BAB V PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN TIMUR
2. Jenis Usaha Wajib Pajak
5.1.2.2.2 Indikator Efisiensi
Kategori Frekuensi Persentase (%)
Sangat Setuju 7 7,21
Setuju 22 22,7
Netral 46 47,42
Tidak Setuju 18 18,55
Sangat Tidak Setuju 4 4,12
Total 97 100
Sumber : Kuisioner 2017
Berdasarkan tabel diatas hasil jawaban wajib pajak tentang profesionalisme petugas pajak dalam melayani wajib pajak yang mengikuti tax amnesty, yang menjawab sangat setuju sebesar 7,21% , jawaban setuju sebesar 22,7% dan yang netral sebesar 47,42%. Kemudian wajib pajak yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju tentang sikap profesionalisme petugas pajak dalam melayani wajib pajak adalah sebesar 18,55% dan 4,12%.
5.1.2.2.2 Indikator Efisiensi
Program tax amnesty yang diberlakukan pemerintah untuk ketiga kalinya memiliki jangka waktu kurang lebih selama sembilan bulan. Dimana dengan jangka waktu tersebut wajib pajak dapat memanfaatkan program tersebut sebaik-baiknya. Sembilan bulan tersebut terdiri dari 3 periode, dimana untuk wajib pajak UMKM tarif yang diberlakukan tetap sama yaitu sebsar 0,5% - 2%. Berbeda dengan wajib pajak yang bukan non-UMKM tarifnya setiap periode berbeda.
Karena alasan tersebut penulis ingin mengetahui sudah cukup belum jangka waktu yang diberikan untuk dapat memanfaatkan tax amnesty. Berikut hasil jawaban responden tentang jangka waktu yang derikan pemerintah sudah cukup atau belum.
Tabel 5.11 Distribusi jawaban reponden tentang jangka waktu yang diberikan oleh pemerintah untuk wajib pajak dapat memanfaatkan tax amnesty
Kategori Frekuensi Persentase (%)
Sangat Setuju 15 15,5
Setuju 11 11,34
Netral 54 55,6
Tidak Setuju 17 17,52
Sangat Tidak Setuju 0 0
Total 97 100
Sumber : Kuisioner 2017
Berdasarkan tabel frekuensi diatas bahwa wajib pajak yang sangat setuju dengan jangka waktu tax amnesty yang diberlakukan oleh pemerintah 15,46% , yang menjawab setuju sebesar 11,34% dan yang menjawab netral sebesar 55,6%.
Kemudian yang menjawab tidak setuju sebesar 17,52%.
Efisiensi pelaksanaan suatu program pemerintah juga di ukur dari sikap dari aparatur pemerintah melayani masyarakat. Begitu juga kebijakan dibidang perpajakan, sikap petugas pajak juga menentukan keberhasilan pelaksanaan kebijakan dibidang perpajakan contohnya sikap petugas pajak dalam melayani wajib pajak yang ingin memanfaatkan program tax amnesty. Berikut hasil jawaban responden tentang sikap yang ditunjukan petugas pajak dalam melayani mereka.
Tabel 5.12 Distribusi jawaban reponden tentang sikap petugas pajak yang ramah dalam melayani wajib pajak yang ingin memanfaatkan tax amnesty
Kategori Frekuensi Persentase (%)
Sangat Setuju 0 0
Setuju 24 24,74
Netral 55 56,7
Tidak Setuju 18 18,56
Sangat Tidak Setuju 0 0
Total 97 100
Sumber : Kuisioner 2017
Dari tabel diatas menunjukan bahwa wajib pajak yang setuju bahwa petugas pajak ramah dalam melayani mereka yang ingin memanfaatkan tax amnesty sebesar 24% dan yang menjawab netral sebesar 56,7%. Sedangkan yang menjawab tidak setuju hanya sebesar 18,56%.
Dalam pelaksanaan program tax amnesty petugas pajak yang ikut terlibat dalam pelaksanaan tersebut juga dipilih, karena wajib pajak yang datang ke kantor pajak bukan hanya untuk mengikuti program tersebut, tetapi masih ada kewajiban lain yang harus diselesaikan oleh wajib pajak, jadi petugas yang melaksanakan program tax amnesty harus dibagi. Berdasarkan peraturan pelaksanaan yang berlaku bahwa dalam 1 hari petugas yang berlaksana untuk melayani tax amnesty serendah-rendahnya 2 orang dan sebanyak-banyaknya sebesar 4 orang. Apakah aturan ini menurut wajib pajak sudah sesuai atau tidak demi kelancaran pelaksanaan program tersebut. Berikut tabel frekuensi jawaban responden tentang kesetujuan jumlah petugas pajak yang bertugas dalam melayani tax amnesty.
