DOKUMENTASI PENANDATANGANAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2020
SASARAN 2 - Indikator Kinerja ke-2 Sasaran 2 Indikator ke 2
Jumlah putusan pekara perdata pada tahun 2020 adalah sebanyak 237 perkara dan jumlah
salinan putusan yang dikirim kepada para pihak adalah sebanyak 237 perkara, sehingga realisasi dari indikator ini adalah sebesar 100% dengan capaian 100% sedangkan Jumlah putusan pekara pidana pada tahun 2020 adalah sebanyak 524 perkara dan jumlah salinan putusan yang dikirim kepada para pihak adalah sebanyak 524 perkara, sehingga realisasi dari indikator ini adalah sebesar 100% dengan capaian 100%.
Keterangan dan analisis Capaian Indikator Kinerja “Persentase Isi Putusan Yang Diterima Oleh para pihak Tepat Waktu” : Prosentase penyampaian pemberitahuan putusan tepat waktu, tempat dan para pihak ditargetkan sebesar 100% ternyata dapat tercapai sebesar 100%, Hal ini menunjukkan bahwa sistem kerja yang berlaku di lingkungan Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri telah berjalan dengan baik karena semua berkas perkara yang telah putus pada tahun 2020 telah dilengkapi dengan relas pemberitahuan putusan yang disampaikan ke para pihak serta kepada pengadilan pengaju.
Penghitungan ini di dapat dengan menggunakan penghitungan seperti di bawah ini :
SASARAN 2 - Indikator Kinerja ke-2 Sasaran 2 Indikator ke 2
Persentase Perkara Yang Diselesaikan Melalui Mediasi
Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah perkara yang diselesaikan melalui mediasi dengan jumlah perkara yang dilakukan mediasi. Mediasi menurut Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan adalah cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan para pihak dengan dibantu oleh mediator.
Berdasarkan Perma Nomor 1 Tahun 2016 semua sengketa perdata yang diajukan ke pengadilan termasuk perkara perlawanan atas putusan verstek dan perlawanan pihak berperkara maupun pihak ketiga terhadap pelaksanaan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, wajib terlebih dahulu diupayakan penyelesaian melalui Mediasi, kecuali:
1. sengketa yang pemeriksaannya di persidangan ditentukan tenggang waktu penyelesaiannya meliputi antara lain:
a. sengketa yang diselesaikan melalui prosedur Pengadilan Niaga;
b. sengketa yang diselesaikan melalui prosedur Pengadilan Hubungan Industrial;
c. keberatan atas putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha;
d. keberatan atas putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen;
e. permohonan pembatalan putusan arbitrase;
f. keberatan atas putusan Komisi Informasi;
g. penyelesaian perselisihan partai politik;
h. sengketa yang diselesaikan melalui tata cara gugatan sederhana; dan
i. sengketa lain yang pemeriksaannya di persidangan ditentukan tenggang waktu penyelesaiannya dalam ketentuan peraturan perundang-undangan;
2. sengketa yang pemeriksaannya dilakukan tanpa hadirnya penggugat atau tergugat yang telah dipanggil secara patut;
3. gugatan balik (rekonvensi) dan masuknya pihak ketiga dalam suatu perkara (intervensi);
4. sengketa mengenai pencegahan, penolakan, pembatalan dan pengesahan perkawinan;
5. sengketa yang diajukan ke pengadilan setelah diupayakan penyelesaian di luar pengadilan melalui mediasi dengan bantuan Mediator bersertifikat yang terdaftar di pengadilan setempat tetapi dinyatakan tidak berhasil berdasarkan pernyataan yang ditandatangani oleh para pihak dan Mediator bersertifikat.
Penghitungan ini di dapat dengan menggunakan penghitungan seperti di bawah ini :
x 100%
Tabel 16
Persentase Perkara Yang Diselesaikan Melalui Mediasi Tahun 2018-2020 Tahun Perkara Yang Dilakukan
Mediasi
Perkara Yang Diselesaikan
Melalui Mediasi Target Realisasi Capaian
2020 87 18 5% 21% 420%
2019 97 11 5% 11% 220%
2018 90 3 5% 0,3% 0,6%
Grafik 10
Persentase Perkara Yang Diselesaikan Melalui Mediasi Tahun 2018-2020
Jumlah perkara yang dilakukan mediasi pada tahun 2020 adalah sebanyak 87 perkara dan jumlah perkara yang diselesaikan melalui mediasi adalah sebanyak 18 perkara, sehingga realisasi dari indikator ini adalah sebesar 21% dengan target sebesar 5% yang telah ditetapkan pada awal tahun 2020 , dengan capaian 420 %.
