• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Indikator Keberhasilan Pembelajaran

Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah apabila (1) terjadi peningkatan skor rata-rata hasil belajar siswa Kelas II SD No. 165 Inpres Al Qamar Kabupaten Takalar dari siklus I ke siklus II, (2) Nilai ketuntasan individu atau nilai KKM mencapai skor 70 dan ketuntasan secara klasikal mencapai 80%

dari 20 siswa.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Pada bab ini akan dibahas hasil penelitian dan pembahasan dari hasil penelitian di lapangan dengan metode kuantitatif. Data ini didapatkan dari hasil tes kemampuan membaca nyaring melalui pengggunaan media cerita bergambar. Aspek-aspek yang dinilai dalam penelitian ini adalah (1) Ketepatan intonasi, (2) Ketepatan artikulasi, dan (3) Kelancaran Membaca Nyaring. Setelah melaksanakan penelitian tindakan melalui penggunaan media cerita bergambar dalam pembelajaran yang terdiri dari dua siklus kegiatan, yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan Pertemuan pertama dan kedua adalah membacakan media ceita bergambar seri sedangkan pertemuan ketiga adalah membuat cerita berdasarkan gambar seri yang diberikan lalu menceritakan cerita yang telah dibuatnya. Berikut ini hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut :

1. Deskripsi Tindakan Pada Siklus I a. Pertemuan 1 (Selasa, 06 Oktober 2020)

1) Tahap Perencanaan

a) Menyiapkan skenario pembelajaran melalui penggunaan media cerita bergambar.

b) Membuat dan menyusun media cerita bergambar yang akan dibacakan secara nyaring olah setiap siswa pada pembelajaran tatap muka.

c) Menyiapkan pedoman observasi

38

2) Tahap Pelaksanaan a) Berdoa bersama.

b) Mengabsen siswa.

c) Mengelola kesiapan siswa untuk belajar.

d) Memotivasi siswa.

e) Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai.

f) Guru menyajikan materi sebagai pengantar.

g) Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai.

h) Guru menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan tentang model pembelajaran yang akan digunakan.

i) Guru membagi media cerita bergambar ke grup WA kelas II.

j) Guru menjelaskan tugas yang akan diberikan kepada setiap siswa k) Setiap siswa membacakan media cerita bergambar yang telah

dibagikan pada saat pertemuan tatap muka, kemudian siswa juga membacakan kembali dengan nyaring dan menceritakan media cerita bergambar tersebut menggunakan kata-kata sendiri.

l) Guru memberikan evaluasi.

Tahap pelaksanaan pada pertemuan 1, setiap siswa diarahkan memperhatikan cerita bergambar seri yang dibagikan dengan judul “Angin Puting Beliung”. Setelah itu, minta siswa membacakan nyaring cerita pada gambar “Angin Puting Beliung” pada saat pertemuan tatap muka berlangsung. Guru memberi contoh cara membacakan cerita yang ada pada media cerita bergambar dengan baik dan benar. Guru memberikan

kesempatan kepada setiap siswa mempelajari kembali media cerita bergambar “Angin Puting Beliung”, kemudian setiap siswa diarahkan menceritakan kembali media gambar menggunakan bahasa sendiri pada saat pertemuan tatap muka berlangsung. Dari kegiatan di atas diperoleh data dalam penelitian pada pertemuan yang dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.1 Data Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Kelas II SD No. 165 Inpres Al Qamar Pada Siklus I Pertemuan 1

No. Nama

16. FC √ √ √ 6

17. HR √ √ √ 7

18. SY √ √ √ 5

19. WR √ √ √ 7

20. SR √ √ √ 6

Jumlah 3 11 6 0 13 7 8 12 0 119

Persentase 15% 55% 30% 0% 65% 35% 40% 60% 0% 59,5%

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata yang diperoleh pada pertemuan 1 hanya 59,5% dan masih perlu ditingkatkan. Maka dari itu penelitian ini akan dilanjutkan ke pertemuan kedua dengan media cerita bergambar yang berbeda.

b. Pertemuan 2 (Kamis, 08 Oktober 2020) 1) Tahap Perencanaan

a) Menyiapkan skenario pembelajaran melalui penggunaan media cerita bergambar.

