BAB III METODE PENELITIAN
D. Indikator Keberhasilan, Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian
Berdasarkan judul penelitiannya, penelitian ini memiliki dua variabl (peubah) yaitu prestasi dan kerjasama. Berikut akan diuraikan indikator keberhasilan dari masing-masing variable (peubah) dari kegiatan penelitian ini.
a. Variabel Prestasi
Guna memperoleh data mengenai prestasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran matematika, maka dilakukan dengan tes tertulis pada setiap akhir siklus.
Tabel 3.2:Indikator Keberhasilan Prestasi Belajar
No Peubah Indikator Kondisi Awal Target Pengum
pulan Instrumen 1 Prestasi belajar siswa Presentase nilai siswa yang mencapai KKM atau target 57,14% 70% Tes tertulis Lembar tes/ ulangan siswa b. Variabel Kerjasama
Untuk memperoleh data mengenai kerjasama antas siswa kelas V dilakukan dengan cara mengedarkan lembar kuesioner kepada
siswa serta melakukan wawancara kepada siswa yang dirasa belum lengkap datanya.
Tabel 3.3:Indikator Keberhasilan Peningkatan Kerjasama
No Peubah Indikator Kondisi
Awal
Target Pengumpul
an
Instrumen
1 Kerjasama Rata-rata skor
kerjasama antar siswa Persentase kerjasama antar siswa 167 (66,8%) 66,8% 175 (70%) 70% Kuesioner dan wawancara siswa Lembar Kuesioner dan Lembar wawancar a siswa 2) Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini ialah sebagai berikut.
a. Tes
Instrumen tes bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam ranah kognitif, oleh karena itu tes disusun dalam bentuk tes objektif.Tes objektif yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes uraian. Pada soal yang digunakan sebagai tes objektif disediakan 5 soal cerita dengan satu soal mempunyai nilai 5 dengan kriteria sebagai berikut:
Menuliskan unsur-unsur yang “diketahui” pada soal secara
Menuliskan unsur-unsur yang “ditanya” pada soal secara lengkap mendapatkan nilai satu (1)
Menuliskan “dijawab” dengan mencantumkan rumus serta
langkah-langkah pengerjaan dengan tepat dalam menjawab serta mendapat jawaban yang benar, maka akan mendapatkan nilai dua (2)
Menyimpulkan jawaban bernilai benar mendapatkan nilai satu (1)
Sehingga apabila siswa menjawab satu (1) soal dan menuliskan empat (4) kriteria seperti yang disebutkan di atas maka nilai satu soal tersebut adalah 5.
b. Kuesioner
Kuesioner adalah alat riset atau survei yang terdiri atas
serangkaian pertanyaan tertulis, bertujuan mendapatkan
tanggapan dari kelompok orang terpilih melalui wawancara pribadi atau melalui pos; daftar pertanyaan (KBBI: 2002).
Pada penelitian ini kuesioner digunakan untuk mengetahui tingkat kerjasama yang dimiliki siswa selama pembelajaran berlangsung.Kuesioner ini disebarkan ketika sebelum tindakan dilakukan, akhir siklus I dan akhir siklus II dilakukan.
c. Wawancara
Wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang (pejabat, dsb) yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal (KBBI: 2002). Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan pada siswa yang datanya belum diperoleh secara lengkap ketika kuesioner disebarkan.
3) Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan terdiri dari dua (2) instrument, yaitu tes dan non tes. Kedua instrument tersebut dijabarkan sebagai berikut.
