• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PEMBAHASAN

5.1 Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan KIA di Puskesmas

5.1.1 Indikator Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan KIA

Terdapat 14 unsur untuk menilai unit pelayanan KIA di Puskesmas Banda

Baro yang di dalamnya terdapat 33 sub indikator.

1. Prosedur Pelayanan

Indikator prosedur pelayanan dalam penelitian ini terdiri dari 3 sub

indikator yaitu keterbukaan informasi mengenai prosedur pelayanan, kejelasan

penelitian dan setelah dilakukan tabulasi data maka dua dari tiga kriteria tersebut

dinilai sudah baik, yaitu kejelasan alur prosedur pelayanan dan kesederhaan

prosedur pelayanan. Sedangkan keterbukaan informasi dinilai kurang baik karena

menurut responden tidak ada informasi prosedur pelayanan KIA di Puskesmas

Banda Baro yang mereka lihat maupun yang mereka terima sebelumnya.

Selanjutnya apabila keseluruhan sub indikator tersebut dilihat dari bobot

skor yang telah diperoleh, maka hasilnya sebesar 281,67. Sehingga nilai skor

prosedur pelayanan KIA di Puskesmas Banda Baro adalah 2,82 dan dikategorikan

dalam kondisi yang baik.

Berdasarkan hasil wawancara secara keseluruhan terhadap prosedur

pelayanan KIA di Puskesmas Banda Baro, masyarakat merasa sangat terbantu

sekali dengan kemudahan dan kesederhaan alur prosedur pelayanan. Meskipun

kurang terbukanya informasi prosedur pelayanan KIA tersebut, dengan

kesederhaan dan kejelasan prosedur mendapatkan pelayanan KIA, mereka sudah

tahu tentang apa yang harus disertakan dan dipersiapkan saat berkunjung ke

Puskesmas Banda Baro.

Melihat tingkat kepentingan dari prosedur pelayanan KIA, maka dapat

dikatakan hampir semua responden memberikan penilain antara penting dan

sangat penting pada ketiga sub indikator di dalamya. Secara keseluruhan tingkat

kepentingan untuk unsur prosedur pelayanan KIA di Puskesmas Banda Baro

mempunyai bobot nilai sebesar 335,67 dan bila dibandingkan dengan kualitas

Artinya 83,91 persen keinginan ataupun harapan masyarakat mengenai prosedur

pelayanan KIA telah mampu dijalankan dengan baik oleh Puskesmas Banda Baro.

2. Persyaratan Pelayanan

Indikator persyaratan pelayanan dalam penelitian ini terdiri dari 2 sub

indikator yaitu kemudahan persyaratan yang harus dipenuhi dan kesesuaian antara

persyaratan dan pelayanan yang diterima. Berdasarkan hasil penelitian semua sub

indikator dalam persyaratan pelayanan memperoleh hasil yang baik. Dimana hasil tabulasi kedua sub indikator tersebut menghasilkan bobot rata-rata sebesar 319,5

dengan nilai skor 3,19.

Mayoritas responden menyatakan persyaratan pelayanan yang harus

dipenuhi untuk mendapatkan pelayanan KIA di Puskesmas Banda Baro sangat

mudah dan sudah sesuai dengan pelayanan yang diterima. Responden mengaku

bahwa untuk medapatkan pelayanan KIA mereka hanya membawa kartu berobat

atau jaminan kesehatan saja, dan apabila belum memiliki jaminan kesehatan

mereka bisa membawa kartu keluarga. Kemudahan yang masyarakat rasakan

menunjukkan bahwa persyaratan pelayanan telah disosialisasikan dengan baik

oleh pihak Puskesmas Banda Baro. Demikian pula dengan kepentingan sub

indikator persyaratan pelayanan, responden menganggap kemudahan dan

kesesuaian antara persyaratan dan pelayanan KIA yang dirasakan di Puskesmas

Banda Baro adalah penting.