Tabel 5.13 Distribusi jawaban reponden tentang kesetujuan wajib pajak atas jumlah petugas pajak yang melayani tax amnesty setiap harinya
Kategori Frekuensi Persentase (%)
Sangat Setuju 0 0
Setuju 32 33
Netral 49 50,51
Tidak Setuju 12 12,37
Sangat Tidak Setuju 4 4,12
Total 97 100
Sumber : Kuisioner 2017
Menurut tabel diatas bahwa reponden yang setuju sebesar 32%, yang netral sebesar 49% . kemudian yang menjawab tidak setuju sebesar 12% dan sangat tidak setuju sebesar 4,12%.
Kemudian kondisi ruangan untuk melayani tax amnesty merupakan salah satu bentuk pelayanan yang baik kepada wajib pajak yang ingin menjalankan kewajibannya. Ruangan yang baik dan nyaman akan membuat suasana akan baik juga. Berikut hasil jawaban responden tentang kondisi ruangan yang sediakan oleh Kantor Pajak sudah baik dan nyaman.
Tabel 5.14 Distribusi jawaban reponden tentang kesetujuan wajib pajak atas jumlah petugas pajak yang melayani tax amnesty setiap harinya
Kategori Frekuensi Persentase (%)
Sangat Setuju 55 56,7
Setuju 14 14,43
Netral 28 28,87
Tidak Setuju 0 0
Sangat Tidak Setuju 0 0
Total 97 100
Sumber : Kuisioner 2017
Hasil jawaban responden yang sangat setuju atas kondisi ruang an yang baik dan nyaman adalah sebesar 56,7%, jawaban setuju dari responden sebesar 14,43% dan yang netral sebesar 28,87%. Lalu jawaban responden yang tidak setuju dan sangat tidak setuju masing-masing sebesar 0%.
5.1.2.2.3 Indikator Perataan
Pada indikator perataan dalam mengevaluasi kebijakan publik yang dikatakan rata adalah semua pihak tidak merasa tidak ada ketidakadilan dalam kebijakan tersebut, artinya tidak ada masyarakat yang dirugikan atau dengan kata lain kebijakan tersebut harus adil. Keadilan dalam kebijakan fiskal bisa diukur dari perlakuan petugas pajak antara wajib pajak kecil ataupun besar, dari sisi dasar tarif dan imbalan apa yang akan didapat wajib pajak. Berikut tabel frekuensi jawaban responden yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan perlakuan antara wajib pajak UMKM dengan wajib pajak Non UMKM.
Tabel 5.15 Distribusi jawaban reponden tentang kesetujuan wajib pajak bahwa tidak ada perbedaan perlakuan antara wajib pajak UMKM dengan yang non UMKM
Kategori Frekuensi Persentase (%)
Berdasarkan tabel diatas bahwa wajib pajak yang sangat setuju dengan jangka waktu yang diberlakukan pemerintah adalah sebesar 56,7%, jawaban responden yang setuju sebesar 14,43%, netral adalah sebesar 28,87%. Sedangkan jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju masing-masing adalah sebesar 0%.
Tabel 5.16 Distribusi jawaban reponden tentang dasar tarif uang tebusan untuk wajib pajak UMKM yang diberlakukan pemerintah
Kategori Frekuensi Persentase (%)
Tabel diatas merupakan jawaban responden yang setuju ataupun tidak setuju dengan dasar tarif uang tebusan yang diberlakukan oleh pemerintah.
Jawaban responden yang sangat setuju adalah sebesar 17,53% , jawaban yang setuju adalah sebesar 26,8% dan jawaban netral adalah sebesar 55,67%.
Tabel 5.17 Distribusi jawaban reponden tentang kesetujuan wajib pajak atas adanya uang tebusan yang harus dibayar wajib pajak sebagai pengganti atas pengampunan pajak yang diperoleh
Kategori Frekuensi Persentase (%)
Sangat Setuju 2 2,1
Setuju 34 35,05
Netral 59 40,21
Tidak Setuju 15 15,46
Sangat Tidak Setuju 7 7,2
Total 97 100
Sumber : Kuisioner 2017
Berdasarkan data diatas jawaban responden tentang kesetujuan adnya uang tebusan yang harus diabayar wajib pajak sebagai pengganti atas diperolehnya pengampunan pajak, yang sangat setuju sebesar 2,1 %, jawaban responden setuju dan netral masing-masing sebesar 35,05% dan 40,21%. Lalu jawaban responden yang tidak setuju sebesar 15,46% dan yang menjawab sangat tidak setuju sebesar 7,2%.