a. Tes
Tes adalah ujian tertulis, lisan, atau wawancara untuk mengetahui pengetahuan, kemampuan, bakat dan kepribadian seseorang (KBBI: 2002). Tes yang digunakan dalam penelitian ini dijabarkan dengan kisi-kisi sebagai berikut:
Tabel 3.4: Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus I
No Indikator
Taraf Kesukaran
Jumlah Soal Mudah Sedang Sulit
1 Menyelesaikan permasalahan yang
berhubungan dengan luas suatu bangun datar
1 4 5 soal uraian
2 Menyelesaikan permasalahan yang
berhubungan dengan keliling dari suatu bangun
datar
3 Menyelesaikan permasalahan yang
berhubungan dengan unsur yang terdapat pada
bangun datar
3, 5
Tabel 3.5: Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus II
No Indikator
Taraf Kesukaran
Jumlah Soal Mudah Sedang Sulit
1 Menyelesaikan permasalahan yang
berhubungan dengan luas suatu bangun datar
1, 2 5 soal uraian
2 Menyelesaikan permasalahan yang
berhubungan dengan perpaduan unsur yang
terdapat pada bangun datar
3, 5 4
Tabel 3.6: Rincian Pemberian Skor Siklus I dan Siklus II
No Jenis Soal Jumlah Soal
Skor Maksimal Tiap Nomor Jumlah Skor Maksimal 1 Uraian 5 5 25 Jumlah 25 b. Non Tes
Instrument non tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur perubahan tingkah laku yang lebih berhubungan denganapa yang dapat dikerjakan dan dapat diamati indra-indra, serta bersifat konkret. Instrument non tes pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hubungan
kerjasama antar siswa pada pelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI. Adapun jenis alat pengukuran non tes yang digunakan pada penelitian ini adalah:
1. Angket atau kuesioner
Jenis angket yang digunakan yaitu angket tertutup atau berstruktur serta angket bersifat langsung, dimana responden mengisi angket secara langsung dari peneliti. Pada kuesioner ini, peneliti menyediakan 5 pilihan jawaban yang mengacu pada skala likert.Ridwan (2002:12) menyebutkan bahwa skala likert dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok tentang kejadian atau gejala sosial.
Dengan demikian, sekala likert ini dirasa cocok digunakan untuk mengukur kerjasama diantara siswa. Adapun pilihan
jawaban yang ada pada kuesioner terdiri dari “ST = Sangat
Setuju”, “S = Setuju”, “KS = Kurang Setuju”, “TS = Tidak Setuju” dan “STS = Sangat Tidak Setuju”. Oleh karena itu, untuk kisi-kisi kuesioner yang digunakan pada penelitian tampak pada table di bawah ini.
Tabel 3.7: Kisi-kisi kuesioner kerjasama antar siswa
No Indikator Item Positif Item Negatif Jumlah
1 Adanya sikap saling percaya antar anggota 1,3,5,7,9,10 2,4,6,8, 10 2 Adanya sikap saling mendukung 11,14,15,17,18,20 12,13,16,19 10 3 Adanya komunikasi yang terbuka 21,23,25,27,30 22,24,26,28,29,31,
32,33,34,35
4 Menerima konflik sebagai hal yang wajar 36,38 37,39,40 5 5 Saling menghormati keunikan masing-
masing pribadi
41,44,46,47 42,43,45,48,49,50 10
Jumlah 23 27 50
Tabel 3.8: Pedoman Penskoring Kuesioner Kerjasama
Alternatif Jawaban
Skor
Item Positif Item Negatif
ST 5 1
S 4 2
KS 3 3
TS 2 4
STS 1 5
Untuk menentukan kriteria tinggi atau rendahnya kerjasama diantara siswa kelas V, peneliti menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) yang di gunakan oleh Arifin (2011: 235-236) sebagaimana dijelaskan dalam tabel di bawah ini:
Tabel 3.9:Penilaian Acuan Patokan (PAP) Rentang Presentasi Skor Kriteria
< 59% Kerjasama Sangat Lemah
60% - 69% Kerjasama Lemah
70% - 79% Kerjasama Cukup
80% - 89% Kerjasama kuat
90% - 100% Kerjasama Sangat kuat
2. Wawancara atau interview
Jenis wawancara yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara dengan pernyataan bentuk kombinasi, dimana pertanyaan-pertanyaan yang disediakan merupakan kombinasi antara pertanyaan berstruktur dengan pertanyaan tak berstruktur (Masidjo, 1995: 58-76)
Tabel 3.10: Pedoman Wawancara Siswa
No Pernyataan jawaban
1
Apa yang kamu rasakan ketika belajar
matematika dengan menggunakan pendekatan
PMRI?
2
Apakah pelajaran matematika dengan
menggunakan pendekatan PMRI memudahkan
kamu memahami soal matematika?
3
Apakah dengan pelajaran PMRI secara
berkelompok menjadikan kamu senang untuk
bekerja sama?
4
Adakah dari anggota kelompok yang tidak bisa
diajak untuk bekerja sama? Kenapa demikian?
5
Bagaimana caramu untuk mengatasi teman yang
tidak bisa diajak untuk bekerja sama?
6
Apa keunggulan pelajaran PMRI dibandingkan
pelajaran matematika yang biasanya kamu
E. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian