• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTABILITAS KINERJA

C. INDIKATOR CAPAIAN KINERJA

1. Terwujudnya pelayanan kesehatan (bagi pasien dinas) yang sudah ada, bisa dan biasa dikerjakan (zero cost) dengan indikator :

a. Prosentase jumlah layanan kesehatan pasien dinas, rencana capaian 90% realisasi 90 % sehingga capaian kinerja mencapai 100%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 layanan kesehatan pasien dinas mengalami kenaikan 26%.

b. Prosentase kepuasan pasien dinas terhadap layanan Rumah Sakit, rencana capaian 80% realisasi 75% sehingga capaian kinerja mencapai 94%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 kepuasan pasien dinas mengalami kenaikan 12,5% dikarenakan Rumkit melaksanakan berbagai perbaikan dan menindaklanjuti keluhan-keluhan yang masuk.

c. Prosentase keluhan pasien dinas terhadap layanan obat, rencana capaian 50% realisasi 40 % sehingga capaian kinerja mencapai 120 %, jika dibandingkan dengan tahun 2012 keluhan pasien dinas terhadap layanan obat dan alkes mengalami penurunan.

d. Prosentase keluhan pasien dinas terhadap layanan di rawat inap, rencana capaian 50% realisasi 50% sehingga capaian kinerja mencapai 100%. Jika dibandingkan dengan tahun 2012 keluhan pasien dinas terhadap layanan di rawat inap mengalami penurunan.

2. Terwujudnya penyelenggaraan standar mutu pelayanan medis dan pelayanan non medis yang setara / wajar sesuai harga yang ditawarkan, dengan indikator :

a. Prosentase indikator mutu pelayanan medis rencana capaian 70% realisasi 50% sehingga capaian kinerja mencapai 75 % jika dibandingkan dengan tahun 2012 indikator mutu pelayanan medis mengalami kenaikan 8%.

b. Prosentase indikator mutu pelayanan non medis rencana capaian 85% realisasi 75% sehingga capaian kinerja mencapai 88% jika dibandingkan dengan tahun 2012 indikator mutu pelayanan non medis mengalami kenaikan 13% dikarenakan adanya berbagai upaya yang maksimal dari manajemen seperti pembentukan Pawas, Morning

Report, peningkatan kebersihan dengan adanya lomba kebersihan

antar ruangan.

c. Prosentase kepuasan pasien dinas terhadap layanan Rumah Sakit, rencana capaian 40% realisasi 70% sehingga capaian kinerja mencapai 175%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan.

3. Terwujudnya penyelenggaraan PPT korban kekerasan terhadap wanita dan anak di Rumah Sakit dan dukungan pemeriksaan kedokteran forensik Rumah Sakit yang cepat dan cermat, dengan indikator :

a. Adanya ruang PPT yang sesuai standar, rencana capaian 70% realisasi 70% sehingga capaian kinerja mencapai 100%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan dengan upaya pemeliharaan gedung yaitu pengecatan.

b. Prosentase layanan PPT di Rumah Sakit, rencana capaian 70% realisasi 45% sehingga capaian kinerja mencapai 64%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami penurunan.

c. Prosentase layanan forensik di Rumah Sakit, rencana capaian 85% realisasi 70% sehingga capaian kinerja mencapai 88%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 tidak mengalami penurunan dan kenaikan.

d. Prosentase kerjasama dengan pihak-pihak terkait, rencana capaian 70% realisasi 60% sehingga capaian kinerja mencapai 86%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan dalam rangka adanya kebijakan pemerintah mengenai BPJS.

4. Terwujudnya pemenuhan seluruh kebutuhan tenaga medis dan paramedis untuk menyelenggarakan semua jenis pelayanan kesehatan dan dukungan kesehatan yang sudah ada, bisa dan biasa dikerjakan di Rumah Sakit Bhayangkara Bandung melalui program kemitraan, dengan indikator :

a. Prosentase layanan dokter spesialis, rencana capaian 75% realisasi 65% sehingga capaian kinerja mencapai 87%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan.

b. Prosentase perjanjian kerjasama dengan tenaga medis mitra, rencana capaian 70% realisasi 65% sehingga capaian kinerja mencapai 93%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan.

c. Prosentase keluhan tentang tidak terlayaninya pasien oleh dokter spesialis, rencana capaian 65% realisasi 50% sehingga capaian kinerja mencapai 78%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 tidak mengalami kenaikan dan penurunan.

d. Prosentase jumlah tenaga medis dan paramedis, rencana capaian 75% realisasi 70% sehingga capaian kinerja mencapai 93%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan.

5. Terwujudnya pemenuhan 100% kebutuhan obat-obatan dan alkes untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sudah bisa dan biasa dikerjakan di Rumah Sakit Bhayangkara Bandung, dengan indikator : a. Prosentase peningkatan jumlah jenis alkes dan bekkes, rencana

capaian 75% realisasi 150% sehingga capaian kinerja mencapai 200%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan yang sangat signifikan dengan adanya dropping alkes dari kemenkes sejumlah 100 unit, 33 item.

b. Prosentase layanan obat yang optimal, rencana capaian 85% realisasi 80% sehingga capaian kinerja mencapai 94%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan.

c. Prosentase keluhan masalah obat dan alkes, rencana capaian 50% realisasi 55% sehingga capaian kinerja mencapai 110%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami penurunan.

6. Terwujudnya pemenuhan seluruh kebutuhan pemeriksaan penunjang medis yang saat ini sudah bisa dan biasa dikerjakan di Rumah Sakit Bhayangkara Bandung dengan Indikator :

a. Tidak ada lagi pemeriksaan penunjang yang tidak terlayani di Rumah Sakit Bhayangkara Bandung, rencana capaian 50% realisasi 50 % sehingga capaian kinerja mencapai 100%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 tidak mengalami penurunandan kenaikan.

b. Prosentase pasien di layanan penunjang di Rumah Sakit Bhayangkara Bandung, rencana capaian 70% realisasi 55% sehingga capaian kinerja mencapai 79%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan.

c. Prosentase keluhan pasien masalah layanan pemeriksaan penunjang, rencana capaian 50% realisasi 50% sehingga capaian kinerja mencapai 100%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan.

d. Prosentase pengembangan layanan penunjang, rencana capaian 80% realisasi 75% sehingga capaian kinerja mencapai 94%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan.

7. Terwujudnya jejaring kemitraan yang kuat dibidang pendidikan maupun dibidang pelayanan kesehatan, dengan indikator :

a. Prosentase jumlah Perjanjian kerjasama dengan mitra pendidikan, rencana capaian 80% realisasi 75% sehingga capaian kinerja mencapai 94%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan.

b. Prosentase jumlah Perjanjian kerjasama dengan mitra fasilitas kesehatan dan perusahaan pengirim pasien rencana capaian 75% realisasi 70% sehingga capaian kinerja mencapai 93%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan karena kebijakan pemerintah dengan program BPJS sehingga banyak faskes yang kerjasama sebagai PPK I.

8. Terwujudnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pegawai, dengan indikator :

a. Prosentase jumlah peserta pendidikan rencana capaian 80% realisasi 80% sehingga capaian kinerja mencapai 100%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami penurunan.

b. Prosentase jumlah peserta pelatihan rencana capaian 75% realisasi 160% sehingga capaian kinerja mencapai 213%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan.

c. Prosentase jumlah peserta keterampilan, rencana capaian 80% realisasi 70% sehingga capaian kinerja mencapai 88%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan dikarenakan komite medik aktif dan pokja akreditasi sudah banyak melakukan pelatihan yang disyaratkan oleh akreditasi.

d. Prosentase keluhan pasien terhadap keterampilan petugas kesehatan, rencana capaian 50% realisasi 40% sehingga capaian kinerja mencapai 80%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan.

9. Terwujudnya penyelenggaraan penurunan angka keluhan terhadap pelayanan medis dan non medis, dengan indikator :

a. Prosentase keluhan yang masuk, rencana capaian 20% realisasi 30% sehingga capaian kinerja mencapai 150%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami penurunan.

b. Prosentase permasalahan yang terpecahkan, rencana capaian 75% realisasi 75% sehingga capaian kinerja mencapai 100% jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan.

c. Prosentase peningkatan layanan pasien, rencana capaian 80% realisasi 90% sehingga capaian kinerja mencapai 113% jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan.

d. Prosentase produk SPO yang direvisi maupun yang baru terkait dengan peningkatan layanan, rencana capaian 70% realisasi 70% sehingga capaian kinerja mencapai 100% jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan.

10. Terwujudnya penyelenggaraan proses pelayanan medis dan non medis yang menjamin efisiensi penggunaan sumber daya dengan indikator :

a. Prosentase efisiensi Sumber daya, rencana capaian 80% realisasi 70% sehingga capaian kinerja mencapai 88%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami kenaikan.

b. Prosentase meningkatnya saldo di bagian keuangan, rencana capaian 85% realisasi 50% sehingga capaian kinerja mencapai 59%, jika dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami penurunan.

Dokumen terkait