5.1.2.2.4 Indikator Kecukupan
Dalam evaluasi kebijakan publik indikator kecukupan merupakan salah satu alat ukur apakah kebijakan tersebut sudah cukup untuk memecahkan masalah yang telah terjadi selama ini. Begitu juga kebijakan tax amnesty yang diberlakukan oleh pemerintah, dimana kebijakan ini dibuat adalah untuk membawa kembali harta warga negara Indonesia yang disimpan di luar negeri
kedalam negeri dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan penerimaan negara dalam jangka pendek dan panjang dengan semata-mata untuk pembangunan yang saat ini sedang dilakukan oleh pemerintah.
Bukan hanya masalah pemerintah tetapi juga masalah wajib pajak selama ini dapat terselesaikan atau tidak dengan adanya program tax amensty. Berikut tabel frekuensi jawaban responden dari indikator kecekupan
Tabel 5.18 Distribusi jawaban reponden tentang rasa manfaat yang dirasakan wajib pajak dengan adanya program pengampunan pajak
Kategori Frekuensi Persentase (%)
Sangat Setuju 13 13,4
Setuju 68 70,1
Netral 16 16,5
Tidak Setuju 0 0
Sangat Tidak Setuju 0 0
Total 97 100
Sumber : Kuisioner 2017
Dari tabel diatas responden yang menjawab sangat setuju adalah sebesar 13,4%, yang menjawab setuju adalah sebesar 70,1% dan yang menjawab netral sebesar 16,5%. Kemudian wajib pajak yang tidak setuju bahkan sangat tidak setuju masing-masing 0%.
Tabel 5.19 Distribusi jawaban reponden perasaan legah yang dirasakan responden setelah mengikuti program pengampunan pajak
Kategori Frekuensi Persentase (%)
mereka merasa legah setelah mengikuti program pengampunan pajak dengan melaporkan harta yang selama ini belum dilaporkan dalam SPT Tahunan dan telah mendapatkan pengampunan pajak dan wajib pajak yang tidak setuju adalah sebesar 4,12% .
Tabel 5.20 Distribusi jawaban reponden tentang kesediaan wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban melaporkan penempatan harta selama tiga tahun berturut-turut setelah memperoleh pengampunan pajak
Kategori Frekuensi Persentase (%)
Dari tabel frekuensi diatas wajib pajak yang bersedia menjalankan kewajiban setelah mendapatkan pengampunan pajak, yang menjawab sangat setuju adalah 11,34%, yang menjawab setuju adalah sebesar 64,95% dan menjawab netral adalah sebesar 19,59%. Wajib pajak yang menjawan tidak setuju dan yang sangat tidak setuju adalah masing-masing sebesar 4,12% dan 0%.
Tabel 5.21 Distribusi jawaban reponden tentang diberlakukannya denda 200% bagi wajib pajak yang suatu saat ketahuan oleh fiskus bahwa masih ada harta yang belum dilaporkan pada saat mengikuti program pengampunan pajak
Kategori Frekuensi Persentase (%)
Sangat Setuju 14 14,43
Setuju 58 59,8
Netral 21 21,65
Tidak Setuju 4 4,12
Sangat Tidak Setuju 0 0
Total 97 100
Sumber : Kuisioner 2017
Berdasarkan tabel frekuensi tersebut bahwa wajib pajak yang sangat setuju diberlakukannya kebijakan tersebut dalah sebesar 14,43%, menjawab setuju sebesar 59,8% dan yang menjawab netral sebesar 21,65%. Wajib pajak yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju masing-masing sebesar 4,12% dan 0%.
5.1.2.2.5 Indikator Responsivitas
Tabel 5.22 Distribusi jawaban reponden bahwa wajib pajak mendukung program pengampunan pajak ini yang diberlakukan pemerintah
Kategori Frekuensi Persentase (%)
Berdasarkan tabel diatas wajib pajak yang medukung pelaksanaan program pengampunan pajak, jawaban responden sangat setuju sebesar 11,34%, jawaban setuju sebesar 64,95% dan yang netral 19,59%. Wajib pajak yang menjawab tidak setuju sebesar 4,12% dan yang menjawab sangat tidak setuju sebesar 0%.
5.1.2.2.6 Indikator Ketepatan
Tabel 5.23 Distribusi jawaban reponden bahwa program pengampunan pajak sudah tepat untuk diberlakukan
Kategori Frekuensi Persentase (%)
Berdasarkan tabel frekensi diatas wajib pajak yang sangat setuju bahwa program pengampunan pajak sudah sangat tepat diberlakukan sebesar 11,34%, jawaban setuju sebesar 22,68%, jawaban netral sebesar 62,88%, dan jawaban responden yang tidak setuju sebesar 3,1%.