180.000.000,00

Penataan Jalan Setapak 5 Rp. 50.000.000,00

3 Irigasi dan Saluran Revitalisasi saluran drainase baik drainase lingkungan, perbukitan, atapun persawahan 10 Rp. 120.000.000,00

4 Air Limbah Pengadaan Limbah komunal rumah tangga 2 Rp. 400.000.000,00

Pembuatan Km/Wc Umum 5 Rp. 100.000.000,00

Pembuatan Biogas 2 Rp. 50.000.000,00

Pengadaan sistim peresapan sistim Biopori 2000 Rp. 50.000.000,00

5 Air Bersih Revitalisasi sumur umum sebagai suplai air bersih 1 Rp. 100.000.000,00

6 Pedagang Lokal Pengadaan kios 4 Rp. 75.000.000,00

7 Persampahan Tempat pengelolaan sampah 3 Rp. 15.000.000,00

8 Tepi Sungai Taman dan Konservasi 1 Rp. 25.000.000,00

Gambar V.19 Gambar Desa Jemur (sumber : PLPBK Desa Jemur)

Gambar V.20 Gambar Zona Wilayah Permukiman (sumber : PLPBK Desa Jemur)

Dalam dokumen RPLP Desa Jemur (Halaman 58-63)

Dokumen terkait