Sementara itu tingkat kesesuaian antara harapan dan kenyataan yang

dirasakan dapat dilihat dari perbandingan tingkat kepentingan dengan kepuasan

pada tingkat kepentingan, maka diperoleh tingkat kesesuaian mencapai 92,61

persen. Kepentingan responden akan persyaratan pelayanan KIA sudah terlayani

dengan baik.

3. Kejelasan Petugas Pelayanan

Indikator kejelasan petugas pelayanan dalam penelitian ini mempunyai 2

sub indikator, yaitu kejelasan petugas yang memberikan pelayanan dan kepastian

petugas yang memberikan pelayanan. secara keseluruhan apabila kedua sub

indikator ini dirata-rata, maka diperoleh bobot sebesar 290,5 dengan skor 2,91.

Berdasarkan rentang skor dapat dikatakan bahwa kepuasan akan kualitas

kejelasan petugas KIA di Puskesmas Banda Baro berada dalam kondisi yang

baik.

Keberadaan petugas KIA seperti dokter umum dan petugas lainnya seperti

bidan dan perawat yang selalu berada ditempat membuat responden selalu

terlayani. Sehingga responden mengaku bahwa petugas pelayanan KIA di

Puskesmas Banda Baro jelas dan pasti ada saat mereka mendapatkan pelayanan

pada unit pelayanan KIA.

Tingkat kepentingan dari masyarakat selaku pengguna jasa atas kejelasan

identitas petugas menunjukkan bahwa 48 persen responden menganggap hal

tersebut kurang penting dan 3 persen responden menganggap tidak penting. Hal

ini dapat diartikan bahwa responden kurang memperhatikan keperluan mereka

akan identitas petugas pelayanan KIA di Puskesmas Banda Baro. Berdasarkan

hasil wawancara, responden mengaku bahwa keberadaan petugas dan bagaimana

juga mengatakan bahwa kejelasan identitasnya petugas KIA di Puskesmas Banda

Baro adalah kepentingan pihak puskesmas selaku penyedia jasa. Meskipun

kejelasan merupakan pedoman bagi pasien KIA atau keluarganya untuk dapat

berkomunikasi mengenai kondisi pasien, namun responden menilai hal tersebut

dari tanggung jawab, kejelasan informasi, dan cara pasien diperlakukan saat

memperoleh pelayanan KIA tersebut.

Berdasarkan hasil tingkat kepuasan dan kepentingan akan kedua sub

indikator dalam kejelasan petugas pelayanan, maka diperoleh tingkat kesesuaian

sebesar 0,958 yang artinya sudah 95,87 persen kepuasan masyarakat terpenuhi

dari kejelasan petugas pelayanan KIA di Puskesmas Banda Baro

4. Kedisiplinan Petugas Pelayanan

Indikator kedisiplinan petugas pelayanan dalam penelitian ini terdiri dari 2

sub indikator, yaitu kedisiplinan petugas yang memberikan pelayanan dan

keberadaan petugas pada saat jam pelayanan. Mayoritas responden menyatakan

bahwa petugas pelayanan sudah cukup disiplin. Tergambar pada 86 persen

responden menyatakan petugas sudah disiplin dan 97 persen responden

menyatakan petugas tepat waktu atau berada ditempat pada saat jam pelayanan.

Berdasarkan hasil observasi selama penelitian terlihat bahwa kunjungan seluruh

pasien KIA dimulai dari jam sembilan pagi, sedangkan pada jam tersebut petugas

KIA sudah berada ditempat.

Selanjutnya apabila bobot nilai keseluruhan sub indikator dirata-rata, maka

skor yang ada dapat dikatan kinerja kedisiplinan petugas pelayanan KIA di

Puskesmas Banda Baro berada dalam kondisi yang baik.

Tingkat kepentingan dari indikator kedisiplinan petugas pelayanan KIA

berdasarkan hasil wawancara dengan responden adalah sangat penting. Bobot

rata-rata nilainya sebesar 361,5, sehingga tingkat kesesuiannya sebesar 0,809.

Artinya tingkat kedisiplinan petugas KIA telah memberikan kepuasan terhadap

masyarakat pengguna jasa di Puskesmas Banda Baro.

5. Tanggung Jawab Petugas Pelayanan

Indikator tanggung jawab petugas pelayan KIA dalam penelitian ini terdiri

dari 3 sub indikator, yaitu tanggung jawab petugas, keterbukaan tanggung jawab

dalam memberikan pelayanan, dan kejelasan tanggung jawab petugas. Ketiga sub

indikator tersebut telah memuaskan responden. Hal ini dapat dilihat 89 responden

menyatakan petugas bertanggung jawab, 45 responden menyatakan tanggung

jawab petugas jelas, dan 81 responden menyatakan tanggung jawab petugas

terlihat baik.

Hasil jawaban dari responden mengidentifikasikan tanggung jawab

petugas pelayanan akan fungsi dan tugasnya masing-masing sudah dilaksanakan

dengan baik. Hal ini juga dapat dilihat dari rata-rata bobot nilai dari sub indikator

mencapai 309,33 dengan nilai 3,09 yang berada dalam rentang kondisi baik. Walaupun demikian berdasarkan hasil wawancara terdapat 45 responden yang

menyatakan ketidakjelasan dari tanggung jawab petugas. Hal demikian

dikarenakan ketidaktahuan responden akan tugas dari petugas kesehatan, sehingga

KIA dalam memberikan pelayanan. Tingkat kepentingan dari tanggung jawab

petugas memperoleh bobot sebesar 321,67 yang berarti menurut responden ketiga

sub indikator tanggung jawab petugas KIA adalah penting.

Selanjutnya apabila dilihat dari tingkat kesesuaian antara tingkat kepuasan

dan tingkat kepentingan, nilai yang diperoleh adalah 0,962 yang artinya 96,16

persen kepentingan pengguna layanan KIA di Puskesmas Banda Baro terpenuhi

oleh kualitas kinerja tanggung jawab dari para petugas pelayanan KIA.

6. Kemampuan Petugas Pelayanan

Indikator kemampuan petugas pelayanan dalam penelitian ini terdiri dari 3

sub indikator, yaitu kemampuan fisik petugas, kemampuan intelektual petugas,

dan kejelasan informasi yang disampaikan petugas. Sub indikator untuk

kemampuan fisik dan kemampuan intelektual telah dinilai baik oleh responden.

Hal ini ditunjukkan oleh 66 responden menyatakan kemampuan fisik petugas

adalah sangat mampu, dan 65 responden menyatakan kemampuan intelektual

petugas adalah mampu. Ketidakraguan responden terhadap kemampuan fisik dan

intelektual petugas KIA dikarenakan berdasarkan hasil wawancara bahwa SDM

yang ada merupakan orang yang ahli dan berpengalaman dibidang KIA, dan

kemampuan fisik petugas terukur cukup aktif bila dilihat dari bagaimana petugas

bergerak cepat dalam memberikan pelayanan.

Sedangkan untuk sub indikator kejelasan informasi yang disampaikan

petugas, 57 responden menyatakan kurang jelas dan 2 responden menyatakan

tidak jelas. Berdasarkan hasil wawancara, didapatlah keterangan dari responden

tidak bertanya apa hasil pemeriksaan mereka, dan bila ada informasi yang

disampaikan biasanya petugas KIA cenderung memberikan hasil pemeriksaan

yang sama dengan sebelumnya dan tidak spesifik seperti yang diinginkan pasien.

Dari ketiga sub indikator tersebut, nilai dari sub indikator kejelasan

informasi yang disampaikan petugas memperoleh nilai rentang 2,40 sehingga

masuk dalam kategori yang tidak baik, sedangkan tingkat kepentingan akan kejelasan informasi mencapai rentang 3,90 yang artinya sangat penting dalam

menunjang kepuasan pasien.

