BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 2011
C. ANALISIS AKUNTABILITAS KINERJA 2014
4. INDIKATOR KEEMPAT
Untuk mencapai indikator tersebut diperlukan kegiatan-kegiatan, baik yang terkait langsung maupun yang bersifat pendukung.
a. Kegiatan yang terkait langsung dengan indikator tersebut di atas adalah sebagai berikut:
1) Pengendalian Nyamuk/Fogging.
Sasaran Kegiatan :
Terlaksananya kegiatan pengamatan pemeriksaan dan pengawasan faktor risiko penyakit bersumber binatang dan pengendalian nyamuk. diwilayah Pelabuhan Laut Pulau Baai dan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Adapun wilayah yang dilakukan penyemprotan meliputi seluruh
Laporan Akuntabilitas Kinerja
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Bengkulu Tahun 2014
38
perkantoran dan pemukiman penduduk yang berada diwilayah ferimeter dan buffer di 2 lokasi diwilayah Pelabuhan Laut Pulau Baai dan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.Kondisi yang dicapai :
- Tercapainya 100 % kegiatan pengendalian nyamuk (fogging) di wilayah perimeter & buffer di lingkungan pelabuhan/bandara dimana luas daerah yang di fogging seluas 48 Ha dengan pemakaian insectisida /malathion sebanyak 24 liter.
- Luas daerah yang di fogging seluas 48 Ha dengan pemakaian insectisida/malathion sebanyak 24 liter.
- Terbebasnya daerah perimeter & buffer di lingkungan bandara/pelabuhan dan pos lintas batas dari nyamuk Aedes aegypty
Permasalahan :
- Persediaan peralatan fogging kurang
- Kurangnya tenaga untuk melakukan pemberantasan nyamuk/fogging di wilayah kerja dan untuk daerah yang luas diperlukan mesin SN 50.
Usul Pemecahan Masalah :
- Ditambahnya tenaga untuk membantu melakukan fogging di wilayah kerja pelabuhan/ bandara KKP Kelas III Bengkulu.
2) Pemeriksaan kepadatan lalat di pelabuhan.
Sasaran Kegiatan :
Terlaksananya Survey tingkat kepadatan lalat diwilayah Pelabuhan Laut/ Bandara.
Kondisi yang dicapai :
- Terkendalinya tingkat kepadatan lalat di lingkungan pelabuhan laut/bandara sebesar 99 %.
- Target tingkat kepadatan lalat sebanyak 10 ekor.
- Rata-rata Tingkat kepadatan lalat yang diperoleh sebanyak 85 ekor. Permasalahan :
Laporan Akuntabilitas Kinerja
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Bengkulu Tahun 2014
39
Masih kurangnya kesadaran masyarakat di lingkungan pelabuhan/bandara untuk menjaga kebersihan lingkungan yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan lalat.Usul Pemecahan Masalah :
Perlu dilakukan penyuluhan secara berkala kepada masyarakat yang berada di wilayah pelabuhan/badara tentang penting hidup bersih dan sehat.
3) Pemeriksaan kepadatan kecoa di pelabuhan.
Sasaran Kegiatan :
Terlaksananya Survey tingkat kepadatan kecoa diwilayah Pelabuhan Laut/ Bandara.
Kondisi yang dicapai :
- Terkendalinya tingkat kepadatan kecoa di lingkungan pelabuhan laut/bandara sebesar 100 %.
- Target tingkat kepadatan kecoa sebanyak 2 ekor.
- Rata-rata Tingkat kepadatan kecoa yang diperoleh sebanyak 2 ekor. Permasalahan :
Masih kurangnya kesadaran masyarakat di lingkungan pelabuhan/bandara untuk menjaga kebersihan lingkungan yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan kecoa.
Usul Pemecahan Masalah :
Perlu dilakukan penyuluhan secara berkala kepada masyarakat di pelabuhan/badara.
4) Pemberantasan Lalat dan Kecoa.
Sasaran Kegiatan :
Terlaksananya Pengendalian lalat dan kecoa di Pelabuhan Laut/ Bandara. Kondisi yang dicapai :
- Terbebasnya lingkungan pelabuhan laut/bandara dari vektor lalat dan kecoa.
- Terlaksananya kegiatan pelaksanaan pemberantasan lalat dan kecoa. - Luas lokasi pelaksanaan Pengendalian Lalat di Pelabuhan Laut/Bandara
Laporan Akuntabilitas Kinerja
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Bengkulu Tahun 2014
40
- Jumlah pemakaian insectida pengendalian sebanyak 20.000 ml.Permasalahan :
Kurangnya kesadaran masyarakat di lingkungan pelabuhan/bandara untuk menjaga kebersihan lingkungan yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan kecoa.
Usul Pemecahan Masalah :
Perlu dilakukan penyuluhan secara berkala kepada masyarkat di pelabuhan/badara.
5) Pemeriksaan Kepadatan Nyamuk di Pelabuhan Laut.
Sasaran Kegiatan :
Terlaksananya Survey tingkat kepadatan nyamuk Aedes aegypyti di daerah perimeter dan buffer area di Pelabuhan Laut/ Bandara.
Kondisi yang dicapai :
- Terbebasnya daerah perimeter & buffer di lingkungan bandara/pelabuhan dan pos lintas barat dari nyamuk Aedes aegypty.
- Tercapainya 100 % pelaksanaan survey tingkat kepadatan nyamuk di wilayah perimeter & buffer di lingkungan pelabuhan/bandara.
Permasalahan :
Masih kurang kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga dapat menjadi tempat perindukan vektor nyamuk.
Usul Pemecahan Masalah :
Perlu dilakukan penyuluhan secara berkala kepada masyarakat yang ada di sekitar pelabuhan/bandara.
6) Pemeriksaan Kepadatan Jentik di Pelabuhan
Sasaran Kegiatan :
Terlaksananya Survey tingkat kepadatan jentik nyamuk diwilayah Pelabuhan Laut/ Bandara.
Kondisi yang dicapai :
- Terbebasnya daerah perimeter & buffer di lingkungan bandara/pelabuhan dan pos lintas barat dari jentik nyamuk Aedes aegypty.
- Jumlah bangunan yang diperiksa di Ferimeter Area dan bufer Area sebanyak 1.418 buah dan jumlah container sebanyak 3.230 buah.
Laporan Akuntabilitas Kinerja
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Bengkulu Tahun 2014
41
- Tercapainya 100 % pelaksanaan survey tingkat kepadatan jentik nyamuk diwilayah perimeter & buffer di lingkungan pelabuhan/bandara dengan hasil rata-rata House Indeks ( HI ) pada daerah perimeter 0,35 dan pada daerah buffer 0,61 sedangkan angka Container Indeks (CI) pada daerah perimeter 0,15 dan pada daerah buffer sebesar 0,34.
Permasalahan :
Masih banyaknya tempat perindukan jentik seperti tempat penampungan air yg tidak mempunyai tutup ,belum melaksanakan gerakan 3 M dan masih adanya genangan air .
Usul Pemecahan Masalah :
Perlu dilakukan penyuluhan megenai pengendalian nyamuk dan jentik nyamuk pada masyarakat di wilayah permeter dan buffer area pelabuhan/bandara.
7) Pemberantasan Jentik Nyamuk ( Larvasidasi ).
Sasaran Kegiatan :
Terlaksananya Pemberantasan jentik nyamuk Aedes aegypyti ( larvatisasi) di lingkungan Pelabuhan Laut/ Bandara.
Kondisi yang dicapai :
- Terbebasnya daerah perimeter & buffer di lingkungan bandara/pelabuhan dan pos lintas barat dari jentik nyamuk Aedes aegypty.
- Pemakaian larvasida sebanyak 22,09 Gram.
- Tercapainya 100 % Pelaksanaan Pemberantasan jentik nyamuk Aedes aegypyti (larvasidasi) di wilayah perimeter & buffer di lingkungan pelabuhan/bandara.
b. Kegiatan “yang bersifat pendukung” dengan indikator ini adalah sebagai berikut:
1) Pembentukan Kader Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Wilayah Pelabuhan Pulau Pulau Baai Bengkulu
Laporan Akuntabilitas Kinerja
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Bengkulu Tahun 2014
42
Persentase setiap kejadian PHEIC di wilayah episenter pandemi dilakukan tindakan karantina ≤ 24 jam setelah ditetapkan oleh pemerintahPersentase kualitas air minum pelabuhan/bandara/pos lintas batas darat/alat angkut yang memenuhi syarat
Terlaksananya pembentukan kader PSN di wilayah kerja pelabuhan Pulau Baai Bengkulu dalam pelaksanaan pengendalian nyamuk di lingkungan pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.
Kondisi yang dicapai :
- Terlaksananya kegiatan pertemuan Kader Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di wilayah pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.
- Jumlah peserta kader PSN yang hadir di Pulau Baai Bengkulu Sebanyak ... orang.
Permasalahan : -
Usul pemecahan masalah: