• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.3.4 Indikator – Indikator Kinerja

Menurut Sutrisno (2009:152) ada enam indikator dari kinerja yakni: 1. Hasil kerja

meliputi tingkat kuantitas maupun kualitas yang telah dihasilkan dan sejauh mana pengawasan dilakukan.

2. Pengetahuan pekerjaan

Tingkat pengetahuan yang terkait dengan tugas pekerjaan yang akan berpengaruh langsung terhadap kuantitas dan kualitas dari hasil kerja.

3. Inisiatif

Tingkat inisiatif selama melaksanakan tugas pekerjaan khususnya dalam hal penanganan masalah-masalah yang timbul.

4. Kecekatan Mental

Tingkat kemampuan dan kecepatan dalam menerima instruksi kerja dan menyesuaikan dengan cara kerja serta situasi kerja yang ada.

5. Sikap

Tingkat semangat kerja serta sikap positif dalam melaksanakan tugas pekerjaan.

6. Disiplin Waktu dan Absensi

Tingkat ketepatan waktu dan tingkat kehadiran.

2.4 Penelitian Terdahulu

Winny (2012) melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan”. Jenis penelitian ini adalah penelitian penjelasan (explanatory). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Pusat Penelitian Kelapa Sawit yang berjumlah 168 orang dan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian karyawan pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan menggunakan kuesioner.

Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode analisis statistik yaitu dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

Marwan (2013) melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia Daop IV Semarang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 102 karyawan dan sampel yang digunakan sebanyak 82 responden pegawai PT. KAI DAOP IV Semarang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji analisis regresi linier berganda.Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa Variabel kepemimpinantransformasional dan motivasi dapat mempengaruhi variabel kinerja karyawan pada PT KAI Daop IV Semarang. Persamaan regresi yang terbentuk adalah : Y = 0,515 X1 + 0,473 X2. Untuk meningkatkan kinerja karyawan dari aspek kepemimpinan transformasional, agar pimpinan menambah keyakinan diri terhadap bagian atau seksi yang dipimpinnya. Dengan adanya keyakinan ini dapat meningkatkan rasa diri pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya. Sedangkan untuk meningkatkan kinerja karyawan dari aspek motivasi adalah agar pegawai untuk lebih menikmati segala bentuk tugas baik itu mudah dan sulit dengan baik, sehingga ada motivasi di dalam tanggung jawab dalam penyelesaian setiap tugasnya.

Tabel 2.1

Ringkasan Hasil Penelitian Terdahulu

Nama Peneliti Variabel

Penelitian

Judul Penelitian Teknik Analisis

Hasil Penelitian

Nadia (2012) Motivasi Kerja (X1) Lingkungan Kerja (X2) Kinerja Karyawan (Y) Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan Analisis Regresi Linear Berganda

hasil uji F dengan

nilai 18,38 menunjukkan bahwa

variabel yang terdiri dari motivasi kerja dan lingkungan kerja dapat dipakai untuk mengestimasi kinerja karyawan pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Hasil uji signifikan t (Uji t) menyatakan bahwa variabel motivasi kerja (X1) dan lingkungan kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan

secara parsial terhadap kinerja karyawan pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Hasil koefisien determinan (R2) adalah 0,616 memilki makna bahwa variabel motivasi kerja dan lingkungan kerja memiliki hubungan yang erat terhadap kinerja karyawan pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Adjusted R Square

sebesar 0,359 berarti 35,9% peningkatan kinerja karyawan pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS)

Medan dapat dijelaskan oleh variabel motivasi kerja dan lingkungan kerja, sedangkan sisanya 64,1% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Lanjutan Tabel 2.1

Nama Peneliti Variabel

Penelitian

Judul Penelitian Teknik Analisis Hasil Penelitian Marwan, (2013) Gaya Kepemimpinan Transformasional (X1) Motivasi (X2) Kinerja Karyawan (Y) Analisi Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan PT. Kereta Api Indonesia Daop IV Semarang Analisis Regresi Linear Berganda hasil analisis disimpulkan bahwa Variabel kepemimpinan transformasional dan motivasi dapat mempengaruhi variabel kinerja karyawan

pada PT KAI Daop IV Semarang. Persamaan regresi yang terbentuk adalah : Y =

0,515 X1 + 0,473 X2. Untuk meningkatkan kinerja karyawan dari aspek

kepemimpinan

transformasional, agar pimpinan menambah keyakinan diri

terhadap bagian atau

seksi yang dipimpinnya. Dengan

adanya keyakinan ini dapat

meningkatkan rasa diri

pegawai dalam menyelesaikan

pekerjaannya. Sedangkan

Untuk meningkatkan kinerja karyawan dari

aspek motivasi adalah agar pegawai

untuk lebih menikmati segala bentuk tugas baik itu mudah dan sulit dengan baik, sehingga ada motivasi di dalam tanggung

jawab dalam penyelesaian setiap

tugasnya.

Sumber : Berbagai skripsi ( 2014 )

2.5Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual merupakan sintesa tentang hubungan antara variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan (Sugiono,2008:89). Kerangka konseptual bertujuan untuk mengemukakan secara umum mengenai objek penelitian yang dilakukan dalam kerangka dari variabel yang akan diteliti. Kerangka konseptual yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan transformasional dan lingkungan kerja sebagai variabel X dan kinerja karyawan sebagai variabel Y.

Kepemimpinan merupakan inti dari organisasi dan manajemen. Kepemimpinan mempunyai peran menentukan kegagalan dan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Tucker dan Lewis (2004:57) mendefinisikan gaya kepemimpinan transformasional sebagai pola kepemimpinan yang dapat memotivasi karyawan dengan cara membawa pada cita-cita dan nilai-nilai tinggi untuk mencapai visi misi organisasi yang merupakan dasar untuk membentuk kepercayaan terhadap pemimpin. tingkat

seorang pemimpin disebut transformasional terutama diukur dalam hubungan efek kepemimpinan terhadap para pengikut. Para pengikut seorang pemimpin transformasional merasa adanya kepercayaan, kekaguman, kesetiaan dan hormat terhadap pemimpin dan para pengikut termotivasi untuk melakukan lebih daripada yang awalnya diharapkan.

Menurut Sedarmayanti (2001:1) mendefinisikan “lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya di mana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok. Secara garis besar lingkungan kerja terbagi dua yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik. Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun scara tidak langsung”. Indikatornya adalah penerangan, suhu udara, udara bising, penggunaan warna, ruang gerak yang diperlukan, keamanan kerja, Hubungan karyawan.

Gaya kepemimpinan transformasional dan lingkungan kerja adalah merupakan faktor yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkah laku para karyawan. Seandainya pemimpin tidak dapat membawahi karyawannya dan seandainya lingkungan kerja tidak dapat memenuhi keperluan seseorang karyawan maka akan dapat menimbulkan masalah dalam proses peningkatan kinerja perusahaan, karena para karyawan tidak dapat bekerja dengan baik sehingga kinerja mereka menurun. Oleh karena itu, pemimpin transformasional harus dapat menyesuaikannya dan merancang kembali lingkungan kerja dengan baik lagi

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan maka model kerangka konseptual dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar : 2.1 Kerangka Konseptual

2.6Hipotesis

Hipotesis menurut Erlina (2011 : 41), adalah proposisi yang dirumuskan dengan maksud untuk diuji secara empiris. Proposisi merupakan ungkapan atau pernyataan yang dapat dipercaya, disangkal, atau diuji kebenarannya mengenai konsep atau konstruk yang menjelaskan atau memprediksi fenomena-fenomena. Dengan demikian hipotesis merupakan jawaban sementara tentang perilaku, fenomena atau keadaan tertentu yang telah terjadi atau akan terjadi. Sehubungan dengan uraian di atas maka dapat dikemukakan hipotesis dalam penelitian ini adalah:

“Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT PLN (Persero) Area Medan

Gaya Kepemimpinan Transformasional (X1) Kinerja Karyawan (Y)  Lingkungan Kerja (X2)

Dokumen terkait