Secara keseluruhan nilai dari unsur kemampuan petugas pelayanan KIA di

Puskesmas Banda Baro memperoleh bobot 276 dengan rentang 2,76 dan

berkategori baik. Tingkat kepentingan keseluruhan diperoleh bobot 383,67 dan nilai 3,84 dengan tingkat kesesuaiannya sebesar 0,72. Artinya 72 persen tingkat

kepentingan akan kemampuan petugas pelayanan KIA telah memenuhi kepuasan

masyarakat.

7. Kecepatan Pelayanan

Indikator kecepatan pelayanan dalam penelitian ini terdiri dari 2 sub

indikator, yaitu kecepatan petugas dalam memberikan pelayanan dan ketepatan

waktu proses pelayanan. Secara keseluruhan kedua sub indikator tersebut

mendapat bobot 293 dengan nilai 2,93 dan berkategori baik.

Sebanyak 93 persen responden menyatakan cepat dan tepat untuk

masing-masing sub indikator kecepatan pelayanan KIA di Puskesmas Banda Baro.

Sedangakan untuk tingkat kepentingannya mayoritas responden menyatakan

Berdasarakan hasil wawancara yang dilakukan kecepatan pelayanan KIA di

Puskesmas Banda Baro dirasa sudah cepat dan tepat waktu dalam proses

pelayanan, dan berdasarkan hasil observasi peneliti pasien-pasien KIA lebih cepat

dilayani dibandingkan dengan unit lain seperti unit poli umum karena jumlah

pasien KIA yang lebih sedikit, yaitu rata-rata 10 sampai 13 pasien dalam sehari.

Tingkat kesesuaian antara kepuasan dan kepentingan masyarakat akan

kecepatan pelayan KIA memperoleh nilai sebesar 0, 889. Artinya 88,92 persen

kepentingan masyarakat akan kecepatan pelayanan KIA sudah mampu dilayani

dengan baik di Puskesmas Banda Baro.

8. Keadilan Mendapatkan Pelayanan

Indikator keadilan mendapatkan pelayanan terdiri dari 2 sub indikator di

dalamnya, yaitu keadilan petugas dalam memberikan pelayanan dan kemerataan

jangkauan/cakupan pemberian pelayanan terhadap semua pasien tanpa pilih-pilih.

Berdasarkan hasil tabulasi data terhadap 100 responden, 97 persen diantaranya

menyatakan petugas sudah adil dalam memberikan pelayanan KIA dan semua

responden menyatakan pelayanan KIA diberikan secara merata tanpa pilih-pilih

oleh petugas KIA di Puskesmas Banda Baro.

Tingkat kepentingan terhadap semua sub indikator keadilan mendapatkan

pelayanan mendapat bobot 312,5 dan mayoritas responden menyatakan penting.

Hal ini berarti dianggap penting dalam mempengaruhi kepuasan masyarakat.

Sedangkan penilaian terhadap seluruh indikator dalam keadilan mendapatkan

Tingkat kesesuaiannya menunjukkan angka 0,958, yang artinya 95, 84

persen kepentingan masyarakat untuk indikator keadilan mendapatkan pelayanan

KIA di Puskesmas Banda Baro sudah mampu terlayani dengan baik.

9. Kesopanan dan Keramahan Petugas

Indikator kesopanan dan keramahan petugas KIA di Puskesmas Banda

Baro terdiri dari 2 sub indikator, yaitu kesopanan petugas pemberi pelayanan dan

keramahan petugas pemberi pelayanan. kesopanan dan keramahan menurut

responden yang diwawancarai merupakan bentuk penghargaan pemberi jasa

pelayanan terhadap pasien atau masyarakat, karena hal ini sangat dirasakan sekali

oleh masyarakat dan sangat mempengaruhi tingkat kepuasan tentunya. Bentuk

kesopanan dan keramahan petugas KIA dinilai pula dapat menunjukkan rasa

perhatian terhadap pasien.

Berdasarkan hasil tabulasi hasil penelitian pada seluruh sub indikator

diperoleh bobot sebesar 293,5 dengan nilai 2,94 sehingga masuk dalam kategori

baik. Mayoritas responden juga mengatakan bahwa kesopanan dan keramahan petugas KIA sudah baik. Tingkat kepentingan yang dinyatakan responden berkisar

antara penting dan sangat penting. Sehingga diperoleh tingkat kesesuaian antara

kepuasan dengan kepentingan sebesar 0,859. Artinya 85,94 persen tingkat

kepentingan masyarakat sudah terpenuhi dalam hal kesopanan dan keramahan

petugas KIA di Puskesmas Banda Baro.

10. Kewajaran Biaya Pelayanan

Indikator kewajaran biaya pelayanan memiliki 2 sub indikator dalam

keterjangkauan biaya pelayanan. Mayoritas responden menyatakan wajar sampai

sangat wajar untuk biaya pelayanan yang dikeluarkan dan terjangkau sampai

sangat terjangkau untuk keterjangkauan biaya pelayanan.

Sesuai dengan diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh

BPJS Kesehatan, maka seluruh warga Aceh, temasuk warga Banda Baro tidak lagi

mengeluarkan biaya retribusi untuk mendapatkan pelayanan KIA di Puskesmas

Banda Baro. Biaya yang ada hanyalah biaya pembuatan kartu bagi yang belum

mempunyai kartu berobat yaitu sebesar Rp 3000 saja. Apabila pasien belum

memiliki jaminan kesehatan, maka untuk mendapatkan pelayanan, termasuk

pelayanan KIA di Puskesmas Banda Baro dengan menunjukkan Kartu Keluarga.

Keseluruhan sub indikator dalam kewajaran biaya pelayanan mendapatkan

bobot sebesar 360 dengan nilai 3,60 dan berkategori Sangat Baik. Hal ini mengidentifikasikan bahwa ada kekonsistenan pemerintah dalam pelayanan dasar

bidang kesehatan selaku penetap kebijakan terhadap biaya pelayanan kepada

masyarakat agar biaya terjangkau. Sedangkan untuk keseluruhan tingkat

kepentingannya memperoleh bobot sebesar 317, 5. Adapun tingkat kesesuian

antara kepuasan dan tingkat kepentingannya sebesar 1,13. Artinya kepentingan

masyarakat akan kewajaran biaya pelayanan untuk mendapatkan pelayana KIA di

Puskesmas Banda Baro sudah terpenuhi.

11. Kepastian Biaya Pelayanan

Indikator dalam kepastian biaya pelayanan ada 3 sub indikator, yaitu

kesesuaian biaya yang dibayarkan dengan biaya yang ditetapkan, kepastian biaya,

jelas untuk semua sub indikator tersebut. Hal ini dikarenakan biaya yang

dibayarkan termasuk dalam iuran yang mereka bayarkan dalam jaminan kesehatan

yang responden miliki. Untuk tingkat kepentingan keseluruhan sub indikator

kepastian biaya dianggap penting oleh responden. Meskipun demikian 6 persen

responden menyatakan kejelasan rincian biaya tidak penting. Berdasarkan hasil

wawancara hal ini dikarenakan pelayanan KIA di Puskesmas merupakan

pelayanan dasar yang biayanya responden anggap sudah diatur secara rinci dan

nilainya juga terjangkau, sehingga biaya yang perlu ada kejelasan rinciannya

adalah pelayanan rujukannya ataupun pelayanan diluar Puskesmas.

Secara keselurahan bobot dari indikator kepastian biaya adalah sebesar

301, 33 dengan nilai 3, 01 dan termasuk dalam kategori baik. Tingkat kepentingannya juga mendapat bobot sebesar 303,67. Jadi tingkat kesesuaian

antara kepuasan dengan kepentingan masyarakat memperoleh nilai 0,992. Artinya

bahwa 99,23 persen kepentingan masyarakat akan kepastian biaya pelayanan KIA

dapat terpenuhi oleh Puskesmas Banda Baro.

12. kepastian Jadwal Pelayanan

Kepastian jadwal pelayanan KIA di Puskesmas Banda Baro dalam

penelitian ini dibagi dalam 2 sub indikator, yaitu kejelasan jadwal pelayanan KIA

dan kesesuaian jam pelayanan dengan jadwal pelayanan. sebanyak 85 persen dan

93 persen reponden yang menyatakan jadwal pelayanan KIA sudah jelas dan

sudah sesuai dengan jam pelayanan yang ditetapkan. Kemudian mayoritas

responden juga menyatakan tingkat kepentingan akan kedua sub indikator tersebut

hasil wawancara, responden yang bekerja sebagai petani menyatakan bahwa

sebaiknya jadwal pelayanan dibuka lebih lama dari biasanya karena mereka sering

mengunjungi Puskesmas pada siang hari.

Secara keseluruhan bobot sub indikator dalam kepastian jadwal pelayanan

KIA adalah 288, dengan nilai 2,88 dan berkategori baik. Sedangan tingkat kepentingannya memperoleh bobot 330,5, sehingga tingkat kesesuaian antara

kepuasan masyarakat terhadap kepentingannya mendapat nilai 0, 871 yang berarti

sudah 87,14 persen dipenuhi oleh Puskesmas Banda Baro.

13. Kenyamanan Lingkungan

Indikator kenyamanan lingkungan terdiri dari 3 sub indikator dalam

penelitian ini, yaitu kebersihan, kerapian dan keraturan saranan dan prasarana

pelayanan, ketersediaan fasilitas pendukung pelayanan, dan kenyamanan ruang

tunggu pelayanan. Secara keseluruhan sub indikator dalam kenyamanan

lingkungan pelayanan KIA di Puskesmas Banda Baro memperoleh bobot sebesar

283, 33, dengan nilainya 2,83 dan masuk dalam kategori baik.

Mayoritas responden menyatakan bahwa tingkat kebersihan, kerapian dan

keteraturan sarana dan prasanan unit KIA berada dalam kondisi yang baik. Hanya

7 persen responden yang menyatakan kondisi tersebut kurang baik. Untuk

ketersediaan fasilitas pendukung pelayanan KIA di Puskesmas Banda Baro

dinyatakan kurang tersedia oleh 42 responden. Berdasarkan hasil wawancara,

responden mengharapkan pelayanan KIA untuk lebih menyediakan fasilitas

layanan KIA agar masalah kesehatan ibu dan anak sebisa mungkin tidak perlu

cukup pada Puskesmas saja. Untuk kenyamanan ruang tunggu pelayanan KIA 95

persen responden menyatakan nyaman.

Tingkat kepentingan keseluruhan sub indikator ini memperoleh bobot nilai

319,5 dan kesesuaiannya dengan kepuasan mendapat nilai 0, 846. Berarti 84, 61

persen kepentingan masyarakat akan kenyamanan dalam memperoleh pelayanan

KIA di puskesmas Banda Baro sudah terpenuhi.

14. Keamanan Pelayanan

Indikator keamanan pelayanan KIA dalam penelitian ini ada 2 sub

indikatornya, yaitu keamanan lingkungan tempat pelayanan KIA berlangsung dan

keamanan sarana dan prasarana pelayanan yang digunakan. Keseluruhan sub

indikator tersebut mendapat bobot sebesar 299, dengan nilainya 2,99 dan

berkategori baik.

Semua responden menyatakan bahwa lingkungan pelayanan KIA di

Puskesmas Banda Baro adalah aman, dan 98 responden menyatakan aman

terhadap sarana dan prasarana yang digunakan dalam pelayanan. kemudian

mayoritas responden menyatakan penting keamanan lingkungan pelayanan KIA,

dan 31 persen responden menyatakan sangat penting adanya keamanan sarana dan

prasarana pelayanan yang digunakan unit KIA di Puskesmas Banda Baro.

Tingkat kepentingan keseluruhan sub indikator mencapai bobot 319,5,

sehingga tingkat kesesuaiannya dengan kepuasan bernilai 0, 936. Berarti 93, 56

5.2 Kategori Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan KIA di Puskesmas

Dokumen terkait