2.4 Lingkungan Kerja
2.4.2 Indikator-Indikator Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja merupakan kondisi fisik dalam perusahaan yang dapat dipersiapkan oleh manajemen perusahaan, yang meliputi penerangan (sinar) yang cukup, suhu udara yang tepat, suara bising yang dapat dikendalikan, penggunaan warna, ruang gerak yang diperlukan serta keamanan kerja karyawan, beberapa faktor yang dapat menentukan terbentuknya suatu kondisi lingkungan kerja dikaitkan dengan kinerja karyawan adalah sebagai berikut.
1) Penerangan atau cahaya
Menurut Ahyari (2005) penerangan adalah cukup sinar yang masuk ke ruang kerja masing-masing karyaawan perusahaan. Penerangan untuk ruang kerja karyawan merupakan faktor penting jika dikaitkan dengan kinerja karyawan.
2) Temperatur atau suhu udara
Menurut Santoso (2004) agar seseorang tetap sehat pada pertahanan suhu yang stabil core – temperatur sekitar 37 o C. Perbedaan suhu didalam dan diluar tidak lebih dari 4 oC. Untuk mengatasi permasalahan suhu maka perlu diadakan pengaturan suhu dan sirkulasi udara yang dilakukan dengan memilih beberapa alternatif seperti yang dikemukakan oleh Ahyari (2005), antara lain : ventilasi yang cukup pada gedung, pemasangan kipas angin, pemasangan air conditioning dan pemasangan humidifier.
3) Tata warna
Warna ditempat kerja perlu dipelajari, dan direncanakan dengan sebaik-baiknya. Karena pada kenyataannya tata warna tidak dapat dipisahkan
dengan penataan dekorasi dan pemantulan cahaya. Menurut Manuaba (2005), mengenai penggunaan warna yang harus dipilih sesuai dengan keperluannya, karena warna yang dipergunakan memiliki tiga kesan bagi yang melihatnya. Untuk mengetahui bermacam-macam warna dengan kesan yang ditimbulkannya dapat dilihat pada Tabel 2.2
Tabel 2.2.
Jenis – jenis warna dengan kesan yang ditimbulkannya Jenis warna Kesan jarak Kesan temperatur Kesan psikis Biru Hijau Merah Jingga Kuning Coklat Ungu Jauh / luas Jauh / luas Dekat Sangat dekat Dekat Sangat dekat Sangat dekat Dingin Sangat dingin Hangat Sangat hangat Sangat hangat Netral Dingin Lembut Sangat lembut Menggangu Merangsang Merangsang Merangsang Agresif Sumber : Manuaba (2005)
Penggunaan warna dalam ruang kerja akan mempunyai pengaruh yang tidak kecil terhadap semangat kerja karyawan. Oleh karena itu masalah penggunaan warna harus memperhatikan pilihan warna dan hubungan warna-warna yang dipakai dalam masalah penyinaran.
4) Ruang gerak
Ruang gerak juga perlu diperhatikan perusahaan karena dengan ruang gerak yang mencukupi karyawan dapat bekerja dengan baik dan dapat berpengaruh terhadap keselamatan karyawan tersebut. Ruang gerak yang disediakan mencukupi dalam arti seseorang dapat melaksanakan pekerjaannya tanpa merasa terganggu, pelaksanaan pekerjaan dapat dilaksanakan secara mudah, lancar dan aman serta ekonomis dalam pembiayaan.
Ahyari (2005) menyatakan bahwa perusahaan perlu memperhatikan ruang gerak yang tersedia dalam perusahaan untuk para karyawan yang bekerja didalam perusahaan tersebut. Terlalu sempitnya ruang gerak yang disediakan oleh perusahaan untuk karyawan dalam perusahaan tersebut, akan dapat mengakibatkan para karyawan perusahaan tersebut tidak dapat bekerja. 5) Kebisingan
Menurut Santoso (2004), kebisingan adalah suara yang tidak diketahui (unwanted atau undersired sound). Menurut Kepmennaker yang dikutip oleh Tarwaka et al. (2004), kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi dan atau alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran. Tarwaka et al.(2004) juga mengatakan dengan adanya kebisingan ini, dapat mengakibatkan (1) stress menuju keadaan cepat marah, sakit kepala, dan gangguan tidur, (2) kehilangan konsentrasi, (3) gangguan komunikasi antar lawan bicara, (4) penurunan performansi kerja.