b) Membuat dan menyusun media cerita bergambar yang akan dibacakan nyaring olah setiap siswa pada saat pertemuan tatap muka berlangsung.

c) Menyiapkan pedoman observasi 2) Tahap Pelaksanaan

a) Berdoa bersama.

b) Mengabsen siswa.

c) Mengelola kesiapan siswa untuk belajar.

d) Memotivasi siswa.

e) Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai.

f) Guru menyajikan materi sebagai pengantar.

g) Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai.

h) Guru menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan tentang model pembelajaran yang akan digunakan.

i) Guru membagi media gambar ke grup WA kelas II.

j) Guru menjelaskan tugas yang akan diberikan kepada setiap siswa k) Setiap siswa membacakan media gambar yang telah dibagikan,

kemudian siswa juga menceritakan media gambar tersebut menggunakan kata-kata sendiri pada saat pertemuan tatap muka berlangsung.

l) Guru memberikan evaluasi.

Tahap pelaksanaan pada pertemuan 2, setiap siswa diarahkan memperhatikan media cerita bergambar yang dibagikan dengan judul

“Gunung Meletus”. Setelah itu, minta siswa membacakan cerita pada gambar “Gunung Meletus” pada saat pertemuan tatap muka berlangsung.

Guru memberi contoh cara membacakan cerita yang ada pada media gambar dengan baik dan benar. Guru memberikan kesempatan kepada setiap siswa mempelajari kembali media gambar seri “Gunung Meletus”, kemudian setiap siswa diarahkan membacakan kembali secara nyaring media cerita bergambar pada saat pertemuan tatap muka berlangsung. Dari kegiatan di atas diperoleh data dalam penelitian pada pertemuan yang dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.2 Data Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Kelas II SD No. 165 Inpres Al Qamar Pada Siklus I Pertemuan 2

No. Nama

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata yang diperoleh pada pertemuan 2 hanya 65,5% dan masih perlu ditingkatkan. Maka dari itu penelitian ini akan dilanjutkan ke pertemuan ketiga dengan media gambar yang berbeda.

c. Pertemuan 3 (Selasa, 13 Oktober 2020) 1) Tahap Perencanaan

a) Menyiapkan skenario pembelajaran melalui penggunaan media cerita bergambar.

b) Membuat dan menyusun media cerita bergambar yang akan dibacakan nyaring olah setiap siswa.

c) Menyiapkan pedoman observasi 2) Tahap Pelaksanaan

a) Berdoa bersama.

b) Mengabsen siswa.

c) Mengelola kesiapan siswa untuk belajar.

d) Memotivasi siswa.

e) Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai.

f) Guru menyajikan materi sebagai pengantar.

g) Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai.

h) Guru menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan tentang model pembelajaran yang akan digunakan.

i) Guru membagi media cerita bergambar ke grup WA kelas II.

j) Guru menjelaskan tugas yang akan diberikan kepada setiap siswa

k) Setiap siswa membacakan nyaring media cerita bergambar yang telah dibagikan, kemudian siswa juga menceritakan media cerita bergambar tersebut menggunakan kata-kata sendiri pada saat pertemuan tatap muka berlangsung.

l) Guru memberikan evaluasi.

Tahap pelaksanaan pada pertemuan 3, setiap siswa diarahkan memperhatikan cerita bergambar yang dibagikan dengan judul “Akibat Tidak Mencuci Tangan”. Setelah itu, minta siswa membaca nyaring cerita yang ada pada media cerita bergambar yang sudah diamati lalu arahkan kembali semua siswa menceritakan media cerita bergambar menggunakan bahasa sendiri pada saat pertemuan tatap muka berlangsung. Dari kegiatan di atas diperoleh data dalam penelitian pada pertemuan yang dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.3 Data Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Kelas II SD No. 165 Inpres Al Qamar Pada Siklus I Pertemuan 3

No. Nama

8. FH √ √ √ 7

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata yang diperoleh pada pertemuan 3 hanya 68% dan masih perlu ditingkatkan. Maka dari itu penelitian ini akan dilanjutkan ke siklus II dengan media cerita bergambar yang berbeda.