Keterangan dan analisis Capaian Indikator Kinerja “ Persentase Perkara yang diselesaikan Melalui Mediasi ― : Pada tahun 2020 Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri menargetkan 5% untuk perkara yang berhasil dimediasi, dari data yang di sampaikan pada tabel diatas jumlah perkara yang di mediasi sebesar 87 perkara sedangkan mediasi berhasil sebanyak 11 perkara ( 21% ), dari realisasi tersebut sudah melebihi dari yang ditargetkan ( 5% ), maka capaian Presentase perkara yang diselesaikan melalui mediasi ditahun 2020 adalah sebesar 420% melebihi capaian tahun sebelumnya.
Sasaran 2 Indikator ke 3
Persentase Berkas Perkara Yang Dimohonkan Banding, Kasasi Dan PK Secara Lengkap Dan Tepat Waktu
Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu dengan jumlah perkara yang mengajukan banding, kasasi dan PK baik itu untuk perkara pidana dan perdata.
Berkas perkara yang disebut lengkap adalah berkas upaya hukum yang dimohonkan banding , kasasi dan PK yang terdiri dari bendel A dan bendel B telah terpenuhi dukumen
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
2020 2019 2018
Perkara Yang Dilakukan Mediasi
Perkara Yang Diselesaikan Melalui Mediasi
Target
Realisasi
Capaian
pendukungnya dan tepat waktu prosesnya dengan mengacu UU no.14 tahun 1985 dan perubahannya pada UU no. 5 tahun 2004 tentang Mahkamah Agung RI.
Penghitungan Indikator berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu di dapat dengan menggunakan penghitungan seperti di bawah ini :
Persentase Berkas Perkara Yang Dimohonkan Banding, Kasasi Dan PK Secara Lengkap Dan Tepat Waktu Tahun 2018 – 2020
Tahun
Target Realisasi Capaian
2020
Grafik 11
Persentase Berkas Perkara Yang Dimohonkan Banding, Kasasi Dan PK Secara Lengkap Dan Tepat Waktu Tahun 2018-2020
Tahun 2020 jumlah perkara pidana yang dimohonkan banding, kasasi dan PK adalah sebanyak 16 perkara dan berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu adalah sebanyak 16 perkara, maka realisasinya adalah sebesar 100 % dari target yang ditetapkan sebesarkan 85% pada awal tahun 2020 dan capaiannya sebesar 118 %, untuk perkara pidana capaian pada tahun 2020 sama dengan seperti capaian pada tahun 2019 yaitu sebesar 118%. Sedangkan jumlah perkara perdata yang dimohonkan banding, kasasi dan PK adalah sebanyak 63 perkara dan berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu adalah sebanyak 54 perkara, maka realisasinya adalah sebesar 94 % dari target yang ditetapkan sebesarkan 85% pada awal tahun 2020 dan capaiannya sebesar 101 %. Untuk perkara perdata capaian pada tahun 2020 mengalami penurunan di bandingkan capaian tahun 2019 yaitu sebesar 110% atau mengalami penurunan sebesar 9%.
analisis Capaian Indikator Kinerja “ Berkas perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu ― : Persentase berkas perkara yang diajukan banding kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu Untuk tahun 2020 secara persentase dan capaian telah terpenuhi tetapi dibandingkan pada tahun 2019 mengalami penurunan capaian sebesar 9%, hal itu disebakan karena adanya permintaan bantuan relas ke luar umtuk tempat salah satu pihak banding sering datang terlambat sehingga mempengaruhi kelengkapan untuk proses pengajuan upaya hukum banding,kasasi maupun PK.
0 20 40 60 80 100 120
2020 2019 2018
Berkas Perkara Yang Dimohonkan Banding,Kasasi, Dan PK
Berkas Perkara yang Dimohonkan Banding, Kasasi, Dan PK Secara Lengkap Dan Tepat Waktu target
Realisasi
Sasaran 2 Indikator ke 4
Persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah perkara diputus
Indikator ini dihitung dengan membandingkan putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah putus dengan putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat.
Yang dimaksud disini dengan perkara yang menarik perhatian masyarakat adalah putusan perkara tipikor. Penghitungan Indikator persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah putus dengan Persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat di dapat dengan menggunakan penghitungan seperti di bawah ini :
Jumlah putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat
yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah perkara diputus
Jumlah putusan perkarayang menarik perhatian masyarakat
Tabel 18
Persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah perkara diputus
Tahun
Putusan Perkara Yang
Menarik Perhatian Masyarakat
Putusan Perkara Yang Menarik Perhatian Masyarakat Yang Dapat
Diakses Secara Online Dalam Waktu 1 Hari Setelah Putus
Target Realisasi Capaian
2020 0 0 0% 0% 0%
2019 0 0 0% 0% 0%
2018 0 0 0% 0% 0%
Tahun 2020 jumlah putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat adalah sebanyak 0 perkara dan putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah putus adalah sebanyak 0 perkara, maka realisasinya adalah sebesar 0 % dan capaiannya 0%.
x 100%
analisis Capaian Indikator Kinerja “ Persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah diputus‖ : untuk peresentase perkara yang menarik perhatian masyarakat, dalam hal ini adalah putusan perkara tipikor, sedangkan Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri tidak mempunyai kewenangan untuk melaksanakan sidang Tipikor sekaligus mengupload putusan perkara tipikor sehingga dari persentase dan capaiannya tidak ada.
Sasaran 3 : Meningkatnya Akses Peradilan Bagi Masyarakat Miskin Dan Terpinggirkan
Pelaksanaan kegiatan dalam pencapaian sasaran kinerja ini berdasarkan pada Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 tahun 2014.
Ruang lingkup layanan hukum bagi masyarakat tidak mampu di pengadilan, terdiri dari:
a. Layanan Pembebasan Biaya Perkara;
b. Penyelenggaraan Sidang diluar Gedung Pengadilan Negeri; dan c. Penyediaan Posbakum Pengadilan Negeri.
Tabel 19
Meningkatnya Akses Peradilan Bagi Masyarakat Miskin Dan Terpinggirkan Indikator Kinerja
Capaian 2020 2019 2018
Persentase perkara prodeo yang diselesaikan 0% 0% 0%
Persentase perkara yang diselesaikan di luar gedung pengadilan 100% 0% 0%
Persentase pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan
bantuan hukum (Posbakum) 100% 100% 100%
RATA-RATA CAPAIAN KINERJA 67% 33% 33%
Grafik 12
Meningkatnya Akses Peradilan Bagi Masyarakat Miskin Dan Terpinggirkan Tahun 2018-2020
Sasaran 3 Indikator ke 1
Persentase Perkara Prodeo Yang Diselesaikan
Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah perkara prodeo yang diselesaikan dengan jumlah perkara prodeo.
Setiap orang atau sekelompok orang yang tidak mampu secara ekonomi dapat mengajukan permohonan pembebasan biaya perkara, yang dibuktikan dengan: Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan oleh Kepala Desa/Lurah/Kepala wilayah setempat yang menyatakan bahwa benar yang bersangkutan tidak mampu membayar biaya perkara; atau Surat Keterangan Tunjangan Sosial lainnya seperti Kartu
Keluarga Miskin (KKM), Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Kartu Beras Miskin (Raskin), Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kartu Perlindungan Sosial (KPS), atau dokumen lainnya yang berkaitan dengan daftar penduduk miskin dalam basis data terpadu pemerintah atau yang dikeluarkan oleh instansi lain yang berwenang untuk memberikan keterangan tidak mampu.
Layanan pembebasan biaya perkara diberikan sepanjang ketersediaan anggaran di Pengadilan dan berlaku pada tingkat pertama, tingkat banding, tingkat kasasi, peninjauan kembali, eksekusi, dan sidang di luar gedung Pengadilan serta Posbakum Pengadilan.
0 20 40 60 80 100
2020 2019 2018
Persentase Perkara Prodeo Yang Diselesaikan
Persentase Perkara Diselesaikan Diluar gedung Pengadilan
Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu Yang mendapat Layanan Posbakum
Persentase perkara prodeo yang diselesaikan di dapat dengan menggunakan penghitungan seperti di bawah ini :
Tabel 20
Persentase Perkara Prodeo Yang Diselesaikan Tahun Jumlah Perkara
Prodeo
Jumlah Perkara Prodeo
Yang Diselesaikan Target Realisasi Capaian
2020 0 0 100% 0% 0%
2019 0 0 100% 0% 0%
2018 0 0 100% 0% 0%
Tahun 2020 jumlah perkara prodeo sebanyak 0 perkara dan yang diselesaikan adalah sebanyak 0 perkara, maka realisasinya adalah sebesar 0 % dengan target sebesar 100%
yang telah ditetapkan pada awal tahun 2020 dan capaiannya 0 %.
analisis Capaian Indikator Kinerja“ Persentase Jumlah Perkara Prodeo yang diselesaikan‖ : Prosentase Perkara Prodeo yang Diselesaikan ditargetkan sebesar 100 % ternyata tidak tercapai, Hal ini karena Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri tidak mendapatkan pagu anggaran untuk perkara prodeo sehingga tidak terdapat perkara yang dilaksanakan secara prodeo pada tahun 2020.
Sasaran 3 Indikator ke 2
Persentase Perkara Yang Diselesaikan Di Luar Gedung Pengadilan
Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah perkara yang diselesaikan di luar gedung pengadilan dengan jumlah perkara yang seharusnya diselesaikan di luar gedung pengadilan.
Layanan sidang di luar gedung pengadilan diselenggarakan untuk perkara yang pembuktiannya mudah atau bersifat sederhana dan bertujuan untuk mempermudah masyarakat pencari keadilan yang kesulitan menjangkau kantor pengadilan karena hambatan biaya, fisik atau geografis dengan tetap mengacu Perma No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan.
x 100%
Persentase perkara yang diselesaikan di luar gedung pengadilan di dapat dengan menggunakan penghitungan seperti di bawah ini :
Tabel 21
Persentase Perkara Yang Diselesaikan Di Luar Gedung Pengadilan Tahun
Target Realisasi Capaian
2020 58 58 0% 100% 100%
2019 0 0 0% 0% 0%
2018 0 0 0% 0% 0%
Grafik 13
Indeks Perkara Yang Diselesaikan Di Luar Gedung Pengadilan Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri
Tahun 2018 - 2020
Tahun 2020 jumlah perkara yang diselesaikan di luar gedung pengadilan sebanyak 58 perkara dan yang diselesaikan adalah sebanyak 58 perkara, maka realisasinya adalah sebesar 100 % dengan tidak ada target yang ditetapkan pada awal tahun 2020 dan capaiannya sebesar 100 %.
0
analisis Capaian Indikator Kinerja“ Persentase Perkara yang diselesaikan diluar Gedung Pengadilan ‖ : Perkara yang disidangkan di luar gedung pengadilan pada tahun 2020 adalah perkara sidang yustisi tentang penegakan protokol kesehatan dalam rangka penanggulangan Covid 19, pada sidang yang dilaksanakan diluar Gedung Pengadilan tersebut terdapat 58 berkas perkara semuanya dapat diselesaikan tepat waktu dan tercapai semua, dengan demikian nilai capaian penyelesaian sidang di luar gedung pengadilan dapat tercapai 100%.
Dokumentasi Pelaksanaan Sidang Yustisia Yang Dilaksanakan Diluar Gedung Pengadilan :
Gambar 3
Sasaran 3 Indikator ke 3
Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu Yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Posbakum)
Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan bantuan hukum dengan jumlah pencari keadilan golongan tertentu.
Golongan Tertentu dalam hal ini adalah masyarakat miskin dan terpinggirkan (marjinal).
Penerima layanan posbakum adalah kelompok masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi dan / atau tidak memiliki akses pada informasi dan konsultasi hukum yang memerlukan layanan berupa pemberian informasi, konsultasi, advis hukum dan bantuan pembuatan dokumen hukum yang dibutuhkan dengan tetap mengacu Perma No. 10 Tahun 2010 serta
Perma No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan.
Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu Yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Posbakum) di dapat dengan menggunakan penghitungan seperti di bawah ini :
Jumlah Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapatkan Layanan Bantuan Hukum x 100%
Jumlah Pencari Keadilan Golongan Tertentu
Tabel 22
Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu Yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Posbakum)
Target Realisasi Capaian
2020 238 238 100% 100% 100%
2019 236 236 100% 100% 100%
2018 231 231 100% 100% 100%
Grafik 14
Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu Yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Posbakum)
Tahun 2020 jumlah pencari keadilan golongan tertentu sebanyak 238 perkara dan yang mendapat layanan bantuan hukum adalah sebanyak 238 perkara, maka realisasinya adalah sebesar 100 % dengan target yang ditetapkan pada awal tahun anggaran 2020 sebesar 100%
dan capaiannya 100 %.
analisis Capaian Indikator Kinerja“ Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Posbakum) ‖ : Bahwa secara persentase dan capaian pada tahun 2020 ini telah tercapai sebesar 100% sama seperti pencapaian di tahun 2019, hal ini bisa tercapai karena masih banyaknya kelompok masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi benar – benar membutuhkan Layanan Bantuan Hukum berupa pemberian informasi, konsultasi, advis hukum dan bantuan pembuatan dokumen hukum yang dibutuhkan.
Tetapi semuanya tidak bisa terlayani disebabkan juga masih sangat terbatasnya jumlah anggaran yang di sediakan oleh Negara untuk jasa Layanan Bantuan Hukum (Posbakum) Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri tahun 2020 yaitu sebesar Rp. 26.400.000 dengan target penyerapan sebesar 100 % dan terserap sebesar Rp. 26.394.000 atau tercapai sebesar 99,98 %.