6) Kebersihan
Kebersihan diruang tempat kerja dan kebersihan dilingkungan tempat kerja harus dijaga dan dipelihara agar tetap bersih. Karena kebersihan lingkungan kerja dapat mempengaruhi kesehatan dan kejiwaan seseorang. Menurut Nitisemito (2002), lingkungan kerja yang bersih akan menimbulkan rasa senang. Rasa senang ini dapat mempengaruhi seseorang untuk dapat bekerja lebih bersemangat dan lebih bergairah. Lingkungan kerja yang penuh debu, sampah dan bau yang tidak enak jelas akan menimbulkan perasaaan
yang kurang menyenangkan bahkan dapat menggangu kesehatan. Apalagi pekerjaan tersebut memerlukan konsentrasi yang cukup tinggi, maka karyawan tersebut akan merasa terganggu sehingga pekerjaan tidak dapat terselesaikan dengan baik. Untuk menjaga kebersihan ini pada umumnya diperlukan petugas kebersihan, akan tetapi kebersihan bukan semata-mata kewajiban petugas khusus tersebut melainkan setiap karyawan harus ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan tempat kerja mereka. Disamping itu perusahaan harus menyediakan peralatan-peralatan kebersihan seperti tempat sampah pada tempat-tempat yang mudah dijangkau dan terlihat oleh karyawan.
7) Keamanan
Pengaturan faktor lingkungan kerja yaitu keamanan perlu mendapatkan perhatian. Keamanan lingkungan kerja ini adalah keamanan terhadap keseluruhan jiwa dan harta benda. Menurut Nitisemito (2002), bahwa masalah keamanan dalam lingkungan kerja ini juga menyangkut keamanan terhadap keselamatan diri setiap karyawan, keamanan harta benda karyawan, konstruksi gedung. Keadaan ini akan menimbulkan kegelisahan pada saat bekerja, semangat kerja karyawan menurun dan konsentrasi yang berkurang sehingga kerusakan semakin bertambah. Ahyari (2005), menyatakan bahwa keamanan kerja ini erat hubungannya dengan usaha peningkatan semangat dan kegairahan kerja dan disiplin kerja karyawan. Dengan keamanan kerja yang baik maka karyawan akan menjadi lebih tenang dan memiliki gairah yang tinggi dalam melaksanakan pekerjaannya. Sedangkan menurut Sedarmayanti
(2007) guna menjaga tempat dan kondisi lingkungan kerja tetap dalam keadaan aman maka perlu diperhatikan adanya keamanan dalam bekerja. Salah satu upaya untuk menjaga keamanan tempat kerja, dapat memanfaatkan tenaga satuan petugas keamanan (satpam). Secara fisik yang mempengaruhi lingkungan kerja adalah bangunan tempat kerja, tata ruang kerja, peralatan kerja, sarana untuk melakukan kegiatan berkumpul, halaman kantor, dan tempat istirahat. Tempat kerja harus cukup luas untuk bergerak dan bersih dengan udara segar serta gangguan harus sesedikit mungkin. Oleh karena itu, pentingnya lingkungan kerja untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman, maka sudah menjadi kewajiban organisasi atau perusahaan untuk memperhatikan lingkungan kerja karyawan dengan baik dan berkelanjutan, sehingga dapat dicapai sesuai dengan harapan karyawan dan perusahaan. 2.4.3 Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja
Dalam suatu perusahaan untuk dapat dukungan dari karyawan dan mendapatkan karyawan-karyawan yang bersemangat di dalam melakukan pekerjaan, maka perusahaan harus dapat mengetahui dan mengerti tentang apa yang dibutuhkan oleh para karyawan tanpa mempertimbangkan posisi mereka di dalam perusahaan. Menurut Honeycutt (1998), perusahaan yang benar-benar mampu mengembangkan suasana dilingkungan kerja sampai pada potensi yang maksimal. hal tersebut mampu mempengaruhi dan bukan saja membuat para karyawan menjadi lebih baik dimasa yang akan datang, namun juga akan memberikan kontribusi bagi pengembangan perusahaan dan peningkatan kinerja bagi karyawan itu sendiri Sedangkan Timmreck (2001) menyatakan bahwa dua
aspek yang masing-masing memberikan kontribusi bagi kepuasan dan ketidakpuasan kerja. Aspek pertama adalah pekerjaan itu sendiri, terkadang pekerjaan yang dilakukan sangat membosankan, membuat jenuh dan dapat membuat pekerjaan menjadi stress, ada juga pekerjaan yang sangat sulit dan menuntuk kekuatan fisik yang kemungkinan akan memicu ketidakpuasan didalam bekerja dikarenakan pekerjaan yang dilakukan sangat tidak menyenangkan dan membosankan. Sementara aspek yang kedua adalah hubungan antara individu yang terjadi di dalam lingkungan pekerjaan tersebut. Banyak perusahaan meyakini kunci bagi motivasi adalah dengan memberikan uang, bonus dan peningkatan sebagai hadiah bagi para pekerja. Namun bukan hanya itu, faktor lingkungan kerja juga dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap kinerja karyawan.