Tabel 4.4 Data Nilai Akhir Kemampuan Membaca Nyaring Kelas II SD No. 165 Inpres Al Qamar Melalui Penggunaan Media Cerita

Bergambar Pada Siklus I

No. Nama Siswa

Nilai Kemampuan Membaca

Nyaring Jumlah Nilai

Akhir Pert. 1 Pert. 2 Pert. 3

1. JN 60 70 70 200 67

2. FT 60 60 70 190 63

3. AZ 60 60 60 180 60

4. DZ 50 60 60 170 57

5. DL 70 80 80 230 77

6. NB 70 70 70 210 70

7. IZ 50 60 60 170 57

8. FH 50 60 70 180 60

9. A 70 70 80 220 73

10. LF 50 60 60 170 57

11. FS 60 70 70 200 67

12. CR 60 60 60 180 60

13. RH 70 70 70 210 70

14. AF 50 60 60 170 57

15. QB 50 60 70 180 60

16. FC 60 60 60 120 40

17. HR 70 70 70 210 70

18. SY 50 60 70 180 60

19. WR 70 80 80 230 77

20. SR 60 70 70 200 67

Jumlah 1.269

Rata – Rata 63,45

NA = Nilai Pert. 1 + Nilai Pert. 2 + Nilai Pert. 3 3

Nilai Rata-Rata = Nilai Keseluruhan Jumlah Keseluruhan Siswa

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus I hanya 63,45 dan masih perlu ditingkatkan. Maka dari itu penelitian ini akan dilanjutkan ke siklus II.

Deskripsi peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring siswa secara kuantitatif berdasarkan hasil tes siklus I dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.5 Statistik Skor Penguasaan Siswa pada Tes Siklus I

Statistik Nilai Statistik

Subjek 20

Skor Ideal 100

Skor Maksimum 77

Skor Minimum 40

Skor Rata-Rata 63,45

KKM 70

Tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 siswa diperoleh skor maksimum 77, skor minimum 40, dan rata-rata kelas hanya 63,45 berada di bawah nilai KKM yang telah ditentukan yaitu 70 dari skor ideal 100.

Apabila skor hasil kemampuan membaca nyaring melalui pennggunaan media cerita bergambar dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase skor pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi dan Persentase Kategori Hasil Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Pada Siklus I

No. Skor Kategori Frekuensi Persentase

1. 0 – 34 Sangat Rendah - 0 %

2. 35 – 54 Rendah 1 5 %

3. 55 – 64 Sedang 10 50 %

4. 65 – 84 Tinggi 9 45 %

5. 85 – 100 Sangat Tinggi - 0 %

Jumlah 20 100

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa tidak ada siswa yang berada dalam kategori sangat rendah (0%), terdapat 1 siswa yang berada dalam kategori rendah (5%), kategori sedang 10 siswa (50%), kategori tinggi hanya 9 siswa (45%), dan tidak terdapat siswa yang berada dalam kategori sangat tinggi (0%) pada siklus I. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan membaca nyaring yang diperoleh siswa melalui penggunaan media cerita bergambar pada siklus I mencapai rata-rata 63,45 dan berada dalam kategori sedang.

Apabila peningkatan kemampuan membaca nyaring siswa pada siklus I dianalisis, maka persentase ketuntasan belajar dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.7 Deskripsi Ketuntasan Belajar Siswa Pada Siklus I

Skor Kategori Frekuensi Persentase

0 – 64 Tidak Tuntas 11 55%

65 – 100 Tuntas 9 45%

Jumlah 20 100

Tabel di atas menunjukkan bahwa pada siklus I, dari 20 siswa hanya 9 siswa (45%) yang tuntas belajarnya dan yang tidak tuntas sebanyak 11 siswa (55%). Artinya masih banyak siswa yang memerlukan perbaikan. Oleh karena itu, akan diusahakan perbaikan pada siklus II.

3) Tahap Observasi

Pada tahap observasi siklus I tercatat sikap yang terjadi pada setiap siswa terhadap pelajaran bahasa Indonesia. Sikap siswa tersebut diperoleh dari lembar observasi pada setiap pertemuan yang dicatat pada setiap siklus. Lembar observasi tersebut untuk mengetahui perubahan sikap siswa selama proses belajar mengajar berlangsung di kelas.

Adapun sikap siswa dari siklus I adalah sebagai berikut :

1. Pada siklus I tampak masih ada siswa yang tidak hadir mengikuti pelajaran baik itu yang tidak hadir tanpa keterangan maupun yang sakit.

2. Perhatian siswa pada siklus I masih belum fokus dan gairah belajar masih kurang.

3. Siswa yang bertanya mengenai materi yang diajarkan oleh guru pada siklus I ini masih kurang dan didominasi oleh siswa yang pintar saja.

4) Tahap Refleksi

Pada siklus I, proses pembelajaran diawali dengan pengenalan media cerita bergambar. Penggunaan media cerita bergambar ini pada awalnya masih banyak siswa yang kurang tertarik dengan ditandainya b e b e r a p a a s p e k y a n g m a s i h m e m i l i k i s k o r r e n d a h , y a k n i a s p e k

k e t e p a t a n i n t o n a s i d a n a s p e k a r t i k u l a s i p e r l u u n t u k d i p e r b a i k i . C a r a m e m b a c a n y a r i n g s i s w a j u g a c e n d e r u n g t i d a k m e m e r h a t i k a n t a n d a b a c a .

2. Deskripsi Tindakan Pada Siklus II a. Pertemuan 1 (Kamis, 15 Oktober 2020)

1) Tahap Perencanaan

a) Menyiapkan skenario pembelajaran melalui penggunaan media cerita bergambar.

b) Membuat dan menyusun media cerita bergambar yang akan dibacakan nyaring olah setiap siswa.

c) Menyiapkan pedoman observasi 2) Tahap Pelaksanaan

a) Berdoa bersama.

b) Mengabsen siswa.

c) Mengelola kesiapan siswa untuk belajar.

d) Memotivasi siswa.

e) Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai.

f) Guru menyajikan materi sebagai pengantar.

g) Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai.

h) Guru menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan tentang model pembelajaran yang akan digunakan.

i) Guru membagi media cerita bergambar ke grup WA kelas II.

j) Guru menjelaskan tugas yang akan diberikan kepada setiap siswa k) Setiap siswa membacakan nyaring media cerita bergambar yang telah

dibagikan, kemudian siswa juga menceritakan media gambar tersebut menggunakan kata-kata sendiri pada saat pertemuan tatap muka berlangsung.

l) Guru memberikan evaluasi.

Tahap pelaksanaan pada pertemuan 1, setiap siswa diarahkan memperhatikan media cerita bergambar yang dibagikan dengan judul

“Gempa Bumi”. Setelah itu, minta siswa membacakan nyaring cerita pada gambar “Gempa Bumi” pada saat pertemuan tatap muka berlangsung.

Guru memberi contoh cara membacakan cerita yang ada pada media cerita bergambar dengan baik dan benar. Guru memberikan kesempatan kepada setiap siswa mempelajari kembali media cerita bergambar seri “Gempa Bumi”, kemudian setiap siswa diarahkan membaca nyaring media cerita bergambar pada saat pertemuan tatap muka berlangsung. Dari kegiatan di atas diperoleh data dalam penelitian pada pertemuan yang dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.8 Data Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Kelas II SD No. 165 Inpres Al Qamar Pada Siklus II Pertemuan 1

No. Nama

2. FT √ √ √ 7

3. AZ √ √ √ 8

4. DZ √ √ √ 8

5. DL √ √ √ 8

6. NB √ √ √ 7

7. IZ √ √ √ 8

8. FH √ √ √ 7

9. A √ √ √ 9

10. LF √ √ √ 7

11. FS √ √ √ 8

12. CR √ √ √ 8

13. RH √ √ √ 7

14. AF √ √ √ 8

15. QB √ √ √ 8

16. FC √ √ √ 7

17. HR √ √ √ 8

18. SY √ √ √ 8

19. WR √ √ √ 8

20. SR √ √ √ 8

Jumlah 12 8 0 9 11 0 14 6 0 155

Persentase 60% 40% 0% 45% 55% 0% 70% 30% 0% 77,5%

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata yang diperoleh pada pertemuan 1 hanya 77,5% dan masih perlu ditingkatkan. Maka dari itu penelitian ini akan dilanjutkan ke pertemuan kedua dengan media cerita bergambar yang berbeda.

b. Pertemuan 2 (Selasa, 20 Oktober 2020) 1) Tahap Perencanaan

a) Menyiapkan skenario pembelajaran melalui penggunaan media cerita bergambar.

b) Membuat dan menyusun media cerita bergambar yang akan dibacakan nyaring olah setiap siswa.

c) Menyiapkan pedoman observasi 2) Tahap Pelaksanaan

a) Berdoa bersama.

b) Mengabsen siswa.

c) Mengelola kesiapan siswa untuk belajar.

d) Memotivasi siswa.

e) Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai.

f) Guru menyajikan materi sebagai pengantar.

g) Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai.

h) Guru menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan tentang model pembelajaran yang akan digunakan.

i) Guru membagi media cerita bergambar ke grup WA kelas II.

j) Guru menjelaskan tugas yang akan diberikan kepada setiap siswa k) Setiap siswa membacakan nyaring media cerita bergambar yang telah

dibagikan, kemudian siswa juga menceritakan media cerita bergambar

tersebut menggunakan kata-kata sendiri pada saat pertemuan tatap muka berlangsung.

l) Guru memberikan evaluasi.

Tahap pelaksanaan pada pertemuan 2, setiap siswa diarahkan memperhatikan media gambar bercerita yang dibagikan dengan judul

“Banjir”. Setelah itu, minta siswa membaca nyaring cerita pada gambar

“Banjir” pada saat pertemuan tatap muka berlangsung. Guru memberi contoh cara membacakan cerita yang ada pada media cerita bergambar dengan baik dan benar. Guru memberikan kesempatan kepada setiap siswa mempelajari kembali media cerita bergambar “Banjir”, kemudian setiap siswa diarahkan membaca nyaring dan menceritakan kembali media cerita bergambar menggunakan bahasa sendiri pada saat pertemuan tatap muka berlangsung. Dari kegiatan di atas diperoleh data dalam penelitian pada pertemuan yang dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.9 Data Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Kelas II SD No. 165 Inpres Al Qamar Pada Siklus II Pertemuan 2

No. Nama

7. IZ √ √ √ 9

8. FH √ √ √ 8

9. A √ √ √ 9

10. LF √ √ √ 8

11. FS √ √ √ 9

12. CR √ √ √ 9

13. RH √ √ √ 8

14. AF √ √ √ 8

15. QB √ √ √ 9

16. FC √ √ √ 9

17. HR √ √ √ 8

18. SY √ √ √ 8

19. WR √ √ √ 9

20. SR √ √ √ 8

Jumlah 15 5 0 16 4 0 17 3 0 168

Persentase 75% 25% 0% 80% 20% 0% 85% 15% 0% 84%

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata yang diperoleh pada pertemuan 2 sudah mencapai 84%, meskipun demikian penelitian tetap akan dilanjutkan pada pertemuan ketiga agar hasil bisa lebih maksimal.

c. Pertemuan 3 (Kamis, 22 Oktober 2020) 1) Tahap Perencanaan

a) Menyiapkan skenario pembelajaran melalui penggunaan media cerita bergambar.

b) Membuat dan menyusun media cerita bergambar yang akan dibacakan nyaring olah setiap siswa.

c) Menyiapkan pedoman observasi 2) Tahap Pelaksanaan

a) Berdoa bersama.

b) Mengabsen siswa.

c) Mengelola kesiapan siswa untuk belajar.

d) Memotivasi siswa.

e) Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai.

f) Guru menyajikan materi sebagai pengantar.

g) Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai.

h) Guru menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan tentang model pembelajaran yang akan digunakan.

i) Guru membagi media cerita bergambar ke grup WA kelas II.

j) Guru menjelaskan tugas yang akan diberikan kepada setiap siswa k) Setiap siswa membacakan media cerita bergambar yang telah

dibagikan, kemudian siswa juga menceritakan media cerita bergambar tersebut menggunakan kata-kata sendiri pada saat pertemuan tatap muka berlangsung.

l) Guru memberikan evaluasi.

Tahap pelaksanaan pada pertemuan 3, setiap siswa diarahkan memperhatikan media cerita bergambar yang dibagikan dengan judul

“Akibat Tidak Bekerja Sama”. Setelah itu, minta siswa membaca nyaring

ceirta yang terdapat pada media cerita bergambar yang sudah diamati lalu arahkan kembali semua siswa menceritakan media cerita bergambar menggunakan bahasa sendiri pada saat pertemuan tatap muka berlangsung.

Dari kegiatan di atas diperoleh data dalam penelitian pada pertemuan yang dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.10 Data Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Kelas II SD No. 165 Inpres Al Qamar Pada Siklus II Pertemuan 3

No. Nama

17. HR √ √ √ 9

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata yang diperoleh pada pertemuan 3 sudah mencapai 82% sehingga penelitian ini tidak perlu lagi dilanjutkan ke siklus III karena telah mencapai nilai ketuntasan individu atau nilai KKM 70 dan ketuntasan secara klasikal mencapai 80%

dari 20 siswa.

Tabel 4.11 Data Nilai Akhir Kemampuan Membaca Nyaring Kelas II SD No. 165 Inpres Al Qamar Melalui Penggunaan Media

Cerita Bergambar Pada Siklus II

No. Nama Siswa

Nilai Kemampuan Membaca

Nyaring Jumlah Nilai

Akhir

10. LF 70 80 90 240 80

11. FS 80 90 90 260 87

12. CR 80 90 90 260 87

13. RH 70 80 90 240 80

14. AF 80 80 80 240 80

15. QB 80 90 90 260 87

16. FC 70 90 90 250 83

17. HR 80 80 90 250 83

18. SY 80 80 90 250 83

19. WR 80 90 90 260 87

20. SR 80 80 80 240 80

Jumlah 1.667

Rata – Rata 83,35

NA = Nilai Pert. 1 + Nilai Pert. 2 + Nilai Pert. 3 3

Nilai Rata-Rata = Nilai Keseluruhan Jumlah Keseluruhan Siswa

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus II telah mencapai 83,35 sehingga penelitian ini tidak perlu lagi dilanjutkan ke siklus III karena nilai telah mencapai ketuntasan individu atau nilai KKM 70 dan juga telah mencapai ketuntasan secara klasikal 80% dari 20 siswa.

Deskripsi peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring siswa secara kuantitatif berdasarkan hasil tes siklus I dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.12 Statistik Skor Penguasaan Siswa pada Tes Siklus II

Statistik Nilai Statistik

Subjek 20

Skor Ideal 100

Skor Maksimum 90

Skor Minimum 77

Skor Rata-Rata 83,35

KKM 70

Tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 siswa diperoleh skor maksimum 90, skor minimum 77, dan rata-rata kelas hanya 83,35 berada di atas nilai KKM yang telah ditentukan yaitu 70 dari skor ideal 100.

Apabila skor hasil Kemampuan Membaca Nyaring melalui penggunaan media cerita bergambar dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase skor pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.13 Distribusi Frekuensi dan Persentase Kategori Hasil Keterampilan Membaca Ekstensif Siswa Pada Siklus II

No. Skor Kategori Frekuensi Persentase

1. 0 – 34 Sangat Rendah - 0 %

2. 35 – 54 Rendah - 0 %

3. 55 – 64 Sedang - 0 %

4. 65 – 84 Tinggi 13 65 %

5. 85 – 100 Sangat Tinggi 7 35 %

Jumlah 20 100

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa tidak ada siswa yang berada dalam kategori sangat rendah (0%), tidak terdapat siswa yang berada dalam kategori rendah (0%), kategori sedang 0 siswa (0%), kategori tinggi 13 siswa (65%), dan sudah terdapat 7 siswa yang berada dalam kategori sangat tinggi (35%) pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan membaca nyaring yang diperoleh siswa melalui penggunaan media cerita bergambar pada siklus II mencapai rata-rata 83,35 dan berada dalam kategori tinggi (baik).

Apabila peningkatan kemampuan membaca nyaring siswa pada siklus II dianalisis, maka persentase ketuntasan belajar dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.14 Deskripsi Ketuntasan Belajar Siswa Pada Siklus I1

Skor Kategori Frekuensi Persentase

0 – 64 Tidak Tuntas 0 0 %

65 – 100 Tuntas 20 100 %

Jumlah 20 100

Tabel di atas menunjukkan bahwa pada siklus II, semua siswa (100%) berada dalam kategori tuntas dan tidak ada satupun siswa yang tidak tuntas (0%). Artinya, semua siswa kelas II mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan pada siklus I.

Untuk melihat peningkatan kemampuan membaca nyaring melalui penggunaan media cerita bergambar dalam setiap siklus tercatat pada tabel berikut :

Tabel 4.15 Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Pada Setiap Siklus

Siklus

Skor Perolehan Siswa Tuntas Tidak Tuntas

Min Maks Rata-Rata Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

Siklus I 40 70 63,45 9 40 % 11 55 %

Siklus II 77 90 83,35 20 100 % 0 0 %

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan skor rata-rata kemampuan membaca nyaring setelah menggunakan media cerita bergambar. Dari kategori kurang pada siklus I dengan skor rata-rata 63,35 meningkat menjadi 83,35 pada siklus II dengan kategori tinggi. Dalam tabel juga menunjukkan bahwa pada siklus II ketuntasan dalam kegiatan belajar mengajar juga tercapai. Hal ini ditandai dengan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar meningkat, yaitu dari 9 siswa (45%) meningkat menjadi 20 siswa (100%), sedangkan siswa yang tidak tuntas mengalami penurunan yang sangat signifikan. Hal ini ditandai dengan jumlah siswa yang tidak tuntas pada siklus I berjumlah 11 siswa (55%) menurun pada siklus II menjadi 0 siswa (0%).

Ketuntasan belajar siswa pada siklus II lebih banyak daripada siklus I memberikan indikasi bahwa kemampuan membaca nyaring siswa mengalami peningkatan yang sangat signifikan setelah menggunakan media cerita bergambar.

3. Tahap Observasi

Selama penelitian, selain terjadi peningkatan kemampuan membaca nyaring pada siklus I dan Siklus II tercatat sejumlah perubahan yang terjadi pada setiap siswa terhadap pelajaran bahasa Indonesia. Perubahan tersebut diperoleh dari lembar observasi pada setiap pertemuan yang dicatat pada setiap siklus. Lembar observasi tersebut untuk mengetahui perubahan sikap siswa selama proses belajar mengajar berlangsung di kelas.

Adapun perubahan sikap siswa pada siklus II adalah sebagai berikut :

a) Pada siklus II tampak perubahan dengan ketidakhadiran siswa hampir tidak ada dibandingkan dengan siklus I.

b) Perhatian siswa pada siklus II mulai meningkat. Hal ini dapat dilihat dari perhatian siswa dalam menerima pelajaran yang diberikan lebih fokus dan gairah belajar siswa juga mengalami peningkatan

c) Siswa yang bertanya mengenai materi yang belum dipahami mulai merata. Bukan hanya siswa yang pintar saja yang aktif, tetapi semua siswa baik yang berkemampuan rendah juga mulai aktif dan berani bertanya.

d) Sudah tidak terdapat siswa yang melakukan kegiatan lain pada saat proses belajar mengajar berlangsung.

4. Tahap Refleksi

Pada siklus II terlihat peningkatan kemampuan membaca nyaring.

Hal ini terlihat dari keberhasilan proses dapat dilihat dari peran siswa selama proses pembelajaran dan situasi pembelajaran. Dalam pembelajaran siklus II ini, siswa terlihat sangat aktif dan berantusias dibandingkan pertemuan siklus I. Pemberian masukan (feedback)

Hal ini terlihat dari keberhasilan proses dapat dilihat dari peran siswa selama proses pembelajaran dan situasi pembelajaran. Dalam pembelajaran siklus II ini, siswa terlihat sangat aktif dan berantusias dibandingkan pertemuan siklus I. Pemberian masukan (feedback)

Dokumen terkait